Flashblack
Beberapa tahun yang lalu terlihat sebuah masion yang indah dipenuhi banyaknya orang sepertinya ada acara disana, semua tamu sangat memuji keindahan acara yang diperlihatkan.
Terlihat sepasang suami istri turun tangga dengan penampilan yang memakau dengan dua anak di gendongannya, mereka tersenyum pada para tamu undangan.
" Selamat hari pernikahan ke empat tuan dan nyonya Felix " kata MC, mereka hanya tersenyum.
Tuan Zen Felix dan nyonya Avi Hugo merayakan hari pernikahan mereka ke empat tahun yang dihadiri oleh rekan dan sahabat kecuali keluarga nyonya Avi Hugo karena mereka ada di Amerika menemani putra bungsu yang tengah menunjang pendidikannya sedangan tuan Felix sudah yatim piatu.
MC memulai acaranya dengan menyanyikan lagu ulangtahun.
" Mas sayang mereka tidak datang jika mereka hadir pasti membahagiaakan" ucap nyonya Avi mengingat orangtua dan adiknya.
" Sayang jangan menangis bukankah mereka sudah memberitahu kita kalau mereka tidak dapat hadir, sekarang senyumlah jangan biarkan mereka melihatmu menangis, nanti kiranya kamu tidak bahagia denganku" kata tuan Zen, Nyonya Avi tersenyum dan mencium bibir suaminya.
Disaat mereka bahagia melihat para tamu senang dengan acaranya tiba saja terdengar suara tembakan dari luar.
Dor
Terdengar suara tembakan yang tak sekali para tamu berhamburan keluar ingin menyelamatan diri masing-masing. Walau maaih ada yang terluka kena tembakan.
" Mas" Nyonya Avi sangat takut dan mengkhawatirkan suami dan dua anaknya.
" Mami papi" ucap anak laki ketakutan dalam gendongan tuan Zen, tuan Zen berusaha menyenangkan anaknya.
" Sayang bawa anak kita ke kamar jangan lupa bereskan semua barang mereka setelah itu pergi dari sini" kata tuan Zen meminta istrinya menyelamatkan diri beserta kedua anaknya.
Nyonya Avi menolak ia takkan meninggalkan suaminya.
" Zen dimana kau sudah saatnya kau habis hari ini dan tak ada seorang pun yang bisa menyelamatkanmu termasuk keluarga istrimu itu" teriak orang di luar.
" Dia " tuan Zen mengenali suara itu ia adalah sahabatnya yang berkhianat padanya, dia sangat membenci tuan Zen karena keberhasilan dalam bisnis.
" Sayang ingat nama ini dia Steve Emanuel, sekarang pergilah biar mas yang hadapi" kata tuan Zen mendorong istrinya dan menyerahkan. putranya padanya.
Dengan terpaksa nyonya Avi menuruti perkataan suaminya membawa kedua anaknya dalam gendongannya ke atas.
Saat sudah berada di kamar anaknya terdengar jelas suara berkelahian.
" Steve, kenapa kau lakukan ini bukankah kita sahabat" kata Zen.
" Hahaha, Zen ternyata kau sangat bodoh aku hanya ingin menghancurkan kerajaan bisnismu dengan begitu perusahaanku tak ada saingan lagi, kalian habisi dia" teriak tuan Steve.
Anak buah Steve menghajar tuan Zen walau ia cukup ahli dengan karate tapi menghadapi orang sebanyak ini cukup membuatnya kelelahan.
" Sekarang sudah saatnya kau meninggalkan dunia Zen, aku hampir lupa istri dan anakmu masih ada aku pasti menghabisi mereka agar tidak ada lagi yang membalasku"
Dor
Tuan Steve menembak tuan Zen tepat di kepalanya hingga tewas.
Nyonya Avi hanya bisa menangis dan mendengar suara orang itu karena ia berteriak sangat keras.
" Mas" Nyonya Avi menangis sambil membereskan barang anaknya sayangnya ia tak dapat membawa barangnya karena ia yakin suaminya telah meninggal dan terpenting adalah menyelamatkan kedua anaknya.
" Andrean bawa tas ini sayang kita akan jalan" kata nyonya Avi, Andrean menanggukan kepalanya menyandarkan tas kecil di punggungnya.
Nyonya Avi menggendong putrinya sambil memegang tas dan minta putranya jalan terlebih dahulu. Nyonya Avi membuka pintu ia melihat keadaan dan merasa lega karena mereka belum naik ke atas.
Nyonya Avi mengajak putranya keluar dengan hati keluar dari massion ini melalui pintu rahasia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
Wirda Lubis
Andrean anak nyonya avi
2023-10-23
1
aidernia_Novelia
kan karena persaingan bisnis nih ..
2022-10-26
0
LISA
oh ternyt mrk ortunya Andrean n Fina skrg udh jelas kenapa mrk ditinggalkan
2022-10-07
1