Prok prok prok
Semua orang bahagia karena Fina sudah bisa menyebut kata mama Wefina mencium pipi Fina karena ia gemes hingga menangis membuat Andrean kesal.
" Tante lihatkan Fina nangis, nanti Andrean bilang ke mama" kata Andrean, senyum jahil.
" Uh sayang maafkan tante karena membuat kesayangan tante menangis habisnya tante senang karena Fina sudah bisa bicara, gimana kita beri mama kalian kejutan ia pasti senang" kata Wefina, memberi ide.
Andrean menanggukan kepalanya setuju dengan dikatakan Wefina, ia tak sabar melihat kebahagiaan Quenny saat mendengar Fina memanggilnya mama.
Quenny membeli kebutuhannya dan anak-anaknya tidak lupa membeli bahan untuk diisi dalam kulkas.
" Fina pasti suka" guman Quenny, melihat penjual topi. Quenny membeli beberapa topi yang lucu untuk putri kecilnya tidak lupa untuk Andrean.
Setelah berbelanja ia menuju mobilnya di parkiran tidak lupa kembali memeriksa takutnya ada yang belum ia beli.
" Alhamdulillah semuanya sudah dibeli sebaiknya aku segera pulang mereka pasti menungguku" guman Quenny, mengendarai mobil menuju rumah.
Di rumah Quenny.
Wefina meminta bibi memasak makanan yang spesial.
" Tante Andrean tak sabar menunggu mama pulang" kata Andrean, memegang tangan adiknya yang tertidur di kereta dorongnya.
Tak lama Quenny pulang bibi dan mbak Ila membantunya membawa belanjaannya ke dalam, saat tiba di ruang tengah Quenny melihat heran ke arah kedua anaknya biasanya mereka antusias melihatnya pulang tapi sekarang mereka fokus dengan acara televisi yang tayang.
" Hmmm sepertinya kalian fokus sekali melihat acaranya sampai tak menyadari mama pulang" kata Quenny, senyum.
" Ya ma acaranya seru" kata Andrean, matanya tetap fokus ke arah TV sedangkan Fina asyik minum susu dan di pangku oleh Wefina.
" Ya sudah mama ke kamar dulu" kata Quenny, menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya karena ia merasa gerah seharian di pasar.
" Tante mama tidak marahkan " kata Andrean, ia takut jika Quenny marah karena tidak menyambutnya.
" Percaya sama tante mama takkan marah, ayo kita bersiap dan memberi kejutan untuk mama" kata Wefina, mengelus kepala Andrean, Andrean senyum dan menanggukan kepalanya.
" Fina nanti setelah mama keluar dari kamar, panggil mama ya" kata Andrean, Fina senyum. Dan mereka menunggu Quenny keluar kamar.
" Mama" kata Afina, tertawa sambil bertepuk tangannya.
Quenny yang baru saja membersihkan diri dan berniat untuk menemui anaknya, saat pintu terbuka ia mendengar suara yang lembut memanggilnya.
Quenny menangis haru saat mendengar putri kecilnya kembali menyebutnya mama, Quenny tak henti mencium pipi putrinya.
" Mama" Fina tertawa.
" Sayang mama bahagia sekali putri mama sudah bisa memanggil mama" Quenny, tersenyum mencium wajah putrinya.
" Nona makanannnya sudah siap" kata bibi. Quenny menatap heran ke arah Wefina bukannya bahan makanannya habis.
" Setelah kamu pergi ibu datang membawa bahan makanan mereka baru saja pulang dari mall, ayah yang meminta ibu untuk membelinya ayo kita pesta hari ini karena Fina sudah bisa bicara" kata Wefina, tahu dari tatapan Quenny.
Mereka menikmati makanan yang disiapkan oleh bibi tidak lupa Quenny menyuapi Fina.
Malam harinya Quenny dan Wefina berangkat ke kampus kebetulan ayah dan ibu Wefina datang, kata mereka sangat merindukan keduanya padahal mereka baru saja pulang dari liburan.
Quenny tidak sabar menyelesaikan kuliah Bisnis dan segera mengurus perusahaan yang ditinggalkan oleh papinya, orang kepercayaan papinya sudah memintanya untuk ke perusahaan karena pemegang saham ingin CEO sekaligus pemilik perusahaan segera di tempati.
Beruntung orang kepercayaan papinya dapat meyakinkan mereka karena Quenny ingin fokus pada kuliahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 134 Episodes
Comments
Wirda Lubis
ibu wefina baik
2023-10-23
2
aidernia_Novelia
banyak orang baik disekitar queeni
2022-10-26
1
7umiatun
semangat berjuang semoga dan bahagia selalu thorr q penasaran orang tuanya adrean dan feny
2022-09-09
3