Meksiko, Aku datang

Dua hari setelah pembicaraan kemarin hari ini Zerly mendatangi kamar Sang Putri ia berbincang-bincang ringan sesaat, untuk mengalihkan kekhawatiran yang ada di dalam pikirannya. Beer yang saat itu tengah mengerjakan beberapa pekerjaan mendengarkan celotehan ringan berdua dengan sang ayah sesekali mereka tertawa bersama persis seperti masa kecil saat lelah dengan pekerjaan maka sang ayah akan datang ke kamarnya dan berusaha menghiburnya setidaknya lelah Sang Putri akan berkurang melihat tawa sang ayah

"Kau tahu Nak Tak ada yang lebih istimewa di dunia ini bagi seorang ayah sepertiku selain kebahagiaan anaknya sama sepertimu, kau lebih berharga dari nyawaku sendiri Percayalah nak apapun ke depannya yang terjadi aku menyayangimu. Aku dan ibu mu melakukan semuanya semata-mata demi kebaikanmu Permata Biru " ujar Zerly pada Ambeer

Lalu Amber menggenggam tangan lelaki paruh baya itu, tampak kulit yang mulai mengendur karna faktor usia. Ia elus tangan sang Ayah, kemudian mengecupnya dengan penuh kasih sayang seraya berkata

"Dad, kau tahu? aku begitu bangga dan bersyukur, terlahir dari orang tua seperti kalian berdua, kalian adalah manusia manusia hebat dan kuat, tanpa kalian, aku takkan bertahan sampai detik ini, jadi apapun itu, aku percaya. ayah dan ibu dan apa pun keputusan yang kalian ambil aku percaya Semua demi kebaikanku"

"Terima kasih anakku Terima kasih Permata Biru Aku Menyayangimu" ungkap Zerly memeluk putri semata wayangnya itu. Tampa air mata menetes dari mata tuanya.

Tak bisa dia bayangkan. Bagaimana 6 bulan kedepannya, apa yang akan dilewati oleh putrinya pelatihan yang akan dilakukan oleh klan SINALUA terhadap Sang Putri tak akan mudah berbagai rintangan akan dihadapi Ambeer sekalipun Ambeer sudah terlatih dari kecil teknik beladiri, tapi kali ini pelatihannya akan lebih mengerikan karena musuh yang mereka hadapi tak main-main

"semoga saja engkau bisa melewatinya putriku Doaku selalu menyertaimu"

Batin nya mendoakan Beer

...----------------...

Tiga hari setelahnya suami istri dan sang anak duduk bertiga di ruang tamu utama Mansion Marteen tersebut untuk memberitahu Amber perihal keputusan mereka akan mengirimnya ke klan SINALUA ,Meksiko.

"Mommy ,Daddy apa yang ingin kalian bicarakan? tampaknya kali ini Serius, kenapa wajah kalian begitu tegang. Mam katakan lah aku baik-baik saja aku yakin ini ada hubungannya bukan dengan perkataan Daddy kemarin malam di kamarku ?"

setelah Hening cukup lama akhirnya sang anak membuka suara. Zerly memandangi sang istri Mawazd seakan paham ia menganggukkan kepala pada suaminya pertanda keputusan mereka sudah benar

" Sayang, 6 bulan ke depan kami ingin kau pergi ke Meksiko. Temui Lah saudara Nenek Natahalia disana, bagaimana mau kan? Kakek Dalbert dan oma Jennifer merindukanmu"

ucap Zerly hati hati.

bagaimanapun, mereka tak ingin terburu buru langsung memberitahu Sang Putri inti masalahnya. Mereka ingin secara perlahan lahan, Putri mereka memahami keadaan, tanpa membuatnya tertekan akan masalah yang sedang terjadi. Ambeer diam sejenak mencoba mencerna keadaan

"Kenapa tiba-tiba?

biasanya jika memang benar kakek dan Oma merindukan diriku pasti ada pemberitahuan sebelumnya dan sekarang kenapa tiba-tiba " tanya Beer

Mawazd mendekati sang anak ,memeluk dari samping ia mengelus rambut Beer memberitahu jika semua ini tak ada maksud apapun

"Bukan tiba-tiba Nak, kami hanya lupa memberitahumu kemarin kebetulan oma Jennifer menghubungi Mommy ,dan memberitahu bahwa dia merindukanmu, dia ingin kau pergi ke Meksiko, menemui Bibimu, dan para sepupumu di sana, bermain main lah ke sana. Bukankah ini masih masa liburan musim panas, kau bisa mengajak Elle, jika memang Elle tidak sibuk, dan belum kembali kuliah." ujar mawazd

Zerly tersenyum melihat istrinya ia pikir wanita ini benar-benar cerdas ia bisa mengatasi keadaan yang sedang Kalut ini

"Benarkah begitu? jika memang benar, Oma Jennifer merindukanku aku akan datang mom dan untuk Elle, aku rasa dia tidak bisa karena Elle bilang pekan depan dia sudah kembali ke Switzerland ada beberapa urusan sebelum memasuki kuliah" ungkap Beer

Zerly tersenyum "baiklah sayang 3 hari lagi ke keberangkatan kita ,mommy dan Daddy akan mengantarmu persiapkan semua kebutuhanmu! kau hanya perlu mempersiapkan dirimu sisanya biarkan Daddy yang mengurus. Di sana juga segala keperluanmu sudah tersedia jadi Daddy harap kau tidak terlalu banyak membawa barang-barangmu karena di sana pasti Oma Jennifer dan kakek Dalbert sudah menyiapkan segalanya untukmu " ungkap Zerly

Dia senang sama anak tak banyak membelot, ya! Dia pikir akan terjadi keributan atau bahkan pertengkaran kecil ketika membicarakan hal ini, ternyata semua praduga buruknya tidak terjadi, ia bersyukur sang istri membantunya berbicara dengan anaknya, sisanya Biarlah waktu yang menjawab

"Baiklah sayang di sana juga nanti mereka akan membantumu melatih dirimu. Kau pasti senang jika di sana, karena kau akan banyak mempelajari hal baru. Mommy dan Daddy berharap kau betah di sana! Dan tidak banyak protes atas semua ajakan Oma dan kakekmu " ujar mawazd tertawa kecil. Beer juga ikut tertawa

ya dia tahu bagaimana cerewetnya Oma Jennifer dan sikap overprotektif sang kakek padanya,belum lagi sepupu sepupunya yang suka menggodanya di sana. Dia tahu semua keluarga dari pihak nenek begitu menyayanginya mereka tak membeda-bedakan meskipun Ia hanya sepupu yang jarang berkumpul dengan mereka

sesuai ucapan Zerly, 3 hari kemudian, sang putri berangkat. mereka sekeluarga menaiki jet pribadi untuk mengantar langsung Putri semata wayangnya sampai ke Meksiko. hitung hitung ya, sekalian liburan sih. sudah lama juga mereka tidak mampir ke negara asal ibunda Martin tersebut.

Ambeer begitu berbinar bahagia, mengetahui ia akan menemui para sepupunya yang ada Meksiko. Ia senang sebagai anak semata wayang di rumah, Jika boleh jujur, dia sering kesepian, makanya Ia senang bertemu orang ramai, dan mereka akan menganggap dia sebagai adik kecil yang mungil, dan itu benar benar menggemaskan untuk Beer yang notabene nya anak tunggal. Melihat itu sang ayah juga bersyukur karena putrinya tidak merasa tertekan untuk keberangkatannya kali ini. Meskipun jauh di lubuk hatinya ia merasa terluka karena harus terpisah jauh dari Sang Putri belum lagi Sang Putri dalam waktu lama akan melaksanakan latihan-latihan khusus

Apa boleh buat? Tak Ada cara lain setidaknya ia harus memastikan bahwa Sang Putri benar benar siap untuk dilepas menghadapi musuh bebuyutannya. Perjalanan yang memakan waktu 8 jam 45 menit tersebut Akhirnya sampai di tanah kelahiran Sang ibunda Zerly Marteen tersebut

Begitu mereka sampai di Bandara pribadi, pintu pesawat terbuka tampak jajaran mobil hitam sudah Menanti kedatangan mereka Dan beberapa orang berpakaian pengawal menanti di bawah tangga pintu keluar pesawat menanti sang cucu ketua klan Mafia tersebut

Bukan hal baru jika cucu Mafia tersebut memasuki wilayah tanah kelahiran Nenek nya hanya saja kali ini ada yang berbeda karna Nona Muda keluarga Marteen itu akan menjadi pemimpin klan setelah 6 bulan ke depan.

Mereka turun para pengawal membungkukkan badan 45% dan berkata "Selamat datang Tuan Nyonya Dan Nona muda Tuan besar sudah menanti anda Mari silahkan masuk mobil "

Iring iringan dengan mobil tersebut melaju meninggalkan bandara pribadi dan menuju hunian dari anak ketua pemimpin mereka

Ambeer tampak Takjub dengan sekeliling nya. Sudah lama sekali rasanya, kali terakhir ia memijakkan kaki di tanah Meksiko ini 4 tahun silam saat acara ulang tahun cucu dari Oma Jennifer ia pergi untuk menghadiri upacara ulang tahunnya sepupunya tersebut

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!