Bandara Internasional soekarno Hatta.
Terlihat satu jet mendarat di bandara terlihat beberapa orang turun dan di sambut oleh anak buahnya yang terlebih dahulu datang.
" Mom kita ke hotel dulu ya lihat mu kelelahan" kata tuan Alfred, sangat khawatir melihat keadaan istrinya.
" Tapi dad, mom ingin melihat putri kita Avi dan kedua cucu kita" kata nyonya Davira.
" Mom istirahatlah dulu esok pagi kita akan ke rumah sakit" kata Jefford, senyum padanya terpaksa nyonya Davira setuju untuk istirahat.
Mereka menuju hotel yang telah dipesan terlebih dahulu mereka tidak menginap di rumah putrinya karena tidak diperbolehkan oleh pihak polisi.
Jefford dan Jack berada di kamar hotel Jef mereka membicarakan langkah yang harus dilakukan setelah ini.
" Jack" kata Jefford, memanggil sahabat sekaligus asistennya.
" Ya, ini minum dulu biar tenang" kata Jack, membawa kopi yang dia buat.
Jefford mencoba kopi yang dibuat Jack ternyata rasanya lumayan.
" Esok setelah dari rumah sakit kita ke rumah kak Vira dan mengenai kedua keponankanku" kata Jefford, mengkhawatirkan kedua keponakannya dia berharap mereka selamat.
" Menurutku hanya kakak Vira tahu dimana mereka saat ini karena tuan Doni memberitahu kalau kak Vira ditemukan dijalan" kata Jack, Jefford menanggukan kepalanya Doni sudah memberitahunya.
Keesokan harinya nyonya Devira mendesak suami dan putranya ke rumah sakit ia tak sabar melihat putrinya dan mayat menantunya, setelah sarapan pagi mereka segera ke rumah sakit di antar oleh anak buahnya.
Rumah sakit
Jefford dan lainnya sudah sampai di rumah sakit banyak orang di sana melihat mereka tapi ganya diam.
" Maaf suster apakah ada pasien atas nama Avi Hugo dan Zen Felix? " Jack.
" Mohon maaf tuan dan nyonya ada hubungan apa dengan mereka? " suster.
" Kami keluarganya" kata tuan Alfred. Suster menanggukan kepalanya dan minta untuk menunggu karena ia harus mencarinya.
" Nyonya Avi Hugo ada di ICU sedangkan satu lagi ada di kamar mayat" kata suster. Nyonya Devira menangis dalam pelukan suaminya suasana menjadi tegang.
" Jack urus makam kak Zen bawa mereka untuk membantumu" kata tuan Alfred, membicarakan anak buah.
" Baik om" seru El, mengajak tiga orang dan sisanya untuk menjaga tuan Alfred dan lainnya.
Jefford mengajak orangtuanya ke ruang ICU dimana Avi Hugo dirawat, saat sampai disana mereka melihat Doni.
" Selamat pagi tuan, nyonya" kata Doni, dengan hormat , saat melihat Jefford dan lainnya.
Orangtua Jefford dan Avi melihat putrinya yang mana seluruh tubuhnya dipasang banyak alat.
" Dad putri kita kenapa bisa begini" Nyonya Devira menangis dalam pelukan suaminya.
" Mom kita berdoa agar putri kita baik saja" kata tuan Alfred, menenangkan istrinya tapi ia menahan kesedihannya.
" Doni gimana keadaan kak Vira? " Jefford, mengajak Doni duduk.
" Semalam nyonya sempat kembali kritis tuan setelah menjalani operasi tapi sekarang nyonya koma" kata Doni, menundukan kepalanya tak berani melihat Jefford.
" Tuan saya minta maaf seharusnya waktu itu saya lebih cepat ke tempat tuan Zen dan kejadian ini takkan terjadi" kata Doni, menyesal karena ia tak berada di sana karena ia ada tugas di luar kota.
Jefford menepuk punggungnya karena ia tahu kalau Doni sudah berusaha, nyonya Devira menghapus air matanya dan membalikan tubuhnya karena ia harus mengetahui dimana kedua cucunya.
" Doni dimana Andre dan Fina? " kata nyonya Devira.
" Saya tak tahu nyonya, yang saya tahu mereka tak ada disaat nyonya Avi ditemukan" kata Doni.
" Brak"
" Mami"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
aidernia_Novelia
next
2022-10-26
1