10

Aku masih berharap berjumpa Aldi lagi.Tapi,mengapa semenjak Martin hadir lagi di dalam hidupku ? Dan bukan Martin yang ku harapkan,melainkan bayangan Aldi yang justru yang aku rindukan.Ada apa dengan diri ku yang sekarang ?

Setelah keluar dari RS dan bisa bersekolah seperti biasanya.Harapan terbesarku untuk di temui Martin bakalan sia -sia dengan percuma dan tanda -tanda kemunculan nya pun tidak terlihat.Apa salah ku ? kenapa justru seperti ini sekarang ?

Jangankan untuk bertemu langsung dengan ku,lewat telpon saja Martin tidak pernah menghubungi ku lagi.Apakah kecelakaan yang kami alami begitu parah nya ? Dan jangan-jangan kecelakaan yang dialami oleh Martin seperti nya lebih parah dari ku ?

Itu mungkin penyebabnya keluarga Martin membenci aku dengan keluargaku.Dan memang setelah aku sembuh keluarga Martin tidak pernah datang lagi menemui aku ataupun keluargaku.

Haruskah aku yang mencari informasi sendiri tentang apa yang terjadi sebenarnya dengan pacarku itu?

Ataukah aku diam -diam saja mencarinya tanpa sepengetahuan Nyak dan Babe ?

"Hei ,kenapa bengong di siang bolong? ,ini ujian susulan yang terakhir !" seru suara si kacamata tebal itu membuyarkan lamunan ku.Yang sejak tadi rupa nya mengawasi dan baru kusadari telah berada di hadapanku.

Dengan wajah sedikit sok sopan aku tersenyum ketus aja.

"Iya pak ,baca soal ini pak guru."

Guru itu membuka kacamata nya dan mengambil se helai kain dari kotak cermin mata seraya mengelap bagian depan cermin.Sementara aku pura-pura sok fokus dengan soal ujian.Padahal gerak-gerik guru itu terlihat jelas bagiku.Sepertinya dia memang lagi mengejek dan mentertawakan karena terciduk melamun.Entahlah yang pasti itu suatu kelakuan atau kebiasaan yang aneh guru itu miliki.Dasar guru aneh bin ajaib umpatku dan untungnya hari ini hari terakhir ujian.Dan setelah ini semoga tidak melihat si muka tebal yang dingin dan berhati tembok.

Sudah soal ujian ini sulit nya tingkat dewa.Andai saja ada yang bantuin.Pengen deh ada Aldi di sini bantuiin aku ngerjainnya.

Dasar bucin nya aku.

Aku melirik jam besar di depan ,tinggal beberapa menit lagi masuk jam istirahat.Cepat-cepat ku baca soalnya dengan tergesa-gesa ku isikan ke lembar jawaban itu.Tidak bisa aku pastikan juga sih itu jawaban sudah benar apa belum ?

"Kamu pasti bisa Li,"

Aku bicara sendiri pada diriku.Ujian sendiri dan yang memberi semangat sudah pasti diri sendiri .Terus kalau bukan aku siapa lagi ?

Si guru melirik ku dengan gerak-gerik yang tidak boleh diam .Krasak-krusuk dia nggotak-nggatik layar laptop dengan file dokumen di map besar di hadapan nya.Aku sibuk ngerjain soal-soal .Eh ,si guru gantian hiruk-pikuk dengan kerjanya.Diam apa sih ?

Sunyi gitu biar aku tenang ,tidak boleh kompromi juga rupanya si pak guru.

Sampai di sini aku tidak kehilangan akal jadi nya,dengan sengaja menjatuhkan pulpen ke lantai dan baru guru itu berhenti dengan kerja nya ,seraya melirik kesal ke arahku.

"Ananda ,cepat sudah mau bel ini ! " perintah guru itu.

Tanpa menunggu komando yang panjang lagi.Kurapikan soal dengan lembar jawaban .Dan akhirnya kelar juga.Dengan sumringan manis terpaksa ku maju ke meja guru mengumpulkan nya.

"Oke ! sudah siap saya kerjakan pak",sahutku dengan suara lembut dan polos .

Guru ini dasar ! dia pikir aku bakal baik dan tulus gitu memberikan senyuman ? oh,tidak yah.

Aku melangkah kan kaki keluar dari ruangan itu.Dan tidak peduli aku dia sedang ngomong apa ,yang jelas aku sudah tidak mendengar nya lagi.

"Bagaimana Li perasaan nya sekarang ? sudah pasti lega banget kan dan kelar sudah urusan dengan wali kelas aku ."

Ku lihat Wenti menegur ku dengan suara lembut ya.Telah menunggu aku di luar ruangan itu.Dengan gaya uniknya merangkul aku.

"Semua sudah oke went.Jadi sekarang good bye buat Walas kamu itu yah.Ayo ke kantin kita ," tambahku sambil menarik tangan cewek itu pergi.

Tak sabar rasa nya makan mie pangsit di tambah minum es teh manis .Di kantin segera kami duduk di tempat tongkrongan kami yang biasanya,sambil menunggu pesanan .

"Hello my pretty girls,"sapa suara asing .Aku dan Wenti pun melirik ke arah suara itu .Padahal kami lagi asyik cicipi makanan kesukaan kami.Semakin penasarannya kami pun melihat ke arah nya dan terlihat lah 3 orang cewek centil .

Yah,mereka adalah geng alay.Dan tidak perfect sama sekali.Dengan corak khas aksesoris berwarna- warni yang norak dan makeup menornya.

"Kita pergi aja Wen ,jangan layani mereka ", kata ku memberi aba-aba pada Wenti.Walaupun makanan kami belum habis sih.

"Lest go Li,"tambah Wenti menurut.

Tanpa mempedulikan ocehan geng tengil itu.Kami bergegas berhamembus ke kelas masing-masing.Alasan nya tidak mau ribet apalagi berurusan dengan kelebay an mereka.

Serena menepuk bahuku ,diam-diam dia sudah berada di kelasku .Padahal aku baru saja lari ngos-ngosan dari kejaran si geng tengil itu.

"Ren,ngapain kamu ngedap-ngedap seperti di kejar maling aja?" tanyaku dia terlihat tergesa-gesa sembunyi di kelasku.

"Sstttss,Li tenang aja sebentar ,please !" kata dia dengan memohon dengan kedua tangan nya.

Jujur aku merasa kasihan juga,dan aku pun mau mengikuti apa kata dia.

Di luar kelas ku lihat seorang cowok mondar-mandir dengan gerak-gerik yang mencurigakan .Dia diikuti 2 orang teman yang lain,dan menurutku kedua orang itu biasa aja.Tidak wow seperti yang pertama.Aku mencoba tenang dan bersikap biasa seolah-olah tidak terjadi masalah.

Cowok tadi semakin mendekati pintu kelas ku.

"Permisi,numpang tanya boleh ?" tegur suara itu berbasa-basi menyapa ku .Aku yang tadi diam sibuk dengan buku bacaan.Melihat cowok itu,aku bisa menebak nya pasti ini orang sedang mencari Serena.

"Oh iya,tanya apa ?"

Aku pura-pura membalas ucapannya.Agar terkesan tidak ada yang mencurigakan di kelas ku.

Dari belakang lemari Serena memberi kode ku untuk menyuruh cowok itu pergi cepat,itu sedikit yang dapat ku tangkap dari nya dengan menyipitkan sebelah mataku.

Dan sekarang aku harus memainkan peran itu,ala-ala drama di film.

"Lihat cewek rambut panjang dan namanya Serena nggak ?" tanya dia lagi seraya menyodorkan sebuah foto kecil ke arahku.

Tau lah aku sekarang yang di foto itu memang Serena temanku.Sementara temannya berusaha mengintai-dan mengawasi mata nya ke dalam ruangan kelas ku.

"Di sini tidak ada Serena .Lihat lah aku sendiri di kelas dan tidak orang lain."

Aku terpaksa berbohong untuk kali ini.Ini demi keselamatan Serena .

Setelah itu cowok -cowok itu pun berlalu pergi.

Serena keluar segera dari tempat persembunyian nya dengan raut wajah lega nya.Dan aku terdiam.

...****************...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!