12

Sejenak aku terdiam bayangan Aldi terlihat nyata.Tersenyum manis dan menyapaku.Sosok periang dan baik.Sudah lama ku rindukan .

Aldi ?

Wenti seakan tidak percaya dan dengan ekspresi kagetnya dia menanyaiku sekali lagi .Sambil memegang pundakku dengan santai nya.

"Aldi bukannya tidak sekolah di sini lagi Li,sudah lupakan dirinya masih banyak kok orang lain ,"ujar suara Wenti seakan menjadi tanda tanya bagiku sekarang .Kenapa seolah-olah ada kata terselip sudah 'lupakan '? menjadi misteri di kepalaku.Apa yang sebenarnya telah terjadi semua orang melarangku menyebut nama Aldi.Setau dan seingatku Aldi tidak jahat.Tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun.Buktinya sekarang mereka ada merahasiakan sesuatu yang tidak aku tau.Nyak dan Babe seolah-olah merasa tau banyak tentang ceritaku dengan Aldi.Demikian Serena dan Wenti selalu mengalihkan ke pembicaraan lain.Apalagi saat aku membahas Aldi.

Aldi dua tahun sudah aku tidak menemukan dirimu.Dimanakah dia sekarang ? Aldi hilang di telah bumi .Rasa rindu ini seakan tak pernah hilang dan akan selalu melekat di hatiku.Aldi orang yang selalu berkesan baik sekali .Rasa rindu ini takkan bisa terobati dengan rasa kebencian luka lama.Benci sebegitu bencinya sama Aldi hari itu hari dimana pertama kali aku membenci Aldi.Rasa nya aku ingin memutar waktu lagi.Ingin melihat Aldi selama belajar selalu fokus ke depan .Aku ingin mengulang waktu itu lagi.Aldi ! Aldi ! Aldi !

"Capek Li ,ini diminum aku haus kan ? "sapa suara itu seraya mendekati ku,di saat kelasku selesai pelajaran Olahraga.Aku menatap ke arah dia dengan tersenyum dan mengambil minuman dari tangan cowok itu.

"Thanks Di,tau banget kamu aku haus ",sahutku meminum langsung air putih itu.Dia yang awalnya berdiri kini memilih duduk di samping ku.Kebetulan aku dan yang lainnya duduk seraya meluruskan kaki di lapangan.

"Hehehe so pasti lah,"tambah dia lagi .Kemudian di susul oleh Daden duduk juga di samping Aldi.Sebelumnya dia sudah minta izin juga bergabung.

"Gabung ya mumpung rame".

Daden terlihat tertawa terbahak-bahak.Cowok itu memang suka lelucon sedikit.Itulah yang terkadang membuat aku dan yang lainnya merasa terhibur .Di saat terkadang belajar serius di kelas.

"Hei Dad siapa yang suruh kamu boleh duduk di situ bayar tau",kata Serena dengan seringai mengancamnya .Dia datang secara tiba-tiba .Membuat aku dan Aldi langsung melirik mereka yang selalu tidak akur tersebut.

"Dad..dad..kamu kira aku bapakmu ,dad ..dad .Ini Daden jangan panggil dengan singkat gitu",timpal cowok itu dengan sedikit rasa kesal dan sebal.Sementara Serena tidak mau kalah juga ikut .

"Ya sudahlah Den haq ,baguskan ?

Dengan rasa tak bersalahnya dia tambah merasa kesenangan .Daden rupanya makin keki di buatnya .

"Daden bukan Den haq lho.Jangan tukar-tukar namaku".

...****************...

"Di, ikut camping kan minggu depan tanya Daden sama teman sebangkunya.Aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka sebelum pulang sekolah .Aldi aku merasa anak baru itu seolah-olah telah menjadi penyemangat ku.Kalau Aldi ikut,aku juga ikut deh .Dimana ada Aldi pasti aku selalu ada.

"Ikutlah bro".

Betulkan Aldi ikut.Dengan cepat aku tulis pesan di grup WA kelas kalau aku ikut .Banyak siswa yang ikut kali ini.Cuma lima orang saja tidak ikut.Aku bergegas pulang ke rumah dengan hati senang .

Wenti telah menanti ku di gerbang sekolah .

"Marilah kita pulang",sahutku mengambil helm dan membocengi motor miliknya.Dengan sedikit terheran Wenti memandangi ku.Mungkin dia lagi heran melihat aku begitu merasa kegirangan sekarang.Tidak seperti biasanya aku seceria ini.Tak lepas-lepas dari pandangan Wenti yang fokus mengendarai motor.

"Li sekali hari ini .Ada apa gerangan ? berbagilah cerita bahagianya dengan diriku ini".

Aku pura-pura tak membalasnya .Dari depan dia makin penasaran .

"Lia,tolong cerita dong!"

Jujur aku tidak tega juga memendam sendiri.Apalagi Wenti adalah teman terbaik ku.Teman yang selalu ada dalam suka dan duka .

"Iya deh.Aku memutuskan jadi mengikuti camping bersama -sama kita nantinya,"

Ceritaku di iringi tawa senang .Wenti merasa senang mendengar ceritaku yang akhirnya aku mau ikut juga.Yang awalnya aku menolak untuk ikut serta .Karena kalau tidak ada Aldi itu kurang asyik.

"Wah,baguslah .Akhirnya kamu mau juga ikut dan dengar kataku .

"Semangat Li",kata Wenti tak kalah bahagianya.

"Tapi tunggu dulu Wen kita kan ..,"ucapan ku terputus baru teringat aku dan Wenti kan beda jurusan .Mana mungkin satu tenda pula.Merasa sedih juga sih .Tapi tidak apa-apalah .

"Kita beda jurusan Li,sudah pasti di pisah.",

Baru Wenti tersadar sekarang .Aku saja hampir tertawa terkekeh di buatnya.Mengiringi perjalanan kami menuju ke rumahku .

Sebenarnya Rumah aku dan Wenti tidak terlalu jauh juga.Aku dan Wenti sudah bersahabat sudah lama di mulai dari Taman kanak -kanak dan sampai mau tamat SMA sebentar lagi.Tidak menyangka dari mulai oroknya bermain bersama sampai sudah ABG seperti sekarang.

"Diam Li,ayo ingat apa? "

Wenti bertanya dengan kepo nya di saat aku sedang turun dari motornya di depan rumahku.

"Aku penasaran sama seseorang deh.Gebetan soalnya",ujarku dengan sedikit polos.Dan Wenti terheran dan sepertinya dia ikut penasaran juga.Aku sekarang sedang menyelidiki seseorang yang menurutku termasuk tipeku cowok itu.Cowok impianku selama ini.

"Siapa Li? jangan main rahasia-rahasiaan deh."

Aku mengangkat kedua tanganku dengan memberi kode belum saatnya untuk bercerita.

"Okelah .kalau sudah waktu nya kasih tau ya ",

Wenti .Kemudian cewek itu berlalu dan pergi.

"Wenti kenapa tidak di suruh masuk dulu Li,"tanya Nyak tidak tau sudah berada di belakangku.Aku pun melihatnya.Dengan sedikit terkejut.

"Dia terburu-buru Nyak.Hari ini dia ada jadwal les matematika ",

Aku masuk ke dalam kamar sedangkan Nyak menuju dapur .

"Makan siang dulu nak,jangan terus tidur ."

Terdengar suara cerewet Nyak .Aduh Nyak bikin aku tidak bisa tenang saja.

Padahal mataku sudah ngantuk banget.Mau tidur saja.

"Jangan lupa makan ya.Nyak pergi ke pasar dulu ."

Suara itu makin dekat,dan Nyak sudah ada di depan kamarku kali ini.

"Kamu makan dulu .Jangan tidur.Nyak pergi dulu".

Aku dengan tersenyum sok manis .Mengangguk iya

Nyak kemudian sudah hilang,aku ganti baju seragam dengan baju rumah .lest go deh rebahkan badan ku di kasur.

Hari ini pelajaran penuh .sudah pelajaran nya hitungan semua .Di mulai dari matematika,akuntansi,dan itu semua bikin kepala ku berat sekali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!