Kita Mulai

"Kau ternyata sangat licik, Amara!"

"Saya tidak licik Ibu Diandra, saya hanya mencoba realistis. Bukankah benar begitu? Di dunia ini tidak ada yang gratis. Kalau anda tidak mau, juga tidak apa-apa. Saya bisa memberikan ini pada wartawan, dan tentunya saya juga bisa mendapatkan nominal seperti yang saya inginkan. Hahahahahaha.... "

"Dasar iblis! Cepat tulis berapa yang kau inginkan!" bentak Diandra pada Amara sambil memberikan ponselnya untuk menuliskan jumlah yang Amara inginkan pada aplikasi m-bankingnya. Amara pun tersenyum menyeringai sambil mengetik angka pada ponsel Diandra. Diandra memang tidak ingin keretakan hubungannya dengan Gavin tercium oleh media, dia harus menjaga imagenya sebagai istri yang berbakti pada Gavin, seperti yang dipikirkan oleh publik selama ini, dia juga masih membutuhkan Gavin untuk menutupi perselingkuhannya.

"Apaaaaa? Dua Miliar? Apa kau sudah gila, Amara!" teriak Diandra saat melihat jumlah angka yang diinginkan oleh Amara.

"Jadi Ibu Diandra tidak mau? Baiklah, kalau begitu aku berikan semua bukti perselingkuhan Pak Gavin dan Nona Cheryl pada wartawan saja."

"Baiklah!" jawab Diandra. Dia kemudian memberikan selembar cek pada Amara karena tidak mungkin mentransfer uang sebanyak 2 miliar melalui aplikasi m-banking miliknya.

"Terima kasih Ibu Diandra," ucap Amara setelah Diandra memberikan selembar cek padanya.

"Sekarang berikan bukti-bukti itu padaku!" perintah Diandra pada Amara. Amara kemudian mengirimkan beberapa foto dan video tentang kemesraan Gavin dan Cheryl saat berada di Lombok.

Jantung Diandra seakan berhenti berdetak, tubuhnya pun melemas melihat foto-foto Gavin dan Cheryl saat berpelukan bahkan berciuman di samping bibir pantai, serta kemesraan lainnya saat mereka ada di dalam pesawat dan saat mereka ada di bungalow tempat mereka menginap.

"Saya pulang dulu Ibu Diandra, terima kasih banyak," ucap Amara sambil meninggalkan Diandra yang saat ini tampak begitu terpukul.

"Brrengsek kalian!" umpat Diandra di dalam hati saat melihat foto-foto tersebut, diiringi rasa sesak di dalam dadanya. Emosi kini begitu menyelimuti hatinya. Rasanya, dia tidak percaya kalau Gavin telah bermain api di belakangnya. Namun, kenyataan berkata lain, dia harus menerima kenyataan itu, meskipun terasa begitu pahit.

Perasaan Diandra begitu berkecamuk, dia baru menyadari kalau perkataan Alex ternyata benar, Cheryl kini bukanlah gadis kecil lagi, dia sudah dewasa dan seharusnya Diandra menyadari itu. Semua terjadi, tak luput dari kesalahannya yang sering meninggalkan Gavin dan Cheryl berdua dalam satu rumah serta kondisi yang memberinya kesempatan. Bagaimanapun juga Gavin seorang laki-laki dewasa yang membutuhkan perhatian serta kebutuhan biologis yang harus tersalurkan.

Diandra kemudian pergi begitu saja dari rumah makan tersebut tanpa membawa makanan yang telah dibayar olehnya. Alex yang terkejut melihat Diandra yang tiba-tiba masuk ke dalam mobilnya, dan terlihat begitu marah pun hanya bisa mengerutkan keningnya.

"Kau kenapa Diandra? Mana makanan yang kau beli?"

"Diam Alex! Lebih baik kau antar aku pulang sekarang juga!" bentak Diandra yang kini terlihat begitu marah.

"Kau sebenarnya kenapa, Sayang?"

"Lebih baik kau antar aku pulang sekarang juga, Alex. Aku belum ingin bicara apapun denganmu!"

Alex yang melihat keadaan Diandra yang sedang tidak baik-baik saja hanya bisa menuruti keinginan kekasihnya untuk mengantarnya pulang ke rumah, meskipun hatinya dipenuhi tanda tanya, dia belum berani menanyakan itu karena hanya akan membuat Diandra semakin kesal. Sepanjang perjalanan, mereka pun hanyut dalam pikiran masing-masing.

"Alex, aku turun dulu. Sepertinya kita tidak bisa bertemu untuk sementara waktu."

"Tapi kenapa, Sayang?"

"Jagan banyak bertanya, tunggu sampai urusanku selesai nanti kau kuhubungi lagi!" jawab Diandra. Dia kemudian keluar dari mobil Alex, meninggalkan Alex yang saat ini melihatnya dengan dipenuhi berjuta tanda tanya.

Sementara itu, Diandra yang kini sudah masuk ke dalam rumah mencoba meredam emosinya. Dia tidak ingin Gavin dan Cheryl tahu kalau dia telah mengetahui perselingkuhan mereka. Saat melewati ruang kerja Gavin, tampak ruangan itu masih menyala. Diandra kemudian mendekat ke ruangan itu, dan melihat Gavin yang masih berkutat dengan pekerjaannya.

"Mas!" sapa Diandra.

"Diandra? Bukankah tadi kau mengatakan kalau malam ini kau tidak pulang ke rumah?" tanya Gavin saat melihat Diandra yang masuk ke dalam ruangannya. Di salah satu sudut hatinya, Gavin bersyukur karena malam ini dia tidak menghabiskan malam bersama Cheryl karena Cheryl sedang sibuk dengan tugas kuliahnya, begitu pula dirinya yang sibuk dengan pekerjaannya. Diandra kemudian mendekat ke arah Gavin lalu duduk di pangkuannya sambil melingkarkan tangannya pada leher Gavin.

"Shootingnya dibatalkan karena ada beberapa perlengkapan shooting yang masih kurang, jadi aku memutuskan pulang. Emh, besok aku juga libur, Mas. Kita bisa menghabiskan waktu berdua."

Diandra heran melihat sikap Gavin, dia terlihat biasa saja, dan tidak lagi terlihat responsif seperti biasanya. Jika dia duduk di pangkuan Gavin seperti ini, biasanya Gavin akan mengusap punggung lalu menciumnya sekaligus menggodanya. Tapi kali ini Gavin hanya terdiam, dia mengabaikannya dan memilih mengerjakan pekerjaannya.

"Maaf Diandra, aku banyak pekerjaan. Lebih baik kau tidur saja sekarang."

"Baiklah kalau begitu, maaf aku sudah mengganggumu. Aku ke kamar dulu, Mas," pamit Diandra. Gavin kemudian mengangguk lalu kembali fokus dengan pekerjaannya. Sedangkan Diandra bangkit dari atas pangkuan Gavin kemudian berjalan menuju ke kamarnya dengan perasaan begitu kesal merasakan perubahan dari Gavin.

Gavin saat ini memang berubah, dia menjadi begitu dingin. Biasanya sesibuk apapun Gavin, ketika dia bersikap manja padanya, pasti Gavin akan meresponnya dengan begitu begitu romantis. Tapi sekarang Gavin terlihat begitu saja bahkan mengacuhkannya. Sikapnya seolah membenarkan kalau dia telah melakukan perselingkuhan dengan Cheryl.

"Semua ini pasti gara-gara, Cheryl!" gerutu Diandra.

***

Keesokan Harinya...

Cheryl tampak mengawasi keadaan sekitar sebelum masuk ke dalam mobil Gavin yang sudah berhenti di depannya. Saat dia baru memasuki mobil itu, tiba-tiba tubuh Gavin sudah mendekat ke arahnya lalu melummat bibirnya begitu saja.

Cheryl yang mendapat ciuman mendadak dari Gavin hanya bisa pasrah dan membalas ciuman Gavin yang begitu bergairah, hingga ciuman itu terhenti takkala mereka sudah kehabisan napas.

"Om, kau mengagetkanku saja!" protes Cheryl.

"Tapi kau suka kan sayang?" kekeh Gavin.

"Bagaimana kalau ada yang lihat?"

"Memangnya kenapa? Kau calon istriku!"

"Om masih punya Tante Diandra."

"Tapi aku sudah tidak peduli lagi padanya, sama seperti dia yang tidak pernah mempedulikan aku. Aku kangen Cheryl."

"Jadi itu alasannya Om memaksa untuk menjemputku?"

Gavin menganggukan kepalanya. "Ya, tadi malam kita belum sempat bermesraan tapi Diandra sudah pulang. Dan saat ini Diandra juga ada di rumah, jadi lebih baik kita mencari tempat lain untuk bermesraan, aku sangat merindukanmu."

"Memangnya kita mau kemana?"

"Hotel," jawab Gavin, tanpa rasa berdosa sambil mengendarai mobilnya.

"OM!" protes Cheryl, sebenarnya dia begitu enggan. Tapi pada akhirnya, dia tidak bisa menolak permintaan Gavin.

Beberapa saat kemudian, mereka pun sudah sampai di hotel. Gavin dan Cheryl turun dengan mengenakan masker dan kaca mata hitam seperti yang biasa mereka lakukan. Namun, meskipun wajah keduanya sudah sedikit tertutup, tak mengurangi keyakinan seorang wanita yang saat ini sedang mengamati gerak-gerik mereka.

"Ini tidak boleh dibiarkan, Mas Gavin tidak boleh melanjutkan hubungannya dengan Cheryl. Hanya boleh ada aku yang ada di dalam hatinya, tidak boleh ada orang lain, apalagi keponakanku itu! Mari kita mulai peperangan ini, Cheryl."

Terpopuler

Comments

Nami chan

Nami chan

egois bgt

2023-11-29

0

fitriani

fitriani

hadeh makain seru nih ceritanya

2023-02-21

0

Bundanya Widya Kartika

Bundanya Widya Kartika

Thor buat perselingkuhan dianra dan Alex jg CPT di ketahui... masa sudah berapa tahun TDK di ketahui selingkuh apa lgi SDH anak...

2022-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Aku Cinta Padamu
2 Keponakan Kecil
3 Kutemani Malam Ini
4 Perhatian Kecil
5 French Kiss
6 Pertengkaran
7 Jangan Tinggalkan Aku
8 Masalah Hati
9 Pengkhianatan
10 Melepaskan
11 Sebuah Nama
12 Sulit Adalah Kita
13 Egois Sebentar Saja
14 Pergi Ke Lombok
15 Cokelat Terenak
16 Putraku
17 Posesif
18 Kita Mulai
19 Takdir
20 Secepat Itu?
21 Kecurigaan
22 Terlambat
23 Bantu Aku
24 Menutupi Skandal
25 Kuberi Pelajaran
26 Tatapan Aneh
27 Dimana Amara?
28 Apartemen Alex
29 Dua Orang Simpanan
30 Konsekuensi
31 Black list
32 Di Puncak
33 Jatuh Cinta Sejak Dulu
34 Ponsel Frizz
35 Adek Bayi
36 Awal Masalah
37 Teka Teki
38 Bukti Perselingkuhan
39 Kepalsuan
40 Menyesal Jatuh Cinta
41 Derita dan Luka
42 Pilihan
43 Suara Berisik
44 Restui Kami
45 Putri Kecil
46 Koper Siapa?
47 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48 Diusir
49 Bunuh Diri
50 Apa Yang Terjadi Padamu?
51 Gembel
52 Manusia Tidak Berguna
53 Earphone
54 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55 Darah Segar
56 Kejutan
57 Agak Terlambat
58 You Always My Son
59 Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60 Tamu
61 Kita Perlu Bicara
62 Senandung Lirih
63 Guncangan Psikologis
64 Kebahagiaan Cheryl
65 Acheve
66 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67 PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68 PROMO NOVEL
69 PROMO NOVEL
70 PROMO
71 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Aku Cinta Padamu
2
Keponakan Kecil
3
Kutemani Malam Ini
4
Perhatian Kecil
5
French Kiss
6
Pertengkaran
7
Jangan Tinggalkan Aku
8
Masalah Hati
9
Pengkhianatan
10
Melepaskan
11
Sebuah Nama
12
Sulit Adalah Kita
13
Egois Sebentar Saja
14
Pergi Ke Lombok
15
Cokelat Terenak
16
Putraku
17
Posesif
18
Kita Mulai
19
Takdir
20
Secepat Itu?
21
Kecurigaan
22
Terlambat
23
Bantu Aku
24
Menutupi Skandal
25
Kuberi Pelajaran
26
Tatapan Aneh
27
Dimana Amara?
28
Apartemen Alex
29
Dua Orang Simpanan
30
Konsekuensi
31
Black list
32
Di Puncak
33
Jatuh Cinta Sejak Dulu
34
Ponsel Frizz
35
Adek Bayi
36
Awal Masalah
37
Teka Teki
38
Bukti Perselingkuhan
39
Kepalsuan
40
Menyesal Jatuh Cinta
41
Derita dan Luka
42
Pilihan
43
Suara Berisik
44
Restui Kami
45
Putri Kecil
46
Koper Siapa?
47
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48
Diusir
49
Bunuh Diri
50
Apa Yang Terjadi Padamu?
51
Gembel
52
Manusia Tidak Berguna
53
Earphone
54
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55
Darah Segar
56
Kejutan
57
Agak Terlambat
58
You Always My Son
59
Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60
Tamu
61
Kita Perlu Bicara
62
Senandung Lirih
63
Guncangan Psikologis
64
Kebahagiaan Cheryl
65
Acheve
66
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67
PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68
PROMO NOVEL
69
PROMO NOVEL
70
PROMO
71
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!