Bagiku untuk menjadi pacarnya Seorang kapten Basket seperti Kak Martin butuh perjuangan yang sangat panjang itu semua berkat bantuan dari Serena dan Wenti.Dan akhirnya aku bisa jadian dengan si pujaan hati.Setelah sebelumnya dia memilih mengakhiri hubungan pacaran dengan cewek genit yang pernah ku jumpai di taman itu.
"Li,aku mau kamu jadi pacarku.Aku sangat mencintai diri kamu sejak lama",ungkap Kak Martin langsung to the point aja ke pembicaraan nya .
Tanpa ragu-ragu aku pun menjawabnya .
"Aku juga memiliki perasaan yang sama .Aku mau kok jadi pacar kak Martin."
"Dan sekarang kita pacaran ", kata cowok itu tertawa senang demikian juga aku dong.
Sumpah malam itu adalah malam yang paling bahagia di hidupku.Menjadi pacar seseorang yang selama ini telah ku impikan.
Kak Martin adalah cowok pertama yang merebut hatiku.Walau sebelum nya Aldi pernah ku tolak cinta nya.Tapi jujur Aldi bukan tipe ku .Dua orang teman ku memang the best lah mau bantuiin aku bisa jadian dengan Kak Martin.Kami saling pdkt an ,bak dayung bersambut kedekatan kami seolah memberikan hubungan positif. Rasaya Aku dan cowok itu butuh waktu lama untuk memantapkan hati,tapi sungguh tidak sulit dan sebentar saja .
"Eh sudah jadian ni,PJ nya dong ! " sindir Wenti menatap Serena dengan kode kerasnya .Tak tau apa dia lagi menyindir aku ni.
"Wen,yang jadian siapa yang di tagih sama siapa aneh dirimu ", sungut Serena memanyunkan bibir nya sedikit kesal.Hampir mau ketawa juga aku melihat lelucon lucu mereka.Lumayan sedikit menghibur .Buat aku yang sedang terkena sindir ini.
"Langsung nggomong sama orang nya,bukan main lemparan kek gini dong.Ini Lia orangnya masih di sini", kata ku dengan mencubit mereka berdua.Dan mereka hampir ke sakitan juga aku jahilin seperti itu.
"Li,kamu sih diam - diam bae ,bersuara dong dari tadi",
Cengar-cengir Serena berhenti memanyunkan bibirnya .Demikian juga Wenti berubah wajahnya senyum-senyum senang.
"Traktir nya nona Lia lho.Kan sudah janji kan .Jangan ikar janji."
Wenti terlihat menakut-nakuti dan memberi tatapan ancaman dari wajah nya .Aku tau itu mereka bukan serius juga.Lagi becanda-canda biar ada bahan juga buat ngegibah.
"Lapar ni .Sudah star kan traktirnya ?"
Seperti Serena juga tak sabaran menikmati makan gratis kali ini dari aku sendiri.
"Please Li ! "
Wenti juga ikut-ikutan memohon juga.Sudah ketularan perilaku Serena yang cerewet itu.
"Oke,kalian aku traktir hari ini.Boleh makan sepuasnya yang ada di kantin ini.Tapi ingat tidak lebih dari seratus ribu,", kata ku memutuskan akhirnya takut mereka lari jadi teman ku.
"Siip nona Lia",
Mereka berdua kelihatan bersemangat sekali .Yah,namanya mau makan gratis.Siapa yang tidak mau.Kali ini aku yang jadi bos yang bayar,tapi tidak masalah .Selagi aku bahagia mereka pastikan akan ku bahagia kan juga.Wajah mereka berdua berseri-seri bahagia menikmati traktiran kali ini,demikian juga aku .
"Wow ,bagaikan dapat durian runtuh kita hari ini ", timpal Wenti tidak habis -habis memuji ku dari tadi.
"Kita imbang sepertinya sekarang aku yang jomblo kamu malahan yang punya pacar Li," protes Serena kali ini.Seperti kurang terima dengan nasibku.Tapi kembali sumringan bahagia.Dasar ini anak aneh pikir ku lagi.
"Uh kasian kamu Ren,",
Wenti ikut mengomentari juga.Sekali-kali ikut mentertawakan nasib temannya itu.Aku kasihan juga,dengan tersenyum tipis.
"Sabar ya Rena ,kamu kan cantik .Sudah banyak yang ngantri di belakang ",
"Tau Li,tampak kok cowok yang sok cool itu susah hatinya di taklukkan ", sahutnya dengan lirih seperti ada rasa kekecewaan yang dia pendam.
"Siapa itu Rena? dah main rahasian ni ".
Kepo Wenti mengernyitkan keningnya dan menatap ke arah kami berdua.Wajarlah kali ini dia tidak tau .Karena cowok yang dimaksud Serena itu tak lain adalah cowok tom n jerry yang di kelas kami itu.
"Sulit kalau di kasih tau sekarang Wen,lihat saja lah nanti kalau Rena sudah jadian sama dia", jawabku
Serena paham dan tau kalau aku lagi merahasiakan dulu dari Wenti.
"Betul banget Wen.ini suprise deh".
"No problem,cepat jadian ya supaya aku tidak penasaran lagi",
Wenti tersenyum meledek ,tahu aja ini anak .Mau makan gratis aja.Wenti ..wenti nggak Serena sama saja ,tukang minta Pj alias pajak jadian.
"Robb sini ! " panggil aku pada cowok itu yang sedang mencari Wenti sepertinya.Melihat lambaian tangan itu cowok itu pun menghampiri ke tempat kami dan bergabung duduk dengan kami.
"Ayang beb datang tu ,ciee kayak gula dengan semut aja ni", sindir Serena yang melihat Robby muncul dan duduk di samping pacarnya itu.
"Apaan sih Ren,diri mu jealous kan? gih sana samperin tu inisial D .cepat jadian ", timpal Wenti ikut menyindir saja.
"Baru lagi Ren,siapa? ", tanya Robby ikut penasaran juga sama seperti Wenti pacarnya.
"Rasaaiin Ren,kena batu nya kan ", kata ku ikut meledek cewek super cerewet itu.Serena diam dan membuka suara kembali.Sepertinya dia sudah mendapat jawaban buat mereka.
"Iya dong,ganti tahun ganti juga gandengan .Kalau setia selalu boring juga".
Serena tersenyum bangga dan memperbaiki kunciran rambut panjang nya itu .Aku ,Wenti dan Robby geleng-geleng kepala saja ,akan jawaban cewek yang suka ceplas-ceplos itu.Tidak heran lagi,dia orang memangnya sifat nya aneh dan membingungkan terkadang.Tapi kami sudah begitu terbiasa dan tau hafal sekali siaapa Serena.
"Good joblah ", kata ku lagi.
Kami pun menikmati waktu istirahat itu dengan candaan dan tawa penuh bahagia.Tidak terasa sampai istirahat habis.
...****************...
Soal hubungan ku dengan Kak Martin sudah memasuki bulan ke 7.Tapi tidak mudah melewati semua ini.Dan tidak selama nya juga kita boleh tersenyum bahagia.
Kita bahkan sibuk dengan urusan masing-masing setelah itu.Tidak seperti sebelum jadian saling memberi perhatian,peduli dan banyak waktu untuk bertemu .Menghabiskan waktu berdua untuk kencan .
"Li,minggu jalan yuk ! "
Baru saja Kak Martin menelpon ku ,dan aku mengiyakannya dengan senang hati.Sampai di hari nya kembali dia menelponnku.
"Sorry Li,aku sibuk nemanin mama belanja .Lain kali aja ya",
Mendengar kata 'lain kali aja' aku begitu sedih.Dia membatalkan sepihak tanpa harus menghargai persiapan ku hari ini.Di mana hati nya.Padahal dia yang mengajak jalan,terus sudah di harinya dia suka membatalkan begitu saja.
"Oke ".
Aku menutup telpon itu.Tanpa ekspresi aku memandang wajah ku cermin.Aku emosi dan ku berantakan barang -barang kosmetik ku ke lantai .Air mata ku akhirnya jatuh ,suara tangisan memenuhi ruangan kamarku.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Rey
Lia kamu terlalu naif sih, seharusnya sadar diri, jika sikap Martin seenaknya begitu, ya udah tinggalkan, jangan mengharapkan Dia lagi, apalagi mengejarnya. kemarin kamu nolak cinta si Al yang jelas tulus.
2024-02-19
1
Authophille09
aku mampir lagi nih kak
2022-12-23
2