Setahun berlalu Lazarus dan Ignis sudah berlatih mati-matian di Hutan Eternal Poison, dengan mempertaruhkan hidup mereka. Lazarus sudah menembus Rank Master dan belajar beberapa Skill, sedangkan Ignis sudah menembus ranah Demon Beast.
Lazarus sedang berbaring malas di Hutan Eternal Poison, Memperhatikan awan matahari dan suasana Hutan Eternal Poison. Dia sudah sangat bosan berada di tempat ini.
"Apakah sekarang sudah saatnya aku pergi dari Hutan ini?" Lazarus bergumam.
Tiba-tiba seekor Red Dragon bersisik merah Crimson, dengan ukuran tinggi 2,3 meter panjang kepala sampai ekor 8 meter dan rentang sayap 7 meter, sambil membawa seekor Magical Beast Green Poison Eagle terbang ke arah Lazarus. Dia adalah Ignis.
Saat Ignis mendarat debu-debu berterbangan. Tampang Ignis yang tadinya lucu. Sekarang digantikan tampang ganas, dengan dua tanduk besar di kepalanya, sayap lebar, tubuh yang kekar disertai gigi dan cakar yang tajam.
Ignis sekarang sudah menjadi Naga remaja. dia sudah bisa terbang dan memakai Skill Naga karena sudah menerima warisan leluhurnya.
"Master, apakah kita akan pergi keluar dari hutan?" Ignis bertanya dengan suara serak seraya meletakan buruannya di samping Lazarus.
"Ignis kita akan pergi dari hutan hari ini... Tetapi apakah kamu tidak berpikir untuk hidup mandiri?"
Lazarus tahu bahwa jika keberadaan Ignis diketahui oleh orang lain, maka dia dan Ignis akan berada di dalam bahaya.
"Master, apakah kamu ingin membuang aku?" Ignis bertanya seraya menatap tajam ke arah Lazarus.
"Tidak! jika aku ingin membuang kamu... Aku akan melakukannya dari dulu aku tidak akan menjagamu sampai hari ini." Lazarus menjawab.
"Master, aku tidak ingin mendengar pertanyaan itu lagi, di bulan ini aku sudah mendengar pertanyaan itu sebanyak lima kali." Ignis memalingkan wajahnya.
"Aku hanya ingin kamu aman! Apakah kamu tidak mengetahui bahwa manusia sangat licik dan serakah? Kamu adalah seekor Naga jika kamu ikut denganku kamu akan selalu dalam bahaya... lebih baik kamu pergi ke tempat Naga seharusnya berada. Dragon Valley di pergunungan Ancient Beast. Kamu pasti akan diterima dengan baik di sana."
"Aku akan membakar mereka semua menjadi abu, jika mereka berani menyakiti Master. Aku tidak ingin pergi ke lembah Naga. Aku hanya ingin mengikuti Master.." Ignis mengeluarkan asap dari hidungnya.
"Ignis, aku adalah seorang manusia," kata Lazarus.
"Master berbeda dengan mereka, Master adalah ayahku dan seseorang yang selalu membantu dan melindungi aku." Ignis menjawab.
"Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusan kamu." Lazarus menghela nafas.
Sekarang Ignis menjadi sangat keras kepala, dia kuat dan arogan tapi tetap menuruti perintah Lazarus.
Lazarus kemudian memotong daging Magical Beast buruan Ignis lalu memasaknya. Sedangkan Ignis mengambil Inti Beast dan memakan sisa daging buruannya.
"Master apakah di dunia luar aku bisa bertarung dengan lawan yang kuat, Makan makanan enak dan bertemu Naga betina yang cantik?" Ignis bertanya.
"Ignis dunia luar sangat luas. Meskipun, kamu menjadi penguasa Hutan Eternal Poison sekarang, tetapi banyak orang dan Beast yang puluhan kali lebih kuat dari kamu. Makanan di dunia luar ratusan kali lebih enak dari makanan menjijikan di sini dan kamu adalah Naga yang tampan aku yakin banyak Naga betina yang akan terpesona olehmu." Lazarus menjawab seraya memasak daging buruan Ignis.
Lazarus tahu bahwa Ignis di masa depan bila tidak terjadi kecelakaan, akan menjadi Beast yang sangat kuat melebihi ibunya Melanthios dan ayahnya Ignatius
"Master, aku sudah merasakan pergerakan dari telur adikku, Menurutku setengah jam lagi dia akan menetas." Ignis berkata.
"Apa!" Lazarus terkejut mendengar perkataan Ignis. "Kenapa kamu tidak memberitahu aku dari awal?"
Lazarus segera mengeluarkan telur Naga berwarna hitam dari Cincin Draupnir. Telur Naga berwarna hitam dengan pola berwarna merah berada di pangkuan Lazarus. Dia segera meletakan telur itu di sisinya.
"Ignis adikmu sebentar lagi akan menetas!" Lazarus berseru dia sudah menantikan telur Naga hitam untuk menetas selama satu tahun.
"Master, sebenarnya adikku bisa menetas tiga bulan yang lalu, tetapi dia terlalu malas untuk keluar dari cangkangnya." Ignis menggerutu.
"Meskipun, adikmu mempunyai jenis yang berbeda tapi dia tetap adikmu! Aku tidak mengajarkanmu untuk merendahkan keluarga sendiri!"
"Baiklah!!" Ignis menundukkan kepalanya.
Lazarus dengan sabar menunggu telur Naga berwarna hitam itu menetas. Setengah jam kemudian telur Naga itu belum menetas.
"Ignis apakah kamu membohongiku?" Lazarus melirik ke arah Ignis.
"Aku berkata dengan jujur! Aku akan membuktikan perkataanku sekarang!"
Ignis mendekati telur Naga berwarna Hitam itu.
Kemudian membisikan sesuatu. "Kadal Kecil, apabila kamu tidak segera keluar dari cangkang sekarang, aku akan membuatmu menjadi hidangan makan malam."
Setelah Ignis membisikan sesuatu, tiba-tiba telur Naga berwarna hitam itu mengeluarkan sinar hitam bergradasi ungu. Lazarus sedikit terkejut, melihat itu semua berbeda dengan saat Ignis menetas telur itu mempunyai sinar warna yang berbeda. Telur itu terus menyerap mana di sekitarnya kemudian meredup dan kembali pada keadaan semula.
Cangkang telur Naga perlahan retak. Kepala seekor bayi Naga keluar dari cangkang itu. Bayi Naga itu mempunyai sisik berwarna hitam seperti malam dan mata berwarna merah disertai dengan dua tanduk kecil di kepalanya.
"Asterion Linus Kreon Nyxe Black Dragon"
Bayi naga itu mengumumkan nama aslinya pada dunia.
Hahaha
"Seperti yang diharapkan dari adikku, dia mempunyai nama dengan enam suku kata sama sepertiku." Ignis tertawa bahagia.
Naga adalah Beast yang kuat dan sombong terutama Naga warna, mereka tidak dapat menerima kecacatan dari keturunannya. Apabila seekor bayi Naga cacat atau tidak dapat mengumumkan nama aslinya pada dunia, mereka akan membuangnya atau langsung membunuhnya.
Lazarus di samping Ignis hanya berdiri membeku, keringat dingin mengucur dari wajahnya. Dia tidak menyangka bayi Black Dragon juga akan mempunyai 6 suku kata nama.
Bayi Naga itu keluar dari cangkangnya dengan sedikit usaha. Kemudian menjilati cairan putih lengket transparan di tubuh dan ekornya setelah itu dia memakan sisa cangkang telurnya.
"Master, mengapa kamu mempunyai ekspresi ketakutan?" Ignis bertanya. Sebagai seekor Naga Ignis sangat sensitif terhadap emosi semua orang.
"Ignis! Apakah kamu tahu artinya mengurus dua ekor Naga, yang mempunyai 6 suku kata dalam namanya?" Lazarus bertanya.
"Bukankah Master akan menjadi seorang manusia terkuat di dunia dengan dua ekor Naga kuat, yang mengikutinya?" Ignis menjawab.
Lazarus menggelengkan kepala kemudian berkata,"Tidak! aku akan menjadi buronan di seluruh dunia posterku akan dipasang di setiap rumah. Apabila aku bersembunyi di hutan para Beast memburuku, aku hanya mempunyai satu jalan yaitu kematian."
"Master, aku akan melindungi kamu! Mereka tidak akan dapat membunuhmu." Ignis berkata dengan percaya diri.
"Baiklah, aku dan kamu harus berlatih untuk menjadi lebih kuat agar mereka tidak dapat membunuh kita!"
Ignis menjawab dengan anggukan. Lazarus kemudian mengulurkan tangan ke arah Bayi Black Dragon.
"Bayi Naga apakah namamu Asterion?"
Saat tangan Lazarus ingin menyentuh bayi Naga itu, tiba-tiba bayi Naga itu mengigit tangan Lazarus.
"Apa yang kamu lakukan? Kamu menggigit tangan Master!" Ignis berkata dengan suara bernada tinggi, dari kecil dia tidak pernah menggigit Lazarus.
"Ignis berhenti memarahinya, Asterion hanyalah seekor bayi Naga. Aku tidak akan terluka hanya dengan gigitan kecil." Lazarus tersenyum sambil melihat Asterion.
Lazarus mengetahui bahwa karakter dan sifat setiap Naga berbeda. Meskipun, Ignis tidak pernah menggigit dan membakarnya akan tetapi Ignis juga adalah Naga yang nakal. Asterion melepaskan gigitannya kemudian menjilati luka bekas gigitannya.
"Ignis dia hanya mencoba untuk memastikan bahwa aku adalah orang tuanya. Bayi Black Dragon sewaktu lahir pasti akan menggigit orang tuanya, Apabila orang lain atau Beast lain terkena gigitan bayi Black Dragon, mereka akan teracuni karena racun Black Dragon, Hanya Black Dragon dan orang atau Beast yang imun terhadap racun yang dapat selamat" kata Lazarus.
"Baiklah, tapi aku seperti merasakan mana element api dari tubuh adikku."
"Iya, Asterion sama seperti ibumu Melanthios, dia adalah Naga Hybrida. Selain mempunyai Element racun dia juga mempunyai Element api." Lazarus tersenyum.
"Kadal kecil ini adalah seorang Crossbreed Beast? aku sangat iri padanya." Ignis menyemburkan api dari hidungnya.
"Ignis, apa yang kamu maksud dengan Crossbreed Beast?" Lazarus bertanya seraya mengendong Asterion.
"Crossbreed Beast adalah Beast yang terlahir dari orang tua dengan jenis yang sama dan spesies yang berbeda. Mereka mewarisi dua genetik dan kemampuan kedua orang tuanya. Crossbreed Beast sangat langka."
"Baiklah, aku mengerti! Ignis Asterion adalah seekor Naga jantan aku akan membiarkanmu untuk merawatnya di dalam cincin penyimpanan Draupnir."
"Master, aku akan merawat adikku! Akan tetapi mengapa aku harus merawatnya di dalam Cincin Draupnir?"
"Kita sekarang harus pergi ke kota, aku berpikir sudah saatnya kita pergi ke dunia luar."
Ignis kelihatan bahagia, dia sudah lama menunggu untuk keluar dari Hutan Eternal Poison. Sekarang saatnya mereka pergi dari hutan ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 586 Episodes
Comments
Dian Mardianto
calon jagoan
2024-10-07
0
Nur
sudah 1 tahun klo masih lemah parah sih
2023-12-11
2
✍️⃞⃟𝑹𝑨Pemecah Regulasi୧⍤⃝🍌
damn, minta digoreng nih 😋😋😋
2023-08-01
3