18

Sampai juga aku di sebuah taman sesuai dengan lokasi yang Kak Martin kirim.Tanpa menunggu telpon dari cowok itu .Akupun menyusuri tempat itu.Sepertinya dia belum datang deh,kelihatan dari ratusan orang di sini tidak ada melihat muka dia.

"Kira-kira kak Martin mana ya ",gumam ku.

Aku masuk ke dalam sebuah restoran ,seperti nya aku juga lapar.Dari pulang sekolah aku belum makan.Ini mungkin salah satu penyebabnya aku begitu merasa bahagia tidak sabar berjumpa cowok itu .Dan waktu makan bahkan sampai ku abaikan .

"Pesan apa mbak ?", tanya seorang pelayan perempuan menyapaku .Sudah siap dengan pulpen dan note kecilnya.

Dia menyodorkan buku menu kepadaku ,dan aku menerimanya seraya melihat satu persatu dari atas sampai ke bawah.Dan lembaran berikutnya habis deh.

"Nasi kuning spesial dan minum nya air putih aja", kata ku lagi.

Pelayan itu pun menulisnya,dan berlalu pergi .Aku menunggu pesan itu.Berharap sekali ada telpon dari Martin untuk kali ini.Aku menyimpan hpku ,saat hidangan makan itu telah berada dimejaku.

"Wow,enak ini .Dari pada menunggu telpon dari Martin tidak ada kepastian makan dulu deh,"

Aku merasa kenyang juga setelah membayar pesanan itu aku beranjak pergi.Dan kembali ke lingkungan taman yang tadi.Dan lagi -lagi untuk kali ini Martin tidak aku jumpai jua.

Mataku tidak berhenti menyusuri lingkungan taman. tapi kehadiran kak Martin kali ini.Seolah memberikan harapan kecil bagiku.Usahaku terasa sia-sia ,dua orang pasangan sejoli itu sedang bermesraan di depanku.Sangat bahagia sekali mereka .Apakah itu memang Kak Martin yang sedang ku lihat?

Atau kah dia kembaran Kak Martin.Mirip sekali dia.Tapi ,tunggu dulu jika itu Kak Martin ngapain dia ajak aku ke sini.Dan apa maksud dia sih? Mau ngerjain aku atau apa? pamer pacarnya ke aku?

Dia ingat aku cewek macam apa ? Hatiku sakit rasanya bila benar sekali cowok itu adalah Kak Martin.

"Tutut..tut.,", telpon itu masuk dan berdering .Lagi -lagi jawaban tidak ada.Aku perhatikan gerak -gerik si cowok .Tidak ada yang mencurigakan sepertinya,bahkan jika telpon nya berdering sudah pasti dia pontang-panting merogoh koceknya untuk memeriksa hpnya.Kok malah sekarang cewek itu yang justru pegang hp ,dan ..

"Hallo ada pa tante?",

Terdengar suara cewek itu ,aku sontak kaget juga sih ? Kenapa dia manggil ku tante? apa mungkin Martin namain kontaknya dengan nama Tante nya ?

Sungguh aku tak terima sama sekali.Ku pencet layar tombol nya off.Ku berani kan diri menghampiri mereka.

"Apaan ini Kak Martin ?", tanya ku dengan rasa tidak sabarnya.Dan kedua orang itu berdiri kaget melihat kehadiran dengan mendadak.Terlebih Martin sebenarnya dia tidak mengenali ku sama sekali karena aku pakai masker dari selesai makan sampai sekarang.Aku mau tau aja apa reaksi Martin melihat aku sekarang.Si cewek melototi ku dengan ekspresi tidak enak di pandang sama sekali.

"Siapa dia beb? kamu kenal ",sergah si cewek dengan gaya ogah nya.Aku baru kali lihat cewek ini.Sumpah aku juga baru tau ini ternyata pacarnya Kak Martin.

"Eh,kamu siapa ?"

Martin menatap ku dengan heran.Mungkin dia merasa kan sesuatu yang begitu menganjal ada cewek nyamperin dia begitu saja.Belum lagi dengan style an aku pakai masker kayak gini lagi.

"Ganggu kita aja ini orang.Pergi sana",

Berani nya cewek ini mengusir aku dengan gaya tengil dan hentak kaki penuh ancaman nya kepadaku.Sudah pastilah aku tidak terima.

"Apa hak kau ngusir aku? taman ini milik umum", sahut aku ikut geram juga.Anehnya Martin kok tidak bertindak sama sekali.Ini cowok kenapa sih?

Si cewek makin keki dia dorong tubuh ku hampir saja mau jatuh ke tanah .Dan dengan cepat untung saja Martin menahannya dengan sigap.Dan aku jatuh ke pe***** cowok itu.Jantung ku ,tiba -tiba berdegup kencang.Mata kami saling beradu.Sepertinya cowok ini merasakan hal yang sama.

"Kamu nggak apa-apa kan?", tanya Martin menolong aku dengan sedikit tersenyum tipis.Aku hanya mengangguk saja antara senang atau bahagia juga sih?

Cepat-cepat aku tersadar melepaskan diri dari p****** nya.Sementara si cewek memanyunkan bibirnya,kelihatan sekali cemburu buta dia.

"Beb,ih seharusnya tolong aku bukan dia", katanya dengan manja.Dan Martin tersadar,beralih memeluk cewek itu.Sumpah aku benci banget.Aku tidak sabar lagi.Pengen nangis tapi tidak boleh untuk sekarang.

tiga kata yang keluar dari mulutku,yang sejak dari tadi aku menahannya.

"Kak Martin jahat ! "

Lalu aku bergegas pergi meninggalkan mereka yang sedang bermesraaan itu.

"Apa? "

Cowok itu tersadar dan dia seperti sudah ingat sekarang dengan kehadiran ku .Dia melepaskan cewek itu.

"Li,lia tunggu aku,Kakak bisa jelasin"

Terdengar jelas suara itu dibelakang ku.Tapi yang namanya hati sudah sakit tidak bisa di bendung lagi.Aku tak peduli lagi berlari di kerumunan itu.Biarlah sekalipun cowok itu akan mengejar langkah ku.Cairan bening itu jatuh juga dengan deras.Padahal aku berusaha sudah menahannya dari tadi.Air itu jatuh dengan deras membasahi wajahku.Air mata ketulusan hatiku.

...****************...

"Li,kok kamu nangis bestie ? ",tanya Wenti ikut prihatin melihat aku.Tidak tau saja cewek manis itu sudah ada di teras rumah ku.Aku membuka masker ku ,langsung saja aku memeluk dirinya.Dia tanpa menolak dan menghibur aku.Lalu kami pun duduk bersebelahan.

"Cerita ke aku Li ,kamu kenapa sedih?" kata cewek itu lagi.Dan dia mengambil baby oil dan kapas bersih .

"Make up kamu kenapa cemong seperti ini sih,sini aku bantu bersihin ya".

Cewek itu mengoleskan berapa tetes baby oil pada kapas bersih tadi dan menggosokkanya dengan pelan-pelan halus serta dengan hati -hati ke wajahku.

"Habis di buly ya,aduh kasihan bestiku ini".

Dia tersenyum lega seraya membuang bekasan kapas yang kotor itu.Dan duduk kembali seperti nya sudah bersiap-siap mendengar ceritaku kenapa aku bisa nangis seperti ini.Aku memang tidak menyangka dan tidak sadar juga dari pergi tadi dengan wajahku.Inilah akibatnya aku tidak bercermin,main pergi saja.Dan satu-satunya orang tau aku dandan berantakan seperti ini adalah Wenti.Ups tunggu dulu,jangan bilang juga si mot juga tahu hal ini,aduh pantasan tadi dia keberatan dan kebinggunggan begitu melihat aku tergesa-gesa pergi kencan.

Dan yang tersalamatkannya Martin tidak jadi melihat oplas ku yang ku sadari kemudian make up cemong sudah mengerikan seram seperti monster .Tidak kebayang kan ?

Waktu di restoran tadi pantasan pengunjungnya di sana ngelihatin aku dengan tatapan aneh begitu.Tanpa aku sadari juga sih.Malunya aku.

...----------------...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!