"Kak tunggu ,eh kak dompet nya jatuh ,tunggu ",sahutku seraya memanggil orang yang berjalan tergesa-gesa di depanku.Aku hari ini datang terlambat .Bangun kesiangan karena semalam begadang gara-gara nonton Drakor Aktor Favorit ku sama seperti cewek kebanyakkan lainnya .Aku kaum rebahan dan nonton Drakor yang baru atau lama selalu jadi langganan .Dan tidak pernah melewatkan akan setiap episodenya.Kalau di bilang aku pecinta yang berbaur korean .Aku sudah ketularan virus itu dari Serena .Yah cewek itu pecinta Drakor sudah seniornya.Bahkan di liburan semester kemaren dia sampai minta sama orangtua nya pergi berlibur ke Korea sana.Namanya anak kesayangan pasti permintaannya akan di turuti .Lagian dia juga orang kaya dan terpandang .Walaupun begitu dia tidak gengsi berteman dengan ku yang berpenampilan sederhana seperti ini.
"Kak..!"
Aku hampir saja kehabisan napas dan untungnya orang yang ku panggil itu menghentikan langkahnya.Dan berbalik badan berjalan sedikit langkah menuju ke arahku.Dengan wajah sedikit tersenyum dan bermuka datar.Seakan-akan membuat jantungku mau copot saja.Untung dia tampan .Dan aku begitu terpesona .Tapi membuatku jadi gugup.
"Kak ini dompet nya,"kataku memberikan langsung ke tangannya.Dia menerima dengan sedikit tersenyum .Dan lagi-lagi membuat aku salah tingkah.
"Thank you,oh iya kenalkan aku Martin ",kata dia lagi seraya menjabat tanganku setelah menyimpan dompet miliknya itu.
"Salam kenal Lia kak."
Sedikit baper aku membalasnya perkenalan dengan cowok tampan itu.Baru saja aku kenal sudah jatuh hati sama dia .Bagaimana kalau sudah jadi pacarnya nanti.Hampir saja berkhayal lagi.
"Oke .Ayo cepat,udah mau masuk ini."
Cowok itu bergegas pergi dan benar saja sepeninggal cowok itu.Bel tanda masuk berbunyi.Cepat-cepat aku kelasku.Untung saja kelasku belum masuk .Selamat aku kali ini.
Sementara Serena Asyik memanyunkan bibirnya dari tadi.Dia sudah terbiasa dengan keanehan itu setaku .Kalau lagi patah hati.Dia memang terkenal cantik dan mempesona dari sekian cowok .Hanya Daden saja yang tidak tertarik dengan dirinya.Dan mereka berdua selalu musuhan.
"Kenapa Ren ?"
Cewek yang ku ajak bicara itu melihat kehadiranku .Dengan wajah badmood melihat ke bangku belakang tempat dimana cowok yang di musuhi itu sedang menutup kedua telinga nya dan matanya fokus ke hp.
"Itu cowok sok tampan !"
Dia memalingkan muka ke depan seraya menatapku dan sekarang aku mengerti atas kekesalan dirinya.Entahlah apa lagi yang di ributkan mereka .Dan sekarang saling diam-diam begitu.Seperti anak kecil bertengkar lalu baik kan lagi.Dan begitu seterusnya sulit di mengerti juga.
...****************...
Di lapangan basket sore itu.Para siswa di sekolahku sudah siap-siap bertanding.Termasuk juga ada perwakilan juga dari kelasku.Aku dan Serena sudah duduk di bangku penonton.Sebelum pertandingan tampan para peserta tersebut.Ada sedikit arahan dari guru kami.Dan pertandingan segera dimulai .Sebuah peluit di tiup wasit ,prit......
Mataku tidak lepas ke pada seseorang di lapangan basket.Jantungku berdegup kencang .Cowok yang ku temui beberapa hari yang lalu .Ikut bermain juga .Cowok itu tampan sekali .Apakah ini yang dinamakan orang-orang jatuh cinta pada pandangan pertama?
Aku mulai mengagumi,sampai Serena yang sejak dari tadi berbicara dengan ku tidak kuhiraukan.Mataku selalu saja fokus ke cowok itu.Tak pernah selama ini rasanya mengagumi seseorang begitu dalam seperti sekarang.Cowok itu begitu lihai merebut bola dari lawannya.Dengan sekali loncatan memasukan ke dalam backstop.Maka bertambahlah dari kelompok dia mengalahkan lawannya.Sungguh cowok itu tampan dan pintar lagi.
"Li,lihatlah itulah dia kapten basket sekolah kita.Bagaimana keren kan?"
Serena memuji dengan ikut bersorak -sorak kegirangan .
"Ayo kak Martin ..ayo .."
Sorak dia bersama yang lain juga.
Mendengar nama Martin,baru aku melihat Serena dengan tajam.Dengan rasa tidak begitu percaya dengan nama cowok yang mereka teriak kan.Serena pun melihat ku dengan kebingungan dengan melototi mata yang besarnya itu.
"Wait,Kak Martin kapten basket ?"
Dia mengangguk tersenyum.
...****************...
Martin ,sejak saat itu aku naksir berat sama dia.Cowok tampan dan kapten basket di sekolahku.
Baper.
Diam-diam aku follow akun sosial media nya.Dan rupanya dia tidak sombong dan bahkan dia me DM aku.Bahagia nya aku ,belum mengunakan trik apa-apa cowok itu sudah memberi signal.
"Thanks dah Follow @Li-Dahlia".
Tanpa menunggunya aku membalas nya.Ini bagiku suatu keberuntungan .Baru saja melamun kan dia .
Eh,tiba-tiba nyambung gitu.Pake Dm aku segala.
"Wen kok pada rame sih di mading pada lihat apaan ?"tanyaku saat berjalan gontai keluar dari perpustakaan,yang tidak jauh dari ruang mading yang kami bicarakan.
"Kurang tau juga",
Wenti dengan wajah datar nya
Serena tiba-tiba muncul dan menghampiri kami dengan suara teriak histeris.Dan kalau tidak ada rasa sabar.Pasti kami sudah menonjok cewek itu dengan habis.
"Eh,kalian tau nggak itu lho kelas XII yang juaranya kelas si kapten ".
Mendengar nama kapten ,aku merasa senang.Bagaimana tidak calon pacar pemenangnya.
"Ala ren ,sudah pastilah dia jagoan ,belum ada yang bisa mengalahkan tim mereka.Si kakak kelas yang hebat".
Wenti yang sibuk dengan hp nya ikut berkomentar juga.Aku tersenyum -senyum saja tanpa di ketahui mereka.
"Kak Martin hebat sekali kamu,"gumamku ikut memuji juga.
Sehabis jam istirahat aku sengaja melewati kelas XII ,sekalian mencari kesempatan juga melihat kelas si kapten basket itu.Serena yang pergi ke toilet ku tinggalkan saja .Takut tidak cukup waktu menyempatkan curi pandang ke kelas itu.Sekalipun tidak akan jumpa batang hidung si cowok .Yang penting sudah melihat kelasnya saja sudah senang.Seakan sudah terobati rasa rinduku dengan kak Martin.Yang aku sendiri tidak berani mengungkapkan nya kepada dia.Aku menyimpan nya dalam diam dan biar saja menjadi rahasiaku untuk saat ini dan biar akan waktu akan menjawabnya.Soal perasaan ku sama si Kapten Basket.
Aku terdiam membayangkan cowok itu berada di hadapanku sekarang dan menyapaku dengan panggilan sayang romantis nya.
"Wow ,sosweetnya sayang ",kataku bicara sendiri merasa itu nyata .Sampai aku tak sadar ada yang membalasnya.
"Sayang ."
Dan suara itu bukan suatu yang ku harapkan ,suara cewek rupanya.Bukanlah kak Martin sesuai yang ku harapkan tadi.
"Li ,sayang kenapa sih ? ouh pantasan jepitan rambutmu jatuh ,ini boleh pakai lagi kok",ujar Serena mengambil jepitan itu dan dia memasangkan ke rambut di kepalaku.Dan untungnya Rena tidak peka orang nya.Dan kali ini dia tidak kepikiran hal aneh lainnya deh.
Selamat aku kali ini dari pertanyaan kepo cerewet.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments