Keponakan Kecil

Gavin sudah terbangun sekitar 30 menit yang lalu, tapi pria tampan itu memilih untuk tidak beranjak dari atas tempat tidurnya. Dia lebih memilih untuk menatap wajah cantik Diandra yang masih tertidur pulas di sampingnya. Gavin mengusap puncak kepala Diandra, seorang wanita yang sangat dicintainya, dan telah dia pilih menjadi istrinya, sekaligus ibu dari putra tunggal mereka, Frizz.

Diandra, wanita yang sejak awal menemani perjuangannya sampai dia berhasil mencapai posisi manajer di salah satu perusahaan konstuksi terbesar di negeri ini. Diandra lah yang menemani Gavin sampai dia mencapai semuanya, hingga akhirnya, dua tahun silam Gavin memberi kesempatan pada Diandra untuk kembali ke dunia hiburan, sama seperti saat dia belum menikah dengan Gavin dulu.

Namun, siapa sangka kalau keputusan Gavin menjadi awal dari hambarnya hubungan rumah tangga mereka. Diandra saat ini memang begitu sibuk, hingga jarang sekali meluangkan waktunya untuk Gavin dan Frizz. Setiap hari, dia selalu pulang larut malam bahkan terkadang tidak pulang ke rumah.

Hasrat Gavin yang sudah menggebu-gebu, membuatnya diam-diam menyesap bibir Diandra, sekalipun istrinya itu masih tertidur. Hasrat Gavin rasanya seakan memuncak, sudah dua minggu ini mereka bahkan tidak melakukan hubungan suami istri.

Merasakan sentuhan pada bibirnya, perlahan Diandra pun sadar, dan tampak terkejut melihat apa yang Gavin lakukan. Selanjutnya Diandra mulai mengikuti alur yang Gavin mainkan. Lidah keduanya saling bermain, mengeksplor bagian masing-masing, namun saat asyik saling memagut, tiba-tiba suara ponsel Diandra berbunyi.

Diandra melepaskan pagutan bibir mereka, lalu mengambil ponsel miliknya yang ada di atas nakas. Dia kemudian menjawab panggilan ponselnya, sementara Gavin kini terlihat begitu kesal. Dia mengerti, siapa pagi ini yang sudah menelpon dan mengacaukan momen romantisnya bersama Diandra. Dia adalah Pearly, seorang laki-laki gemulai yang sudah menjadi asisten dari Diandra selama dua tahun terakhir ini. Gavin akhirnya memilih untuk mengalah, lalu masuk ke dalam kamar mandi.

Sementara itu, Diandra yang saat ini sedang menerima telepon dari Pearly, tampak berjalan ke arah balkon kamar, dan terlibat obrolan serius tentang pekerjaan mereka hari ini. Bagi Diandra, Pearly yang merupakan teman kuliahnya di jurusan seni dulu, merupakan sosok yang begitu menyenangkan, dan sangat mengerti dirinya. Diandra tampak tersenyum simpul saat melihat Gavin yang berjalan masuk ke dalam kamar mandi.

'Maafkan aku, Gavin,' batin Diandra.

***

Entah berapa lama Cheryl menangis, dia bahkan tak menyadari jika tangisnya ternyata begitu melelahkan bagi dirinya hingga membuatnya terlelap sampai pagi. Dia terbangun saat tiba-tiba sebuah suara ketukan pintu kamar mengagetkan dirinya.

Tok tok tok

"Non Cheryl!" panggil sebuah suara dari arah luar. Sebuah suara yang Cheryl kenal yaitu suara dari Bi Asih.

"Iya Bi!" jawab Cheryl.

"Non, dipanggil Tuan untuk sarapan!"

'Apa sarapan? Jadi ini sudah pagi?' batin Cheryl. Dia kemudian bangkit dari atas tempat tidurnya..

"Iya Bi, sebentar," jawab Cheryl. Dia lalu berjalan ke kamar mandi. Sejenak, dia menatap wajahnya pada cermin yang ada di atas wastafel di dalam kamar mandi tersebut. Wajah Itu tampak begitu sendu dan lengket, dipenuhi oleh air mata yang mengering.

Setelah membasuh wajah, dan membersihkan tubuhnya, Cheryl kemudian turun ke bawah untuk sarapan bersama Gavin. Namun, tidak ada Diandra di meja makan itu, hanya ada Gavin dan putra mereka Frizz.

'Mana Tante Diandra? Kenapa Tante Diandra tidak ikut sarapan?' batin Cheryl. Dia lalu duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan tersebut, setelah dia terlebih dulu menyapa pada Gavin dan Frizz.

"Selamat pagi Om Gavin, selamat pagi Frizz!" sapa Cheryl.

"Selamat pagi Cheryl, apa tidurmu nyenyak? Tadi malam Bi Asih memanggilmu untuk makan malam, tapi tampaknya kau sudah tidur. Mungkin kau kelelahan."

"Iya, maaf tadi malam aku memang ketiduran saat sedang beristirahat," jawab Cheryl sambil menahan rasa gugup, bahkan debaran jantungnya pun terasa begitu kencang, apalagi saat melihat wajah tampan Gavin yang duduk di depannya.

"Oh tidak apa-apa, perjalanan kemarin pasti melelahkan kan?"

"Iya Om," jawab Cheryl. Dia lalu memandang pada Frizz yang saat ini terlihat begitu asyik bermain game di ponselnya.

"Frizz, kamu ga sarapan?" tanya Cheryl. Namun, Frizz hanya diam, dan lebih memilih hanyut pada permainan di ponselnya.

"Frizz, gimana kalau Kak Cheryl aja yang nyuapin kamu?"

"Suapi? Bukankah itu kerjaan Bi Asih? Biasanya Frizz disuapi Bi Asih, tapi kayaknya bibi masih sibuk. Jadi, aku main game dulu deh," jawab Frizz polos.

"Bi Asih masih sibuk jadi biar Kak Cheryl aja yang suapi ya."

"Iya Frizz, biar Kak Cheryl aja yang suapin kamu!" timpal Gavin.

"Baiklah," jawab Frizz. Cheryl kemudian duduk di samping Frizz lalu menyuapkan sarapan untuknya. Saat masih menyuapi Frizz, tiba-tiba Diandra turun lalu menghampiri mereka dan hanya meminum teh hijau yang ada di atas meja makan.

"Hai Cheryl, apa kabarmu? Maaf tadi malam aku pulang terlambat, jadi aku tidak sempat bertemu denganmu. Lagipula, sepertinya kau juga sudah tidur kan?"

"Iya Tante, tidak apa-apa."

"Kalau begitu aku berangkat dulu ya, kalau kau butuh sesuatu kau minta tolong saja pada Bi Asih dan Pak Amat yang nanti akan mengantarmu ke kampus."

"Iya Tante Diandra," jawab Cheryl.

"Mas aku berangkat dulu ya," ucap Diandra pada Gavin. Gavin hanya mengulas senyum tipis di bibirnya, sambil menganggukan kepalanya.

Cheryl sebenarnya merasa aneh saat melihat kehidupan keluarga yang ada di depannya. Di hari pertama dia berada di rumah Diandra, dia merasa ada yang tidak beres diantara Diandra dan Gavin. Bahkan, dia merasa hubungan mereka terlihat tidak sedang baik-baik saja. Sungguh sangat berbeda dengan apa yang dia lihat di depan media dan di depan keluarga mereka. Rumah tangga itu bahkan terlihat begitu hambar, tidak ada ucapan sayang, bahkan kecupan manis diantara keduanya.

'Apakah ada sesuatu dengan rumah tangga mereka? Ah, semoga saja tidak, dan hanya perasaanku saja,' batin Cheryl. Dia kemudian melirik pada Gavin yang saat ini terlihat sudah menyelesaikan sarapannya. Namun, netranya agak sedikit terganggu dengan penampilan Gavin yang terlihat begitu acak-acakan.

"Om Gavin, bolehkah aku merapikan dasimu?" ucap Cheryl, entah darimana dia tiba-tiba mendapatkan keberanian berbicara seperti itu. Mendengar perkataan Cheryl, Gavin pun terdiam sejenak.

'Astaga, kenapa aku bodoh sekali? Kenapa aku bicara seperti itu?' batin Cheryl.

"Maaf, kalau aku sudah lancang."

"Hahahaha, kenapa kau berkata seperti itu, Cheryl? Tentu saja kau boleh membantu merapikan dasiku, kau adalah keponakanku. Cheryl kecilku," ucap Gavin.

'Keponakan kecil? Hanya sebatas itukah aku di matamu? Astaga kenapa aku harus kecewa? Bukankah memang benar, aku adalah keponakan kecilnya?' kata Cheryl di dalam hati.

"Cheryl kemarilah! Kau mau merapikan dasiku kan?"

"I-iya, Om," jawab Cheryl gugup. Dia kemudian mendekat pada Gavin yang kini sudah berdiri menunggunya. Perlahan, Cheryl pun memegang dasi yang dikenakan oleh Gavin, sambil sesekali melirik wajah tampan yang ada di depannya.

Cheryl yang tak kuasa menahan gejolak di dalam hatinya, tanpa dia sadari tangannya mulai mendarat di wajah tampan itu, lalu mengusap wajahnya.

"Cheryl!"

Terpopuler

Comments

Yuli

Yuli

pelakon yg disahkan didalam novel🤣, karena istrinya si om udah selingkuh duluan

2024-11-12

1

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

chery kecil²l bibit pelakor

2022-12-04

1

Tiahsutiah

Tiahsutiah

ini lah karna kesibukan dalam kerja, akhir nya rumah tangga yg tadi nya bahagia seketika hancur,,,,,😭

2022-10-29

0

lihat semua
Episodes
1 Aku Cinta Padamu
2 Keponakan Kecil
3 Kutemani Malam Ini
4 Perhatian Kecil
5 French Kiss
6 Pertengkaran
7 Jangan Tinggalkan Aku
8 Masalah Hati
9 Pengkhianatan
10 Melepaskan
11 Sebuah Nama
12 Sulit Adalah Kita
13 Egois Sebentar Saja
14 Pergi Ke Lombok
15 Cokelat Terenak
16 Putraku
17 Posesif
18 Kita Mulai
19 Takdir
20 Secepat Itu?
21 Kecurigaan
22 Terlambat
23 Bantu Aku
24 Menutupi Skandal
25 Kuberi Pelajaran
26 Tatapan Aneh
27 Dimana Amara?
28 Apartemen Alex
29 Dua Orang Simpanan
30 Konsekuensi
31 Black list
32 Di Puncak
33 Jatuh Cinta Sejak Dulu
34 Ponsel Frizz
35 Adek Bayi
36 Awal Masalah
37 Teka Teki
38 Bukti Perselingkuhan
39 Kepalsuan
40 Menyesal Jatuh Cinta
41 Derita dan Luka
42 Pilihan
43 Suara Berisik
44 Restui Kami
45 Putri Kecil
46 Koper Siapa?
47 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48 Diusir
49 Bunuh Diri
50 Apa Yang Terjadi Padamu?
51 Gembel
52 Manusia Tidak Berguna
53 Earphone
54 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55 Darah Segar
56 Kejutan
57 Agak Terlambat
58 You Always My Son
59 Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60 Tamu
61 Kita Perlu Bicara
62 Senandung Lirih
63 Guncangan Psikologis
64 Kebahagiaan Cheryl
65 Acheve
66 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67 PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68 PROMO NOVEL
69 PROMO NOVEL
70 PROMO
71 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Aku Cinta Padamu
2
Keponakan Kecil
3
Kutemani Malam Ini
4
Perhatian Kecil
5
French Kiss
6
Pertengkaran
7
Jangan Tinggalkan Aku
8
Masalah Hati
9
Pengkhianatan
10
Melepaskan
11
Sebuah Nama
12
Sulit Adalah Kita
13
Egois Sebentar Saja
14
Pergi Ke Lombok
15
Cokelat Terenak
16
Putraku
17
Posesif
18
Kita Mulai
19
Takdir
20
Secepat Itu?
21
Kecurigaan
22
Terlambat
23
Bantu Aku
24
Menutupi Skandal
25
Kuberi Pelajaran
26
Tatapan Aneh
27
Dimana Amara?
28
Apartemen Alex
29
Dua Orang Simpanan
30
Konsekuensi
31
Black list
32
Di Puncak
33
Jatuh Cinta Sejak Dulu
34
Ponsel Frizz
35
Adek Bayi
36
Awal Masalah
37
Teka Teki
38
Bukti Perselingkuhan
39
Kepalsuan
40
Menyesal Jatuh Cinta
41
Derita dan Luka
42
Pilihan
43
Suara Berisik
44
Restui Kami
45
Putri Kecil
46
Koper Siapa?
47
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48
Diusir
49
Bunuh Diri
50
Apa Yang Terjadi Padamu?
51
Gembel
52
Manusia Tidak Berguna
53
Earphone
54
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55
Darah Segar
56
Kejutan
57
Agak Terlambat
58
You Always My Son
59
Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60
Tamu
61
Kita Perlu Bicara
62
Senandung Lirih
63
Guncangan Psikologis
64
Kebahagiaan Cheryl
65
Acheve
66
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67
PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68
PROMO NOVEL
69
PROMO NOVEL
70
PROMO
71
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!