Dan akhirnya mereka mendengar kegaduhan, yang dimana disana ada Alin dan kawan kawan yang sedang berdebat dengan preman
Malik pun memalingkan wajah nya, "buset dah, Leo liat tuh tiga bocah di sebrang".
"Mmm, apa sih tiga bocah! di mana?" jawab Leo.
"Itu di sebrang! tu tiga bocah di kelikingin para preman!" kata Malik, "salah satu nya yang nabrak mobil Lo, terus dia marah marah kaya mak Lampir!" hahahha Malik berkata sambil tertawa.
"Mana Lik!!" kata Leo sambil mencari-cari.
"Tuh di sebrang!" jawab Malik sambil menunjukkan ke arah Alin dan kawan-kawan.
Rio yang penasaran dengan yang di katakan Malik, langsung menengok mencari tahu siapa yang dimaksud Malik. Rio kaget liat Alin di tengah tengah para preman, sikap Alin lebih garang dari preman yang mengelilinginya. Rio bergumam sambil senyum-senyum
'mampus loh! mereka cari gara-gara sama Mak Lampir yang lagi ngamuk.'
Malik yang melihat Rio senyum-senyum, bingung dan berkata, "nape Lo Rio senyum-senyum sendiri? lebih baik Lo-lo pada bantu tuh tiga bocah di sana, buat apa Lo pada punya sabuk hitam!" unjar Malik.
"Hmmm, ga usah kuatir tiga bocah itu, malahan yang harus di kuatirin adalah para preman nya!" hahahha Rio berkata dan tertawa lepas.
"Kampret Lo!! Lo ga liat tuh tiga bocah di kelililingi para preman.!" kata Malik.
"Lo liat aja nanti! gue mo nonton lebih deket ahh." Rio berjalan menuju ke arah Alim dan kawan-kawan, "ayo mau ikut ga kalian!" Akhirnya Malik dan Leo pun mengikuti Rio.
"Cepet Lo minta maaf!!! apa gue patahin tangan Lo!!" Alin sambil marah sepertinya, sudah tidak bisa menahan lagi emosinya.
"Lin ... Lin, tenang Lin!" ucap Salma dengan nada lembut.
"Apa Lo bilang Saya! Lo bilang gue suruh tenang! Lo pikir para bang**t ini pantes buat di lepasin!!' nada Alin masih marah.
"Bener Lo Lin, bang**t kaya mereka pantes dihajar!!" sambung Lili.
"Li Lo gimana sih, malah manasin Alin!" kata Salma.
"Tau ahh pokonya gue dukung Alin! ayo Lin kita hajar mereka semua!!".
"Hahaha gadis cantik jangan banyak ba**t Lo pada! Lo pikir bocah kaya kalian bisa lawan kita hah!!" kata salah satu preman.
"Sumpah ya gue dah ga tahan!!"kata Lili sambil memukul salah satu preman.
'Lili ... Lili!!" teriak Salma, karena Salma g mau terjadi perkelahian yang akan merugikan sobat nya.
"Au ahh pokok nya gue hajar kalian semua!!" sambung Alin.
"Alin ... Lili Lo pada gila ya! ahhhhhh gila Lo berdua!" teriak Salma .
Dan akhir nya terjadilah perkelahian,
bak...
bik...
buk...
para preman pada jatuh.
"Buset deh tuh bocah hebat juga, bisa ngelawan para preman." kata Malik
Dan Rio senyum senyum, "Rio kenapa Lo?".kata Malik.
"Ga pa pa hahahha..."
Leo terpesona yang melihat Alin begitu sangar gumam Leo dalam hatinya, 'gile tu bocah bisa bela diri juga' sambil senyum.
Ada salah satu preman yang mau memukul Alin dari belakang, dengan seketika Salma menendang nya dengan keras dan berkata, "hai Lo! pikir Lo hebat bisa nyerang lawan dari belakang hah!! jangan harap Lo bisa lukain sobat gue!!" Akhirnya Salma pun ikut bergabung tuk berkelahi.
Dan akhirnya para preman pun kalah, namun Alin masih kalap dan tidak berhenti memukul lawan yang sudah kelelahan karena di pukul Alin.
"Lin udah Lin, cukup nanti dia bisa mati!" kata Salma.
"Iya Lin, udah dia udah ga berdaya!" timpal Lili.
"Ga kan gue lepas ni orang! yang udah songong pegang pegang badan Lo Sal!" kata Alin.
Rio melihat adik nya yang kalap, ga bisa nahan emosinya, langsung teriak "Alinnnnnnnnn!!!"
Sontak Salma dan Lili mecari orang yg sedang teriak, karena mereka hapal suara itu adalah suara Mas Rio Kaka nya alin.
"Gawat deh Li," kata salam itu Mas Rio dia kemari.
"Buset deh, Alin berhenti Alin," kata Lili.
"Diem Lo Sal, Li gue belum beres hajar orang songong ini!!!" kata Alin.
"Alin berhenti ga!!!" nada Rio yang meninggi.
"Siapa Lo yang nyuruh gue berhenti!! Lo mau gua hajar hah!!" Alin berkata sambil marah dan ga tau itu adalah mas Rio kakanya sendiri.
Malik dan Leo pun kaget denger nada bicara Rio yang tinggi gitu, masalah nya mereka ga pernah liat Rio marah.
"Rosalina Sanjaya!!" teriak Rio.
Alin tersentak karena ada yang menyebut nama lengkapnya, dan langsung melihat ke arah belakang, tetapi emosi Alin masih tinggi dan tidak bisa di tahan lagi.
Dan akhirnya Rio menarik tangan Alin dengan sekuat tenaga, Alin hendak memukul Rio, dan Rio menangkisnya, terjadi perkelahian kecil diantara Kaka adik tersebut.
"Duh Li gimana nih ko mereka jadi berkelahi ya?" kata Salma.
"Iya nih gue ga ngerti harus gimana? tuh liat tangan Alin dah berdarah kasian!"timpal Lili.
"Alin!! Mas Rio hentikan!?" teriak Salma dan berkata "Mas Rio ga liat tangan Alin sudah luka!!"
Rio tersadar dengan kata kata Salma. Karena Alin ga bisa tenang, dan ingin terus berantem akhirnya Rio memeluk Alin dengan erat. Sehingga Alin berhenti melawan sambil berkata, "cukup Lin cukup! Mas ga tega liat kamu kaya gini, cukup ya adik Mas yang cantik!" Akhirnya Alin pun tenang dan para preman semuanya dah kabur.
*****
Akhirnya mereka menuju tempat yang tenang dan tidak diganggu oleh banyak orang. Ketiga gadis itu duduk diam karena mereka tau pasti dimarahi oleh Mas Rio. Rio menghampiri mereka dan memberikan air minum sambil berkata "nih minum biar pada adem!"
Setelah Alin dan kawan-kawan minum dan tenang, "Mas akan bertanya dengan kalian! apa sebenarnya yang terjadi?" Disaat yang sama Malik dan leo bertanya ke Rio karena keheranan.
"Bro, sebenernya Lo kenal sama tiga bocah tu?" tanya Malik.
"Huuh gue kenal banget apalagi tuh bocah sangat berjilbab hitam!" jawab Rio.
"Emang sapa tu bocah?" tanya Malik.
'Dia adek kesayangan gue satu-satu nya!" jawab Rio.
"Whatttttttttt ???" Malik kaget.
"Apaan sih Lo Lik? jangan lebay deh ahh!"
"Hahaha gue ga nyangka, adik Lo mirip banget kaya Mak Lampir!" ucap Malik sambil tertawa.
"Sifat dia emang kaya gitu, meski dia tomboi dan kata katanya seenak jidat, tapi dia bisa jaga diri nya sendiri." Jawab Rio
"Gaes balik yu ngapain kita disini!!" kata Alin.
"Mmmm, tapi Lin itu gimana bilang sama Mas Rio?" tanya Salma.
"Biar aja lah, balik yu gue cape pingin tidur!"Dan Alin pun berdiri bergegas mau pergi, tapi Rio memanggil.
"Lin tunggu Mas butuh penjelasan?" kata Rio.
"Nanti aja lah Mas, Alin dah cape pingin istirahat!" kata Alin.
"Tunggu duduk dulu bentar!!" sambil membawa kotak obat dan membersihkan luka di tangan adik nya itu.
"Oke kalo Alin belum mau cerita sama Mas nanti di rumah alin cerita ya!" kata Rio.
"Iya Mas nanti Alin cerita!" jawab Alin.
"Ya dah kita pulang dulu ya Mas semuanya!" kata Salma.
"Tunggu Sal!!" kata Rio "kamu pulang nya dianter aja ya, biar temen mas yang anter kalian bawa mobil kan?"
"Ga usah Mas, kita masih bisa bawa mobil ko!ga usah kuatir!" jawab Salma.
"Mas lebih baik, Mas Rio anter Salma pulang gih Alin bisa pulang sendiri kok! Kasian Salma nanti dimarahin sama Mami nya soalnya telat pulang nya."
"Ya dah gini aja Mas antar Salma pulang. Malik Lo anter Lili pulang ya, dan Lo Leo gua minta tolong anter adek gue ya ke rumah gue!" kata Rio.
"Siap bro..."kata malik.
"Oke deh..." sahut Leo.
"Awas Lo jangan macem macem sama anak gadis orang!!" ucap Rio ke Malik dan Lebih.
"Mas aku ga usah di anter segala deh, aku masih bisa bawa mobil sendiri!!" ucap ketus Alin
"Diem nurut aja kali ini sama Mas mu kalo bantah mas hukum kamu tau ga!!" ucao Rio dengan nada tinggi.
"Ceeeh terserah Lo deh mas cape aku!" timpal Alin .
Akhir nya mereka berpisah dengan tujuan masing masing .
terimakasih karena sudah membaca novelku 😊
ditunggu komen dan like nya ya jangan lupa vote ya 😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
Kiniwati
lanjut n semangat💪💪👍👍
2021-08-03
1
Erma Wahyuni
😂😂😂
2021-04-09
0
auliasiamatir
lanjut
2021-03-23
0