Lazarus dan yang lainnya pergi ke pintu masuk Kasino, saat mereka ingin masuk tiba-tiba seorang pria bertubuh gemuk dan berkepala botak, di dampingi oleh empat pengawal menghentikan Lazarus dan yang lainnya.
"Rakyat jelata, aku sangat tertarik kepada gadis Elf itu? Apakah kamu ingin menjualnya?" Pria gemuk itu melirik ke arah Alyssa dengan mata penuh nafsu dan terkadang menjilati bibirnya.
Alyssa menatap pria gemuk itu dengan niat membunuh.
Di Planet Antares perbudakan adalah hal yang wajar. Terutama di wilayah manusia, mereka terkadang menjual budak berbagai ras yang merupakan kriminal, budak hutang atau tahanan perang.
Lazarus segera menghentikan Alyssa.
"Tuan, dia adalah sahabat saya... Saya tidak ingin terjadi keributan di sini, apakah tuan boleh membiarkan kita masuk?" Lazarus menatap tajam ke arah Pria gemuk itu.
Hahaha
"Rakyat jelata aku adalah Alvin Smith pewaris Baron Smith, Aku dapat membunuhmu dengan mudah. Cepat serahkan gadis Elf itu dan... Anak juga istrimu terlihat sangat cantik aku akan membelinya juga." Alvin Smith mengambil tiga koin emas dari Kantung penyimpanannya, kemudian melemparkannya ke wajah Lazarus.
"Orang--" Sebelum Blossom menyelesaikan perkataannya Lazarus menutup mulut Blossom. Kemudian menyuruh Iris untuk mengendong Blossom.
Alyssa dan Iris sudah tidak tahan lagi untuk membunuh pria gemuk itu, tetapi mereka penasaran dengan hal apa yang akan dilakukan Lazarus selanjutnya.
Lazarus memungut tiga keping Koin Emas tersebut.
"Seperti yang diharapkan dari Rakyat Jelata." Alvin Smith segera pergi ke arah Alyssa dan Iris dengan senyum menjijikan.
Swooosh!
Lazarus tiba-tiba melemparkan 3 Koin emas itu tepat mengenai tiga kepala Pengawal, yang berada di belakang Alvin Smith. Ketiga pengawal itu tidak dapat menghindarinya, sehingga tiga koin emas itu menembus tiga kepala pengawal itu. Darah bercucuran dari tiga kepala pengawal itu. Ketiga pengawal itu dalam sekejap jatuh ke tanah dan akhirnya mati.
Alvin Smith sangat terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
Lazarus menggunakan kesempatan itu untuk mencekik Alvin Smith, dan mengangkatnya ke udara.
Semua orang yang berada di sana segera pergi ke arah Lazarus melihat apa yang telah terjadi. Mereka, berpikir ini hanyalah perkelahian biasa. Tapi, saat mereka melihat tiga mayat pengawal yang tergeletak di tanah. Mereka, sadar ini bukan perkelahian biasa.
Berhenti!
Para penjaga Kasino Black Rose segera mengelilingi Lazarus.
"Aku a-adalah putra pertama Baron Kane Smith, kamu tidak dapat membunuhku." Alvin Smith terus meronta ronta untuk melepaskan diri dari cekikan Lazarus akan tetapi genggaman Lazarus sangat kuat.
"Tuan, hentikan!" Para penjaga mengacungkan senjata mereka ke arah Lazarus.
"Aku sudah memberikanmu banyak kesempatan... Elf yang ingin kamu jadikan budak adalah Alyssa the Moon Flower Witch dan anak kecil itu adalah Nona Blossom Regulus putri pertama Duke Alastair."
Semua orang yang mendengar itu sangat terkejut. Orang itu hanyalah anak seorang Baron, tetapi berani menyinggung Keluarga Bangsawan Duke Regulus dan Penyihir Ranah Epik.
"Apakah kalian masih ingin membantu orang ini?" Lazarus bertanya seraya melirik para penjaga dengan tatapan dingin.
Para penjaga menjadi gemetar, mereka tidak ingin menyinggung Keluarga Regulus dan seorang Penyihir Ranah Epik. Mereka kemudian melihat ke arah Blossom, wajah Blossom mempunyai ciri-ciri seperti putri Duke Alastair.
"Tu-tuan, maa--" Sebelum Alvin Smith menyelesaikan kata-katanya Alvin mati karena kehabisan nafas.
Lazarus kemudian melemparkan mayat Alvin ke arah satu pengawal yang tersisa. Meskipun, ini pertama kalinya Lazarus membunuh manusia, dia tidak merasakan apapun, karena Planet Antares pembunuhan, adalah hal yang wajar. Apabila, dia tidak melakukan ini maka suatu saat dia yang akan di posisi Alvin Smith.
"Katakan pada Baron Smith, Semua apa yang kamu lihat hari ini!!" Lazarus memberikan perintah.
"Baik, Tuan!" Pengawal itu menjawab dengan tubuh gemetar seraya mengendong mayat Alvin Smith.
Keheningan terjadi, kejadian itu terjadi secara tiba-tiba. Seorang pewaris Bangsawan terbunuh di depan mata mereka. Lazarus pergi ke arah Iris yang sedang menutupi mata Blossom.
Sesaat kemudian seorang gadis kecil cantik dengan mata merah dan rambut pirang bergelombang, dan memakai pakaian hitam glamor, di dampingi dua pelayan wanita bermata merah keluar dari Kasino.
"Siapa yang membuat keributan di kasino milikku! Aku mencium bau darah di sini!" Gadis kecil itu berteriak.
"Salam, Nyonya Claire." Para penjaga di sana membungkuk.
Gadis kecil itu adalah pemilik Kasino Black Rose, Claire Aurelia Moon Blood salah satu dari 7 leluhur vampire.
"Claire sudah lama tidak bertemu." Iris berkata sambil tersenyum.
"Crow?" Claire menjawab dengan suara bernada dingin.
Claire kemudian melirik ke arah tiga mayat pengawal Alvin yang berada di sekitar pintu masuk.
"Bersihkan itu! Crow, Alyssa bisakah kalian menceritakan semuanya di dalam?" Claire menyuruh Iris dan yang lainnya masuk ke dalam Kasino.
"Baiklah." Alyssa mengandeng tangan Lazarus kemudian mereka masuk ke dalam Kasino.
Setelah Lazarus dan yang lainnya masuk ke dalam Kasino, semua orang yang berada di sana berebut untuk membersihkan mayat para pengawal, karena mereka tahu di setiap kepala pengawal terdapat satu Koin emas.
Di dalam Kasino Black Rose lantai pertama, Lazarus melihat banyak orang yang sedang memilih Batu sedimen, dia juga melihat ratusan ribu batuan sedimen berwarna hitam pekat berbagai ukuran dan harga.
"Alyssa, apakah pria itu yang membunuh empat pria diluar?" Claire melihat Lazarus dengan tatapan mengintimidasi.
Kasino Black Rose mempunyai sebuah aturan, dimana seseorang tidak boleh membunuh dan menumpahkan darah di sekitar Kasino.
'Master, gadis Vampire ini sungguh kuat.'
'Ignis, dia adalah Claire Aurelia Moon Blood salah satu dari tujuh leluhur Vampire, dia adalah leluhur ketujuh dan bagian dari 7 leluhur Vampire dan dia adalah Vampire dengan garis darah paling murni.'
"Urs, membunuh pria itu, karena dia bertindak di luar batas, seharusnya aku yang membunuh pria itu." Alyssa menjawab.
"Baiklah, aku memaafkan kalian tapi apabila kalian melakukannya sekali lagi, aku tidak akan mentolerir kesalahan kalian." Claire menghela nafas panjang.
"Nyonya Claire, maafkan aku. Tetapi apakah kamu mempunyai seekor Magical Beast Dark Pigeon?" Lazarus bertanya seraya sedikit membungkuk.
Magical Beast Dark Pigeon adalah Beast jenis merpati paling cepat saat mengirimkan surat. Mereka, berhabitat di Benua Selatan tempat tinggal para Demon, Angel, Vampire dan berbagai ras lainnya.
"Lancang! Kamu berani berkata tidak sopan padaku... Kamu sudah membuat kekacauan di Kasino milikku, dan sekarang kamu berani meminjam merpati milikku." Claire menjawab dengan ekspresi marah.
"Claire, berhentilah Urs pasti mempunyai sebuah alasan." Iris berkata.
"Baiklah, apa yang akan kamu berikan sebagai bayaran, dari membuat kekacauan di Kasino milikku dan meminjam merpati ku?" Claire menatap mata Lazarus dengan tajam.
"Saya akan memperlihatkan Anda sesuatu yang menarik... Sebagai bayaran untuk itu semua." Lazarus tersenyum percaya diri.
Claire berpikir sejenak kemudian berkata," Apabila kamu tidak dapat memperlihatkan sesuatu yang menurutku menarik? Apa yang akan kamu korbankan?" Claire tersenyum memperlihatkan dua taring kecil di mulutnya.
"Saya akan mengorbankan nyawa dan darah saya pada Nyonya Claire." Lazarus tersenyum halus.
Alyssa, dan Iris sangat terkejut mendengar itu semua. Claire adalah seorang leluhur Vampire, apabila Lazarus berkata seperti itu maka Lazarus sudah menawarkan dirinya menjadi pelayan Claire seumur hidupnya.
"Ha ha ha, Aku sangat menyukai keberanianmu, Pelayan berikan aku kertas dan pena, juga bawa Black Wind ke sini."
"Baik Nyonya."
Alyssa menarik jubah Lazarus kemudian berkata," Urs, ini adalah sebuah pertaruhan yang sulit untuk di menangkan.. Saat kamu menjadi pelayan Claire, kamu akan menjadi seorang Vampire dan paling buruk kamu akan digunakan sebagai cadangan makanan."
"Alyssa, aku tidak akan bertaruh pada hal yang seratus persen tidak dapat aku menangkan. Aku yakin dapat memenangkan pertaruhan ini." Lazarus tersenyum halus.
"Manusia, terlalu percaya diri adalah suatu kebodohan." Claire berkata.
"Aku tidak ingin mendengarnya dari seorang yang hidup lima ribu tahun. Tetapi, belum pernah merasakan darah seorang pria." Lazarus menjawab sambil melirik ke arah mata Claire.
"Darimana ka-kamu mengetahuinya?" Claire menjawab dengan tergagap dan ada rona merah di wajahnya.
Lazarus mengetahuinya Claire belum pernah meminum darah pria, maka, dari itu tubuh Claire tidak pernah tumbuh menjadi wanita dewasa. Sebagai Vampire darah murni dia membutuhkan darah pria untuk menjadi dewasa dan meningkatkan kekuatannya. Akan tetapi Claire hanya ingin meminum darah manusia atau ras humanoid pria yang dia cintai.
Pelayan membawakan kertas, pena dan Magical Beast Dark Pigeon. Magical Beast Dark Pigeon mempunyai bentuk seperti merpati biasa, akan tetapi mempunyai bulu gelap dan mata merah.
Lazarus kemudian duduk di kursi dan meja yang sudah di sediakan, lalu menulis surat untuk Marquis Edgar Allan.
"Apakah namamu Angin Hitam, kamu pasti pernah pergi ke Kediaman Bangsawan Allan, kamu harus memberikan surat ini kepada Marquis Edgar Allan." Lazarus kemudian mengambil Inti Demon Beast dan memberikannya kepada Angin Hitam.
Angin Hitam merasa sangat senang dan segera memakan Inti Demon Beast itu.
"Inti Demon Beast itu, adalah bayaran kamu.. Semoga kamu bisa segera berevolusi." Lazarus mengelus kepala Black Wind seraya mengantungkan suratnya di leher Black Wind.
Black Wind kemudian terbang dengan cepat ke kediaman Marquis Allan.
"Apa! Black Wind dengan cepat menuruti pria itu! Ketika aku memerintahkannya dia selalu mengulur waktu berhari-hari." Claire berkata dengan suara bernada marah.
"Nyonya Claire, Beast juga mempunyai hati. Black Wind pasti dapat berevolusi menjadi Demon Beast Four Winged Darkness Pigeon dalam waktu dekat." Lazarus tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 586 Episodes
Comments
lance lor
lanjut mc
2023-09-28
0
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Heh, MC Aku Semakin tertarik denganmu Hahahaha!
2023-08-07
2