Quenny dan lainnya merasa kecewa karena semalam mereka tak bisa melaksanakan acara barbeque tepat saa sore hari tiba saja hujan turun sangat lebat, membuat semua rencana mereka gagal.
Quenny dan orangtua Wefina hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Wefina kesal.
" Wefina untuk apa terus kesal sejak semalam, apa tidak malu dengan mereka? " Ibu Wefina, menunjuk ke arah Andrean dan Fina asyik bermain.
" Kita kan sudah mempersiapkan semuanya" kata Wefina.
" Wefina sudah nanti aku buatkan makanan yang enak untukmu" kata Quenny.
Wefina tersenyum dan bersemangat lagi mendengar makanan enak mereka disana hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Orangtua Wefina mengajak mereka ke kebun teh untuk memetik teh.
" Mama memangnya ini bisa diminum? " Andrean, saat mereka bertiga memetik teh bersama Fina di kereta dorongnya.
" Tentu sayang nanti mama buatkan untuk semuanya" kata Quenny, tersenyum melihat Andrean senyum.
" Wah sepertinya putri kecil mama juga ingin" kata Quenny, saat Fina bertepuk tangannya.
" Quenny ayo kita kembali hari sudah mulai panas tak baik untuk mereka" kata ibu Wefina.
Ya tante, dimana Wefina, tan?" Quenny, membantu Andrean duduk di kereta dorong bersama Fina.
" Bersama om ayo biar tante yang mendorongnya kamu pasti sudah berat membawa keranjang di belakang, tante tak menyangka kamu memetik teh sebanyak ini" kata ibu Wefina, saat melihat keranjang Quenny penuh dengan daun teh.
Quenn tersenyum malu ia tak menyangka bisa memetik daun teh sebanyaknya.
" Tante, Apa Quenny bisa membawanya pulang sangat jarang bisa minum teh dari daun teh sendiri" kata Quenny.
" Tante rasa tak masalah, ayo kita masuk bibi penjaga Villa sudah memasak " kata Ibu Wefina, ketika mereka sudah sampai di Villa.
Wefina dan ayah Wefina sudah menunggu mereka di halaman belakang Villa duduk dengan beralas karpet.
" Andrean, Fina mari bersama tante biar mama membersihkan diri" kata Wefina.
Andrean melihat Quenny banyak keringat membasahi wajahnya, Wefina sangat bahagia saat Andrean minta dimandikan karena ia belum bisa sendiri.
Setelah membersihkan diri mereka makan siang bersama di halaman belakang Villa.Quenny menyuapi bubur yang telah dimasak oleh ibu Wefina.
Quenny mengajak kedua anaknya untuk istirahat terlihat jelas Andrean mulai memenjamkan matanya dan Fina sudah terlelap di pangkuan Quenny.
" Wef, gimana kuliahmu? " Ayah.
" Alhamdulillah yah baik saja " ucap Wefina, menyandar di dada ayah.
" Sayang apa kamu tidak lelah kuliah malam hari? " ibu Wefina.
" Nggk bu. Wefina kan bisa tidur lebih lama pagi harinya dan Wefina tak bisa tinggalkan Quenny sendirian" kata Wefina.
" Ibu dan ayah salut dengan persahabatan kalian, kalian sahabat saat masih kecil sampai sekarang jagalah persahabatan kalian. Jika ada perbedaan pendapatan bicaralah dan mencari solusinya" kata ibu.
" Ya bu terima kasih atas nasehatnya" kata Wefina, memeluk ibunya. Quenny keluar dari kamar setelah anaknya tidur saat mencari Wefina tanpa sengaja mendengar Pembicaraan Wefina dengan orangtuanya.
Quenny mengingat kebersamaan ketika orangtuanya ia menjadi sedih dengan menghapus air matanya keluar mengambil minuman.
" Quenny kata ibu kamu memetik teh banyak dimana? " Wefina, tahu kalau sahabatnya tadi mendengar pembicaraan mereka maka itu dia mengikuti Quenny ke dapur.
" Ya nanti aku buatkan untuk kita semuanya. Aku mau menaruh ini dulu takutnya Andrean haus saat bangun" kata Quenny, meninggalkan Wefina menuju kamar ia tak ingin sahabatnya tahu kesedihannya.
Wefina hanya menghela napasnya ia tahu Quenny menghindarinya agar tidak tahu kesedihannya, tapi Quenny salah Wefina tahu kesedihannya.
" Semoga kamu menemukan kebahagiaanmu sendiri, Quenny" guman Wefina. Masuk ke kamar untuk istirahat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
Wirda Lubis
lanjut
2023-10-23
1
melia
😢😢ikut sedih
2022-10-28
1
aidernia_Novelia
bestie 🥰
2022-10-26
0