Pertengkaran Berakhir Perpisahan

Sepasang manusia berbeda jenis kelamin dan usia di ruangan tertutup ini saling berhadapan. Nathalia datang demi sang anak sebaliknya Cleon datang demi harga dirinya. Ia tak ingin di anggap pengecut oleh ibu dari wanita yang pacari nya selama 3 tahun belakangan.

Dengan lantang Nathalia mengutarakan niatnya tanpa memberi Cleon kesempatan bertanya niat awal wanita itu mengajak nya bertemu

"Kau tau Putriku hamil bukan?"

Cleon hanya menatap datar

"jangan bilang kau tidak tahu?" tanya Nathalia

"Oh God ,bagaimana bisa lelaki pengecut seperti mu hadir dalam hidup putri ku?"

Tangan Cleon di dalam saku celana mengepal melihat ke arah wanita yang tampak Arogan didepan nya ini. Sekarang ia faham kenapa pertemuan ini di adakan

Tanpa bertanya pasti Cleon hanya menjawab" aku akan bertanggung jawab,dengan menikahi Anne"

"Aku tidak tertarik dengan tanggung jawab mu"

"Lalu" tanya Cleon kernyitan di dahi cleon semakin dalam

"Tinggalkan Putriku, kami bisa mengurus nya dengan baik" ucap Nathalia kembali

Cleon tersenyum miring "Anda terlalu sombong Nyonya Marteen. Dia sedang mengandung darah dagingku" ucap Cleon

"Aku tidak perduli ,keselamatan putriku yang paling utama" ujar Nathalia kemudian ia berdiri dan berkata "Aku tidak ingin Putriku menjadi seonggok mayat setelah melahirkan keturunanmu. Sama seperti ibu dari balita yang kau jaga. Benar bukan Tuan Cleon Darco?" Dengan tersenyum remeh menatap Cleon Setelahnya Nathalia pergi tanpa menoleh sedikitpun ke arah Cleon.

Cleon terpaku untuk sesaat "apa apaan ini?" ujarnya marah. Kemudian mengambil handphone men dial nomor setelah tersambung ia berkata " Honey, mari pergi berlibur minggu depan. Aku akan datang ke rumah mu meminta izin pada Ayah dan Ibumu" terdengar nada antusias dari seberang sana tak lama panggilan berakhir

"Kita Lihat Nona Scot yang Arogan siapa pemenang nya,aku atau.. ?" setelah berucap demikian Cleon tertawa terbahak bahak sambil melangkah keluar menuju mobilnya

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Nathalia baru selesai memarkirkan mobilnya. Ketika ia membuka pintu sang suami sudah mengulurkan tangan kananya. Nathalia tersenyum menyambut uluran tangan Marteen. Mereka memasuki rumah dan berada di ruang keluarga, Marteen sudah membombardir Nathalia dan memutar mutar tubuh istrinya. Memastikan tak ada satupun lecet "Syukur Lah sayang. Aku khawatir kau terluka. Aku cemas" Nathalia tersenyum membalas pelukan suami "Tidak sayang, aku baik baik saja. Dan kau tau aku sudah menemuinya dan berkata agar dia meninggalkan Anne kita" ucapan Nathalia membuat pelukan Marteen terlepas "Apa sayang, lalu bagaimana ? Apa Anne akan setuju dengan idemu. Kau tau kan kalau Anne begitu mencintai lelaki gila itu" ujar Marteen tersebut " Tidak ada cara lain sayang. Akan lebih baik seperti ini dari pada Ayahku yang turun tangan langsung itu lebih berbahaya. Cleon Darco bisa exit di tangannya" kata kata Nathalia membuat seorang wanita yang sedang berdiri di antara ruang keluarga dan ruang tamu itu membeku.

Niat awal kembali pulang karena ingin memberitahu orang tuanya bahwa lelaki itu bersedia bertanggung jawab. Namun yang ia dengar malah membuatnya limbung. Gadis itu menjatuhkan tas tangannya menimbulkan suara yang mengalihkan atensi sepasang suami istri yang berada di sofa tak jauh darinya. Marteen dan Nathalia melihat kearah sumber suara dan terkejut melihat keberadaan Anne "Sayang " ujar mereka bersamaan. Mereka mendekat pada Anne,namun Anne berkata " cukup Bu. Sudah cukup, aku akan pergi bersama Cleon setuju atau tidaknya kalian. Aku tidak ingin anakku lahir tanpa Ayah dan Ibu yang lengkap"

Plak...

Satu tamparan melayang dari tangan Nathalia ,sejenak ia terkejut melihat tangannya. Ia gemetar ini pertama kali menampar Putri Sulung nya

"maaf maaf sayang Ibu tidak bermaksud melukaimu" ujar Nathalia berusaha menggapai Anne. Anne mundur "hah. Ku kira selama ini ibu hanya membenci bayi dan kekasihku. Tapi ternyata kebencian ibu sudah sejauh ini" ujarnya

"Dengar Anne, aku tidak ingin kehilangan dirimu. Kau putriku satu satunya nak. Cleon itu gila dia itu psycopath" Marteen berkata dengan lantang tak perduli seberapa sakit hati Anne mendengarnya. Selama ini dia diam demi menjaga hati Anne tapi tidak lagi sekarang.

"Psycopath Ayah bilang? Bagaimana mungkin pembunuh berdarah dingin bisa membesarkan seorang anak hingga berusia 3 tahun? Kalian lah pembunuh yang sesungguhnya. Kalian menghancurkan kebahagiaan anak kalian sendiri" teriak Anne

"CUKUP Annetha clomb marteen" Bentak Nathalia. Keadaan senyap dalam sekejap

"Kau yang akan menyesal karena keras kepala mu Anneth. Sedikitpun kau tidak pernah lagi mendengar arahan kami setelah mengenal Cleon Darco sialan itu" Nathalia berkata berang dengan telunjuk mengarah ke wajah Anne

"Lalu maksud ibu aku harus menuruti semua keinginan kalian. Dengan menjadi boneka kalian. Begitu?" jawab Anne

"Tutup mulut mu kak" sahut Zerly yang berdiri tak jauh dari mereka. Ia mendapat laporan dari pelayan pribadinya bahwa terjadi keributan dirumah utama,dengan kecepatan penuh Zerly mengendarai mobilnya pulang. Setelah sampai di depan pintu rumahnya ia mendengar suara tamparan cukup keras dan menuju kearah suara

"Kau tidak tahu apa apa tentang bajingan Cleon Darco itu. Yang kau tahu hanya sikap manisnya yang sudah membutakan matamu kak" Terang Zerly

Sungguh ia tak habis pikir bagaimana bisa kakaknya yang selama ini ia kenal baik hati dan sopan bisa berkata demikian kepada orang tua mereka. Terlebih apa yang di lakukan sang ibu demi kebaikannya juga. Andai saja Cleon Darco bukan pembunuh berdarah dingin berkedok Mafia bukan masalah jika memang pernikahan ini harus di laksanakan

"kau rupanya adikku tersayang. Lalu bagaimana ,jelaskan padaku? Kalian hanya mampu membuat Cleon Darco semakin buruk di mataku. Selama ini tak pernah sedikit pun niat baiknya untuk bertanggung jawab padaku kalian hargai dan sekarang" ia berhenti berkata memandangi anggota keluarnya satu persatu ,wajah Nathalia yang sudah merah padam berderai air mata menyiratkan kekecawaan yang mendalam pada Anne "sekarang omong kosong apa yang akan kalian katakan lagi. AYO KATAKAN!" tantang Anne,suaranya bahkan menggema keseluruh ruangan

Marteen menutup mata sejenak meredam emosi agar tak kelepasan kepada Anne. Bagaimana pun Anne adalah Putri semata wayangnya "kau mau buktinya" ucap Marteen

"Bukti yang di manipulasi maksud kalian?" jawab Anne mencemoh

"HENTIKAN ,SUDAH CUKUP ANNETHA. CUKUP SUDAH PENGHINAAN MU KEPADA KAMI. JIKA KAU MEMANG LEBIH MEMILIH BERSAMA CLEON DARCO. PERGI SEKARANG JUGA,MULAI DETIK INI AKU NATHALIA SCOT MEMUTUSKAN HUBUNGAN KU DENGANMU ANNETHA CLOMB. INGAT INI DIA BUKAN LAGI BAGIAN KELUARGA MARTEEN DAN BUKAN LAGI BAGIAN DARI PUTRI KELUARGA SCOT"

demi apapun perkataan Nathalia membuat 3 manusia di sisinya mematung. Annetha bahkan menjatuhkan lututnya ia melemas,bukan ini mau nya.

Annetha akui ia memang salah tapi tak seharusnya ibunya mencabut status sosial dan hubungan mereka. Oh Tuhan!

Anne merangkak ke hadapan sang ibu, ia memeluk kaki Nathalia dengan tangisan terisak "Bu maaf maafkan anakmu bu. Aku tidak berniat kurang ajar, aku salah bu. Ibu boleh menamparku lagi tapi aku mohon bu. Aku masih anak ibu kan. Tolong bu" Anne menggoyangkan kaki Nathalia.

Marteen dan Zerly yang melihat nya hanya bisa meneteskan air mata, sang adik Anne itu meremas rambutnya frustasi melihat keadaan kakaknya "Aku tidak pernah mencabut apa yang sudah aku ucapkan Anne. Sudah berulang kali ku peringatkan padamu untuk berhati hati dalam berkata kata. Namun kesombongan mu sebagai putriku kau salah dalam menggunakannya. Sekarang kemasi barangmu. Aku akan menghubungi supir dan pengawal suamiku untuk mengantarmu sampai dengan selamat ke kediaman lelaki pilihanmu " setelah nya Nathalia menghempas tangan putrinya dan berbalik memasuki kamar atas.

Marteen dan Zerly memeluk Anne bersamaan "kak,kau mengenal ibu kita dengan baik sikapmu melukai hatinya kak. Kenapa kau bertindak terlalu jauh kak" Zerly menangis memeluk Anne dengan erat. Ia kasihan tapi apa yang di lakukan kakaknya benar benar keterlaluan

"Untuk sementara bertahan lah Nak. Aku akan berbicara pada ibumu. Saat ini kondisi nya sedang tidak baik baik saja banyak tekanan yang di rasakannya" ucap Marteen

Seperti perkataan Nathalia selang 2 jam kemudian seluruh barang barang Anneth sudah tersusun dalam koper koper besar di depan pintu mansion mereka. Ada sepuluh mobil yang akan mengawal Annetha clomb marteen sampai di kediaman Cleon Darco. Wanita itu hanya melihat Ayah dan adik nya yang mengantar kepergiannya. Ibu nya bahkan tidak membuka pintu kamar barang sedetik saja.

Lama Anneth memandang ke lantas atas berharap sang ibu muncul,namun harapan nya sirna saat yang di tunggu tak kunjung tiba. Anne melangkah keluar meninggalkan kediamannya yang selama ini memberikan banyak kebahagiaan pada Anne. Mau di sesali percuma semua sudah terjadi

Tak tahu saja Anne ,jika Nathalia banjir air mata menyaksikan anaknya dari cctv yang ia lihat melalui layar televisi kamarnya. Bahkan ia mengezoom wajah Anne saat sang putri tak henti hentinya melihat ke lantai atas

"Nak aku tak akan lepas tangan padamu, sekalipun kau menorehkan luka dalam hatiku"

Batin Nathalia berkata

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!