Lazarus dan yang lainnya pergi ke Kasino Black Rose. Dalam perjalanan mereka melihat banyak sekali orang berlalu-lalang. Mereka, bukan hanya berasal dari Kota Lion Castle tetapi orang-orang dan para Bangsawan yang ingin bertemu dengan Saint Iris dan Keluarga Bangsawan Duke Regulus, untuk menjalin hubungan.
"Tuan, apakah kamu dapat memberiku sedikit uang? Aku dan anakku belum makan selama 3 hari."
Seorang pengemis perempuan yang mempunyai banyak kusta di tubuhnya, seraya membawa gadis kecil seusia Blossom di sisinya, meminta sedikit uang pada Lazarus.
Iris menghampiri pengemis itu dan memberikannya, beberapa Koin perak.
Healing Light
Iris menyembuhkan penyakit kusta yang di derita pengemis wanita itu, menggunakan sihir cahaya bintang 5.
"Semoga Dewa memberimu kesembuhan."
"Terima Kasih Nona Priest," Pengemis itu berterima kasih pada Iris.
"Iris, kamu tidak pernah berubah." Alyssa berkata.
"Aku hanya menjalankan kewajiban sebagai seorang Saint." Iris tersenyum.
Lazarus mendekati pengemis perempuan itu. Kemudian mengambil Koin perak yang sudah diberikan oleh Iris.
"Urs, apa yang kamu lakukan!" Iris dan Alyssa terlihat sangat kesal melihat Lazarus seperti itu.
"Nyonya siapa namamu?" Lazarus bertanya.
"Nama saya Tears dan nama anak saya Selena." Pengemis perempuan itu menjawab.
"Apakah, sebelum ini kamu mempunyai sebuah profesi?" Lazarus tersenyum.
"Saya dulu adalah seorang pelayan di kediaman seorang Baron, tapi sejak Baron yang kami layani meninggal karena perang kami hidup menjadi gelandangan."
"Apakah, kamu bisa membaca dan menulis?"
"Saya bisa membaca dan menulis."
Lazarus, kemudian mengeluarkan banyak Koin Emas dari Cincin Penyimpanan Draupnir, jumlahnya 5000 Koin emas.
Concealment !
Iris dan Alyssa segera menggunakan mantra sihir penyembunyian. Mereka, terkejut Lazarus tiba-tiba mengeluarkan Koin Emas sebanyak itu. Lazarus kemudian mengeluarkan Artefak kantung penyimpanan.
"Tu-tuan, a-apa maksud semua ini." Nyonya Tears tergagap karena tiba-tiba Lazarus mengeluarkan banyak Koin emas.
"Nyonya Tears, Aku memberikanmu Koin emas ini untuk membuat panti asuhan, dan sebuah rumah besar untuk para gelandangan di Kota Lion Castle." Lazarus berkata.
"Tapi, Tuan bagaimana caraku untuk membuat panti asuhan dan rumah penampungan? Meskipun, saya mempunyai uang tapi aku tidak mempunyai Izin dari penguasa dan juga seseorang yang akan membantuku. Mereka, akan curiga bila seorang pengemis tiba-tiba membangun sebuah panti asuhan dan rumah penampungan. Para Bangsawan akan menganggap aku pencuri dan mengambil semua uang pemberian tuan." Nyonya Tears menjawab dengan ekspresi putus asa.
Lazarus kemudian memberikan Lencana pemberian Marquis Edgar, kepada Nyonya Tears. Iris dan Alyssa sangat terkejut atas tindakan Lazarus.
"Nyonya Tears bila orang-orang menanyakannya katakan uang ini adalah pemberian Tuan Urs, dan kamu sudah mendapat Izin dari Bangsawan Allan. Dengan lencana ini Bangsawan lain tidak akan dapat menyinggung kamu. Sekarang kamu pergi ke Gerbang Selatan kemudian mencari seorang penjaga bernama Fred setelah itu pergi ke Guild petualang dan mencari Party Black Cat.. Apabila mereka bertanya katakan kamu diperintahkan oleh Tuan Urs." Lazarus berkata.
"Terima kasih Tuan," Nyonya Tears bersujud sambil meneteskan air matanya.
"Nyonya Tears, gunakan uang itu dengan bijak, selain membangun panti asuhan dan rumah hunian yang besar, kamu juga harus menggunakan uang itu untuk membeli buku produksi, dan Potion untuk para gelandangan yang sakit."
Alyssa dan Iris saling memandang, mereka menyesal sudah berpikiran negatif pada Lazarus.
"Tuan, apakah boleh saya mengetahui nama anda?" Nyonya Tears berkata.
"Urs The North, Nyonya Tears saat kita bertemu lagi aku ingin merasakan makanan masakanmu." Lazarus tersenyum.
"Terima kasih Tuan Urs, Saya akan selalu menyambut Anda." Nyonya Tears sekali lagi bersujud pada Lazarus.
Lazarus akan pergi dari tempat itu, tetapi saat dia pergi, anak perempuan Nyonya Tears menarik jubahnya.
"Terima Kasih Tuan, saya akan selalu mengingat anda." Anak perempuan itu membungkuk pada Lazarus.
Saat mata anak perempuan itu melihat ke arah Lazarus, Lazarus merasakan seperti diawasi oleh ribuan mata.
'Eye Of Truth'
'Ignis apa maksudmu?'
'Manusia itu mempunyai Skill Eye Of Truth dia dapat melihat semua kebenaran. Meskipun, master sudah menyamar dengan Artefak dan ditutupi Aura Naga manusia itu dapat melihat wajah asli master!'
"Kakek Blossom adalah kakek yang baik." Blossom meminta Lazarus menggendongnya.
"Gadis kecil apabila kamu ingin berterima kasih, saat kamu berumur 15 tahun pergilah ke wilayah Regulus dan menjadi teman Blossom kecil."
"Selena, kamu dapat bermain bersama Blossom." Blossom tersenyum dia tidak pernah mempunyai teman.
"Terima kasih tuan, saat aku remaja aku akan pergi ke wilayah Regulus." Gadis itu tersenyum manis seraya melirik Lazarus dengan mata berbinar. Dia seperti sudah menemukan pujaan hatinya.
Lazarus mengusap kepala gadis kecil itu kemudian melanjutkan perjalanan ke Kasino.
Lazarus tidak mengetahui kisah ini akan menjadi sebuah kisah yang sangat menarik di masa depan.
...****************...
"Urs maafkan aku." Iris meminta maaf.
"Saint Iris, aku hanya membantu orang yang kesusahan. Meskipun, aku tidak mempunyai sihir penyembuh, tetapi aku bisa memberikan mereka bantuan lainnya seperti masalah Finansial. Memberikan mereka uang sedikit hanya membantu mereka untuk sesaat, tetapi mereka tetap masih akan menjadi seorang gelandangan. Aku berpikir orang-orang itu masih bisa diberi kesempatan kedua." Lazarus tersenyum tulus.
"Aku tidak menyesal memilih seorang pria." Alyssa tersenyum.
'Wanita itu sejak kapan kita menjadi kekasih!! Aku adalah seorang pria yang sudah beristri, Apabila Iris tahu aku adalah Lazarus dia bisa membunuhku, aku seperti seorang suami yang terang-terangan berselingkuh di depan istrinya.' batin Lazarus.
"Blossom, apakah kamu ingin membeli permen kapas? Kakek mempunyai banyak uang." Lazarus tersenyum.
"Kakek Blossom ingin membeli permen kapas."
Lazarus dan Blossom pergi ke penjual permen kapas meninggalkan Iris dan Alyssa.
"Tuan Urs, sangat bijaksana meskipun, dia baru berusia sekitar 25 tahun. Selain itu aku belum pernah melihat Blossom tersenyum seperti itu." Iris berkata.
"Awalnya aku mengira dia seperti Lazarus, tapi Urs, sangat pintar dan bijaksana. Dia sudah menyelesaikan banyak permasalahan padahal aku baru mengenalnya selama 9 jam." Alyssa menggeleng ringan.
"Apa! Bukankah Urs adalah kekasihmu?" Iris terkejut mendengar itu.
Alyssa menjadi pucat dia tidak sengaja telah keceplosan, mengatakan yang seharusnya dia tidak katakan di hadapan Iris.
Sesaat kemudian Lazarus dan Blossom pergi ke arah Iris dan Alyssa.
"Apa yang kalian bicarakan? Kita harus segera pergi ke Kasino, besok pagi aku akan pergi ke Terra Kingdom." Lazarus berkata.
"Alyssa nanti aku ingin mendengar semuanya!"
Lazarus dan yang lainnya sampai ke Kasino Black Rose dia melihat banyak penjudi dari berbagai macam ras dan status berlalu lalang disana.
"Iris apakah Blossom dapat masuk?" Lazarus bertanya.
"Kita hanya akan bermain taruhan batu sedimen di lantai satu, Blossom boleh memasuki Kasino sampai lantai satu." Iris menjawab.
"Baiklah, semoga Dewa memberi aku sebuah keberuntungan."
Lazarus tersenyum seraya pergi ke arah pintu masuk Kasino.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 586 Episodes
Comments
iman
jadi penasaran gimana reaksi iris pas tau kalo dia itu suaminya/Hey/
2024-04-19
0
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... *Menyeringai* Yah Ini Akan menarik!
2023-08-07
2
Samuel Fernando
wkwkwkwkwkwk
2023-05-06
2