Upacara kebangkitan telah selesai. Lazarus dan yang lainnya berpamitan dengan semua orang dan para Priest.
"Urs, aku mempunyai sedikit urusan. Besok pagi kamu harus pergi ke kediaman Allan atau gerbang timur yang berada di Kota Lion Castle, Cucuku Eleanor dan adikku Charlotte akan menunggumu di sana."
"Terima kasih atas semuanya, Tuan Edgar." Lazarus tersenyum seraya sedikit membungkuk.
Setelah berpamitan, Marquis Edgar kemudian memasuki kereta kuda, yang ditarik oleh War Beast Wind Horse.
"Urs, kamu sangat beruntung The Storm Swordsman, memperlakukan kamu dengan baik." Alyssa berkata.
Julukan Marquis Edgar adalah Storm Swordsman, dia mempunyai mana element petir, selain itu dia adalah seorang Marquis yang menjaga perbatasan sebelah timur Kekaisaran Lion Heart.
Kekaisaran Lion Heart, mempunyai empat Duke dan tujuh Marquis dan semuanya adalah Ksatria dan Penyihir yang kuat. Empat Duke diantaranya adalah Duke Regulus penguasa wilayah bagian Utara, Duke Leandro penguasa wilayah bagian Timur, Duke Leontios penguasa wilayah bagian Barat, dan Duke Aslan penguasa wilayah bagian Selatan.
"Alyssa, apakah kamu mengetahui siapa adik perempuan Marquis Edgar yang bernama Charlotte? Aku seperti pernah mendengarnya." Lazarus bertanya.
Fufufu
"Urs, Apa maksudmu Pemimpin Pasukan Golden Lion Charlotte Leandro?" Alyssa menjawab seraya terkekeh kecil.
"Apa! Leandro? Bukankah dia adalah adik kandung Marquis Edgar Allan? Apa hubungan Keluarga Bangsawan Allan dan Keluarga Bangsawan Leandro?" Lazarus sangat terkejut mengetahui bahwa adik Marquis Edgar adalah bagian dari keluarga Leandro.
"Urs, Marquis Edgar adalah anak ke tiga dari Duke Adrian Leandro dan Asteria Allan, putri pertama Keluarga Bangsawan Marquis Allan." Amarilis berkata.
"Mengapa Marquis Edgar tidak mengikuti upacara pewarisan tahta Timur? Dan menjadi pewaris Duke Leandro?" Lazarus bertanya.
Menurut Lazarus, Marquis Edgar adalah orang yang pantas menjadi seorang Duke Timur. Daripada pewaris tahta Duke Leandro yang lain, mereka semua hanyalah sekumpulan tiran yang tidak mempedulikan rakyatnya.
"Duke Adrian Leandro, mempunyai tiga orang putra dan satu orang putri dari dua orang istri. Awalnya Duke Adrian ingin menyerahkan posisi itu kepada Edgar, akan tetapi saat itu Marquis Abercio Allan kakek Edgar, meninggal karena usia tua, mengakibatkan terjadi perebutan tahta antara para pewarisan Marquis Allan, Keluarga Bangsawan Allan hampir hancur pada saat itu. Edgar akhirnya mundur dari upacara pewarisan tahta dan pergi untuk menyelesaikan konflik di wilayah Allan." Iris berkata.
Menurut hukum Kekaisaran Lion Heart, Bangsawan lain tidak boleh mencampuri urusan Bangsawan lainnya, termasuk perang saudara. Marquis Edgar kemudian membuang nama keluarga Leandro dan mengganti namanya menjadi nama keluarga Allan, untuk menyelesaikan konflik wilayah Allan.
"Urs, di balik wajah tampan dan halus Edgar, dia sudah membunuh semua pamannya dan ribuan orang di medan perang." Alyssa berkata.
"Aku mengerti! Tetapi, Marquis Edgar, pasti mempunyai sebuah alasan untuk melakukan itu. Apabila dia tidak melakukan itu semua dan perang terus berlanjut, pasti akan lebih banyak rakyat yang menjadi korban dan menderita."
"Aku setuju dengan kamu Urs." Iris tersenyum.
Iris mengingat tentang masa lalunya. Dia, Altair dan Lazarus menggulingkan kekuasaan pamannya Kaisar Halbert Lion Heart. Kaisar kejam dan tiran yang akan di ingat sepanjang sejarah Kekaisaran Lion Heart.
...****************...
Lazarus dan semua orang pergi ke Alun-alun kota Lion Castle, mereka ingin mengikuti Festival Lazarus Regulus yang diadakan setiap satu tahun sekali, sebagai penghormatan kepada Lazarus yang sudah membunuh Melanthios.
Saint Iris, Duke Alastair Regulus, Nona Amarillis.
Mengetahui kedatangan Saint Iris dan Keluarga Bangsawan Regulus, semua orang membungkuk dengan penuh rasa hormat.
Iris dan yang lainnya seperti seorang selebriti di Kekaisaran Lion Heart. Semua rakyat sangat menghormati mereka.
Bangsawan Regulus berbeda dengan Bangsawan lainnya, mereka dihormati karena mereka selalu mementingkan rakyatnya, daripada diri mereka sendiri. Mereka, memerintah bukan dengan rasa takut tapi memerintah dengan kasih sayang. Meskipun, daerah mereka adalah daerah paling miskin dibandingkan daerah Duke lain.
"Urs, kami akan menyusul kalian setelah melakukan beberapa urusan." Alastair berkata seraya melirik nyonya Cassandra dengan tatapan lembut.
Lazarus mengetahui bahwa Alastair ingin berkencan dengan Cassandra, karena mereka selalu sibuk mengurus wilayah Regulus. Mereka berdua, tidak mempunyai waktu untuk berkencan.
"Urs, aku ingin pergi ke suatu tempat, kita akan bertemu saat makan malam." Amarilis tersenyum kemudian pergi meninggalkan Lazarus.
Lazarus sekarang bersama, Blossom, Alyssa dan Iris. Mereka menjadi pusat perhatian, di alun-alun Kota Lion Castle terutama Iris.
"Iris, kamu harus menyembunyikan identitas milikmu. Agar kita dapat berkeliling kota dengan nyaman." Alyssa berkata.
"Baiklah, kebetulan aku sudah membawa pakaian dan Artefak penyamaran untuk menyamar." Iris tersenyum.
Lazarus, dan yang lainnya, pergi ke ujung gang kecil. Karena, Alyssa dan Iris ingin mengganti pakaian dan memakai Artefak penyamaran.
"Urs, kamu harus berjaga di sini, ingat jangan mengintip kami!"
"Baiklah."
Lazarus menunggu Alyssa dan Iris sambil bermain dengan Blossom dan Asterion.
"Kakek, apakah kakek pernah melihat Naga?" Blossom bertanya.
"Kakek, pernah melihat banyak Naga di masa lalu." Lazarus menjawab.
"Apakah Black Dragon Melanthios yang di lawan Kakek Lazarus kuat?"
"Mythical Beast Black Dragon Melanthios sangat kuat, dia adalah seekor Crossbreed Beast yang mempunyai kekuatan untuk menghancurkan sebuah kerajaan."
"Blossom ingin menjadi kuat seperti ayah dan kakek Lazarus." Blossom tersenyum.
"Blossom pasti akan menjadi gadis yang kuat di masa depan." Lazarus berkata seraya mengelus rambut Blossom.
'Master, apakah aku akan lebih kuat dari ibu?'
'Ignis, kamu dan Asterion akan lebih kuat dari ibumu.'
Ignis sudah mengetahui ibunya terbunuh saat melawan Lazarus. Tapi, Ignis tidak merasakan dendam terhadap Lazarus yang sudah membunuh ibunya, karena Lazarus membunuh Ibunya dalam pertarungan yang adil. Di dunia Beast tidak ada aturan, mereka semua hanya memakai hukum rimba dimana kekuatan adalah segalanya.
Sesaat kemudian, Alyssa dan Iris sudah berganti pakaian.
"Urs, apakah aku terlihat cantik?"
Alyssa menghampiri Urs dengan gaun indah berwarna hijau, dia menyisir rambut pirangnya ke belakang memperlihatkan iris mata emasnya mempesona. Telinga panjang Elf dan wajah berbentuk Opal. Alyssa terlihat seperti seorang Dewi dia sekarang dapat menyaingi kecantikan Iris.
'Elf adalah ras yang paling rupawan.' Pikir Lazarus.
"Alyssa, apakah kamu akan pergi ke kasino? Aku sudah lama tidak pergi ke kasino." Iris tersenyum halus.
Iris sekarang memakai kacamata tebal dan pakaian kasual biasa. Dia merubah warna rambutnya menjadi warna pirang tetapi masih tidak dapat menyembunyikan keanggunannya.
"Saint Iris? Apakah kamu adalah The Black Crow sang penjudi akut yang selalu kalah dalam bertaruh?" Lazarus bertanya.
Menurut ingatannya Iris mempunyai identitas lain. Selain menjadi seorang Saint, dia adalah seorang penjudi akut yang selalu kalah dalam perjudian dan seorang petarung jalanan dengan element cahaya.
Orang-orang menjulukinya Gagak Hitam karena dari 1000 kali bertaruh, Paling banyak dia hanya memenangkan 5 taruhan.
"Tidak!! Statistik Luck milikku sama seperti setiap orang 5/10. Berbeda dengan Lazarus yang mempunyai statistik Luck 3/10. Mungkin aku terpengaruhi oleh Luck Lazarus mengakibatkan aku selalu kalah!" Iris membantah.
Rata-rata semua penduduk di Planet Antares mempunyai Luck 5/10.
"Urs, apakah kamu ingin membiarkan seorang Lady yang cantik, berjalan sendirian?" Alyssa tersenyum seraya mengulurkan tangannya.
Lazarus kemudian menggandeng tangan Alyssa.
"Terima kasih." Alyssa tersenyum.
Mereka kemudian pergi ke Kasino Black Rose untuk bertaruh. Sebelum pergi ke Kasino Lazarus memasukan Asterion ke dalam Cincin Draupnir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 586 Episodes
Comments
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Kasino Kah?
2023-08-07
2