15

Aku menemui Aldi di taman ketika pulang sekolah.Karena aku sudah berjanji pada diri ku sendiri sebenci apa pun aku sama Aldi.Aku harus tetap mengucapkan terimakasih sama dia.Karena waktu pingsan kemaren dia yang sudah menolong aku.Yah,waktu aku pingsan kemaren Serena tidak masuk karena dia ikut perlombaan untuk berapa hari ke depan olimpiade tingkat sekolah sekota,tuan rumahnya sekolah lain.Biasanya ada Serena yang selalu ada,seolah nasibku lain.Aku pingsan Aldi yang cepat memberikan pertolongan kepadaku.

"Terimakasih buat yang kemaren sudah menolong aku waktu pingsan dan mengantar pulang ke rumah juga",ucap ku sedikit tersenyum tipis.Entahlah sejak aku di permalukan dia ,seakan hidupku kurang bersemangat .Dan aku tahan bicara,sedikit bicara.Apa yang dianggap penting baru aku bicara.

"Itu sudah kewajiban kita sebagai teman saling tolong menolong Li.Syukurlah sekarang kamu sudah sembuh dan bisa belajar lagi", kata dia tersenyum bahagia menatap ku.Aku tak tau itu senyum lebar ikhlas atau tengah modus.Seolah-olah aku mengartikan sesuatu yang tidak baik.

"Iya.Kalau begitu aku pulang dulu ya",

Aku pergi begitu saja meninggalkan dia ,karena bagiku hutang terimakasih sama dia sudah terbayarkan .Setidak nya suatu saat nanti tidak akan ada hal lain yang membuat dia memintaku untuk berbalas budi.

"Tunggu ..!

Teriak suara Aldi di belakang ku.Baru saja aku melangkah dia sudah menyuruh ku untuk berhenti.Sebenarnya apa mau ini anak? Apa dia mau memarahi ku lagi.Karena aku meninggalkan nya dengan cara tidak sopan ini.

"Berhenti jangan melangkah ...! tambah dia lagi membuatku membatalkan niat ku untuk menambah langkah kaki ku berjalan ke depan.

Dia berlari sedikit mengejar langkah ku dari tempat duduk aku dan dia yang semula tempat kami mengobrol tadi menuju ke tempat aku berdiri sekarang.Dia memegang tangan ku secara spontan .Jujur aku kaget juga,kok tiba-tiba seorang Aldi yang selama ini terkenal cuek beraninya menyentuh tangan ku.Dengan sok cool dan sok akrabnya.

Mata kami melihat ke arah tangan kami yang saling berpegangan itu.Dia membalikkan pandangan nya tepat berada berhadapan aku .Jantungku berdegup kencang,seakan ada sebuah getaran yang berima bergetar di hatiku.Rasa cenat cenut.Ada apa dengan perasaan sekarang .Apakah aku lagi merasakan cinta.Gemuruh di dada seakan sulit untuk berhenti.

"Li pandang aku,bolehkan aku jujur",tanya dia mulai membuka bicara kali ini.Membuat ku gugup seakan mataku tidak berani menantang kedua bola matanya secara langsung.Andai saja aku memakai kaca mata hitam,tentu saja dia tidak akan tau ekspresi wajahku sekarang .Bak udang merah baru di kupas kulitnya lalu di masukan ke minyak penggorengan.

"Ya,,"jawab ku hampir saja kehabisan kata-kata yang keluar dari mulutku.

"Jangan takutlah Li .lihat muka kamu sampai kemerahan gitu.Dan keringatan lagi ini."

Cowok itu tersenyum geli seraya merapikan rambut ku yang tadi sudah berantakan poni nya sampai ke mataku dan tertutup karena di tiup angin sepoi-sepoi taman.Sementara kedua telapak tangan ku berkeringat banyak.Mungkin karena grogi dan baru kali ini sedekat seperti sekarang dengan cowok.Dia mengambil sapu tangan milik nya untuk menghapus keringat itu dari tanganku.Sumpah aku malu banget.Seakan aku di manja seperti ratu oleh Aldi sekarang.

"Aku sudah lama memendam perasaan ini ,maukah kamu menjadi orang spesial dalam hidupku?" kata Aldi mulai jujur sama ku.What ? Dia berarti nembak aku sekarang.Aku harus jawab apa sekarang .?

Tidak.Bukan Aldi orang yang kuharapkan,tapi orang lain.Aku membenci Aldi .Dan aku tidak bisa mencintai nya .Aku melepaskan genggaman kami tadi.Dan sontak Aldi kaget.Aku berjalan menjauhinya.

"Lia kalau kamu belum bisa menjawab sekarang.Nggak apa-apa kok.Aku tidak akan memaksa", terdengar lirih sekali ucapannya.Dari pada aku memberi harapan yang tidak berarti .Sudah saat nya aku jujur.

"Di ,kayaknya aku sama kamu tidak memiliki perasaan yang lebih.Dan selama ini aku menganggap kamu hanya sebatas teman saja .Maaf !

"Ya tidak masalah Li.Terimakasih atas kejujurannya ,sebenarnya aku sudah tau aku akan mendapat jawaban seperti ini.Tapi kalau masalah perasaan tidak bisa di paksakan".

Aku meninggalkan Aldi dengan rasa kecewa nya itu.Seolah -olah dari tadi bayangan Martin yang menghantui diri ku.Itulah kenapa aku tidak bisa membohongi diriku sendiri.Untuk menerima perasaan Aldi .Dan satu lagi aku membenci Aldi seakan kebencian ini sudah melekat di diriku.

...****************...

Aku memilih tidak masuk sekolah .Karena aku tidak mau melihat muka Aldi untuk satu hari ini.Aku harus memberi istirahat kepala dan otak .Agar tidak di kotori pikiran cinta dari Aldi.Tapi kemudian tiba-tiba aku rindu Kak Martin.Cowok yang kutaksir sudah berabad-abad rasa nya sampai sekarang.Dan sudah berjamur aku menunggu cinta dari dirinya .Tapi aku belum berani juga untuk mendekati diri nya bahkan hanya untuk sekedar menyapa nya doang.Aku temanan di akun sosial dia tapi aku nggak berani juga mengirim pesan sama dirinya .Aku berpikir kok dia tidak peka -peka juga.Harus pake kode apa aku sama dia agar dia paham dan mengerti .Dan signal yang kami harus saling nyambung.

"Aku rindu kamu ,esok kita jumpa lagi di sekolah ya ganteng ", gumamku seraya melihat lebih teliti lagi di profil medsos milik dirinya itu.

"Andai kita pacaran ,pasti kita sudah ayang beb kan ?".

"Kak Martin nggak rindu aku sekarang?"

Aku makin terobsesi sekali untuk mendapatkan cinta cowok itu.

Tak sadar aku sudah di pergoki Nyak dari tadi.Untung aku cepat sadar.Dan langsung menyimpan hp ke laci meja belajar ku.

"Makan malam Li,babe sudah menunggu makan bersama",kata suara Nyak memberitahuku.

Untung saja Nyak tidak mendengar curhatan tentang perasaan ku tadi yang terobsesi akan cinta sama kakak kelasku itu.

"Baiklah Nyak".

Aku mengikuti Nyak dari belakang menuju ke ruang makan.Dimana di sana sudah ada Babe menunggu kehadiran aku dan Nyak untuk mencicipi makan malam bersama-sama.

"Ada tempe ,sayur asam,ikan asin dan sambal telor banyak sekali Nyak masak menu kesukaan bapak semua ini",ujar Bapak yang paling semangat mengambil nasi duluan untuk di taruh di piring miliknya dan disertai menaruh lauk juga.Dia mencuci tangan nya dan sebelumnya berdoa sama yang maha kuasa.Setelah itu langsung melahapnya.

"Aku boleh gemuk kalau dapat masakan banyak menu seperti ini terus",seru ku juga ikut melakukan seperti bapak ku taruh di piring nasi dan di sertai lauk .Berdoa dan langsung melahapnya.Dan giliran yang terakhir Nyak juga melakukan hal yang sama.

Terpopuler

Comments

Rey

Rey

Sepertinya Lia salah menilai hatinya sendiri.
perasaannya ke Martin lebih obsesi sih😊

2024-02-16

0

Rey

Rey

bukan takut Aldi.
tapi Li lagi salah tingkah alias salting 😄

2024-02-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!