"Yang Mulia, apakah kita perlu meminta bantuan dari Planet Halida untuk masalah ini?" tanya Weim.
"Ah, aku rasa tidak perlu. Jika nantinya para Silverian itu tiba-tiba memutuskan untuk menyerang, maka seseorang dari Planet Halida juga akan ikut menjadi korbannya. Lagi pula, urusan mereka adalah dengan para Palladina, dengan kita," jawab Anexta.
Weim kemudian mengangguk, lalu, ia dan Xyon berjalan ke arah yang berbeda untuk menjalankan perintah dari sang ratu.
Beberapa jam kemudian, ketika semua hal sudah siap, termasuk juga perlengkapan-perlengkapan yang terlihat sudah dibawa masuk ke dalam kereta antar planet yang sedang terparkir di halaman depan istana, oleh para pelayan.
Anexta dan Ryena lalu dengan cepat, berjalan masuk ke dalam kereta antar planet tersebut.
Sang ratu kali ini tentu membawa prajurit bersamanya, namun jumlahnya tidak banyak, karena tujuannya hanya ingin menggertak para Silverian itu, bukan untuk berperang melawan mereka.
Xyon tidak ikut naik ke dalam kereta antar planet yang membawa sang ratu dan adiknya itu. Ia sendiri sebelumnya sudah berubah menjadi sebuah bintang kecil yang berwarna ungu tua, kemudian melesat langsung menuju ke Galaksi Bima Sakti, Planet Bumi, sendirian, agar lebih tiba terlebih dahulu di sana.
Anexta masih menunggu kehadiran Weim, Arex, Sey, dan Nordian untuk ikut bersama dengannya. Ia sebenarnya agak sedikit panik karena hal yang sangat mendadak ini, namun, ia berusaha untuk tetap tenang.
Begitu keempat jenderal tersebut terlihat sedang berlari mendekatinya, Anexta langsung memberikan perintah, "Jenderal Arex dan Jenderal Sey, kalian akan langsung menuju ke Planet Silverian dan cari tahu apa yang sedang terjadi di sana. Jika kalian bisa menemukan para pejabat tinggi yang bekerja untuk kerajaan Silverian, aku harap kalian bisa menyampaikan kepada mereka bahwa aku akan meminta penjelasan mengapa mereka melakukan ini semua!"
"Baik, Yang Mulia!" seru Arex dan Sey.
Mereka berdua langsung mengubah tubuhnya masing-masing menjadi sebuah bintang kecil yang langsung melesat ke luar angkasa.
"Jenderal Weim dan Jenderal Nordian, kalian akan ikut denganku!" seru Anexta lagi.
"Baik, Yang Mulia!" seru Weim dan Nordian bersamaan.
Sesampainya Xyon di dalam Planet Bumi, ia langsung mendarat tepat di sebuah desa yang sangat terpencil, yang jauh dari pusat keramaian.
Hanya beberapa manusia yang tinggal di sana dan kebanyakan daerah itu adalah hutan yang lebat dan luas. Ia mulai memperhatikan sekelilingnya, mencari tahu apakah pesawat luar angkasa milik para Silverian itu sudah mendarat atau belum.
"Semoga saja aku tidak salah. Mereka seharusnya berada di sekitar sini," gumamnya dalam hati.
Ia terus berjalan hingga masuk ke dalam hutan. Setelah beberapa menit berjalan, ia tiba-tiba menghentikan langkahnya begitu ia melihat Flerix dan seorang pengawalnya sedang berbicara, dari jarak yang agak jauh dengan dirinya.
Sepertinya mereka sendiri baru saja tiba di sana. Xyon juga melihat pesawat luar angkasa milik para Silverian, Silvir, yang baru saja dimatikan mesinnya dan berada tepat di sebelah raja dari Planet Silverian itu.
"Pengacau, benar-benar pengacau. Bukankah seharusnya mereka sudah tidak lagi memiliki energi yang tersisa? Aku yakin kami semua sudah menghancurkan bulan-bulan milik mereka dan memindahkan posisinya ke bagian paling belakang hingga planet itu berhenti berotasi, namun, apa yang sedang terjadi sekarang?" gumamnya dalam hati sambil memicingkan matanya ke arah Flerix dan Dovrix di kejauhan.
Setelah yakin dengan posisi mereka, Xyon langsung mengubah dirinya lagi menjadi sebuah bintang kecil dan dengan cepat ia melesat ke luar angkasa.
Flerix tentu menyadari setitik sinar kecil yang tiba-tiba melesat keluar angkasa dari kejauhan.
Ia langsung tersenyum dan bergumam kepada Dovrix yang sedang berdiri di depannya, "Akan segera dimulai, Dovrix."
Sepertinya ia memang sengaja memperlihatkan dirinya kepada sang Jenderal Senior yang sedang memperhatikannya tadi, dari kejauhan.
Xyon melesat dengan cepat menuju ke titik di mana kereta antar planet yang sedang membawa Anexta, Ryena, dan prajurit-prajuritnya serta keempat jenderal lainnya sedang melintas.
Ia tentu tahu di mana kereta antar planet itu sedang mengarah, karena dari atau menuju ke Planet Bumi, hanya ada satu jalan yang bisa dilalui mereka agar terhindar dari bebatuan kecil seperti asteroid atau komet yang begitu banyak melintas di dalam ruang hampa udara.
Apalagi, lokasi lubang cacing yang biasa digunakan sebagai penghubung kedua galaksi, tentu saja diketahui semua penduduk planet yang ada di dalam Galaksi Metal.
Xyon langsung bisa menemukan kereta antar planet milik ratunya, kemudian ia melesat dengan cepat dan berhenti agak jauh, lalu mengubah fisiknya kembali seperti semula.
Masinis kereta antar planet itu tentu bisa melihat Xyon yang sedang melayang-layang di depannya. Ia langsung menghentikan kereta antar planet tersebut dengan keras, hingga Anexta terkejut dan membuka jendela yang terletak di sampingnya, lalu melihat ke luar, mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Xyon kemudian melesat lagi dengan cepat, dan berhenti tepat di mana Anexta sedang membuka jendelanya. Ia lalu menundukkan kepalanya sebentar, lalu kembali menatap lurus sang ratu.
"Yang Mulia, aku rasa itu memang mereka, para Silverian. Sepertinya mereka sedang mencari energi baru untuk planet mereka. Sekarang mereka sudah berada di tengah hutan lebat di sebuah desa. Yang Mulia," ucap Xyon pelan dengan wajah yang serius.
Anexta terdiam sebentar, kemudian setelah beberapa saat, ia berkata, "Kita akan mendarat di dalam hutan itu, namun agak jauh dari mereka. Aku tidak ingin kita menyerang atau diserang terlebih dahulu. Aku akan berusaha bernegosiasi dengan mereka, agar tidak terjadi jatuhnya korban lagi."
"Baiklah, Yang Mulia," ucap Xyon pelan.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke Planet Bumi. Kali ini, sang Jenderal Senior itu juga ikut melesat di samping kereta antar planet milik sang ratu. Di bagian belakang, ada Weim, dan Nordian juga terlihat sedang mengikuti, dengan jarak yang tidak saling berdekatan.
Anexta menghela nafas panjang, dan sambil menahan dagu dengan tangan kanannya, ia mulai bergumam, "Manusia bisa saja mengetahui di mana letak lubang cacing ini, jika para Silverian itu terus menerus mengacau di sana. Padahal, kami semua sudah lama menutup jalan masuk menuju Galaksi Metal, hanya agar para manusia itu tidak membuat kekacauan, jika mereka mengetahui adanya kehidupan lain yang ada di dalam alam semesta ini. Astaga, apa lagi yang akan para Silverian itu lakukan?"
Mereka akhirnya tiba di dalam Planet Bumi, dan langsung saja mendarat perlahan di dalam sebuah hutan yang sama dengan lokasi para Silverian itu, namun mereka menjaga jarak, dengan mendarat di tempat yang jauh dari tempat para Silverian itu terlihat tadi.
Anexta kemudian keluar dari kereta antar planet miliknya dan melihat sekeliling, lalu berseru, "Kita akan membuat perkemahan sementara, di tengah hutan ini, dan pastikan tidak ada penduduk Planet Bumi yang menjadi korban ataupun mencurigai keberadaan kita. Para jenderal bisa ditemani oleh beberapa prajurit, untuk berpatroli hingga ke desa sebelah, hanya untuk memperhatikan keselamatan para penduduknya. Kita harus memperhatikan gerak-gerik para Silverian itu secara hati-hati, karena kurangnya informasi tentang mereka."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments