"Kayla pamit ya Bu"ucap Kayla saat berpamitan dengan sang Ibu untuk kembali kerumah sakit untuk menjaga Bagas.
"Iya Nak,hati hati ya.Kabari Ibu jika kamu mendapat kesulitan atau butuh bantuan"jawab Ibu Fatimah yang telah memberikan ijin untuk anaknya menjaga pria asing yang ditemukan anaknya dalam keadaan yang memprihatinkan.
Kayla pun mulai beranjak meninggalkan rumah untuk kembali kerumah sakit.Kini Kayla pergi dengan menggunakan motornya untuk ke rumah sakit.
Tadi siang saat Kayla pergi untuk wawancara Kayla memang sengaja tidak menggunakan motor karena memakai rok span yang menurutnya akan agak sulit jika menggunakan motor,maka Kayla pun lebih memilih menggunakan taksi online.
berhubung rumah Kayla berada diperumahan yang padat penduduk jadi jalanan nya pun memang sedikit sempit tidak jarang mobil yang akan memasuki kawasan itu harus terhambat dengan kendaraan lain nya dan butuh bantuan tukang parkir yang sudah hapal benar lokasi itu.
Disaat Kayla menemukan Bagas Kayla memang sengaja berjalan jalan dahulu untuk menenangkan dirinya agar bisa menjalani sesi wawancara dengan lancar tanpa rasa gugup yang berlebihan.
Kayla pun memilih berjalan jalan menelusuri jalanan yang menuju sebuah taman yang akan ramai jika hari libur tiba.Sedangkan untuk hari kerja dan sekolah maka taman itu akan sepi dan hanya di isi beberapa pengunjung saja itu pun kalau nggak lansia ya para ibu hamil yang tengah berolah raga ringan.
Namun pagi itu lokasi itu entah kenapa mendadak sepi,tak ada seorang pun yang nampak disitu namun hal itu tidak dihiraukan oleh Kayla sama sekali.
Kayla tetap menikmati waktunya menunggu waktu wawancara nya tiba disana.Namun naas yang didapat Kayla,bukan nya mendapat pekerjaan ini malah menyaksikan kejadian yang begitu mengerikan.
*
*
Kayla berjalan menelusuri lorong yang menuju ke arah kamar dimana Bagas dirawat.Kayla menarik nafas panjang saat akan memasuki kamar itu.
Walaupun masih diliputi kebingungan namun Kayla tetap kembali kesana untuk menjaga Bagas yang masih belum sadarkan diri.
"Selamat malam sus,maaf saya lama ya?"ucap Kayla saat masuk kedalam mendapati suster Ana sedang memeriksa keadaan Bagas.
"Nggak apa apa,lagi pula jam kerja saya masih ada beberapa menit lagi kok"jawab suster Ana tersenyum ramah.
"Apa Mas Bagas sudah siuman sus?"tanya Kayla lagi karena saat masuk Ana terlihat sedang memeriksa kondisi Bagas.
"Iya tadi sempat terbangun namun kembali tidur.Mungkin efek obat yang diberikan tapi Mbaknya tenang saja sepertinya besok paisen sudah mulai siuman kembali"jelas suster Ana pada Kayla.
"Berhubung mbak sudah disini maka saya pamit ya,semoga besok pasien siuman kembali"lanjutnya sebelum beranjak keluar kamar meninggalkan Kayla bersama dengan Bagas.
"Iya sus terima kasih"
Kayla pun berjalan mendekati Bagas yang masih anteng aja menutup matanya tanpa mau tahu betapa kebingungan nya orang yang kini duduk dikursi dekat ranjang menemani dan menjaganya.
"Cepat sadar dong,aku bingung harus bagaimana sekarang.Aku bingung harus bayar pengobatan kamu dari mana,sedangkan pekerjaan saja aku tidak punya"lirih Kayla menatap bingung pada Bagas.
Karena rasa lelah dan juga kantuk Kayla pun tertidur disisi ranjang bagas dengan posisi terduduk dan merebahkan kepalanya disamping ranjang.
*
*
Kayla mengerjapkan matanya saat merasakan sebuah sentuhan lembut dikepalanya.
"Bagunlah,posisi itu akan membuat tubuhmu sakit"
Seketika Kayla langsung bangkit kala mendengar ucapan lirih Bagas.Kayla manatap tak percaya kalau kini Bagas sudah terbangun dari tidur atau pingsan nya.
"Ka_kamu sudah bangun?tunggu aku panggilkan dokter ya"Kayla pun berlari keluar kamar untuk memanggil Dokter atau suster yang bisa membantu memeriksa keadaan Bagas saat ini.
Saking terkejut nya Kayla karena Bagas telah siuman Kayla sampai melupakan sebuah tombol yang terletak diataa ranjang Bagas yang diperuntukan untuk memanggil Dokter.
Bagas sendiri menatap bingung pada gadis yang baru saja meninggalkan nya sendirian disana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Reni Suryani
Lanjut
2022-09-04
0