Mendengar cerita Quenny membuat Wefina merasa kasihan pada kedua anak yang kini bahagia bersama sahabatnya sungguh tega orangtua yang membuang mereka, tapi bagaimana dengan Quenny ia begitu tahu sahabatnya ingin menjadi seorang pembisnis sekaligus dokter.
Orangtua Quenny sangat menginginkan putrinya mengurus perusahaan yang didirikan oleh ayahnya tapi karena Quenny bercita menjadi seorang dokter orangtuanya hanya mendukung.
" Sekarang apa yang akan kamu lakukan Quen" kata Wefina.
Quenny tersenyum ia sangat tahu sahabatnya sangat mengkhawatirkan dirinya.
" Aku akan merawat mereka mungkin dengan pertemuan kami tak membuatku kesepian lagi" kata Quenny, mengingat ayahnya meninggal sebelum ia lulus sedangkan ibunya sudah meninggal sejak dua tahun lalu.
Wefina memeluk sahabatnya ia sangat tahu betapa rapuhnya saat ayahnya meninggal sedangkan dia sibuk dengan ujian.
" Aku akan mendukungmu tapi bagaimana dengan kuliahmu? " Wefina, mengingat tujuannya ke rumah sahabatnya membicarakan kuliah.
" Aku tetap dengan permintaan ayah dan cita-citaku Wef, jika mereka kamu khawatirkan aku sudah memikirkannya. Sekarang temani aku belanja membeli kebutuhan mereka beruntung aku menemukan uang dalam tas waktu menemukan mereka sepertinya memang sengaja di tinggalkan" kata Queeny, dengan suara pelan agar tak di dengar oleh Andrean.
" Sungguh tega orang itu membuang anak selucu mereka, ayo aku temani kita akan ke mall" kata Wefina.
Queen menggendong Fina sedangkan Andrean memegang ujung bajunya awalnya Wefina menawarkan ia memegang tangan Andrean tapi menolak membuat Wefina cemberut, tapi tak membuatnya marah ia tahu Andrean belum terbiasa dengannya.
Mereka menggunakan mobil Wefina pergi ke mall terbesar di kota mereka soal uang tidak perlu khawatir karena Quenny juga mendapat kiriman uang dari asistent ayahnya yang selama ingi mengirim uang melalui kartu Limited miliknya.
Andrean senyum melihat mall terlihat banyak orang sedangkan Fina tertidur di gendongan Quenny.
" Quen sebaiknya kita membeli kereta untuk bayi kembar untuk mereka memudahkan kita berbelanja nantinya" kata Wefina, Quenny menanggukan kepalanya mereka membeli kereta bayi kembar dengan hati-hati Quenn meletakan Fina ke kereta begitu pula dengan Andrean.
Mereka beralih menuju toko pakaian anak-anak membeli baju untuk Andrean dan Fina, para pengunjung di toko berbisik melihat dua gadis membawa dua anak di kereta tapi Quenny dan Wefina hanya mengacuhkannya.
Tidak lupa membeli makanan untuk bayi, susu Queen juga membeli tempat duduk untuk Andrean, setelah kebutuhan anak-anak di beli mereka membeli sembako tak terasa sudah lima juta Queen menghabiskan uang.
Melihat kedua anak lelah mereka memutuskan pulang sesampai rumah Queen memasak makan siang, mereka makan siang bersama Quenny menduduki Andrean kursi yang baru ia beli dan meletakkan makanan di depannya.
Queen menggendong Fina dan menyuapi bubur yang tadi ia buat, Wefina bangga melihat kasih sayang Quen terhadap dua anak yang tak dikenalinya.
Queenny dan Wefina membawa mereka ke kamar sudah waktunya tidur siang, Wefina mengajak Quenny duduk ditaman.
" Quen, apa kamu tidak mencari pembantu?. Kamu takkan kuat mengurus rumah dan mereka secara bersama apalagi kita sebentar lagi masuk Universitas" kata Wefina.
Quenny tersenyum. " Tadi pagi aku sudah menghubungi penyalur tenaga kerja untuk pembantu dan pengasuh " kata Quenny.
"Aku tak menyangka sahabatku cepat juga, baiklah aku pulang dulu nanti orang rumah mencari lagi" kata Wefina, pamit. Queen mengucapkan terima kasih karena sahabatnya sudah membantunya hari ini.
" Sepertinya mereka bangunnya lama sebaiknya aku melapor dulu pada Rt" kata Queen.
Queen menemui RT memberitahu kedatangan dua anaknya agar tidak ada masalah kemudian harinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
Leng Loy
Anak siapa sech penasaran dech
2024-08-04
0
Yani
Apa anak" yangbdi culik
2024-04-30
1
Wirda Lubis
lanjut
2023-10-23
0