Terdengar suara adzan Quenny bangun tersenyum melihat kedua anaknya masih tidur dengan nyenyaknya. Dia pergi ke kamar mandi tidak lupa bersiap untuk sholat subuh.
Tok tok tok
Quenny yang baru saja selesai sholat membuka pintu.
" Quenny bersiaplah pagi ini kita akan jalan-jalan semoga saja hujan tak turu" kata Wefina, ia masih kesal karena semalam.
Quenny tersenyum dan menanggukan kepalanya dan segera membangunkan kedua anaknya.
" Mama masih ngantuk" kata Andrea, dengan mata yang masih terpenjam.
"Brrrttttttt" Fina membuka matanya. " Baiklah mama mandikan adik dulu setelah itu kakak" kata Quenny, menggendong Fina ke kamar mandi.
Quenny tersenyum melihat Andrea bangun dan berdiri di depan pintu, Quenny memandikan Fina sedangkan Andrean mandi sendiri.
Wefina dan orangtuanya tersenyum melihat Quenny bersama kedua anaknya.
" Ayo makan setelah ini kita akan jalan-jalan " kata ibu Wefina.
" Ya tante" kata Wefina, Andrean dan Fina tak kalah hebohnya mendengarnya.
Quenny menyuapi Fina dan dirinya. " Andrean mau tante suapi juga" kata Wefina, Andrean melihatnya dan menggelengkan kepalanya.
Wefina memajukan bibirnya ibunya memintanya makan jangan menanggu Andrean.
Mereka menikmati berbagai macam permainan yang tersedia Andrean dan Fina sangat bahagia.
Tak terasa sudah dua minggu mereka liburan di puncak sudah saatnya mereka kembali ke kota dan melanjutkan kegiatan masing-masing.
Ayah Wefina mengantar Quenny dan kedua anaknya terlebih dahulu seperti biasa Wefina menginap di rumah Quenny dan orangtuanya tak bermasalahannya.
Keesokan harinya Quenny memasak untuk sarapan pagi.
" Ternyata hanya ini yang ada apa aku membuat omelet saja dan bubur untuk Fina" guman Quenny, melihat kulkasnya ternyata hanya telur dan sedikit sayuran.
Quenny tersenyum ia mengingat daun teh yang ia petik saat di puncak dia merebusnya untuknya dan Wefina, Quenny juga menyiapkan susu untuk Andrean dan Fina.
" Kalian sudah bangun kita sarapan ini saja ya kebetulan bahan makanan sudah habis" kata Quenny, melihat Andrean duduk di kursinya dan Fina dalam gendongan Wefina.
" Tidak apa ma, ini sudah enak" kata Andrean, memakan omeletnya.
" Quenny setelah ini mau kemana? " Wefina.
" Sepertinya aku belanja di pasar saja Wefina tolong jaga mereka ya bersama mbak Ila" kata Quenny.
" Tidak apa kami akan bermain ya kan Andrean dan Fina" kata Wefina, Andrean menanggukan kepalanya, Fina memainkan rambut Wefina.
Setelah makan Quenny bersiap ke pasar memang harga pasar tak semahal mall tapi kualitasnya tak mencewakan.
" Sayang mama pergi dulu ya ingat jangan nakal" kata Quenny, Andrean menanggukan kepalanya dan mencium pipi Quenny tidak lupa Fina juga minta cium.
Quenny ke pasar di temani oleh bibi Ena mereka membeli ikan, daging, telur, sayuran dan bahan lainnya. Quenny tidak lupa juga membeli buah-buahan.
Wefina mengajak mereka ke taman di temani oleh mbak Ila, Wefina tersenyum melihat Andrean bermain bersama anak lainnya.
" Fina, juga ingin main sayang" kata Wefina, Fina tersenyum.
Wefina mengajari Fina berjalan di atas rumput dia ingin membantu Quenny mengajarinya berjalan dan bicara.
" Sayang coba katakan mama" kata Wefina, mereka duduk di karpet di sewa oleh Wefina.
" Mam mama" kata Fina, dengan cadel. " Uh senangnya mama pasti senang mendengarnya" kata Wefina, senang Fina sudah bisa mengatakan kata mama.
" Tante Fina sudah bisa bicara ya" kata Andrean, bahagia mendengar adiknya sudah bisa bicara .
"Coba saja Andrean mencobanya" kata Wefina.
" Fina coba bilang mama" kata Andrean.
" Ama" sahut Fina.
Prok prok prok.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
aidernia_Novelia
👏👏
2022-10-26
1