Pergi Ke Lombok

Mendengar suara panggilan Diandra, Gavin pun bergegas mengecup kening Cheryl. "Sayang, aku ke kamarku dulu."

"Iya Om."

Gavin kemudian keluar dari kamar Cheryl menuju ke kamar Diandra. Saat Gavin berjalan ke kamarnya, dia melihat Diandra yang tengah mencarinya di lantai bawah, namun Gavin mengabaikannya begitu saja.

Tak berapa lama, Diandra pun masuk ke dalam kamar mereka, dan begitu terkejut melihat Gavin yang sudah ada di atas tempat tidur.

"Mas! Kok kamu udah ada di sini sih? Tadi aku cari kamu ke bawah!" teriak Diandra sambil mendekat ke arah Gavin. Namun, betapa terkejutnya dia saat melihat kondisi tubuh Gavin yang babak belur.

"Mas, kamu kenapa? Kok babak belur gini sih?" teriak Diandra panik.

"Tadi aku lapar, jadi aku membeli makanan di luar. Tapi tiba-tiba ada preman yang mau merampokku, jadi aku berkelahi dengan mereka."

"Astaga, kamu sih pake keluar malem, kaya ga bisa pesen makanan online aja deh! Jadi parah gini, kan? Udah kamu obatin belum? Maaf mas, aku bukannya ga mau obatin kamu. Tapi aku ga mau kuku di jariku rusak kalo kena obat merah."

"Iya sudah kuobati sendiri, aku cape Diandra. Aku tidur dulu."

"Iya mas."

Gavin lalu memejamkan matanya diikuti Diandra yang tidur di sampingnya. Saat Diandra sudah benar-benar terlelap, Gavin kemudian menatap Diandra.

'Hanya sebatas itukah, rasa khawatirmu padaku? Kau bahkan lebih mementingkan dirimu saat keadaanku seperti ini. Aku sudah terlalu lama memaksakaan diri untuk bertahan. Tapi, bukankah ada kalanya saat hati ini lelah, aku berhak untuk berhenti menjalani rumah tangga seperti ini?' batin Gavin sambil melihat Diandra.

Sementara itu, di atas ranjang kamarnya, Cheryl tampak memeluk bunga dan dan memegang kalung berliontin hati dari Gavin sambil tersenyum.

"Rasanya aku benar-benar hampir gila saat isi otak berperang dengan isi hati. Dan sialnya, hati ini yang selalu memenangkan gejolak ini, meskipun aku tahu itu artinya aku telah menjadi manusia terjahat yang ada di muka bumi. Cinta, datangnya begitu menguasai kalbu, hingga membuat akal sehat ini seakan telah mati."

***

Keesokan paginya...

Gavin perlahan membuka matanya saat sebuah elusan lembut menempel di pipinya. "Mas badan kamu panas?" tanya Diandra. Gavin yang tidak menyadari suhu tubuhnya telah meninggi kini hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sedangkan Diandra tampak beberapa kali memegang kening dan leher Gavin.

"Iya Mas, kamu kok panas mungkin karena efek lebam dan memar di tubuhmu. Kalau begitu lebih baik kau tidak usah berangkat kerja saja, Mas."

"Iya mungkin lebih baik seperti itu, badanku juga pegal-pegal."

"Iya Mas, lebih baik kamu di rumah aja. Nanti jangan lupa telepon Dokter Sam suruh mriksa keadaanmu. Sekarang aku pergi dulu ya, Mas."

"Pergi?" tanya Gavin.

"Ya hari ini aku ada shooting sinetron terbaruku, hari ini kami pertama syuting jadi aku harus berangkat lebih pagi untuk persiapan."

"Jadi kau mau pergi Diandra?" tanya Gavin.

"Tentu saja, Mas."

"Tapi aku sedang sakit?"

"Bukankah tadi aku sudah menyuruhmu menghubungi Dokter Sam? Aku yakin setelah kau minum obat, kau pasti sembuh."

"Diandra apa kau tidak melihat kondisiku? Bagaimana kalau aku membutuhkan sesuatu? Kau tahu kan kalau Bi Asih sedang pulang kampung?"

"Astaga Mas Gavin, kenapa kau harus bingung? Bukankah di rumah ini juga ada Cheryl? Kaubisa menyuruh Cheryl untuk tidak berangkat kuliah dan merawatmu di rumah."

Gavin hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Diandra, dia sudah menduga kalau ini akan terjadi. Diandra tidak akan mau berkorban untuk kepentingan anak ataupun suaminya. Ya, itulah Diandra yang selalu mementingkan karirnya dibandingkan dengan keluarganya.

"Kalau begitu aku pergi dulu ya, Mas. Jangan lupa telepon Dokter Sam!"

Saat Diandra akan melangkahkan kakinya keluar dari kamar tersebut, tiba-tiba Gavin memanggilnya.

"Diandra!" Diandra kemudian membalikkan tubuhnya. "Ada apa, Mas? Tolong jangan minta aku untuk tinggal, aku benar-benar sibuk hari ini."

"Tidak Diandra, aku hanya minta ijin padamu."

"Ijin? ijin untuk apa?"

"Begini Diandra, dua hari lagi aku harus pergi ke Lombok. Ada proyek baru yang harus kutangani di sana selama tiga hari, sedangkan sekretarisku Amara, sedang ijin karena orang tuanya sakit. Apa aku boleh minta ijin padamu untuk membawa pergi Cheryl bersamaku? Aku membutuhkan tenaganya untuk membantuku menyelesaikan pekerjaanku, kau tahu kan bagaimana kondisiku. Aku pasti tidak bisa mengerjakan pekerjaanku dengan kondisi yang seperti ini, apalagi tidak ada Amara yang bisa kuperintah. Untuk saat ini, hanya Cheryl yang bisa kuharapkan untuk membantuku."

"Maksudmu kamu minta ijin padaku untuk membawa Cheryl pergi bersamamu? Untuk membantumu menyelesaikan pekerjaanmu?"

"Iya Diandra, itu pun kalau kau mengijinkan."

"Oh kalau begitu tidak apa-apa, bawa saja Cheryl. Dia pasti bisa membantumu, kau tahu kan dia anak yang pintar. Bukan hal yang sulit baginya untuk membantumu."

"Terima kasih, Diandra," jawab Gavin sambil tersenyum. Diandra kemudian keluar dari kamar mereka.

"Memangnya hanya kau saja yang bisa egois, Diandra? Aku pun bisa."

Sedangkan Diandra yang sudah turun dari kamarnya mendekat ke arah Cheryl yang baru saja menyiapkan sarapan untuk mereka.

"Tante mau sarapan?" tanya Cheryl.

"Oh tidak usah, Cheryl. Lebih baik kau bawa saja sarapan itu ke kamar. Hari ini Mas Gavin sedikit demam, maukah kau membantuku untuk merawat suamiku Cheryl?"

Jantung Cheryl pun seakan berhenti berdetak mendengar perkataan Diandra. "Om Gavin sakit?"

"Ya dia demam, tadi malam dia dirampok dan banyak lebam di sekujur tubuhnya. Jadi mungkin dia demam karena luka-luka di tubuhnya itu. Kau mau kan membantuku untuk merawat Mas Gavin?"

"Merawat Om Gavin?"

"Iya Cheryl, tolong bantu aku merawat Gavin hari ini. Kau tahu kan aku sedang sibuk."

"Oh i-iya, Tante."

"Kalau begitu tolong bawa makanannya ke kamar suamiku, aku pergi dulu,"ujar Diandra.

Dia kemudian pergi meninggalkan Cheryl begitu saja, Cherly pun hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya melihat sikap Diandra yang meninggalkan Gavin saat sedang sakit.

"Mungkin benar Kata Om Gavin, mungkin kami bisa egois untuk sebentar saja mengingat sikap Tante Diandra yang begitu dingin pada suaminya."

Cheryl kemudian membawa makanan itu ke dalam kamar Gavin. Saat Cheryl membuka pintu kamar Itu, tampak Gavin yang sedang tidur di atas ranjang, wajahnya terlihat begitu pucat. Cheryl lalu mendekat ke arah Gavin kemudian memegang keningnya.

"Om sakit?" tanya Cheryl.

Gavin menggelengkan kepalanya. "Hanya sedikit tidak enak badan."

"Aku suapi ya, setelah itu Om minum obat pereda demam."

"Cheryl mendekatlah! Tidurlah di sampingku! Saat ini aku hanya membutuhkanmu di sampingku."

"Tapi Om, Om harus makan obat terlebih dulu."

"Aku lebih membutuhkanmu di sampingku, kalau kau tidak mau aku tidak akan minum obatnya."

Cheryl menghela nafas kasar, lalu dengan terpaksa tidur di samping Gavin. Gavin kemudian bergegas memeluk tubuh Cheryl dan mengecup keningnya.

"Dua hari lagi, ikutlah pergi bersamaku."

"Kemana?"

"Ke Lombok."

"Tapi bagaimana dengan Tante Diandra?"

"Aku sudah minta ijin padanya, dan dia mengijinkanmu pergi denganku."

"Untuk apa kita ke sana?"

"Aku ada urusan pekerjaan, sekaligus bulan madu."

"Siapa yang bulan madu?"

"Kita," jawab Gavin, kemudian melummat bibir mungil Cheryl yang begitu menggoda.

"Empttt.., Om!"

Terpopuler

Comments

Tyaz Wahyu

Tyaz Wahyu

gavin pintar tp tdk tegas ,egois jg maunya dua duanya hmmmm pintar tp tolol g mau menyelidiki si diandra

2024-12-18

1

fitriani

fitriani

wah seegois itukah diandra sampai suami luka malah blg gak mw obatin krn takut kukunya rusak... suami sakit jg tetap pergi malah cheryl yg dsrh rawat suaminya

2023-02-21

0

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

bulan madu duluan ya om nikah nya belakangan

2022-12-04

0

lihat semua
Episodes
1 Aku Cinta Padamu
2 Keponakan Kecil
3 Kutemani Malam Ini
4 Perhatian Kecil
5 French Kiss
6 Pertengkaran
7 Jangan Tinggalkan Aku
8 Masalah Hati
9 Pengkhianatan
10 Melepaskan
11 Sebuah Nama
12 Sulit Adalah Kita
13 Egois Sebentar Saja
14 Pergi Ke Lombok
15 Cokelat Terenak
16 Putraku
17 Posesif
18 Kita Mulai
19 Takdir
20 Secepat Itu?
21 Kecurigaan
22 Terlambat
23 Bantu Aku
24 Menutupi Skandal
25 Kuberi Pelajaran
26 Tatapan Aneh
27 Dimana Amara?
28 Apartemen Alex
29 Dua Orang Simpanan
30 Konsekuensi
31 Black list
32 Di Puncak
33 Jatuh Cinta Sejak Dulu
34 Ponsel Frizz
35 Adek Bayi
36 Awal Masalah
37 Teka Teki
38 Bukti Perselingkuhan
39 Kepalsuan
40 Menyesal Jatuh Cinta
41 Derita dan Luka
42 Pilihan
43 Suara Berisik
44 Restui Kami
45 Putri Kecil
46 Koper Siapa?
47 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48 Diusir
49 Bunuh Diri
50 Apa Yang Terjadi Padamu?
51 Gembel
52 Manusia Tidak Berguna
53 Earphone
54 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55 Darah Segar
56 Kejutan
57 Agak Terlambat
58 You Always My Son
59 Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60 Tamu
61 Kita Perlu Bicara
62 Senandung Lirih
63 Guncangan Psikologis
64 Kebahagiaan Cheryl
65 Acheve
66 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67 PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68 PROMO NOVEL
69 PROMO NOVEL
70 PROMO
71 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Aku Cinta Padamu
2
Keponakan Kecil
3
Kutemani Malam Ini
4
Perhatian Kecil
5
French Kiss
6
Pertengkaran
7
Jangan Tinggalkan Aku
8
Masalah Hati
9
Pengkhianatan
10
Melepaskan
11
Sebuah Nama
12
Sulit Adalah Kita
13
Egois Sebentar Saja
14
Pergi Ke Lombok
15
Cokelat Terenak
16
Putraku
17
Posesif
18
Kita Mulai
19
Takdir
20
Secepat Itu?
21
Kecurigaan
22
Terlambat
23
Bantu Aku
24
Menutupi Skandal
25
Kuberi Pelajaran
26
Tatapan Aneh
27
Dimana Amara?
28
Apartemen Alex
29
Dua Orang Simpanan
30
Konsekuensi
31
Black list
32
Di Puncak
33
Jatuh Cinta Sejak Dulu
34
Ponsel Frizz
35
Adek Bayi
36
Awal Masalah
37
Teka Teki
38
Bukti Perselingkuhan
39
Kepalsuan
40
Menyesal Jatuh Cinta
41
Derita dan Luka
42
Pilihan
43
Suara Berisik
44
Restui Kami
45
Putri Kecil
46
Koper Siapa?
47
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48
Diusir
49
Bunuh Diri
50
Apa Yang Terjadi Padamu?
51
Gembel
52
Manusia Tidak Berguna
53
Earphone
54
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55
Darah Segar
56
Kejutan
57
Agak Terlambat
58
You Always My Son
59
Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60
Tamu
61
Kita Perlu Bicara
62
Senandung Lirih
63
Guncangan Psikologis
64
Kebahagiaan Cheryl
65
Acheve
66
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67
PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68
PROMO NOVEL
69
PROMO NOVEL
70
PROMO
71
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!