French Kiss

'Astaga, kenapa aku ceroboh sekali? Kenapa aku keceplosan dan memanggilnya dengan sebutan sayang?' batin Cheryl.

"Cheryl!" panggil Gavin kembali.

"Oh-emh iya Om. Maaf, tadi aku sedang melamun. Kupikir yang memanggilku Frizz, aku lupa kalau dia tadi sudah turun. Sekali lagi, maafkan aku Om."

"Tidak apa-apa, Cheryl. Bukankah kau keponakanku? Sudah sepantasnya dalam satu keluarga saling menyayangi satu sama lain, kan?"

"Iya," jawab Cheryl lirih.

"Emh..., Cheryl."

"Iya Om."

"Kita sudah sampai. Kita sudah sampai di kampusmu," ujar Gavin.

'Astaga, kok gue jadi bodoh gini sih,' kata Cheryl dalam hati.

"Oh, Iya. Sudah sampai ya?" ucap Cheryl sambil meringis, dan terlihat begitu salah tingkah. Semua yang dia alami terasa begitu memalukan, entah kenapa saat berduaan dengan Gavin seolah-olah membuat fungsi otaknya melambat. Baru satu mobil saja, kewarasannya seakan hilang. Diawali dengan memanggil Gavin dengan sebutan sayang, kemudian dia juga tak sadar kalau mereka sudah sampai di kampusnya. Padahal, di sampingnya bangunan itu tampak berdiri begitu megah.

"Iya."

"Aku turun dulu, Om. Terima kasih sudah mau mengantarku."

Cheryl kemudian membalikkan tubuhnya, berniat untuk membuka pintu mobil Gavin. Namun, saat mencoba membuka pintu mobil itu, pintu itu tak juga terbuka. Melihat Cheryl yang kini terlihat begitu kesulitan membuka pintu mobil itu, Gavin baru menyadari jika kunci pintu mobil itu memang sedikit rusak dan dia lupa belum memperbaikinya.

"Cheryl!"

"Ya, Om," jawab Cheryl sambil membalikkan tubuhnya.

"Kunci pintu itu memang sedikit rusak, dan aku belum sempat memperbaikinya. Biar kubantu membuka pintunya."

"Oh iya, Om."

Tiba-tiba Gavin mendekatkan tubuhnya untuk mencoba membuka pintu mobil itu, sedangkan Cheryl hanya bisa meringkuk dan menempelkan tubuhnya pada jok mobil. Aroma maskulin Gavin yang ada di depannya membuat Cheryl begitu terintimidasi. Namun, tak hanya harum tubuh Gavin yang begitu mengganggu Cheryl tapi wajah tampan Gavin yang sudah berada tepat di depan wajahnya juga membuat jantungnya berdegup begitu kencang. Jika dia bergerak sedikit saja mungkin pipi Gavin akan bersentuhan dengan ujung hidungnya. Sedangkan Gavin berusaha untuk tetap fokus membuka kunci pintu mobil itu, meskipun sekarang dia bisa melihat bibir mungil milik Cheryl seolah begitu menggodanya. Bibir merah muda dengan polesan lipstik warna natural itu, membuat Gavin tergoda untuk mencicipinya.

Saat mereka berdua sibuk menenangkan perasaan masing-masing, tiba-tiba ponsel milik Cheryl berbunyi. Dan, disaat itu pula lah Gavin baru bisa membuka kunci pintu mobil itu, seketika Gavin yang kaget mendengar suara ponsel, refleks membalikan wajahnya pada wajah Cheryl yang membuat bibir mereka saling menempel.

Sejenak mereka terdiam, rasanya sangat sulit menjauhkan bibir mereka. Bahkan keduanya begitu hanyut dalam situasi ini, entah siapa yang memulai akhirnya mereka saling memagut bibir satu sama lain. Keduanya yang sudah diselimuti oleh hasrat di dalam hati masing-masing seolah kehilangan akal sehatnya.

Cheryl pun tak mengerti apa yang telah terjadi, hatinya begitu dipenuhi oleh tanda tanya, apa arti dari semua ini. Yang Cheryl tahu, dari dulu Gavin sangatlah mencintai Diandra. Tapi kenapa tiba-tiba dia mau berciuman dengannya?

Ingin rasanya Cheryl melepaskan ciuman itu, dan kembali pada nalarnya. Namun, Gavin malah memegang tengkuk Cheryl dan semakin memperdalam ciumannya. Bahkan ciuman mereka berdua kini begitu terasa bergairah, hingga kecapan bibir basah diantara keduanya pun menggema di seluruh sudut mobil.

Cukup lama mereka berciuman, hingga akhirnya mereka tersentak ketika ponsel Cheryl berdering. Perlahan, Cheryl melepaskan ciumannya lalu mendorong tubuh Gavin perlahan, dia mencoba menenangkan perasaannya yang sekarang terasa begitu campur aduk. Dia kemudian menjawab panggilan ponselnya, sementara Gavin kini terlihat salah tingkah. Dia merutuki kebodohannya kembali.

'Astaga, kenapa aku bisa berbuat seperti ini? Bagaimana kalo Cheryl marah? Ah, tidak. Dia tidak marah, dia bahkan membalas ciumanku. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah dia tertarik padaku? Atau hanya sekedar larut dalam situasi ini?' batin Gavin.

"Om!" panggil Cheryl, yang membuat lamunan Gavin buyar.

"Ada apa Cheryl?"

"Aku keluar dulu, tadi temanku yang menelepon, dia sudah menungguku, sebentar lagi kelasnya dimulai."

"Iya Cheryl."

Cheryl bergegas keluar dari mobil itu, sambil menahan segala rasa yang berkecamuk di dalam hatinya. Dia kemudian menyentuh bibirnya, yang baru saja dicium oleh Gavin sambil tersenyum, namun dia kemudian menggelengkan kepalanya.

"Oh no! Tidak! Meskipun aku menyukainya, tapi dia Omku, suami dari tanteku. Sadar Cheryl, sadar!" gerutu Cheryl saat berjalan masuk ke dalam kampusnya, sambil menahan rasa bersalah pada Diandra.

'Maafkan aku Tante, aku memang mencintai suamimu, tapi sungguh aku tidak bermaksud untuk menggodanya, ataupun mengambil kesempatan begitu saja. Semuanya mengalir begitu saja, bahkan begitu tiba-tiba, dan tanpa aba-aba,' batin Cheryl.

Sedangkan Gavin yang saat ini masih terdiam di dalam mobil, masih berusaha untuk menenangkan dirinya atas apa yang telah dia perbuat pada keponakannya.

"Astaga, apa yang sebenarnya terjadi padaku? Aku semakin tidak bisa mengendalikan hatiku saat bersama dengan Cheryl! Tapi, kenapa dia tidak menolakku? Bahkan dia begitu menikmati ciuman kami? Apakah Cheryl mulai tertarik padaku? Ataukah hanya sekedar larut dalam situasi yang tidak menguntungkan ini? Ah, mungkin saja begitu, dia masih muda, jiwa mudanya mungkin meronta saat merasakan sesuatu yang baru. Ya, mungkin seperti itu. Maafkan aku, Cheryl!" ujar Gavin sambil menatap kepergian Cheryl sampai gadis itu menghilang dari pandangannya.

Tiba-tiba sebuah notifikasi pesan masuk ke ponselnya. Gavin kemudian mengambil ponsel itu, dan melihat sebuah pesan dari Diandra, yang memberi tahu kalau nanti dirinya pulang lebih awal. Gavin menghela nafas pasrah, melihat tingkah Diandra. Setelah semalaman tidak pulang ke rumah, dia hanya mengirimkan sebuah pesan di pagi hari. Bahkan hanya sebuah pesan singkat, tanpa kata maaf ataupun basa-basi lainnya, tanpa sedikit pun merasa dosa.

Semua bagi Diandra memang begitu mudah, semudah menggampangkan perasaan Gavin. Sebenarnya dirinya selalu bertanya-tanya, sebegitu tidak pentingkah dirinya di mata istrinya? Gavin kemudian mengabaikan pesan itu begitu saja. Lalu mengemudikan mobilnya menuju ke kantornya.

Terpopuler

Comments

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Sebuah perasaan yg salah Cheril..Bagaimanapun itu cinta yg salah almat...kau akan menyakiti dua hati sekaligus..Diandra tantemu dn Frizz anaknya..blm ortu mu yg kecewa....💆💆💆💆💆💆💆😭😭😭😭😭😭😭😭

2023-08-15

1

Imas Maela

Imas Maela

apa diandra punya yng lain

2022-12-30

0

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

karna kurang belaian mas Gavin sampai bermain api dengan ponakan istrinya

2022-12-04

2

lihat semua
Episodes
1 Aku Cinta Padamu
2 Keponakan Kecil
3 Kutemani Malam Ini
4 Perhatian Kecil
5 French Kiss
6 Pertengkaran
7 Jangan Tinggalkan Aku
8 Masalah Hati
9 Pengkhianatan
10 Melepaskan
11 Sebuah Nama
12 Sulit Adalah Kita
13 Egois Sebentar Saja
14 Pergi Ke Lombok
15 Cokelat Terenak
16 Putraku
17 Posesif
18 Kita Mulai
19 Takdir
20 Secepat Itu?
21 Kecurigaan
22 Terlambat
23 Bantu Aku
24 Menutupi Skandal
25 Kuberi Pelajaran
26 Tatapan Aneh
27 Dimana Amara?
28 Apartemen Alex
29 Dua Orang Simpanan
30 Konsekuensi
31 Black list
32 Di Puncak
33 Jatuh Cinta Sejak Dulu
34 Ponsel Frizz
35 Adek Bayi
36 Awal Masalah
37 Teka Teki
38 Bukti Perselingkuhan
39 Kepalsuan
40 Menyesal Jatuh Cinta
41 Derita dan Luka
42 Pilihan
43 Suara Berisik
44 Restui Kami
45 Putri Kecil
46 Koper Siapa?
47 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48 Diusir
49 Bunuh Diri
50 Apa Yang Terjadi Padamu?
51 Gembel
52 Manusia Tidak Berguna
53 Earphone
54 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55 Darah Segar
56 Kejutan
57 Agak Terlambat
58 You Always My Son
59 Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60 Tamu
61 Kita Perlu Bicara
62 Senandung Lirih
63 Guncangan Psikologis
64 Kebahagiaan Cheryl
65 Acheve
66 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67 PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68 PROMO NOVEL
69 PROMO NOVEL
70 PROMO
71 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Aku Cinta Padamu
2
Keponakan Kecil
3
Kutemani Malam Ini
4
Perhatian Kecil
5
French Kiss
6
Pertengkaran
7
Jangan Tinggalkan Aku
8
Masalah Hati
9
Pengkhianatan
10
Melepaskan
11
Sebuah Nama
12
Sulit Adalah Kita
13
Egois Sebentar Saja
14
Pergi Ke Lombok
15
Cokelat Terenak
16
Putraku
17
Posesif
18
Kita Mulai
19
Takdir
20
Secepat Itu?
21
Kecurigaan
22
Terlambat
23
Bantu Aku
24
Menutupi Skandal
25
Kuberi Pelajaran
26
Tatapan Aneh
27
Dimana Amara?
28
Apartemen Alex
29
Dua Orang Simpanan
30
Konsekuensi
31
Black list
32
Di Puncak
33
Jatuh Cinta Sejak Dulu
34
Ponsel Frizz
35
Adek Bayi
36
Awal Masalah
37
Teka Teki
38
Bukti Perselingkuhan
39
Kepalsuan
40
Menyesal Jatuh Cinta
41
Derita dan Luka
42
Pilihan
43
Suara Berisik
44
Restui Kami
45
Putri Kecil
46
Koper Siapa?
47
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48
Diusir
49
Bunuh Diri
50
Apa Yang Terjadi Padamu?
51
Gembel
52
Manusia Tidak Berguna
53
Earphone
54
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55
Darah Segar
56
Kejutan
57
Agak Terlambat
58
You Always My Son
59
Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60
Tamu
61
Kita Perlu Bicara
62
Senandung Lirih
63
Guncangan Psikologis
64
Kebahagiaan Cheryl
65
Acheve
66
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67
PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68
PROMO NOVEL
69
PROMO NOVEL
70
PROMO
71
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!