Jangan Tinggalkan Aku

Mendengar sebuah suara yang memanggil dari arah pintu, Gavin dan Cheryl pun spontan menjauhkan tubuh mereka, lalu melihat ke arah sumber suara tersebut.

"Frizz?" ujar Gavin setelah melihat sosok yang memanggilnya. Mereka berdua lalu bergegas bangkit dari atas ranjang lalu mendekat ke arah Frizz.

"Papa!" panggil Frizz kembali, disertai raut wajah yang terlihat begitu sendu. Melihat raut sendu itu, Gavin kemudian memeluknya. Namun, betapa terkejutnya dirinya saat memuluk tubuh mungil itu, dia merasakan suhu yang begitu tinggi pada tubuh Frizz. Seketika, Gavin pun menatap Cheryl.

"Ada apa, Om?" tanya Cheryl.

"Frizz demam, Cheryl."

"Apa demam?"

"Iya demamnya sangat tinggi."

"Astaga."

"Aku bawa Frizz ke kamarnya dulu."

"Iya."

Gavin kemudian membopong tubuh Frizz ke dalam kamarnya, sementara Cheryl mengganti handuk kimononya, dengan drees piama selutut. Setelah mengganti pakaiannya, Cheryl lalu menuju ke kamar Frizz, sambil membawakan air untuk mengompres. Dia kemudian mendekat pada Frizz lalu mengompres kepalanya, dan memberikan pijatan lembut di tubuhnya.

Di dalam kamar itu, tampak Gavin yang baru menutup teleponnya setelah menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan Frizz, kini Gavin menatap putranya dengan tatapan begitu sendu.

"Om, apa Om sudah telepon Tante Diandra?"

Gavin pun menggelengkan kepalanya. "Percuma, dia tidak mungkin mau pulang."

"Om jangan berkata seperti itu, Om juga harus hubungi Tante Diandra."

"Aku tidak yakin, Cheryl."

"Kita belum mencobanya," ucap Cheryl sambil menganggukan kepalanya. Melihat tatapan Cheryl, akhirnya Gavin menghubungi Diandra, meskipun hatinya ragu. Tak berapa lama, Diandra pun mengangkat panggilan darinya.

[Halo, ada apa Mas?]

[Halo Diandra, tolong pulang!]

[Mas, bukannya kita udah ngomong ini tadi? Apapun yang terjadi aku nggak mau pulang, aku harus ke Paris sekarang, Mas.]

[Termasuk kalau Frizz sakit?]

[Apa maksudmu, Mas?]

[Frizz sakit Diandra, demamnya sangat tinggi.]

[Apa?]

[Iya Diandra, Frizz sakit. Demamnya sangat tinggi. Pulanglah sayang, maafkan aku, maaf kalau sikapku membuatmu tidak nyaman. Tolong pulang sekarang, karena Frizz membutuhkanmu.]

[Mas udah telepon dokter kan?]

[Sudah, sebentar lagi juga datang.]

[Oh ya udah kalau gitu, nggak ada yang perlu dikhawatirkan kan, Mas? Biasanya kalau udah diobati dokter juga sembuh. Kalau mas membutuhkan bantuan, mas minta tolong aja ke Cheryl. Dia pasti bisa kok bantu kamu rawat Frizz.]

[Jadi, ini artinya kau tidak mau pulang, Diandra?]

[Mas gimana sih? Apa perlu aku jelasin lagi? Ini kesempatan emas bagiku, Mas. Aku ga mau melewatkan kesempatan ini gitu aja, apapun yang terjadi aku harus pergi, Mas!] Mendengar perkataan Diandra, seketika emosi Gavin pun tersulut.

[BRENGSEKKK!] bentak Gavin seraya menutup telepon itu.

Melihat Gavin yang terlihat begitu kesal, Cheryl lalu menatapnya. "Ada apa, Om?"

"Benar dugaanku, dia tidak mau pulang. Dia lebih memilih karirnya dibandingkan keluarganya."

"Astaga," ujar Cheryl sambil menutup mulutnya, tak menyangka jika sikap Diandra ternyata seperti ini, sangat berbeda dengan apa yang dia perlihatkan di depan publik dan keluarganya.

Tiba-tiba suara bel pun terdengar. Cheryl kemudian keluar dari kamar Frizz untuk membukakan pintu. Seperti dugaannya, yang datang ke rumah itu adalah dokter pribadi yang dihubungi oleh Gavin.

"Silahkan mausuk, Dok!" ujar Cheryl sambil mempersilahkan dokter tersebut masuk ke dalam kamar Frizz. "Selamat malam, Tuan Gavin."

"Selamat malam, Dokter Sam. Demam Frizz sangat tinggi."

"Iya, saya periksa dulu keadaannya," jawab Dokter Sam. Dia kemudian memeriksa keadaan Frizz. Melihat keadaan Frizz yang seperti ini, Gavin hanya membatin dalam hati.

"Biasanya Frizz akan seperti ini kalau dia mengalami sebuah tekanan berat," ujar Gavin lirih. Dia pun bertanya-tanya apakah Frizz mengetahui pertengkarannya dengan Diandra sore ini.

Dalam lubuk hantinya yang paling dalam, sebenarnya dia masih ingin memperjuangkan pernikahannya dengan Diandra. Bagaimanapun juga mereka sudah saling mengenal sejak mereka di bangku kuliah, dan saling menyemangati satu sama lain.

Gavin juga tidak mau membuat hati Frizz hancur karena saat ini dia yakin kalau Frizz tadi melihat pertengkarannya dengan Diandra, sehingga membuat kondisinya seperti ini.

Sekelebat bayangan pun menari di benaknya saat dia dan Diandra masih menjadi sepasang kekasih dan saat awal membina rumah tangga itu, semuanya terasa begitu indah. Namun, semua itu kini hanya tinggal kenangan, kenangan yang begitu menyesakkan dada. Lamunan Gavin buyar saat suara dokter Sam memanggilnya.

"Tuan Gavin!" panggil dokter Sam.

"Oh iya, Dok. Bagaimana keadaan Frizz??

"Dia tidak apa-apa, Tuan Gavin. Hanya demam biasa, ini sudah saya bawakan obat untuknya. Jangan lupa diminum obatnya. Tuan Gavin, saran saya selain harus menjaga kesehatan tubuhnya, anda juga harus menjaga kesehatan psikologisnya."

"Iya Dok, saya mengerti," jawab Gavin. Perkataan Dokter tersebut seolah menunjukan kalau dugaanya benar jika Frizz sedikit mengalami tekanan yang membuat kondisinya menurun.

"Tuan Gavin, saya pamit."

"Iya Dokter Sam, terima kasih banyak," jawab Gavin.

"Sama-sama," jawab Dokter Sam. Dia kemudian keluar dari rumah itu, diantar oleh Cheryl sampai ke pintu depan.

Sementara itu, Gavin kini mendekat ke arah Frizz yang saat ini tidur di atas ranjang. Wajah lucu yang biasanya terlihat ceria kini tampak pucat, suhu tubuhnya masih begitu tinggi. Sesekali terdengar gemerletuk dari giginya

Gavin kemudian memberikan obat pada Frizz, lalu membaringkan tubuh mungil itu kembali dan menyelimutinya.

"Maafkan papa, maaf kalau papa belum bisa menjadi orang tua yang baik untukmu Frizz," ujar Gavin sambil meneteskan air matanya. Hingga tiba-tiba sebuah tangan mendarat di bahunya.

"Om!" panggil Cheryl. Gavin kemudian menggenggam tangan Cheryl sambil berkata lirih. "Jangan tinggalkan, aku."

Terpopuler

Comments

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

jangan salahkan Gavin selingkuh semua penyebab nya dirimu sendiri Diandra

2022-12-04

1

Tiahsutiah

Tiahsutiah

dan disini lah wal perselingkuhan di mulai🤭

2022-10-29

2

Uyun Syarukhan

Uyun Syarukhan

lanjut 😘🥰🥰

2022-10-26

1

lihat semua
Episodes
1 Aku Cinta Padamu
2 Keponakan Kecil
3 Kutemani Malam Ini
4 Perhatian Kecil
5 French Kiss
6 Pertengkaran
7 Jangan Tinggalkan Aku
8 Masalah Hati
9 Pengkhianatan
10 Melepaskan
11 Sebuah Nama
12 Sulit Adalah Kita
13 Egois Sebentar Saja
14 Pergi Ke Lombok
15 Cokelat Terenak
16 Putraku
17 Posesif
18 Kita Mulai
19 Takdir
20 Secepat Itu?
21 Kecurigaan
22 Terlambat
23 Bantu Aku
24 Menutupi Skandal
25 Kuberi Pelajaran
26 Tatapan Aneh
27 Dimana Amara?
28 Apartemen Alex
29 Dua Orang Simpanan
30 Konsekuensi
31 Black list
32 Di Puncak
33 Jatuh Cinta Sejak Dulu
34 Ponsel Frizz
35 Adek Bayi
36 Awal Masalah
37 Teka Teki
38 Bukti Perselingkuhan
39 Kepalsuan
40 Menyesal Jatuh Cinta
41 Derita dan Luka
42 Pilihan
43 Suara Berisik
44 Restui Kami
45 Putri Kecil
46 Koper Siapa?
47 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48 Diusir
49 Bunuh Diri
50 Apa Yang Terjadi Padamu?
51 Gembel
52 Manusia Tidak Berguna
53 Earphone
54 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55 Darah Segar
56 Kejutan
57 Agak Terlambat
58 You Always My Son
59 Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60 Tamu
61 Kita Perlu Bicara
62 Senandung Lirih
63 Guncangan Psikologis
64 Kebahagiaan Cheryl
65 Acheve
66 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67 PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68 PROMO NOVEL
69 PROMO NOVEL
70 PROMO
71 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Aku Cinta Padamu
2
Keponakan Kecil
3
Kutemani Malam Ini
4
Perhatian Kecil
5
French Kiss
6
Pertengkaran
7
Jangan Tinggalkan Aku
8
Masalah Hati
9
Pengkhianatan
10
Melepaskan
11
Sebuah Nama
12
Sulit Adalah Kita
13
Egois Sebentar Saja
14
Pergi Ke Lombok
15
Cokelat Terenak
16
Putraku
17
Posesif
18
Kita Mulai
19
Takdir
20
Secepat Itu?
21
Kecurigaan
22
Terlambat
23
Bantu Aku
24
Menutupi Skandal
25
Kuberi Pelajaran
26
Tatapan Aneh
27
Dimana Amara?
28
Apartemen Alex
29
Dua Orang Simpanan
30
Konsekuensi
31
Black list
32
Di Puncak
33
Jatuh Cinta Sejak Dulu
34
Ponsel Frizz
35
Adek Bayi
36
Awal Masalah
37
Teka Teki
38
Bukti Perselingkuhan
39
Kepalsuan
40
Menyesal Jatuh Cinta
41
Derita dan Luka
42
Pilihan
43
Suara Berisik
44
Restui Kami
45
Putri Kecil
46
Koper Siapa?
47
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48
Diusir
49
Bunuh Diri
50
Apa Yang Terjadi Padamu?
51
Gembel
52
Manusia Tidak Berguna
53
Earphone
54
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55
Darah Segar
56
Kejutan
57
Agak Terlambat
58
You Always My Son
59
Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60
Tamu
61
Kita Perlu Bicara
62
Senandung Lirih
63
Guncangan Psikologis
64
Kebahagiaan Cheryl
65
Acheve
66
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67
PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68
PROMO NOVEL
69
PROMO NOVEL
70
PROMO
71
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!