Kesadaran Lazarus memasuki ruang dimensi di dalam Cincin Draupnir. Ketika Lazarus memasuki ruang cincin Draupnir, dia melihat ruangan luas berbentuk kubus dengan luas permukaan 100 meter persegi. Ruangan itu dipenuhi dengan banyak koin emas, koin perak, koin platinum dan logam mulia.
'Ruang dimensi ini dipenuhi oleh harta. Bahkan tiga kali lipat lebih banyak dari harta di sarang Melanthios.' pikir Lazarus.
Lazarus tahu bahwa ras Dwarf adalah ras yang kaya. Para Dwarf mempunyai skill membuat Artefak nomer satu di Planet Antares, harga Artefak mereka mulai dari ratusan koin emas, sampai jutaan koin platinum, tergantung Rank dan material yang dipakai untuk pembuatan Artefak. Selain itu mereka juga tinggal di area yang kaya akan hasil tambang. Delapan persen emas di Planet Antares berasal dari para Dwarf. Menurut Lazarus para Dwarf tidak akan memburu Mythical Beast Red Dragon Ignatius dengan putus asa, hanya karena harta ini.
Lazarus mulai mencari apa yang dicari oleh para Dwarf dengan putus asa. Kesadaran Lazarus menelusuri ruang dimensi di dalam Cincin Draupnir. Akhirnya dia sampai di bagian tengah ruang cincin Draupnir.
Lazarus menemukan banyak buku kuno tentang ras Dwarf, cetak biru senjata Rank Legendary, Artefak berbagai rank dan material langka untuk membuat Artefak. Tapi dari itu semua yang membuat Lazarus sangat terkejut, adalah catatan mengenai silsilah bangsawan Dwarf dan Artefak palu berwarna emas dengan banyak ukiran Rune kuno.
Lazarus mengenali Artefak palu itu.
"Apakah ini Artefak Ruler's Golden Hammer Rank Mythical?" Lazarus melebarkan matanya.
Artefak Ruler's Golden Hammer adalah Artefak suci para Dwarf di urutan pertama. Berbeda dengan cincin Draupnir yang merupakan urutan ke dua belas dari dua belas Harta suci Dwarf. Ruler's Golden Hammer adalah lambang dari raja Dwarf dan diwariskan secara turun temurun kepada Raja Dwarf. Artefak ini hanya dapat digunakan oleh Dwarf. Efeknya juga sangat curang. Ruler's Golden Hammer dapat menaikan persentase keberhasilan menempa Artefak Legendary sebanyak 80%. Palu ini juga terbuat dari logam Uru atau logam para Dewa. Ruler's Golden Hammer juga disebut sebagai Palu yang tidak pernah hancur.
"Ignatius kamu telah mencuri pondasi Ras Dwarf. Artefak Ruler's Golden Hammer, buku kuno, dan silsilah bangsawan Dwarf lebih berharga dari nyawa mereka sendiri. Para Dwarf pasti akan memburu kamu sampai ke ujung dunia." Lazarus menggigil ketakutan membayangkan dirinya di posisi Ignatius.
Lazarus mulai memikirkan apa yang harus ia lakukan pada harta ini. Dia hanya mempunyai dua pilihan.
Pilihan pertama dia menyimpan harta ini dan pura-pura tidak mengetahui apa-apa, karena jika Lazarus menjual harta ini ke pasar gelap dan seorang Elder Dwarf mengetahuinya dia akan diburu oleh semua Dwarf di Planet Antares.
Pilihan kedua dia mengembalikan harta ini kepada para Dwarf dan menjadi teman para Dwarf.
Lazarus akan memilih pilihan kedua. Dia tidak ingin menjadi musuh para Dwarf. Jika dia menjadi musuh para Dwarf dia akan bernasib sangat tragis. Bahkan Red Dragon Ignatius yang terkenal arogan, kejam dan ganas dibuat tidak berdaya oleh para Dwarf. Dia akan lebih banyak mendapat keuntungan jika berteman dengan para Dwarf.
'Aku harus pergi ke Kerajaan Terra sebelum pergi ke Kekaisaran Lion Heart. Aku hanya sedikit mengetahui tentang konspirasi kematian Lazarus. Kekuatanku juga tidak sehebat kekuatan Lazarus meskipun aku seorang Knight Rank Epik akan tetapi kemampuan bertarung milikku hanya setara dengan Knight Rank Elite.' pikir Lazarus.
Meskipun Syam sekarang adalah Lazarus dan orang yang menciptakan Lazarus. Akan tetapi Syam hanyalah Lazarus palsu. Sifat mereka saling bertolak belakang bagaikan dua mata koin.
Lazarus kemudian memilih Artefak dari harta Dwarf, Karena Artefak para Dwarf lebih baik dari Artefak di timbunan harta Melanthios, yang bahkan sudah rusak karena racun dan panasnya lava. Jadi Lazarus berpikir lebih baik menggunakan Artefak para Dwarf. Lazarus hanya memilih Artefak Rank Rank Elite dan Rare, karena jika dia memilih Artefak Rank Unique atau diatasnya, dia akan menjadi incaran orang-orang jahat di sekitarnya. Memakai Artefak Rank tinggi tanpa kekuatan sama saja seperti memberikan daging kepada serigala.
Lazarus akhirnya memilih beberapa Artefak Rank Rare dan Elite. Diantaranya Armor Black Wolf Rank Rare, Tombak Silver Tiger Rank Rare, Cincin Forest Heart Rank Elite, Topeng Chameleon Rank Elite, Cincin Penilaian dan Cermin dan untuk berjaga-jaga ia juga membawa Artefak Belati White Dragon Rank Epik. Setelah itu kesadaran Lazarus meninggalkan ruang Cincin Draupnir.
Lazarus membuka matanya. dia kelihatan sangat bersemangat karena mendapat banyak keberuntungan di dalam Cincin Draupnir. Dia kemudian mengeluarkan Artefak yang sudah ia pilih dari Cincin Draupnir.
Lazarus membayangkan bentuk dan nama Artefak. Sesaat kemudian Rune di Cincin Draupnir bersinar, lalu Artefak muncul dari sinar Cincin Draupnir. Lazarus segera membawa dan memakai Armor Black Wolf.
"Armor ini sangat cocok denganku, material Baja Hitam yang ringan, kuat dan fleksibel sangat cocok untuk bertarung, dan bulu dari Magical Beast Black Wolf sangat berguna di keadaan apapun terutama saat suhu dingin. seperti yang diharapkan dari Artefak buatan para Dwarf." Lazarus bergumam.
Lazarus kemudian membawa Artefak Topeng Chameleon. Sesuai namanya Artefak ini digunakan untuk penyamaran. Meskipun tidak dapat digunakan untuk merubah wajah menjadi wajah orang lain. Namun, Artefak Topeng Chameleon dapat digunakan untuk merubah bagian wajah seperti warna mata, bentuk hidung, atau bekas luka. Dia pergi ke arah cermin dan melihat pantulan dirinya di cermin.
"Lazarus memang seorang pria tampan. Meskipun ia seorang pria yang bodoh." Lazarus bergumam.
Lazarus memakai Artefak Topeng Chameleon, kemudian merubah warna matanya yang biru menjadi warna ungu, lalu memberikan bekas luka di pipi kanannya. Meskipun, ada bekas luka di pipi kanannya wajah Lazarus tetap tampan.
"Transparan" Lazarus membaca mantra.
Tiba-tiba Cincin Draupnir di jari telunjuk tangan kanannya menghilang, sebenarnya Cincin itu hanya menjadi tembus pandang. Lazarus tidak mengerti kenapa Ignatius dapat mencuri Cincin Draupnir. Padahal Cincin ini dapat berkamuflase dengan jari penggunanya. Berarti hanya ada satu alasan untuk menjawab itu semua, Ignatius bertarung dengan Raja Dwarf 1000 tahun yang lalu, dan berhasil membunuh Raja Dwarf. Karena pemilik Cincin Draupnir mati Cincin Draupnir tidak lagi berkamuflase, dan Ignatius mengambilnya tanpa sengaja karena merasakan mana dari Cincin itu.
Kekurangan Cincin Draupnir yaitu ruang dimensi didalamnya sangat mudah hancur akibat serangan dari dalam dan tidak bisa memasukkan ras Humanoid kecuali Beast dan Beast ternak. Jika Lazarus memasukan Demon Beast liar, kedalam Cincin Draupnir dan Demon Beast itu menyerang Barrier dalam Cincin maka Demon Beast itu dapat dengan mudah keluar.
"Ignis tidak akan menghancurkan Cincin Draupnir ini. Meskipun Ignis sedikit nakal tapi ia masih menuruti perintahku." Lazarus bergumam.
Ruang Cincin Draupnir dapat menampung 6 ekor Naga dewasa. Lazarus juga sudah memasang Barrier pembatas antara harta Dwarf dan ruang yang akan menjadi tempat penyimpanan harta Melanthios dan tempat tinggal Ignis.
Lazarus pergi ke sarang Melanthios dia ingin mencari keberadaan Ignis, karena dia sudah berjanji untuk berburu dengan Ignis. Saat Lazarus sampai di ruang harta Melanthios dia tidak melihat Ignis di sana. dia mencari Ignis di danau lava dan di sekitar sarang tapi dia tidak dapat menemukan Ignis.
"Apakah Ignis pergi keluar goa?" Lazarus bergumam.
Lazarus dengan panik mengambil tombaknya, lalu dia berlari pergi keluar dari goa untuk mencari Ignis. DIa sangat khawatir kepada Ignis. Hutan Eternal Poison adalah tempat yang berbahaya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 586 Episodes
Comments
Faeryd D'Squidy
inspirasinya dpt darimana thor🤔🤔
2024-01-14
3
anggita
ikut ng👍like aja.. smoga novelnya sukses. 👌
2022-12-03
3
Hanachi
pesan moralnya, jangan pernah meninggalkan bayi di rumah sendirian 😄
2022-11-03
4