Malam pun kini telah berganti pagi.Seorang gadis yang sudah dirias sedari subuh itu kini tengan menanti sang calon suami datang dan mengumandangkan ijab atas nama dirinya.
Dan setelah itu sah lah hubungan keduanya terikat dalam hubungan suci pernikahan.Gugup sungguh dirasa oleh gadis berparas manis itu namun dia mencoba berusaha tenang dengan menggumamkan doa doa untuk membuat hati dan perasaan nya tenang menjelas acara sakral yang akan menjadikan nya seorang istri.
"Ya ampun sayang kamu cantik sekali nak"ucap Bu Fatimah saat memasuki kamar sang anak yang kini telah disulap bagaikan sebuah kamar hotel untuk menyambut kehadiran penghuni baru dikamar itu.
"Terima kasih Bu.Apa penghulunya sudah datang Bu"tanya Kayla yang begitu terlihat tegang dan gugup.
"Belum.Apa kamu sudah menghubungi Bagas?bagaimana persiapanya disana?"tanya balik pada Kayla.
"Sudah Bu tapi ponselnya tidak bisa dihubungi"jawab Kayla yang tidak bisa lagi menutupi kecemasan nya.
"Tenanglah dia pasti datang tepat waktu dan dia pasti baik baik saja"ujar Bu Fatimah mencoba menenangkan sang putri tercintanya yang begitu terlihat cemas karena hingga detik ini Bagas masih belum bisa dia hubungi.
"Baiklah ibu keluar dulu ya,biar ibu lihat siapa tahu nak Bagas sudah ada didepan"ujar Bu Fatimah yang hanya di angguki oleh Kayla karena begitu gugup dan juga takut kalau Bagas tidak akan hadir dalam acara pernikahan mereka.
"Semoga firasatku ini meleset ya allah"gumam Kayla saat menatap punggung Bu Fatimah semakin menjauh dan menghilang dibalik pintu kamarnya.
*
*
"Nak apa Bagas masih belum bia dihubungi?"tanya Bu Fatimah yang kembali masuk kedalam kamar Kayla setelah satu jam berlalu namun masih belum ada tanda tanda Bagas muncul dirumah itu.
"Iya Bu.Bagas masih tidak bisa dihubungi,apa dia masih belum datang juga?"tanya Kayla yang kini merasakan sesuatu yang membuat hatinya merasa takut.
"Belum Nak.Bagaimana ini?penghulu nya sudah menunggu dari tadi"tanya Bu Fatimah yang juga dibuat bingung oleh ketidak datangan calon menantunya itu.
"Kay penghulunya sudah menunggu tuh,kenapa masih belum keluar?"ujar Zoan yang tiba tiba muncuk dibalik punggung Bu Fatimah yang berdiri diambang pintu.
"Bagasnya belum datang Zo dan dia tidak bisa dihubungi"jawab Kayla dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Sepertinya firasatnya kali ini benar benar terjadi.Kalau Bagas sudah mengingat semuanya dan pergi meninggalkan dia.
"Tenanglah aku aka coba menyusulnya siapa tahu dia hanya begitu gugup jadi terlambat datang"ucap Zoan mencoba menenangkan Kayla dan segera bergegas menuju kekostan dimana Bagas tinggal selama 6 bulan terakhir.
*
*
Tangan Kayla bergetar dan air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi saat membaca sebuah surat yang Zoan bawa dari tempat tinggal Bagas selama 6 bulan terakhir ini.
Sakit,hancur,kecewa dan juga malu bercampur menjadi satu kala sang Ibu dengan menahan rasa malu mengumumkan kalau pernikahan antara Kayla dan juga Bagas dibatalkan karena suatu hal yang tidak bisa diberitahukan.
Kini Kayla pun hanya bisa menangis tersedu menangisi takdirnya yang begitu menyedihkan.Masih dalam balutan kebaya yang khusus dia persiapkan untuk acara sakralnya bersama dengan Bagas,Kayla tersenyum getir dan mulai berjalan gontai menelusuri setiap jengkal ruangan yang ada didalam rumahnya yang kini sudah dihias dengan begitu indahnya untuk menyambut hari bahagianya.
Namun malang tidak dapat ditolak,mujur tidak dapat diraih.Walaupun begitu kerasnya dia berusaha dan berdoa jika itu bukan kehendaknya(Allah) maka semua tidak akan pernah terjadi.
Hingga Kayla pun akhirnya jatuh pingsan karena begitu syok dengan apa yang dia alami hari ini.Hari yang seharusnya menjadi hari bahagia malah menjadi duka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Wanti Suswanti
jahat banget Bagas..seharusnya batalin baik2 jangan main tinggal aja..
2023-12-24
2
Elisabet tandi
semangat ya thor nulisnya kayaknya makin seru deh ceritanya, sy ikut kecewa thor sama bagas 😪
2022-09-16
1
Nani Mardiani
Bagas salah besar, harusnya setelah ingatannya kembali tuh datang menjelaskan apa yg terjadi pada diri Bagas kepada Kayla dan ibu Fatimah. Jujur apa yg terjadi bukan dengan pergi begitu saja. Kasian donk Kayla dan ibu, mungkin dengan berkata jujur masih bisa terima alasannya.
2022-09-16
3