17

Aku pulang dari sekolah dengan rasa capek sekali.Dengan sedikit santai aku memilih rebahan di ruang tengah.Sepertinya Nyak dan Babe tidak ada di rumah.Aku mengambil hp di sakuku,yang dari pagi tadi telah aku anggurin .Dengan membuka layar ada yang menelpon.Seperti nya no telpon asing dan tidak aku simpan sama sekali.

"Hallo! "

"Hei Lia simpan no telpon aku ya ,lanjut ke Whatsapp",

Penelpon itu mematikan telponnya dan aku pun mensave ,setelah ku lihat profilnya ternyata dan tak lain adalah Kak Martin si Kapten Basket yang ku taksir berat.Demi apa ya Tuhan,dia tiba-tiba saja nongol di kontak ku.Apa nggak salah orang aku ini ?

Kok bisa secepat ini Kak Martin menghubungi ku.Padahal baru kemaren-kemaren aku menolak cinta Aldi,terus yang muncul sekarang Kak Martin.Mungkin kah ini yang di namakan takdir ya.Wajahku berseri-seri bahagia .Setelah sekian lama aku punya mimpi buat dekat dengan Kak Martin.Tepat hari ini terkabul juga.

"Li besok kita ketemuan di taman ya ",

Apa besok dia mau ketemu aku? Nggak sabar rasanya jumpa dia .Pengen sekali hari,cepat-cepat pagi,pergi ke sekolah dan jumpa Kak Martin.Kira-kira aku bakal sanggup nggak ya berhadapan dengannya plangsung? aduh deg-dag kan ni.Aku mesti ngapain ya? jangan sampai aku grogi,nanti malu-maluin deh.Apa aku harus dandan juga ya.Secara kan Kak Martin suka sama cewek cantik.Nggak kayak aku burik an pula.Apakah aku pantas buat Kak Martin.Repot juga ya di taksir benaran sama cowok itu.Aku masti ngapain ya .Atau aku tolak aja ya.Rasanya aku nggak sanggup ini.Tapi kalau aku tolak aku bakal rugi dong.Ingat Lia itu cowok pujaan hati kamu lho.

Berbagai pertanyaan menghantui pikiran ku.Masalah siap atau tidaknya besok aku berhadapan dengan cowok itu.Ya jelas suatu keadaan yang membuatku bingung sendiri saat ini.

"Ya ada apa Li ? tumben nelpon ,hayoo ada apa?" Suara cerewet Serena menjawab telpon ku dari seberang.

"Anu Ren,mau minta tolong ni...tapi...",

Aku sangat ragu juga bilang sama Serena,Di mulai dari mana ya pikirku.Dengan sedikit termenung memikirkan nya.

"Hello Li,kamu aman kan ? kayak binggung gitu?" tanya Serena kembali menghentikan rasa bingung ku barusan .

"Aman sih,tapi anu",

Aku di buat semakin grogi sekarang.Mau bilang ke Serena atau tidak ya.Yang jelas sekarang aku merasa kepepet di ujung tanduk ini.Ayo lah Please! Li bilang aja ,kalau kamu kebingungan begini .Bagaimana bisa menyelesaikan masalahnya.Come on lah Li ,Serena itu teman kamu lho.Tidak mungkin juga kan kamu minta tolong sama Wenti.Ingat Wenti lagi di rumah sakit sekarang.Nanti kalau kamu telpon dia ,apa kamu tidak akan menganggu waktu istirahat ibu nya yang sedang di rawat itu.Jangan pikir panjang lagi Li,mungkin saat ini Serena yang bisa kamu minta tolong.Serena pasti bisa bantu kamu kok ,percaya lah.'

"Li ,kamu masih di sana kan ? ",suara Serena masih berkicau di telpon ku.Aku harus bilang sekarang sama Serena .Aku tidak boleh takut.Pasti dia mau membantu kok.

"Begini Ren besok Kak Martin mau jumpa aku.Terus aku harus apa dong ?"

"Wah baguslah .jumpaiin lah, semangat kejar target mu ", kata Serena bersemangat sekali kedengarannya di telpon itu.Itu kan Serena aja semangat dan mendukung aku dengan Kak Martin .Masa aku nnggak sih ? Ayolah Li jangan ragu.Ingat kesempatan tidak pernah datang dua kali lho.Dia pujaan hati kamu kan,kejar dong! Belum berperang aja kamu sudah mundur.Pede aja lah Li tidak ada yang perlu di risaukan .Li kamu itu cantik apa ada nya .Jadilah diri sendiri jangan pernah berubah untuk menjadi orang lain.Aku melamun kembali.Sementara Serena di sana terabaikan.

"Li ,tu kan bengong lagi ? udah temui aja besok.Kalau kamu takut atau grogi ,aku temani ya",goda dia tersenyum terkekeh dalam telpon.

"Apaan sih ,Ren tapi kamu janji ya .Bakal bantuin aku please !"

"Oke tuan putri,eh salah nona Lia maksudnya."

Aku tersenyum senang akhirnya aku bisa percaya diri juga setelah di semangatin oleh koncoku yang satu ini.

"Thank you ya Rena cantik ",kata ku lagi.Aku jadi tenang sekarang .Tinggal bagaimana besok berjumpa dengan cowok pujaan hati itu.Aku membayangkan berada di samping dia memandangi wajah nya yang tampan dan menawan yang telah membuat hatiku klepk-klepek tidak menentu .Setiap malam aku selalu memikirkan nya ,tergila-gila akan pesona yang dimilikinya.Dia memang sempurna sekali sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

...****************...

Sebenarnya aku tidak percaya diri juga sih.Sampe-sampe aku minta tolong sama Serena buat dandani aku sedikit polesan rias wajah .Biar tidak terkesan menakutkan nanti bertemu cowok pujaan hati.Tapi sialnya Serena tidak hadir .Melalui surat yang di kirimnya dia ada suatu kemalangan yang telah terjadi sama pihak keluarganya.

"Bagaimana ini tidak mungkin kan aku harus berjumpa dia dengan burik kayak gini", kata ku bicara sendiri.

Sebuah pesan masuk di notifikasi hpku.

"Sore kita ketemu jadinya"

Aku berpikir lebih keras lagi ,dengan cepat -cepat aku ganti seragam sekolah ku.Dan kebetulan sekali si motto mitmoi belum berangkat kerja nya.

"Mot,tolongin dandan aku cepat ! ",

Aku segera duduk di kursi ,saat dia sibuk dengan kostum profesinya itu.

"Li ,aku tidak bisa lho.Kamu tau kan ,aku sendiri tidak sempat juga dandan .Mau kerja ini",kata nya menolak halus .

Aku harus bisa bujuk dia.Aku merogoh saku celana ku.Dapat juga .

"Mot,tolong aku yah.Ini upah nya buat kamu ".

Aku memberikan 3 lembar duit seratusan sama dia.Yang jelas itu cara ampuh membujuk dia.Agar dia mau.Seperti nya tidak ada cara lain lagi.Dan waktu nya sudah sangat kepepet sangat .Tinggal hitungan menit lagi.

"Oke,tapi aku belum pernah dandanin orang Li.peralatan make up aku aja tidak lengkap", kata dia masih berdalih.

"Udahlah terima duit aku ini.Dandani aku sekarang"!

Dia mengangguk mengerti .Dengan ragu-ragu dia menerimanya.Dan segera melakukan pekerjaan sesuai perintahku .

Tidak menunggu lama lagi ,aku sudah siap di dandani oleh dirinya.Aku percaya dia pasti bisa me make over wajahku ini.

Aku orang nya tidak sabaran ,ku lihat hp ku.What ,telat deh.

"Mot,sudah kan aku mau berangkat", kata ku berdiri begitu saja .Tanpa mempedulikan sudah atau belum jawaban yang keluar dari mulutnya.

"Tapi ....",

"Aah sudah aku berangkat ya",

Aku mengambil masker seraya menutupi wajahku,biar nanti bertemu cowok itu.

Dia merasa di supresin ceritanya.Tetangga itu tidak aku peduliin. Terserah lah dia mengomel ,entahlah .Aku meninggalkan dia dalam kondisi masih kebingungan memandangi kepergian ku.Setidak nya itulah yang ku tangkap dari sudut pandang mata kiri ku ini.

Terpopuler

Comments

Rey

Rey

semoga saja cintamu tidak bertepuk sebelah tangan ya Lia.

2024-02-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!