Aku sudah mulai masuk sekolah kembali.Tubuhku sudah kuat dan walaupun kaki kiri sulit terkadang untuk di gerakkan.Tapi semangat ku untuk menuntut ilmu tidak membuat ku berputus asa.
Di meja makan Nyak dan Babe sudah menungguku untuk sarapan pagi bersama. Meja makan ini sudah lama tidak aku tempati. Di mana sejak mau dekat 4 bulan lebih 15 hari ,aku terbaring koma tak berdaya di RS.
"Makan yang banyak Li.Nyak sudah bungkus ini bekal buat jam istirahat," sahut Nyak meletakan bungkusan plastik itu di samping piring makan ku.
"Rajin belajar ya Li ", tambah Babe lagi.
Beruntung sekali aku di sayang kedua orang tuaku.Masalah kesehatan ku selalu mereka perhatikan.
"Berangkat Li."
Wenti tiba-tiba sudah siap dengan motor nya di depan rumahku.Aku bergegas menyalami kedua orang tua ku pamit untuk berangkat membocengi motor si Wenti.
"Nyak Mae dan Babe ,kami berangkat dulu ya.,
Wenti pun ikut pamit juga.
Dan tidak sampai 15 menit.Kami sampai juga di sekolah.
Lembaran soal ujian ku baru saja ku selesaikan.Kini di tambah lagi dengan lembaran mata pelajaran yang lain.Selama aku sakit aku tidak belajar.
Dan sekarang terpaksa aku harus mengikuti ujian susulan.
Mengejar ketertinggalan ku 4 bulan terakhir ini.
Aku ujian di ruang nya guru yang khusus buat ku.Dan seorang guru pengawas yang terkesan galak.Dan yang cukup aneh.Dia tidak banyak bicara.Cukup membosankan rasanya,apalagi di saat mengerjakan soal hitung-hitungan seperti ini.Membuat isi kepala otak aku mau pecah rasanya.
"Sudah selesai belum?.Jangan berisik ya .Dan ini ujian bukan belajar biasa ," sahut suara itu.
Sungguh pengawasan yang kaku dan terkesan monoton sekali.
"Belum selesai pak."
Aku terpaksa fokus dengan soal nya kali ini.Wajah guru tidak tampan ,apalagi yang kutau guru itu sebenarnya bukan guru yang biasa nya masuk ke kelas ku. Dia jarang sekali memperlihatkan muka aslinya.Dan lebih suka memakai masker tanpa harus membuka nya.
Dengan kaca mata tebal milik nya menatap ku dengan wajah menantang sulit sekali aku tebak .Apa mau guru yang satu ini ?
Sulit di mengerti , dan kenapa harus dia yang jadi pengawas?
Guru lain saja .Kan menarik .Seperti Bu Rani atau tidak Bapak Dodit kan .?
Aku membaca seolah-olah tahu isi jawaban dari pertanyaan ku yang ku baca dari soal yang ada di hadapan ku sekarang . Padahal kenyataan nya aku malas dan ingin merobek -robek muka bapak guru itu. Mondar-mandir guru itu berjalan ke belakang menuju ke meja ,lalu kembali ke depan duduk kembali.Tanpa ada sepatah ucapan untuk berbasa-basi.Terkesan sangat tidak efektif sekali.
"Ini kertas kosong.Soal matematika kan membutuhkan banyak rumus sepertinya ," sahut suara guru tanpa ku ajak bicara juga.Dia meletakan begitu saja di meja ku.
Aku yang dari tadi sibuk dengan pikiran seolah-olah membaca soal menerima nya .Setelah guru itu duduk kembali di meja di depan ku.Kertas itu ku isi lagi ,bukan ku pergunakan mencari soal matematika yang sulit.Dengan marahnya aku melukis wajah guru yang tidak menarik itu.Ku coret-coreti dengan hal konyol yang sama sekali begitu tidak masuk akal di kepala otakku.Dasar guru i****.
Aku mulai memaki-maki nya.Berwajah tidak ada menariknya.Sok tegas.Memang nya aku peduli .Oh,ogah deh.
Guru itu kembali membagikan soal ujian di meja ku.Dan kali ini pelajaran Akutansi.Sama seperti ujian sebelum-belumnya .Kepala ku mumet,otak mau pecah saja.Guru tidak asyik,jangan kan untuk bergerak sedikit wajah nya sudah melototi ku.Bahkan aku mau permisi ke toilet saja .Dia merasa keberatan.Dan jangan bilang dia mau menahan ku .Tidak mungkin juga kan. aku boleh menahan nya untuk tidak BAB di sini.
"Permisi pak ,ke toilet bentar ."
Aku bangkit dari kursiku.Guru itu menurunkan sedikit cermin matanya itu.Dengan ekspresi mau memakan orang saja.Seakan-akan mau menelanku saja.Ih ketakutan juga aku.
"Boleh tapi siapkan mengisi lembaran jawaban Ananda dulu."
Guru itu acuh tak acuh mengabaikan aku malahan sibuk dengan menatap layar laptop yang ada di hadaannya.
"Tidak boleh di tunda pak.Sekarang ya."
Aku memohon sangat.Dan berlari terbirit-birit ke toilet .Tak peduli aku ,diizinkan atau tidak nya oleh guru aneh itu.
"Ini soal berikutnya kerjakan," kata Guru itu dengan tegasnya.
Aku menerima kembali.Sehabis dari toilet tadi aku memang sengaja tidak masuk lagi ke ruang ujian kembali..Sengaja aku menunggu bel istirahat berbunyi,biar aku jumpa dengan guru itu tidak dalam waktu singkat.
Di ruang kelas ku menceritakan semua nya apa yang terjadi selama ujian susulan di awasi oleh pengawas berwajah kaku itu.
Aku dan Wenti kebetulan istirahat bersama.Dan bekal yang di bungkus oleh Nyak kebetulan ada 2, buat aku satu dan Wenti satu lagi.
Sambil makan kami bercerita panjang lebar.
"Sumpah itu guru ketat bnget.Heran deh kok pada suka mereka belajar sama si cermin mata tebal ," sahut ku mentertawakan Wenti.
Yah,itu kan guru Wali kelas Wenti untuk sementara.Karena guru Wali kelas lamanya,mengikuti ujian seleksi kenaikan jabatan nya. Wenti hampir saja mau tercekik mendengar perkataan aku barusan.Untung cepat ku sodorkan air mineral ke hadapannya.
Dan air itu di habiskan tanpa ada sisa di botol itu lagi.
"Itukan baru tau kamu Li.Yah,mau bagaimana lagi dia walas ku sekarang li.terima saja kan ."
Wenti terlihat agak merendah .Aku baru di awasi guru itu begitu tidak bebas .Apalagi Wenti sudah berharap muka setiap hari.Apa nggak akan pusing ?
"Waktu tinggal berapa menit lagi .Jangan melamun ! " tegur suara itu .Yang sudah berada tepat berapa senti di hadapan ku.
Aku baru sadar,dia menatap aku dengan marahnya.
Ini akibat dari tadi aku gila melamunkan ghibah ke konyolan aku dengan Wenti waktu jam istirahat tadi.Apa mungkin dia tau ya aku lagi dendam sama dia ?
Atau jangan -jangan dia ikut menguping pembicaraan kami di jam istirahat tadi ?
Dan jangan bilang ini guru tukang ramal .Tau isi hati ku lagi .
Dia menatapku dengan sinisnya tanpa dapat ku terka lagi.Dan sebelum dia duduk lagi.
"Kerjakan cepat !
Aku membaca cepat-cepat soal itu.Tanpa memikirkan jawaban nya dengan pasti.Aku takut akan kemarahan nya.Sudah terbayang si tangan killer ku kalau menunjukkan kemarahan yang sebenarnya,itu cerita yang kudengar dari si Wenti temanku.
---------------
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments