Akhirnya kami sekeluarga pergi ke konser musik yang sudah direncakan. Semua tampak senang, acara konsernya berjalan dengan baik. Setelah acara konser selesai akhirnya aku dan keluarga berencana tuk makan di sebuah restoran. Tetapi aku ingin pergi ke suatu toko musik, yang ada di dekat tempat konser dan aku memaksa Mba Nita untuk ikut.
Alin menarik-narik tangan Mba Nita, "Mba ayo Mba ikut Alin! Alin pingin ke toko musik itu! ada yang Alin ingin beli?"
"Iya tunggu bentar ya sayang, Mba bilang sama Ayah dan Bunda dulu ya?" Jawab Mba Nita.
Aku berlari tanpa melihat jalanan, pada saat aku berada di tengah-tengah jalan berhenti, karena tali sepatu ku lepas, pada saat itu ada sebuah mobil yang melaju kencang, mobil tersebut sudah memberikan tanda klakson berkali-kali, untuk memberikan tanda agar orang orang segera menyingkir dari jalan. Karena mobil nya mengalami kerusakan, rem mobil nya rusak sehingga tidak bisa berhenti.
"Alin awassssss!!!" Teriak Nita sambil mendorong tubuh ku, sehingga tubuhku terpental.
Brugggg......
Badan Mba Nita tergeletak dengan berlumuran darah segar, yang tak henti keluar dari badannya. Aku yang melihat Mba Nita tergeletak tak berdaya, hanya bisa diam terpaku, aku tidak bisa mengeluarkan suara. Aku sangat syok melihat apa yang terjadi pada Mba Nita! akhirnya Aku pun jatuh tak sadarkan diri.
Ayah yang melihat kejadian itu, langsung berlari dan mendekati kedua anaknya. "Nita!! apa yang terjadi bangun sayang lihat ini Ayah ayo bangun nak!!"
Bunda pun berlari dan melihat Alin tak sadarkan diri "Alin bangun sayang bangun!!" Dengan wajah yang sedih tak bisa menahan air matanya, Bunda melihat kedua putri tersayangnya tak sadarkan diri.
Akhirnya ada ambulance datang, dan membawa mereka ke rumah sakit, polisi pun sudah datang ke tempat kejadian.
Rumah sakit
Nita memasuki ruang ICU ditangani langsung oleh dokter dengan cepat, "bagaimana ini Yah Nita, Alin kenapa semuanya bisa terjadi?" Bunda berkata dengan air mata yang bercucuran tanpa henti.
"Sabar Bun tidak akan terjadi apa-apa pada anak anak kita!" jawab Ayah yang coba menguatkan istri nya yang sedang kalut.
"Ayah huhuhuhuhu Mba Nita dan Alin ga pa pa kan mereka?" Rio berkata sambil menangis.
"Sini sayang Rio anak laki-laki Ayah! kamu tidak boleh menangis ya! anak laki laki harus kuat tidak boleh cengeng!" Jawab Ayah mencoba menenangkan Rio, padahal sang Ayah pun begitu sedih nya dan kuatir terhadap kedua putrinya tetapi dia berpikir harus kuat demi istri dan anak laki lakinya.
Beberapa perawat keluar dari ruangan ICU, membawa Alin untuk di pindahkan ke ruang rawat inap. Karena Alin hanya mengalami luka luar dan lebam saja. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan. Tetapi ada salah satu perawat keluar yang menangani Nita, " maaf siapa keluarga korban kecelakaan tabrakan?"
Ayah menjawab "saya sus, bagaimana keadaan putri saya apakah dia baik baik saja?"
"Maaf Tuan, Putri anda mengalami luka yang cukup parah! jadi kami berusaha dengan sekuat tenaga kami, dan korban membutuhkan transfusi darah secepatnya!" Suster tersebut berkata dengan cepat.
"Ambil darah saya, seberapa banyak pun yang penting nyawa Putri saya bisa selamat!" Ayah berkata dengan tegang nya dan kesedihan terpancar di matanya.
"Baiklah, silahkan tuan ikut dengan saya!" Suster pun berjalan ke sebuah ruangan, untuk mengambil darah ayah yang akan diberikan kepada Nita.
Beberapa saat kemudian sang Ayah pun keluar dengan wajah lemasnya, dan kesedihan yang menderanya dan memikirkan bagaimana nasib Putrinya.
Dilain tempat Alin masih tak sadarkan diri dan ditemani oleh Bunda dan Rio. Bunda hanya bisa menangis dan memegang tangan Alin. "Sayang ayo bangun jangan bikin Bunda kuatir! Bunda sayang kamu nak! ayo bangun sayang kamu anak kuat bunda yakin itu! Alin sayang bangun nak!" Alin masih belum sadarkan diri.
"Rio sayang Bunda akan ke Ayah dulu! kamu tunggu disini jaga Alin nya! kalo ada apa apa kamu bisa telepon Bunda?" kata Bunda dengan wajah sedihnya, dia pun memikirkan bagaimana keadaan Nita
"Iya Bun Rio akan jaga Alin dengan baik!" Jawab Rio tegas demi menenangkan hati bunda.
*****
Bunda berjalan tergesa-gesa menuju ruang dimana Nita sedang ditangani oleh dokter, Bunda melihat Ayah yang duduk lesu dengan menundukkan kepalanya.
"Yah gimana Nita? apa sudah ada kabar nya?"tanya Bunda dengan sedih nya dan air mata nya tak terasa menetes keluar..
"Belum Bun, tadi Nita membutuhkan transfusi darah, dan ayah pun sudah mendonorkan darah ayah, mudah-mudahan ada kabar baik ya Bun!" Jawab Ayah guna menenangkan hati sang istri.
Seorang perawat keluar lagi dengan tergesa-gesa, dan berkata " Tuan apakah ada anggota keluarga anda yang bisa menyumbangkan darahnya untuk putri anda?"
"Bukankah tadi saya sudah memberikan darah saya? Apakah masih kurang, kalo masih kurang anda bisa ambil darah saya lagi?" Ayah berkata dengan cepat dan tegang.
"Betul sekali Tuan ternyata Putri anda masih membutuhkan transfusi darah! karena tidak mungkin kami mengambil darah dari Anda lagi Tuan, apakah ada anggota keluarga ada yang bisa menyumbangkan darahnya? Tanya suster tersebut.
"Tidak suster, golongan darah Putri dan suami saya yang satu golongan! bagaimana ini, apakah di rumah sakit tidak ada darah yang satu golongan dengan Putri saya?" Tanya Bunda yang sedikit histeris.
"Maaf Nyonya, kebetulan golongan darah yang sama dengan Putri Anda sedang kosong, kami sudah mencari ke rumah sakit terdekat pun tidak ada!" jawab suster.
"Kalo gitu ambil darah saya suster mudah mudahan bisa membatu Putri teman saya!" suara yang datang dari belakang ayah dan bunda ternyata itu adalah Pak Ahmad dia sahabat Ayah, yang dulu menyelamatkan Ayah dari sebuah kecelakaan pula.
"Ahmad! kamu ada disini?' Tanya Ayah yang kaget tapi merasa lega.
"Nanti kita bicara lagi! yang utama adalah darahku dibutuhkan oleh putrimu!' Balas Ahmad pada Ayah.
"Baik Tuan mari ikuti saya!" Kata suster sambil berjalan cepat, dan Pak Ahmad pun mengikuti langkah suster tersebut.
Beberapa saat kemudian., Pak Ahmad pun keluar karena sudah mendonorkan darahnya untuk Nita. Pak Ahmad pun duduk di sebelah Ayah.
"Sanjaya Tenangkan dirimu, anakmu pasti akan selamat nyakin lah dan berdoa lah sama Allah!" kata kata Pak Ahmad yang tenang, dan penuh perhatian guna menguatkan hati Ayah.
"Iya, kamu bener Ahmad seharusnya aku tidak putus asa! terimakasih kamu sudah membantuku lagi." Jawab ayah dengan nada lesu "Oia kenapa kamu ada di sini?"tanya Ayah ke Pak Ahmad
"Kebetulan aku sedang urusan bisnis di sini, kebetulan tadi aku menjenguk salah satu karyawan ku, dia dirawat di rumah sakit ini. Aku melihat mu dan aku mendengar semuanya! mungkin kita sudah berjodoh untuk bertemu disini." Jawab Ahmad .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
💞💝💖MömÏrÑù💖💝💞
😭😭😭😭
2020-10-06
0
Djoko Jte
? 😤
2020-08-31
1
Bila Khairunnisa
sungguh hebat pengorbanan sang ayah 😥😥
2020-04-26
0