Melepaskan

Sudah lima hari Gavin dan Cheryl tinggal dalam satu rumah, tanpa ada Diandra. Selama lima hari itulah, hubungan Gavin dan Cheryl menjadi semakin dekat. Bukan hanya tampak sebagai sepasang kekasih, tapi juga terlihat seperti seorang sepasang suami istri. Setiap hari Cheryl melayani dan mempersiapkan segala kebutuhan Gavin, bahkan tidak hanya pada Gavin, tapi juga dengan pada Frizz. Cheryl merawat Frizz layaknya seorang ibu kandung yang merawat putranya. Semuanya terlihat begitu indah, layaknya sebuah keluarga yang harmonis, meskipun kata cinta belum pernah terucap dari bibir keduanya.

Selama lima hari inilah, Gavin juga merasa begitu bahagia. Yang tidak pernah dia dapatkan dari Diandra, bisa dia dapatkan dari Cheryl. Gadis muda itu benar-benar telah melayaninya dengan begitu baik mulai dari memasak, menyiapkan pakaian, mendengar keluh kesah mengenai pekerjaannya, serta memenuhi kebutuhan lainnya, termasuk kebutuhan biologisnya.

Sore ini, ketika dalam perjalanan pulang di dalam mobil Gavin, pikiran Cheryl tampak melayang membayangkan kemesraannya dengan Gavin yang akan berakhir dengan kehadiran Diandra. Tak ada lagi pelukan di malam hari saat mereka tidur dalam satu ranjang yang sama, tidak ada lagi ciuman di dalam mobil saat Gavin mengantarkan Cheryl ke kampusnya, dan tidak ada lagi kemesraan yang biasanya mereka lakukan setelah Frizz tidur. Gavin yang melihat Cheryl termenung kemudian menggenggam tangannya.

"Kau kenapa?" tanya Gavin.

"Hari ini Tante Diandra pulang, Om."

"Kau sedih?"

"Jujur saja aku sedih, tapi aku bisa apa? Tante Diandra adalah istrimu bukan aku. Dia yang lebih berhak atas dirimu sedangkan aku? Hanya sebatas wanita simpananmu saja. Iya kan?" ucap Cheryl sambil menundukkan wajahnya. Gavin kemudian mengangkat dagu Cheryl, lalu membelai wajahnya.

"Sayang kau yang terbaik," jawab Gavin kemudian mengecup bibir Cheryl yang membuat Cheryl tersenyum. Meskipun saat ini perasaan Cheryl begitu berkecamuk, tapi dia tidak ingin memperlihatkan wajah sedih di depan Gavin karena hanya akan membuat hubungan mereka terlihat semakin rumit. Ya, anggap saja dia baik-baik saja dan memang seharusnya seperti itu karena dia harus sadar dengan posisinya saat ini.

Tak berapa lama, mereka pun sampai di rumah Gavin. Baru saja mereka melangkahkan kakinya ke dalam rumah tersebut, terdengar suara teriakan dari Diandra.

"Mas Gavin!" panggil Diandra. Dia kemudian berlari ke arah Gavin dan memeluknya.

"Mas aku kangen!" ucap Diandra.

Cheryl yang melihat pemandangan yang ada di depan matanya hanya bisa mengulaskan senyum tipis, sebuah senyuman untuk menutup luka yang dia rasakan di dalam hatinya.

"Aku ke kamar dulu, Om, Tante," ucap Cheryl. Dia kemudian bergegas menuju ke kamarnya, Gavin hanya menatap punggung Cheryl yang kini berjalan meninggalkan mereka, tanpa Gavin tahu di balik punggung itu, air mata telah mengalir membasahi wajah Cheryl. Gavin kemudian melepaskan pelukan Diandra.

"Kenapa Mas, apa kamu nggak kangen sama aku?"

Gavin kemudian tersenyum sinis. "Apa itu penting bagimu? Selama ini aku selalu merindukanmu, tapi apa kau pernah memikirkan rasa rinduku padamu? Bahkan rasa rindu ini sudah mengendap, Diandra!"

"Apa maksudmu, Mas?"

"Jadi kau belum menyadari keegoisanmu? Kau pergi begitu saja, bahkan mengabaikan putramu yang sedang sakit. Lalu, setelah itu tanpa rasa bersalah, ataupun ucapan maaf, kau mengatakan rindu? Kau pikir aku ini apa Diandra?" bentak Gavin.

Dia kemudian berjalan ke dalam kamar meninggalkan Diandra yang kini terdiam sambil menatapnya dengan tatapan kosong.

'Mas Gavin?' batin Diandra. Dia kemudian mengikuti langkah Gavin masuk ke dalam kamar.

"Mas, aku minta maaf padamu," ucap Diandra saat mereka sudah ada di dalam kamar tersebut. Namun, Gavin hanya terdiam.

"Mas tolong maafkan aku, tolong jangan bersikap seperti itu padaku. Tolong mengertilah, bukanlah kau tahu cita-citaku? Aku hanya tidak mau membuang kesempatan ini begitu saja, Mas. Aku janji, ini yang terakhir. Aku tidak akan mengecewakanmu lagi, Mas. Tolong jangan bersikap seperti ini padaku, jangan buat aku tersiksa karena sikapmu. Kau tahu kan aku sangat mencintaimu?"

"Cinta? Cih?"

"Mas.., tolong maafkan aku."

Melihat sikap Gavin yang begitu ketus padanya, Diandra lalu berlutut di hadapan Gavin. "Mas, tolong maafkan aku!" ujar Diandra sambil terisak.

Saat melihat Diandra yang menangis sambil berlutut di hadapannya, amarah Gavin pun sedikit mereda. "Kali ini kumaafkan!" jawab Gavin singkat sambil berjalan meninggalkan Diandra.

Diandra yang melihat Gavin pergi begitu saja, kemudian bangkit dari atas lantai lalu memeluknya. "Mas, tolong jangan bersikap seperti ini, aku rindu!" isak Diandra sambil memeluk Gavin, lalu menciumi tengkuk Gavin.

"Mas, aku rindu!" bisik Diandra di telinga Gavin sambil mengecup daun telinganya. Melihat Gavin yang tak bereaksi, Diandra lalu memainkan jemarinya di dada bidang Gavin sambil terus menciumi tengkuk dan punggung Gavin yang membuat Gavin terperdaya pada rayuannya. Gavin kemudian membalikkan tubuhnya lalu melummat bibir Diandra.

'Akhirnya kau luluh juga, Mas. Memang sudah seharusnya seperti itu, kau harus takluk padaku. Sejak awal, hubungan ini memang didasarkan atas kebohongan, termasuk kebohonganku saat malam pertama kita. Aku memang telah melakukan operasi keperawanan sebelum menikah agar kau percaya hanya kau laki-laki yang pernah menyentuhku. Tidak hanya itu saja, bahkan satu hari menjelang hari pernikahan kita, aku baru tahu kalau aku sedang mengandung anak dari Alex. Untungnya usia kehamilanku baru memasuki usia lima minggu, dan aku memang sengaja tidak mengkonsumsi banyak makanan saat hamil, jadi ketika aku melahirkan Frizz bobotnya memang rendah, dan kalian semua percaya kalau dia lahir prematur. Ah, kau memang bodoh Mas Gavin, dan aku menyukai kebodohanmu itu,' batin Diandra.

Sementara itu, Cheryl yang sedang berjalan melewati kamar Gavin sayup-sayup mendengar suara dessahan dari dalam kamar itu. Tak dapat dipungkiri, jika hatinya terasa begitu sakit. Dia kemudian berlari menuju ke kamarnya, menutup pintu kamar itu, lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas lantai, seketika tangisnya pun pecah.

"Rasa cinta memang terkadang begitu menyakitkan, dan aku terjerumus pada luka akibat jatuh dari mimpi yang melampaui bintang. Aku bagaikan anak domba yang ingin menggapai bintang, namun aku terlalu jauh bermimpi. Hingga akhirnya, aku terjatuh dengan teramat pilu. Seharusnya aku sadar, aku hanyalah pelampiasan karena kata cinta itu memang tidak pernah terucap. Dan saat ini aku harus bangun dari mimpiku dan belajar untuk melepaskan. Melepaskan hal yang tidak layak untuk digenggam," ujar Cheryl lirih.

Dia kemudian menghapus air matanya dengan kasar, lalu bangkit dari atas lantai, dan mengemasi barang-barangnya.

Terpopuler

Comments

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

bener2 licik diandra.. ayolaj jadi laki jg bodoh

2025-03-25

0

Lina ciello

Lina ciello

wooo demitt wedok iki

2025-02-28

0

fitriani

fitriani

wah kebohongan diandra terlalu banyak... kasihan gavin selalu d bodohi

2023-02-21

0

lihat semua
Episodes
1 Aku Cinta Padamu
2 Keponakan Kecil
3 Kutemani Malam Ini
4 Perhatian Kecil
5 French Kiss
6 Pertengkaran
7 Jangan Tinggalkan Aku
8 Masalah Hati
9 Pengkhianatan
10 Melepaskan
11 Sebuah Nama
12 Sulit Adalah Kita
13 Egois Sebentar Saja
14 Pergi Ke Lombok
15 Cokelat Terenak
16 Putraku
17 Posesif
18 Kita Mulai
19 Takdir
20 Secepat Itu?
21 Kecurigaan
22 Terlambat
23 Bantu Aku
24 Menutupi Skandal
25 Kuberi Pelajaran
26 Tatapan Aneh
27 Dimana Amara?
28 Apartemen Alex
29 Dua Orang Simpanan
30 Konsekuensi
31 Black list
32 Di Puncak
33 Jatuh Cinta Sejak Dulu
34 Ponsel Frizz
35 Adek Bayi
36 Awal Masalah
37 Teka Teki
38 Bukti Perselingkuhan
39 Kepalsuan
40 Menyesal Jatuh Cinta
41 Derita dan Luka
42 Pilihan
43 Suara Berisik
44 Restui Kami
45 Putri Kecil
46 Koper Siapa?
47 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48 Diusir
49 Bunuh Diri
50 Apa Yang Terjadi Padamu?
51 Gembel
52 Manusia Tidak Berguna
53 Earphone
54 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55 Darah Segar
56 Kejutan
57 Agak Terlambat
58 You Always My Son
59 Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60 Tamu
61 Kita Perlu Bicara
62 Senandung Lirih
63 Guncangan Psikologis
64 Kebahagiaan Cheryl
65 Acheve
66 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67 PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68 PROMO NOVEL
69 PROMO NOVEL
70 PROMO
71 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Aku Cinta Padamu
2
Keponakan Kecil
3
Kutemani Malam Ini
4
Perhatian Kecil
5
French Kiss
6
Pertengkaran
7
Jangan Tinggalkan Aku
8
Masalah Hati
9
Pengkhianatan
10
Melepaskan
11
Sebuah Nama
12
Sulit Adalah Kita
13
Egois Sebentar Saja
14
Pergi Ke Lombok
15
Cokelat Terenak
16
Putraku
17
Posesif
18
Kita Mulai
19
Takdir
20
Secepat Itu?
21
Kecurigaan
22
Terlambat
23
Bantu Aku
24
Menutupi Skandal
25
Kuberi Pelajaran
26
Tatapan Aneh
27
Dimana Amara?
28
Apartemen Alex
29
Dua Orang Simpanan
30
Konsekuensi
31
Black list
32
Di Puncak
33
Jatuh Cinta Sejak Dulu
34
Ponsel Frizz
35
Adek Bayi
36
Awal Masalah
37
Teka Teki
38
Bukti Perselingkuhan
39
Kepalsuan
40
Menyesal Jatuh Cinta
41
Derita dan Luka
42
Pilihan
43
Suara Berisik
44
Restui Kami
45
Putri Kecil
46
Koper Siapa?
47
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
48
Diusir
49
Bunuh Diri
50
Apa Yang Terjadi Padamu?
51
Gembel
52
Manusia Tidak Berguna
53
Earphone
54
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
55
Darah Segar
56
Kejutan
57
Agak Terlambat
58
You Always My Son
59
Cinta Terlarang Yang Tidak Direstui
60
Tamu
61
Kita Perlu Bicara
62
Senandung Lirih
63
Guncangan Psikologis
64
Kebahagiaan Cheryl
65
Acheve
66
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
67
PROMO NOVEL MEREBUT HATI SUAMIMU
68
PROMO NOVEL
69
PROMO NOVEL
70
PROMO
71
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!