Takdir

Jam sudah hampir menunjukkan pukul sebelas malam. Tapi, Gavin belum tampak menunjukkan batang hidungnya. Emosi di dalam hati Diandra kian tersulut, apalagi membayangkan Gavin saat tengah bermesraan dengan Cheryl di dalam kamar hotel, rasanya kepalanya seakan meledak. Namun, Diandra harus tetap mengendalikan emosi di dalam hatinya.

Saat masih termenung, deru mobil yang berhenti pun mengagetkan dirinya. "Itu pasti Mas Gavin," ujar Diandra. Dia kemudian berjalan ke arah balkon kamar dan melihat ke arah bawah. Tampak Gavin dan Cheryl turun dari mobil. Gavin lalu berjalan dengan santai masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Cheryl terlihat masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang. Melihat tingkah keduanya, Diandra pun hanya tersenyum kecut.

"Dasar manusia munafik!"

Dia kemudian berjalan ke arah ranjang lalu pura-pura tertidur. Tak berapa lama, pintu kamar itu pun terbuka. Gavin masuk ke dalan kamar itu, berganti baju lalu merebahkan tubuhnya di samping Diandra. Aroma tubuh Gavin begitu wangi, dan segar, bisa dipastikan Gavin pasti baru saja mandi, mandi di hotel bersama Cheryl lebih tepatnya. Hati Diandra pun kembali merasa sesak takkala terlintas di dalam benaknya saat bayang-bayang Gavin dan Cheryl tengah bermesraan.

'Oh shhitt! Ini tidak boleh terjadi,' batin Diandra. Dia kemudian membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Gavin yang saat ini sudah memejamkan matanya.

"Kau baru pulang, Mas?" ucap Diandra sambil memainkan jemarinya di atas dada bidang Gavin, dan bermaksud menggodanya. Dia juga mendekat ke arah Gavin, lalu menempelkan tubuhnya dan mengecup tengkuknya.

"Iya Diandra, aku lembur."

"Massss," dessah Diandra di telinga Gavin, sambil menggesek-gesekan bukit kenyalnya pada tubuh Gavin, namun Gavin tak bereaksi.

"Diandra, aku lelah. Aku tidur dulu," ucap Gavin yang membuat Diandra semakin kesal. Dia kemudian menjauhkan tubuhnya dari tubuh Gavin.

'Breengsekk kau Cheryl!' batin Diandra.

***

Cheryl yang baru saja turun dari lantai atas mengernyitkan keningnya saat mendengar bel pintu yang berbunyi. "Siapa yang datang pagi-pagi?" ujar Cheryl.

Dia kemudian buru-buru berjalan ke arah pintu tersebut dan membukanya. Saat pintu itu terbuka, tampak berdiri di depannya kakek dan neneknya serta mamanya.

"Opa, Oma, Mama," ucap Cheryl saat melihat ketiga orang tersebut.

Hana, ibunya kemudian memeluk Cheryl. "Bagaimana kabarmu di sini, Sayang?"

"Baik ma, ada apa? Kenapa Mama, Oma, dan Opa tiba-tiba datang ke sini?" tanya Cheryl.

"Cheryl, bukankah besok ulang tahun Frizz, jadi kemarin Diandra sengaja mengundang kami datang ke rumah ini untuk merayakan ulang tahun Frizz. Hari ini mereka juga berniat mengadakan acara Barbeque," jawab Ranti nenek dari Cheryl.

"Benarkah? Maaf aku tidak tahu, mungkin akhir-akhir ini aku sangat sibuk jadi aku tidak tahu rencana dari Tante Diandra."

"Ya sudah kalau begitu kita masuk ke dalam saja!" sahut Adam, kakek Cheryl. Baru saja mereka masuk ke dalam rumah itu, tiba-tiba di belakang mereka tampak Lina dan Fahri, orang tua dari Gavin yang juga datang ke rumah itu.

"Cheryl, kau panggilkan Om dan Tantemu, ya!" perintah Hana yang dijawab anggukan kepala oleh Cheryl.

Sementara itu, di dalam kamar. Gavin menatap Diandra yang masih tidur di sampingnya sambil memperhatikan wajah cantik Diandra. Wajah yang sudah membuatnya jatuh cinta sejak pandangan pertama. Wajah yang dulu menatapnya penuh perhatian, tapi entah kenapa sekarang tidak. Terlintas kejadian tadi malam, saat dia menolak Diandra. Entah kenapa rasanya begitu puas melakukan penolakan itu, sebuah penolakan yang seringkali Diandra lakukan. Sebut saja dirinya brengsek karena telah mengkhianati pernikahannya dengan Diandra, dan Gavin pun mengakui itu. Tapi terkadang, rasa kecewa akan sikap Diandra serta pesona yang ada pada diri Cheryl terasa begitu menghilangkan akal sehatnya.

Hari ini, Gavin pun berniat untuk menghentikan semua kisah rumit ini, dia ingin mengakhiri rumah tangganya yang sudah cacat ini, karena Gavin sudah tidak yakin rumah tangga ini bisa dipertahankan. Suara lembut Diandra saat bangun tidur menyentak kembali Gavin ke dunia nyata. Istrinya itu, perlahan membuka matanya lalu melingkarkan tangannya di perut Gavin.

"Selamat pagi Mas," ucap Diandra.

"Pagi," jawab Gavin singkat. Di saat itulah tiba-tiba sebuah ketukan pintu pun terdengar.

Tok tok tok

Gavin kemudian beranjak dari tempat tidurnya, lalu membuka pintu kamarnya. Saat pintu itu terbuka tampak Cheryl berdiri di depannya dengan sedikit canggung melihat Gavin dan Diandra dalam satu kamar, apalagi Diandra saat ini terlihat sedang merapikan lingerie yang dikenakan olehnya, seolah memberi pertanda pada Cheryl, baru saja terjadi sesuatu diantara mereka.

"Maaf aku sudah mengganggu kalian, semua keluarga sudah datang dan menunggu Om dan Tante."

"Jadi mereka sudah datang?" sahut Diandra sambil berjalan mendekat ke ambang pintu.

"Iya Tante."

"Apa-apaan ini Diandra?"

"Aku mengundang keluargaku dan keluargamu datang ke rumah Mas, besok Frizz ulang tahun kan?"

"Kenapa kau tidak membicarakan dulu denganku, Diandra?" protes Gavin, kecewa karena rencananya untuk menceraikan Diandra hari ini pun harus pupus karena kedatangan keluarga mereka.

"Maaf mas, sepertinya kemarin kau sibuk, jadi aku tidak membicarakan ini denganmu. Kupikir kau pasti setuju denganku, bukankah biasanya kau tidak pernah menolak permintaanku. Aku tahu kau sangat mencintaiku, Mas," ucap Diandra sambil melirik Cheryl.

"Aku ke bawah dulu." Cheryl kemudian berlalu meninggalkan mereka berdua.

"Ayo kita ke bawah, Mas."

Diandra kemudian menggandeng tangan Gavin, tapi Gavin buru-buru melepasnya. "Tanganku sedang sakit, tolong jangan kau sentuh."

Gavin kemudian berjalan, turun ke lantai bawah diikuti Diandra yang berjalan di belakangnya. Saat masih berjalan menuruni anak tangga tiba-tiba celotehan Lina mengagetkan Gavin dan Diandra.

"Aduh, mesra banget sih kaya pengantin baru jam segini baru keluar kamar."

"Mama, ada-ada saja, jadi malu. Biasa ma, Mas Gavin kalo pagi memang suka minta nambah jatah," jawab Diandra yang membuat semua orang tertawa, kecuali Gavin dan Cheryl.

Keadaan itu seolah menyadarkan Cheryl kalau selama ini, posisinya hanyalah sebagai wanita simpanan. Meskipun dia tahu Gavin sangat mencintainya, semua seakan percuma karena bagaimanapun juga Diandra masih istri sah dari Gavin. Memang terkadang hidup itu sangat kejam, menempatkan dia pada posisi yang rumit seperti ini.

Cheryl kemudian berjalan meninggalkan mereka semua menuju ke halaman belakang rumah, rasanya dia sudah tak sanggup lagi menahan lara di dalam hatinya, dan memilih untuk menenangkan diri sekaligus menyembunyikan tangisnya.

"Tuhan, sebenarnya kehidupan apa yang sedang kujalani? Aku bahkan terlalu takut untuk menerka hari esok, karena aku tidak tahu kemana takdir akan membawaku berjalan," ucap Cheryl sambil terisak. Tiba-tiba, sebuah dekapan memeluk tubuhnya dengan erat, lalu berbisik di telinganya.

"Jangan pernah ragu, apapun yang akan terjadi aku tetap akan memilihmu, meskipun aku tidak tahu bagaimana episode kehidupan yang akan berjalan. Tapi, aku akan tetap berjuang untuk setiap hal yang aku anggap berharga, karena kalau hanya sekedar menerka-nerka, takdir tidak akan pernah memberi jawaban."

***

Sementara itu, Amara tampak begitu marah saat keluar dari sebuah gedung. "Kurang ajar kau, Diandra!"

Terpopuler

Comments

Tiahsutiah

Tiahsutiah

sabar ya cherly semoga ada jalan yg terbaik buat kamu bersatu dengan halvin

2022-12-13

0

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

Amara ditipu Diandra ya kamu dikasih cek kosong

2022-12-04

0

Fitri Susanti

Fitri Susanti

next up nya ditungguin ni

2022-11-10

0

lihat semua
Episodes
1 Aku Cinta Padamu
2 Keponakan Kecil
3 Kutemani Malam Ini
4 Perhatian Kecil
5 French Kiss
6 Pertengkaran
7 Jangan Tinggalkan Aku
8 Masalah Hati
9 Pengkhianatan
10 Melepaskan
11 Sebuah Nama
12 Sulit Adalah Kita
13 Egois Sebentar Saja
14 Pergi Ke Lombok
15 Cokelat Terenak
16 Putraku
17 Posesif
18 Kita Mulai
19 Takdir
20 Secepat Itu?
21 Kecurigaan
22 Terlambat
23 Bantu Aku
24 Menutupi Skandal
25 Kuberi Pelajaran
26 Tatapan Aneh
27 Dimana Amara?
28 Apartemen Alex
29 Dua Orang Simpanan
30 Konsekuensi
31 Black list
32 Di Puncak
33 Jatuh Cinta Sejak Dulu
34 Ponsel Frizz
35 Adek Bayi
36 Awal Masalah
37 Teka Teki
38 Bukti Perselingkuhan
39 Kepalsuan
40 Menyesal Jatuh Cinta
41 Derita dan Luka
42 Pilihan
43 Suara Berisik
44 Restui Kami
45 Putri Kecil
46 Koper Siapa?
47 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48 Diusir
49 Bunuh Diri
50 Apa Yang Terjadi Padamu?
51 Gembel
52 Manusia Tidak Berguna
53 Earphone
54 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55 Darah Segar
56 Kejutan
57 Agak Terlambat
58 You Always My Son
59 Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60 Tamu
61 Kita Perlu Bicara
62 Senandung Lirih
63 Guncangan Psikologis
64 Kebahagiaan Cheryl
65 Acheve
66 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67 PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68 PROMO NOVEL
69 PROMO NOVEL
70 PROMO
71 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Aku Cinta Padamu
2
Keponakan Kecil
3
Kutemani Malam Ini
4
Perhatian Kecil
5
French Kiss
6
Pertengkaran
7
Jangan Tinggalkan Aku
8
Masalah Hati
9
Pengkhianatan
10
Melepaskan
11
Sebuah Nama
12
Sulit Adalah Kita
13
Egois Sebentar Saja
14
Pergi Ke Lombok
15
Cokelat Terenak
16
Putraku
17
Posesif
18
Kita Mulai
19
Takdir
20
Secepat Itu?
21
Kecurigaan
22
Terlambat
23
Bantu Aku
24
Menutupi Skandal
25
Kuberi Pelajaran
26
Tatapan Aneh
27
Dimana Amara?
28
Apartemen Alex
29
Dua Orang Simpanan
30
Konsekuensi
31
Black list
32
Di Puncak
33
Jatuh Cinta Sejak Dulu
34
Ponsel Frizz
35
Adek Bayi
36
Awal Masalah
37
Teka Teki
38
Bukti Perselingkuhan
39
Kepalsuan
40
Menyesal Jatuh Cinta
41
Derita dan Luka
42
Pilihan
43
Suara Berisik
44
Restui Kami
45
Putri Kecil
46
Koper Siapa?
47
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48
Diusir
49
Bunuh Diri
50
Apa Yang Terjadi Padamu?
51
Gembel
52
Manusia Tidak Berguna
53
Earphone
54
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55
Darah Segar
56
Kejutan
57
Agak Terlambat
58
You Always My Son
59
Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60
Tamu
61
Kita Perlu Bicara
62
Senandung Lirih
63
Guncangan Psikologis
64
Kebahagiaan Cheryl
65
Acheve
66
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67
PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68
PROMO NOVEL
69
PROMO NOVEL
70
PROMO
71
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!