Sudah Empat bulan Quenny menjadi mahasiswa untuk dua jurusan sekaligus walau dia pernah merasa lelah diwaktu bersamaan merawat dua anak yang tak sengaja bertemu dengannya, juga harus kuliah di dua jurusan.
Quenny pernah jatuh sakit dan di rawat rumah sakit selama lima hari membuat Andrean dan Fina tak henti menangis, mereka takut kehilangan kasih sayang seorang ibu yang sangat mencintai mereka.
Beruntung Wefina senantiasa menemani dan membantu Andrean dan Fina ketika ia dirawat rumah sakit, Quenny hanya ditemani oleh bibu Ena waktu itu dia melarang kedua anaknya ke rumah sakit takut terkena virus.
Di kampus malam hari.
Sudah jam sepuluh malam kuliah belum juga selesai membuat Quenny memikirkan kedua anaknya, Wefina juga melihat ke arah Quenny tepatnya di sampingnya ia tahu sahabatnya sedang memikirkan dua anak mungkin sedang menunggunya pulang.
Di rumah Quenny.
Kedua anak Quenny tidak mau tidur padahal hari telah menunjukkan jam setengah belas mereka berdua terus memanggil Quenny dan tidak mau tidur.
" Tuan nona kecil hari larut ayo tidur, mbak sudah membawa susu untuk nona Fina setelah itu tidur ya!" Andrean menggelengkan kepalanya dan Fina melempar susu dengan tangan mungilnya.
" Bibi sudah menghubungi nona? " Ila, pada bibi Ena. Dia minta agar bibi Ena menghubungi Quenny.
Bibi Ena menggelengkan kepalanya "Apa nona masih kuliah ya" kata bibi Ena.
" Mungkin saja" seru mbak Ila, terus membujuk kedua anak untuk tidur.
Di kampus.
Quenny terus gelisah memikirkan anaknya hari ini memang banyak kuliah yang harus ia jalani, materi ini wajib diikuti oleh mahasiswa Bisnis dan Manajemen makanya dosen memboros waktu karena sebentar lagi akan ujian semester.
Empat puluh lima menit kemudian baru kuliahnya selesai membuat Quenny lega, dia melihat jamnya ternyata sudah jam setengah belas empat puluh lima menit.
" Wef, ayo kita pulang takutnya mereka masih belum tidur" kata Quenny, merapikan buku dan memasukannya di dalam tas.
" Dari mana kamu Quen hari hampir jam sebelas malam? " Wefina, mengikuti langkah Quenny keluar dari kelas.
" Perasaanku yang menyatakannya" kata Quenny, Wefina diam dan mereka masuk ke mobil masing-masing menuju rumah Quenn.
" Ya Allah bi badan nona Fina panas" kata Ila, cemas Fina terus menangis dan badannya sedikit panas.
" Mbak siapa yang sakit? " Quenny, nafasnya ngongosan saat sampai di rumah ia berlarian.
" Mama hiks hiks pulang" kata Andrean, merentangkan tangannya minta dipeluk oleh Quenny.
" Ya Allah sayang mama minta maaf tadi memang hari ini sibuk, mbak? " Quenny.
" Ini nona, nona Fina panas karena menangis tak henti sejak tadi" kata Ila.
Quenny sedih melihat keadaan putrinya ia menyesal meninggalkan mereka terlalu lama, Quenny menggendong Fina, Wefina minta bibi dan Ila untuk istirahat.
" Wefina, bisa minta tolong bawa kopres " kata Quenny, sedihnya.
" Apa kita bawa ke rumah sakit saja? " Wefina, Quenny memikirkannya dan memutuskan hanya memberi kompres untuk Fina.
Wefina membawakan air dingin disertai es dan handuk kecil diserahkan pada Quenn. " Jika panasnya belum turun baru esok kita ke rumah sakit" kata Quenny, memberikan kompres pada Fina.
Wefina mengajak Andrean tidur bersama di kamarnya agar Quenny bisa tenang merawat Fina, Andrean melihat mamanya merawat adiknya dia menanggukan kepalanya.
Quenny memeriksa Fina dengan termometer ternyata menunjukan 38%.
" Ternyata panas sekali nak cepatlah sehat " kata Quenny.
Semalam Quenny merawat Fina sampai tidurnya seperti ayam, beruntung panas Fina turun itu membuat Quenny lega.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
Leng Loy
Sibuk banget Queeny
2024-08-04
0
Wirda Lubis
lanjut..
2023-10-23
1
Mauli_datun
sampai sini bacanya lari2 & sambil mikir apa yang di maksud,,, 🤔🤔 typo itu wajar kok thor,,,, namanya juga manusia,,, 😁 tetap semangat berkarya, lebih baik lagi penulisannya & sukses selalu 💪💪💪
2022-12-14
0