Sulit Adalah Kita

Gavin kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Cheryl, tapi panggilan itu selalu tertolak, yang menandakan kalau Cheryl telah memblokir nomornya.

"Astaga kenapa kau berbuat seperti ini Cheryl? Aku belum memberikan penjelasan padamu, tapi kau sudah begitu saja dariku. Ah, aku ingat sesuatu!" ujar Gavin.

Dia kemudian mengutak-atik ponselnya, lalu keluar dari kamar Cheryl dan menaiki mobilnya dengan kecepatan begitu tinggi. Gavin memang sengaja memasang aplikasi pelacak ponsel di ponsel milik Cheryl, entah mengapa beberapa hari yang lalu Gavin tiba-tiba saja ingin menginstal aplikasi tersebut di ponsel Cheryl, dia merasa memiliki firasat buruk dan sedikit cemas jika suatu hari Cheryl hilang karena dia belum tahu seluk beluk ibu kota. Dan, nyatanya firasat Gavin memang benar.

Sementara itu, Cheryl yang terkejut tiba-tiba ada tiga orang lelaki berdiri di depannya, merasa begitu takut. Apalagi wajah ketiga laki-laki tersebut, tampak menyeramkan, dan dipenuhi oleh tato di tubuh mereka masing-masing.

"Halo Nona cantik, sepertinya kau sendirian. Apa perlu kami temani?" ujar salah seorang dari mereka.

"Daripada kau sendirian, lebih baik kami temani saja? Bagaimana cantik?" sambung yang lain.

"Ya, kau tenang saja. Karena kami tidak hanya menemanimu, tapi juga akan menghangatkanmu. Hahahhaha...."

Cheryl pun hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar. Tubuhnya bergetar dan jantungnya berdegup begitu kencang. Ingin rasanya dia berteriak sekencang-kencangnya, tapi saat ini sedang hujan, dan suaranya pasti tertelan oleh suara derasnya hujan. Belum lagi kondisi daerah itu tampak begitu sepi. Cheryl pun hanya bisa pasrah sambil berdoa dalam hati.

'Oh Tuhan, tolong aku. Tolong selamatkan aku Tuhan,' batin Cheryl.

Ketiga orang itu semakin mendekat ke arahnya. Sedangkan Cheryl hanya bisa meletakkan koper yang di bawanya di depan tubuhnya.

"Tolong jangan mendekat padaku! Kalau tidak aku akan berteriak!"

"Berteriak saja, Sayang. Tidak akan ada yang peduli pada teriakanmu itu!" ujar salah seorang dari mereka.

"TOLONG! TOLONG!"

Ketiga preman tersebut tersenyum menyeringai saat melihat Cheryl yang sedang berteriak minta tolong, namun teriakan itu hanya terdengar sia-sia. Karena teriakan Cheryl hanya tertelan oleh derasnya hujan. Melihat Cheryl yang semakin panik, preman tersebut pun semakin terkekeh .

"Bukankah sudah kukatakan gadis cantik, percuma saja kau berteriak. Daripada kau berteriak seperti itu dan membuang tenagamu, lebih baik kau melayani kami saja. Hahahahahaha...," ujar salah seorang preman, kemudian diikuti oleh tawa kencang dari kedua temannya.

Cheryl pun semakin takut, apalagi salah seorang preman tersebut sekarang sudah mencekal tubuhnya. Dia pun hanya bisa pasrah, hanya tetesan air mata yang keluar dari sudut matanya sambil berharap kalau ada yang mau menolongnya. Meskipun harapan itu begitu tipis.

Saat salah seorang preman tersebut sudah mendekatkan wajahnya dan hampir mencium leher Cheryl, tiba-tiba sebuah teriakan mengagetkan mereka semua.

"Berhenti!" teriak sebuah suara dengan begitu menggelegar, hingga membuat mereka semua tersentak.

Ketika preman tersebut, lalu melihat ke arah sumber suara. Begitu pula Cheryl yang tengah memejamkan matanya, kini perlahan mulai membuka mata saat mendengar sebuah suara yang dikenal olehnya.

"Om Gavin," ujar Cheryl lirih.

Gavin kemudian mendekat ke arah mereka. "Jangan pernah berani menyentuh keponakanku!" bentak Gavin.

"Oh jadi, dia keponakanmu? Bagus sekali, kalau begitu aku mau minta ijin padamu untuk bermain-main dengan keponakanmu yang cantik itu."

"Jangan pernah bermimpi! Dasar bajingann! Jangan pernah bermimpi menyentuh keponakanku, dasar keparrat!"

Mendengar perkataan Gavin, seketika emosi ketiga preman tersebut pun tersulut. Mereka bertiga kemudian langsung menyerang Gavin begitu saja dengan membabi buta. Gavin pun berusaha membalas serangan mereka. Namun, kekuatan yang tidak seimbang diantara mereka, membuat Gavin begitu kewalahan. Kini, tubuh dan wajahnya pun mulai terlihat babak belur.

"Cheryl pergi! Cepat naik mobilku dan pulang ke rumah!" teriak Gavin.

Cheryl pun menggelengkan kepalanya. "Nggak Om!"

"Pulang Cheryl!" teriak Gavin yang kini mulai tidak berdaya. Bahkan, darah pun mulai mengalir dari pelipis dan sudut bibirnya.

Melihat kondisi Gavin yang kini begitu memprihatinkan, Cheryl pun mengotak-atik ponselnya, lalu melemparkan ponsel itu begitu saja di bawah mobil Gavin.

"Berhenti! Aku sudah memanggil polisi, dan sekarang kalian coba dengar, ada suara sirine kan!" teriak Cheryl.

Ketiga preman tersebut, yang sayup-sayup mendengar suara sirine dari arah jalan raya pun panik. Mereka kemudian saling berpandangan satu sama lain, lalu bergegas lari meninggalkan tempat itu begitu saja.

Melihat Gavin yang kini terkapar tidak berdaya di tengah guyuran hujan, Cheryl pun mendekat ke arahnya.

"Om, Om Gavin!" teriak Cheryl sambil mendekat ke arahnya. Gavin kemudian bangkit lalu memeluk Cheryl yang kini ada di sampingnya.

"Cheryl, kau tidak apa-apa kan?"

"Kenapa Om bertanya seperti itu padaku? Bukankah Om yang saat ini terluka? Ayo kita pulang, Om! Aku obati lukanya."

Namun Gavin terdiam, dia tetap duduk di bawah guyuran hujan. "Kenapa Om diam? Lihat luka Om sudah sangat parah seperti ini!"

"Aku tidak akan pulang."

"Om!"

"Aku tidak akan pulang sebelum kau berjanji dulu, kalau kau tidak akan pergi meninggalkan rumah lagi."

"Tapi Om!"

"Baik, aku juga akan ikut pergi bersamamu!"

Cheryl menghela nafas panjang, malam ini Gavin terlihat kekanak-kanakan sekali, tapi entah kenapa dia merasa gemas dengan tingkah Gavin.

"Om, ingat Tante Diandra dan Frizz! Om tidak boleh berkata seperti itu!"

"Cheryl tolong beri aku waktu, beri aku waktu untuk menyelesaikan semuanya. Kau mau kan menungguku?"

Cheryl pun terdiam, dia hanya menundukkan wajahnya, diiringi tetes demi tetes air mata yang keluar dari sudut matanya. Gavin mengangkat dagu Cheryl, lalu menghapus air mata yang kini bercampur dengan air hujan. Kemudian, perlahan Gavin mengecup bibir merah itu di bawah derasnya hujan.

"Cheryl, aku tahu ini sulit. Sulit adalah kita, tapi cinta ini hanya ada kita, aku dan kamu, tanpa ada mereka."

Terpopuler

Comments

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

om Gavin harus cepat ambil keputusan kasian Cheryl

2022-12-04

1

Dewi Murni

Dewi Murni

cinta dari mana Gavin,yg ada kmu sama menikmati kedua tubuh wanita itu..klw SDH cinta ngapain jg tertarik di ajak bercnta sama Diandra.

2022-11-11

0

Choirul Anna Soenarso

Choirul Anna Soenarso

cerita nya bagus,sy suka

2022-11-02

0

lihat semua
Episodes
1 Aku Cinta Padamu
2 Keponakan Kecil
3 Kutemani Malam Ini
4 Perhatian Kecil
5 French Kiss
6 Pertengkaran
7 Jangan Tinggalkan Aku
8 Masalah Hati
9 Pengkhianatan
10 Melepaskan
11 Sebuah Nama
12 Sulit Adalah Kita
13 Egois Sebentar Saja
14 Pergi Ke Lombok
15 Cokelat Terenak
16 Putraku
17 Posesif
18 Kita Mulai
19 Takdir
20 Secepat Itu?
21 Kecurigaan
22 Terlambat
23 Bantu Aku
24 Menutupi Skandal
25 Kuberi Pelajaran
26 Tatapan Aneh
27 Dimana Amara?
28 Apartemen Alex
29 Dua Orang Simpanan
30 Konsekuensi
31 Black list
32 Di Puncak
33 Jatuh Cinta Sejak Dulu
34 Ponsel Frizz
35 Adek Bayi
36 Awal Masalah
37 Teka Teki
38 Bukti Perselingkuhan
39 Kepalsuan
40 Menyesal Jatuh Cinta
41 Derita dan Luka
42 Pilihan
43 Suara Berisik
44 Restui Kami
45 Putri Kecil
46 Koper Siapa?
47 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48 Diusir
49 Bunuh Diri
50 Apa Yang Terjadi Padamu?
51 Gembel
52 Manusia Tidak Berguna
53 Earphone
54 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55 Darah Segar
56 Kejutan
57 Agak Terlambat
58 You Always My Son
59 Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60 Tamu
61 Kita Perlu Bicara
62 Senandung Lirih
63 Guncangan Psikologis
64 Kebahagiaan Cheryl
65 Acheve
66 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67 PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68 PROMO NOVEL
69 PROMO NOVEL
70 PROMO
71 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Aku Cinta Padamu
2
Keponakan Kecil
3
Kutemani Malam Ini
4
Perhatian Kecil
5
French Kiss
6
Pertengkaran
7
Jangan Tinggalkan Aku
8
Masalah Hati
9
Pengkhianatan
10
Melepaskan
11
Sebuah Nama
12
Sulit Adalah Kita
13
Egois Sebentar Saja
14
Pergi Ke Lombok
15
Cokelat Terenak
16
Putraku
17
Posesif
18
Kita Mulai
19
Takdir
20
Secepat Itu?
21
Kecurigaan
22
Terlambat
23
Bantu Aku
24
Menutupi Skandal
25
Kuberi Pelajaran
26
Tatapan Aneh
27
Dimana Amara?
28
Apartemen Alex
29
Dua Orang Simpanan
30
Konsekuensi
31
Black list
32
Di Puncak
33
Jatuh Cinta Sejak Dulu
34
Ponsel Frizz
35
Adek Bayi
36
Awal Masalah
37
Teka Teki
38
Bukti Perselingkuhan
39
Kepalsuan
40
Menyesal Jatuh Cinta
41
Derita dan Luka
42
Pilihan
43
Suara Berisik
44
Restui Kami
45
Putri Kecil
46
Koper Siapa?
47
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48
Diusir
49
Bunuh Diri
50
Apa Yang Terjadi Padamu?
51
Gembel
52
Manusia Tidak Berguna
53
Earphone
54
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55
Darah Segar
56
Kejutan
57
Agak Terlambat
58
You Always My Son
59
Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60
Tamu
61
Kita Perlu Bicara
62
Senandung Lirih
63
Guncangan Psikologis
64
Kebahagiaan Cheryl
65
Acheve
66
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67
PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68
PROMO NOVEL
69
PROMO NOVEL
70
PROMO
71
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!