Balapan

Tut...

Tut...

Tut...

Nada sambung telepon Alin menghubungi Lili.

Diangkat.

"Hallo Li?" tanya Alin.

"Mmm! Apa Lin?" sambung Lili dengan nada datar.

"Gue suntuk nih! Jalan yuk, tapi kita pake motor aja, kita kumpul di basecamp biasa, gimana?" tanya Alin berharap.

"Oke gue siap siap," jawab Lili, "Oia Lin, lo udah bilang ke Salma belum?" timpal Lili.

"Udah, dia dah siap," jawab Alin santai.

"Oke deh kalo gitu. Bye," pamit Lili lalu memutuskan panggilan teleponnya.

Setelah itu Alin segera keluar dari kamarnya.

"Assalamualaikum Bun," sapa Alin pada Bunda.

"Waalaikumsalam, pagi sayang. Loh ko dah rapih, mau pergi ke mana sayang?" tanya Bunda dengan nada lembut.

"Alin mau jalan bareng Salma dan Lili Bun. Boleh ya?" manja Alin.

"Boleh, tapi hati-hati ya? Jangan ngebut!" pinta Bunda.

"Siap Bunda cantik," sambil memeluk Bunda.

"Alin.." tiba-tiba Ayah memanggil.

"Iya Yah?"

"Ganti baju mu itu jelek! Kenapa masih pake baju kaya gitu!" tegas Ayah.

"Alin mau jalan Yah. Pake motor, masa harus pake rok? Ga sesuai dong yah," jawab Alin.

"Kamu tuh ya, di bilangin Ayah ga nurut! Anak gadis baik-baik ga mungkin pake baju kaya gitu, cepet ganti!" tegas Ayah lagi.

"Gak ah Yah, Alin mau pergi. Udah telat," Alin pun berlalu pergi.

"Coba Mbak mu ada, pasti kamu nurut sama dia. Kamu harus contoh Mbak mu itu!" kata Ayah kembali tegas.

Alin pun berteriak karena saking kesalnya, "Terus aja Ayah bilang gitu, emang semua nya salah Alin! Apa Alin bukan anak Ayah Bunda? Kenapa Alin selalu diperlakukan tidak adil oleh Ayah?"

Plak!!

Alin terhenti. Ayah memukul pipinya.

Lalu dengan rasa tidak percayanya, Alin memegangi pipinya yang dipukul tadi.

Air mata Alin tak terbendung lagi, jatuh bebas hingga membasahi pipinya.

"Ayah masih belum puas? Pukul terus Alin, Yah! Pukul! Biar Ayah puas!" Alin menangis.

"Ayah apa yang Ayah lakukan pada Alin itu udah keterlaluan! Bunda ga sangka, Ayah bisa sampe pukul Alin begitu. Bunda kecewa sama Ayah!" seru Bunda yang terkejut melihat kejadian itu.

Alin pun berlari, pergi dengan sedihnya saat menyalakan mesin motor dan melesat meninggalkan rumah.

"Biar Bun, biar dia bisa introspeksi diri! Ga baik dia berhijab tapi pakaiannya seperti itu! Dan Bunda juga selalu memanjakannya," semprot Ayah pada istrinya.

Dan ayah pun kembali melanjutkan kegiatannya membaca koran, sambil mengingat apa yang sudah dilakukannya pada Alin. Dia menyesalinya, tapi dia pikir semua yang dilakukannya demi kebaikan anaknya sendiri.

Dan Bunda pun menangis, berjalan masuk ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya lagi.

Sedangkan suasana di basecamp mereka...

"Hai gaes?" sapa Lili.

"Hai.." sahut Salma, "Lo baru sampai Li?"

"Huuh, ehh kemana si Mak Lampir? Kok belum datang?" tanya Lili.

"Bentar lagi kali."

"Oohh," jawab Lili.

Duduklah mereka berdua menunggu kedatangan Alin.

Tak berapa lama, Alin pun datang dengan wajah sendu. Ada sedikit tanda di pipinya karena habis di tampar Ayahnya tadi.

"Lin kenapa? Sepet banget tuh muka?" tanya Lili.

"Ga papa.."

"Bener? Terus kenapa tu pipi lo?" tanya Salma heran.

"Ohh, gue tadi kejedot kasur jadi gini. Hahahaha," Tawa Alin untuk menutupi kesedihannya.

Sebenernya Salma dan Lili tau pasti apa yang terjadi, tapi mereka memilih tetap diam.

"Hei, lu pada ngapain disini?" tanya Uli tiba-tiba muncul.

Uli adalah musuh Alin dan dia sangat iri pada Alin dan kedua kawannya. Jadi Uli selalu membuat masalah dengan mereka.

"Suka suka kami lah! Kami mau disink kek! Mau disana kek! Emang urusan Lo?" tandas Lili.

"Huh! Dasar lu anak pungut! Gak ada hak lo ngomong gitu ke gue?" balas Uli tak kalah ketus.

Plak!!

Alin menampar pipi Uli.

"Heh! Lo bisa ga jaga mulut lo? Jangan ngomong sembarangan!" tegas Alin.

Uli marah, "Heh, apa hak lo nampar gue?"

"Gue punya hak! Karena lo hina temen gue! Masalah buat lo?" bentak Alin meninggi satu oktaf.

"Well, dari pada main fisik, gimana kalo kita balapan motor aja?" tantang Alin san kedua kawannya.

"Ok! Gue terima tantangan lo!" meremehkan, "Siapa takut!" sahut Alin.

"Lin, jangan Lin! Biarin aja deh dia mau bilang apa. Gue ga masalah kok," bujuk Lili.

"Diem lo Li! Gue ga terima sobat gue di hina!" bentak Alin.

"Sal, bantuin dong! Cegah Alin," sambil melirik ke Salma.

"Gue ga bisa ngomong apa apa. Lo tau sendiri Alin kaya apa orangnya?" jawab Salma lemah, "Kita liat aja deh, kalo ada yang curang kita bertindak."

"Ok deh kalo gitu." pasrah Lili.

Alin dan Uli sudah siap untuk balapan. Mereka sudah berada di motor masing-masing. Ternyata disekitar sana juga ada Malik dan Leo yang melihat.

"Ada apa sih rame banget?" kata Leo.

"Mana dimana?" tanya Malik antusias.

"Noh disana," Leo menunjuk ke arah keramaian.

"Mas, ada apa sih kok rame banget?" tanya Malik pada lelaki yang hendak menonton keramaian itu.

"Ohh, itu Mas! Ada balapan motor. Para gadis-gadis cantik," jawab lelaki yang lewat tadi.

"Ohh, makasih ya, Mas," jawab Malik.

"Iya sama-sama," sahut lelaki itu kemudian pergi.

"Kita liat yuk, Lik!" ajak Leo.

"Ayo kita kesana."

Dan akhirnya mereka mendekati kerumunan itu. Banyak para gadis yang juga ada disana, mereka terpesona akan wajah tampan dari Malik dan leo.

"Buset dah! " Malik kaget.

"Apaan sih, Lik? Biasa aja kali, kita kan udah biasa diliatin gadis gadis cantik. Mereka terpesona akan ketampanan gue yang hakiki ini," jawab Leo santai.

"Prettt! Maksud gue bukan itu. Tuh liat, tiga bocah yang mau balapan itu," isyarat Malik dengan mulutnya.

"Mana?" Leo sambil memperhatikan arah tunjukkan yang di tuju Malik, "Bener-bener tuh bocah Mak Lampir! Bikin ulah mulu! Telepon Rio suruh kesini gih!" titah Malik kemudian.

"Siap!" sahut Leo.

Leo memberitahukan apa yang terjadi kepada Rio, tentang adiknya yang akan balapan motor. Rio geram.

"Sialan ni bocah! Bikin ulah apa lagi sih!" gumam Rio dalam mobil lalu menancapkan gasnya menuju ke suatu tempat yang diberitahukan.

Namun terlambat bagi Rio, adiknya sudah terlebih dahulu memulai balapan itu. Sehinhga Rio telat untuk menghentikannya.

"Telat lu Bro, udah mulai tuh!" kata Leo.

"Hm.. Kapan sih ni bocah bikin gue berhenti khawatirin dia?" lirih Rio dengan nada sedikit kesal.

"Lu nikahin aja Ade lu! Siapa tau berhenti bikin onar. Hahahaha!" jawab Malik santai tertawa.

"Kaya nya sih gitu, taon depan gue suruh dia nikah aja. Kan dia dah lulus SMA tuh," Rio tersenyum kecut.

"Tapi siapa yang mau nikah sama Mak Lampir kayak adek lo?" sindir Leo.

"Haha! Lo mau ga jadi adik ipar gue.?" tanya Rio.

"Ogah banget! Yang ada gue babak belur dan ga bisa tidur, mikirin keonaran yang dibuat adik lo!" jawab Leo tegas.

"Hahaha," tawa Malik, "Hust! Jangan ngomong gitu lo, nanti kalo jadi jodoh lo beneran gimana coba?" sambil tertawa.

"Ga lucu lo, Lik!" sahut Leo lalu menoyor kepala Malik.

"Wah beneran nih adek lo jago banget! Kemarin gue liat kelahi, sekarang balap motor. Salut gue, hijaban tapi jago." puji Malik.

"Kita kesana yuk!" ajak Rio.

Sementara itu..

"Gua menang. Sekarang gua mau, lo minta maaf sama Lili dan jangan ganggu kita lagi!" tegas Alin pada Uli.

"Ogah gue kalo harus minta maaf sama anak pungut! Ga level sama gue!" ucap Uli.

Plak!!

Lagi-lagi Alin menampar Uli dan itu membuat Rio, Malik dan Leo kaget setengah mati melihat dari jauh.

Saat Uli ingin membalas Alin, pukulan itu ditangkis.

"Jangan harap lo bisa mukul gua!" ucap Alin, "Dan ingat satu hal, kalo gue denger lo hina lagi temen gua, Lili, gua habisin lu!"

Uli pun kaget melihat tatapan tajam Alin, seolah siap menerkamnya. Dengan setengah takut Uli pun pergi meninggalkan Alin dan kedua temannya tanoa sepatah katapun.

Prok...

Prok..

Prok..

Suara tepuk tangan Rio di kejauhan lalu mendekat, sambil mengucapkan kata selamat pada adiknya. Namun Rio menyembunyikan rasa amarahnya karena adiknya itu telah berani membuat ulah, lagi.

Alin dan kedua temannya kaget mendengar suara itu.

"Mampus deh!" lirih Salma yang di setujui oleh Lili.

"Hm.. Sekarang apa lagi yang buat kamu bisa semarah ini?" tanya Rio serius pada adiknya.

"Bukan urusan lo, Mas! Kenapa sih gue selalu ketemu lu dimana-mana. Bikin gue gak selera," sewot Alin sengak.

"Bagus ya? Kamu udah mulai berani sama Mas mu ini?" tegas Rio.

"Trus kenapa? Mas mau nampar? Nih tampar.." tantang Alin sambil menyodorkan pipinya yang tadi pagi di tampat oleh Ayahnya.

Rio kaget melihat pipi adiknya, samar ada bekas sebuah tamparan disana, "Kenapa pipi lo?"

"Ga ada apa-apa. Ga usah pura-pura perduli lo. Pergi aja sana lo sama temen-temen lo gih!" usir Alin.

"Alinnnnnn..." teriak Rio.

"Bro santai, bro! Ga enak di liat banyak orang," sela Malik.

Rio menghela nafas, menahan emosinya, "Ayo pulang!"

"Ogah! Gue mau jalan, sana gak usah halangin gue." bentak Alin, "Yuk gaes, kita pergi," ajak Alin pada kedua temannya itu.

Alin bergegas peegi menjauh diikuti kedua temannya.

"Salma, Mas titip Alin ya?", lirih Rio pelan.

"Siap Mas, Mas ga usah khawatir."

Rio membiarkan adiknya itu untuk pergi menenangkan diri, hingga perlahan adiknya telah menghilang menjauh dari pandangan matanya.

"Ke apartment gue yuk, gimana?" ajak Malik segera, "Biar lu juga bisa ngedinginin otak lu,"

Rio terlihat berpikir sejenak, kemudian menyetujui ajakan kedua temannya.

"Oke deh."

Terpopuler

Comments

گسنيتي نيي

گسنيتي نيي

kasian alin low...sedikit kemiripan kisah kita...sellu di bandingkan dgn KK ...yg sellu juara lemah lembut ...JD gmn gitu .sedih

2023-08-27

0

Caem Jr

Caem Jr

kok gk ada visual nya thor

2021-05-09

0

Erma Wahyuni

Erma Wahyuni

mas nya tegas banget...saya suka karakter alin

2021-04-09

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Sekolah
3 Perkelahian
4 Pulang
5 Balapan
6 Penentuan Kuliah
7 Bimbang
8 Keputusan
9 Kairo
10 Kampus
11 Dosen ( Part 1 )
12 Dosen ( Part 2 )
13 Konser
14 Tragedi ( Part 1 )
15 Tragedi ( Part 2 )
16 Penyesalan
17 Bangkit
18 Hilang
19 Best friend forever
20 Perpisahan
21 Bunda ( Part 1 )
22 Bunda ( Part 2)
23 Pulang
24 Mimpi
25 Terciduk ( Part 1)
26 Terciduk (part 2)
27 Curhat
28 Rasa
29 Paris (Part 1 )
30 Paris ( Part 2 )
31 Menara Eiffel
32 Tersadar
33 Pernyataan
34 Kejutan
35 Jawaban
36 Kelulusan
37 Tragedi (Part 1)
38 Tragedi (Part 2)
39 Terhianati
40 Rosaline
41 Jakarta
42 Tuan Muda Alex
43 Pertemuan
44 Keputusan
45 Keputusan Nyonya Rahma
46 Perdebatan
47 Kontrak
48 Pernikahan
49 Malam pertama
50 Launching (Part 1)
51 Launching (part 2)
52 Leo Ahmad
53 Korea (Part 1)
54 Korea (Part 2)
55 Kebebasan
56 Pesta
57 Gadis Gila
58 Hadiah
59 Kairo (Part 1)
60 Kairo (Part 2)
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 PENGUMUMAN
95 Extra Part Lili -1
96 Extra Part Lili 2
97 Ektra Lili Part-3
98 Extra Part Lili-4
99 Extra Part Lili-5
100 Extra Part Lili-6
101 Extra Part Lili-7
102 Ekstra Part Lili-8
103 Extra Part Lili-9
104 Extra Part Lili-10
105 Extra Part Lili-11
106 Extra Part Lili-12
107 Extra Part Lili-13
108 Extra Part Lili-14
109 Extra Part Lili-15
110 Extra Part Lili-16
111 Extra Part Lili-17
112 Extra Part Lili-18
113 Extra Part Lili-19
114 Extra Part Lili-20
115 Extra Part Lili-21
116 Extra Part Lili-22
117 Extra Part Lili-23
118 Extra Part Lili-24
119 Extra Part Lili-25
120 Extra Part Lili-26
121 Extra Part Lili-27
122 Extra Part Lili-28
123 Extra Part Lili-29
124 Extra Part Lili-30
125 Extra Part Lili-31
126 Extra Part Lili-32
127 Extra Part Lili-33
128 Extra Part Lili-34
129 PENGUMUMAN
130 Extra Part Lili-35
131 Extra Part Lili-36
132 Extra Part Lili-37
133 Extra Part Lili-38
134 Extra Part Lili-39
135 Extra Part Lili-40
136 Extra Part Lili 41
137 Extra Part Lili-42
138 Extra Part Lili-43
139 Extra Part Lili-44
140 Extra Part Lili-45
141 Extra Part Lili-46
142 Extra Part Lili-47
143 Extra Part Lili-48
144 Extra Part Lili-49
145 Extra Part Lili-50
146 Extra Part Lili-51
147 Extra Part Lili-52
148 Extra Part Lili 53
149 Extra Part Lili-54
150 Extra Part Lili-55
151 Extra Part Lili-56
152 Extra Part Lili-57
153 Extra Part Lili-58
154 Extra Part Lili-59
155 Extra Part Lili-60
156 Extra Part Lili-61
157 Extra Part Lili-62
158 Extra Part Lili-63
159 Extra Part Lili-64
160 Extra Part Lili-65
161 Extra Part Lili-66
162 Extra Part Lili-67
163 Extra Part Lili-68
164 Extra Part Lili-69
165 Extra Part Lili-70
166 Extra Part Lili-71
167 Extra Part Lili-72
168 Extra Part Lili-73
169 Extra Part Lili-74
170 Extra Part Lili-75
171 Extra Part Lili-76
172 Extra Part Lili-77
173 Extra Part Lili-78
174 Extra Part Lili-79
175 Extra Part Lili-80
176 Extra Part Lili-81
177 Extra Part Lili-82
178 Extra Part Lili-83
179 Extra Part Lili-84
180 Extra Part Lili-85
181 Extra Part Lili-86
182 Extra Part Lili 87
183 Extra Part Lili-88
184 Extra Part Lili-89
185 Extra Part Lili-90
186 Extra Part Lili-91
187 Extra Part Lili-92
188 Extra Part Lili-93
189 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Prolog
2
Sekolah
3
Perkelahian
4
Pulang
5
Balapan
6
Penentuan Kuliah
7
Bimbang
8
Keputusan
9
Kairo
10
Kampus
11
Dosen ( Part 1 )
12
Dosen ( Part 2 )
13
Konser
14
Tragedi ( Part 1 )
15
Tragedi ( Part 2 )
16
Penyesalan
17
Bangkit
18
Hilang
19
Best friend forever
20
Perpisahan
21
Bunda ( Part 1 )
22
Bunda ( Part 2)
23
Pulang
24
Mimpi
25
Terciduk ( Part 1)
26
Terciduk (part 2)
27
Curhat
28
Rasa
29
Paris (Part 1 )
30
Paris ( Part 2 )
31
Menara Eiffel
32
Tersadar
33
Pernyataan
34
Kejutan
35
Jawaban
36
Kelulusan
37
Tragedi (Part 1)
38
Tragedi (Part 2)
39
Terhianati
40
Rosaline
41
Jakarta
42
Tuan Muda Alex
43
Pertemuan
44
Keputusan
45
Keputusan Nyonya Rahma
46
Perdebatan
47
Kontrak
48
Pernikahan
49
Malam pertama
50
Launching (Part 1)
51
Launching (part 2)
52
Leo Ahmad
53
Korea (Part 1)
54
Korea (Part 2)
55
Kebebasan
56
Pesta
57
Gadis Gila
58
Hadiah
59
Kairo (Part 1)
60
Kairo (Part 2)
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
PENGUMUMAN
95
Extra Part Lili -1
96
Extra Part Lili 2
97
Ektra Lili Part-3
98
Extra Part Lili-4
99
Extra Part Lili-5
100
Extra Part Lili-6
101
Extra Part Lili-7
102
Ekstra Part Lili-8
103
Extra Part Lili-9
104
Extra Part Lili-10
105
Extra Part Lili-11
106
Extra Part Lili-12
107
Extra Part Lili-13
108
Extra Part Lili-14
109
Extra Part Lili-15
110
Extra Part Lili-16
111
Extra Part Lili-17
112
Extra Part Lili-18
113
Extra Part Lili-19
114
Extra Part Lili-20
115
Extra Part Lili-21
116
Extra Part Lili-22
117
Extra Part Lili-23
118
Extra Part Lili-24
119
Extra Part Lili-25
120
Extra Part Lili-26
121
Extra Part Lili-27
122
Extra Part Lili-28
123
Extra Part Lili-29
124
Extra Part Lili-30
125
Extra Part Lili-31
126
Extra Part Lili-32
127
Extra Part Lili-33
128
Extra Part Lili-34
129
PENGUMUMAN
130
Extra Part Lili-35
131
Extra Part Lili-36
132
Extra Part Lili-37
133
Extra Part Lili-38
134
Extra Part Lili-39
135
Extra Part Lili-40
136
Extra Part Lili 41
137
Extra Part Lili-42
138
Extra Part Lili-43
139
Extra Part Lili-44
140
Extra Part Lili-45
141
Extra Part Lili-46
142
Extra Part Lili-47
143
Extra Part Lili-48
144
Extra Part Lili-49
145
Extra Part Lili-50
146
Extra Part Lili-51
147
Extra Part Lili-52
148
Extra Part Lili 53
149
Extra Part Lili-54
150
Extra Part Lili-55
151
Extra Part Lili-56
152
Extra Part Lili-57
153
Extra Part Lili-58
154
Extra Part Lili-59
155
Extra Part Lili-60
156
Extra Part Lili-61
157
Extra Part Lili-62
158
Extra Part Lili-63
159
Extra Part Lili-64
160
Extra Part Lili-65
161
Extra Part Lili-66
162
Extra Part Lili-67
163
Extra Part Lili-68
164
Extra Part Lili-69
165
Extra Part Lili-70
166
Extra Part Lili-71
167
Extra Part Lili-72
168
Extra Part Lili-73
169
Extra Part Lili-74
170
Extra Part Lili-75
171
Extra Part Lili-76
172
Extra Part Lili-77
173
Extra Part Lili-78
174
Extra Part Lili-79
175
Extra Part Lili-80
176
Extra Part Lili-81
177
Extra Part Lili-82
178
Extra Part Lili-83
179
Extra Part Lili-84
180
Extra Part Lili-85
181
Extra Part Lili-86
182
Extra Part Lili 87
183
Extra Part Lili-88
184
Extra Part Lili-89
185
Extra Part Lili-90
186
Extra Part Lili-91
187
Extra Part Lili-92
188
Extra Part Lili-93
189
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!