Pagi yang cerah, lebih baik aku beres-beres dulu deh sebelum tar siang siap-siap buat pergi ke acara konser musik nya. Alin pun sibuk dengan kegiatan bersih-bersih nya. Alhamdulillah akhirnya beres juga, kamar ku sudah bersih dan rapih. Hmmmm, dilihat jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, waktunya Aku siap-siap untuk pergi ke konser.
Ahh akhirnya aku menemukan tempat duduk ku, yang sesuai dengan no tiket yang kupegang. Acara konser akan segera berlangsung. Tetiba ada seorang pria yang baru sampai dan ingin duduk di sebelah bangku ku, dan tanpa sengaja pria tersebut menginjak kaki ku.
"Awwww....!!" Aku meringis kesakitan karena kaki ku terinjak.
"Sorry! saya tidak sengaja!" ucap pria tersebut.
Aku pun mendongakkan kepala ku, aku mau melihat siapa sih yang sudah menginjak kaki ku. Pas ku lihat siapa itu orangnya, hati ku menjadi geram 'sial! kenapa sih gue ketemu sama ni orang terus! gue kan pingin ketenangan nonton konser ini!' Gumam ku dalam hati dan akhirnya emosi ku pun meluap.
"Elo!!! sumpeh deh ya gue pingin tenang hati dan pikiran gue nonton ni konser! kenapa gue harus ketemu sama Lo yang suka merusak suasana?" Kata ku dengan sinis.
"Ehh sorry banget ya! gue juga ga mau kali liat muka Mak Lampir terus terusan! gue kesini juga karena terpaksa!!" Jawab Leo ga mau kalah.
"Hahhh terpaksa!! ya kalo Lo terpaksa ya udah lebih baik Lo pergi dari sini! ganggu pemandangan aja!" ucap ku dengan nada kesal
"Sssttttt! udah diem bocah Lampir, orang-orang bisa liatin kita! kalo Lo ga diem dan tutup mulut Lampir Lo!!" Leo berkata dengan nada dingin nya.
Huuuu dasar biang masalah, Aku pun melihat ke sekitar ada beberapa yang melihat ke arahku, mungkin karena terganggu dengan perdebatan ke Dan Leo. Dan akhirnya Aku pun diam dan duduk dengan tenang sambil mendengarkan konser musiknya.
Di bagian pertengahan pertunjukan muncul kilasan di dalam kepala ku. Aku pun berusaha mengingat, potongan-potongan yang muncul di dalam pikiran ku! Setelah mendengar kan salah satu alunan musik. Tiba-tiba kepala ku merasa sakit dan pusing, tapi Aku berusaha menahannya dan otak ku terus bekerja untuk mengingat kejadian apa yang sudah terjadi. Akhirnya konser pun berakhir, aku pun berencana ke sebuah kedai atau cafe tuk membeli minum karena kepalaku sakit.
Aku pun duduk di salah satu kursi yang menghadap ke jalan. Sambil memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia blm menemukan jawabannya. 'Duh kenapa kepala ku sakit banget? ga biasanya sakit kepala ini sangat kuat banget? Padahal selama ini sakit kepala kaya gini ga pernah aku alami!' Gumam ku dalam hati, sambil merasakan sakit di kepala nya makin kuat.
Setelah Aku selesai dengan minuman ku, aku pun berencana tuk pulang! lebih baik aku istirahat aja deh daripada makin sakit. Tiba-tiba Aku melihat kejadian, yang membuatnya teringat akan tragedi yang merubah hidup nya dulu.
Brugggg....
Terdengar suara yang begitu kencang dan teriakan orang orang di sekitar. Ternyata terjadi kecelakaan, dua bersaudara wanita tertabrak mobil dengan kencangnya. Salah satu seorang wanita muda yang tergelatak tak berdaya, mengeluarkan banyak darah dan gadis kecil berusia sepuluh tahun menangisi sang Kaka yang tak berdaya.
Aku yang melihat kejadian itu dengan mata kepala ku sendiri langsung terkulai lemah. Tidak!!! kenapa semua ini terjadi lagi! ingatan ku pun sudah terpampang jelas, sudah tidak terpotong-potong seperti puzzel. Aku inget semuanya! Mba Nita!!!! Aku pun menangis tersedu-sedu.
Flash back
Pada saat Aku berumur sepeuluh tahun Aku dan keluarga berlibur ke Kairo, untuk mengunjungi Kaka nya Mba Nita yang sedang melanjutkan studinya di Kairo.
" Mba Nitaaaaa!" Teriak ku yang memecah kesuain memanggil Mba nya, yang dari tadi menunggu kedatangan ku dan orang tua ku.
"Haii adik Mba yang cantik! mba kangen banget nih sama kamu sayang." Sapaan Mba Nita ke Alin sambil memeluk Alin yang cantik dan imut.
"Assalamualaikum Ayah Bunda dan adik Mba yang ganteng Rio?" Nita berkata dengan senyum yang penuh kerinduan akan keluarganya.
Waalaikumsalam jawab Ayah dan Bunda begitupun Rio.
"Bagaimana kabarmu sayang?" Tanya Bunda dengan lembut pada Nita.
"Alhamdulillah baik Bunda," jawab Nita dengan lembut.
"Sudah-sudah bicaranya! nanti kita lanjut, sekarang lebih baik kita ke apartemen mu saja." Ayah berkata sambil memeluk Nita.
Dan akhirnya mereka pun pergi menuju apartemen, dimana Nita tinggal selama studinya di Kairo. Suasana semakin ramai di dalam apartemen Nita, yang biasanya dia sendiri dengan kesepiannya. Sekarang ada sibawel Alin yang ga bisa berhenti bicara dan Rio yang lebih banyak diam karena main games kesukaannya. Bunda yang sedang memasak di pantry dibantu Ayah tercinta. Suasana ini yang paling dirindukan oleh Nita.
"Mba Nita, Mba betah ga disini? terus sekolah mba Nitaita gimana? Mba Nita punya temen dari negara mana aja? Mba Nita udah punya cowok belom? Mba Nita kapan lulusnya?" pertanyaan ku yang bertubi-tubi yang membuat Mba Nita tertawa gemas pada ku.
"Aduh adik mba yang cantik ini! banyak sekali pertanyaan nya! Ampe Mba bingung mau jawab yang mana dulu nih?" Jawab Nita dengan senyum dan sambil mencubit pipi Alin.
"Ahhhhhh Mba Nita jangan cubit pipi Alin dong! nanti pipi Alin Cubi! kaya bakpau kan jelek kalo diliat nya." Jawab ku dengan sedikit kesel karena pipiku di cubit padahal ga sakit banget cuma Aku lagi lebay aja kali ya.
"Hai anak-anak ayo sudah main nya! waktu nya kita makan, nih bunda sama Ayah sudah beres menyiapkan makanan nya!" Bunda berkata memerintah.
Siap Bunda! Nita, Alin dan Rio menjawab bersamaan. Suasana keluarga yang hangat ini lah yang Nita sangat rindukan. Senda gurau dengan adik adik nya, perhatian Ayah dan Bunda. Betapa bahagianya aku bisa berkumpul lagi bersama kalian. Gumam Nita dalam hati.
"Oia besok ada konser musik! gimana kalo besok kita nonton konser nya?" Ayah berkata dengan semangat ingin mengajak keluarga nya untuk nonton konser musik.
"Ga mau ahhh Yah! dari pada nonton konser musik mending aku diem di rumah main games sepuasnya." Jawab Rio menolak ikut, meski penolakan nya tidak berlaku karena kalo Ayah sudah memutuskan semuanya harus ikut.
"Asikkk Alin mau ikut yah! jadi Alin bisa liat orang-orang main musik yang begitu indahnya." Jawab Alin dengan penuh antusias, dan membuat sang Ayah menjadi berbunga bunga mendengar Alin menyetujui usulannya.
"Nah kalo Bunda dan Nita gimana setuju ga dengan usulan Ayah?" Tanya Ayah pada bunda dan Nita dengan wajah manis Ayah berusaha membuat Bunda dan Nita setuju. Dan akhirnya Bunda dan Nita pun setuju.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
Alia Khoirun Nisa
kecelakaan pas nonton konser to
2020-03-20
0
istrinya jungkook
kapan nikahnya😂😂😂
2019-11-09
24
DIAH♥RAHMA★[Hiatus]
iya lanjut💗
2019-10-22
8