Mantan (Menantang dan menarik)

Pukul lima subuh Denisa sudah selesai dengan kewajibannya. Dia membuat sarapan dan bekal untuk Dara. Berdandan ala kadarnya, lalu mengecek semua keperluan sekolah Dara, dan mengecek keperluan yang biasa dia bawa didalam tasnya.

Denisa melihat jam, sudah setengah enam, kalau pagi begini, jam terasa sangat cepat berputar. Dara belum bangun, Denisa tak tega jika harus membangunkanya, selama ini anaknya selalu dipaksa untuk bangun cepat agar bisa berangkat bareng bersamanya. Tapi semenjak ada bu Nani, Dara bisa bangun sedikit siang.

Tapi bu Nani belum juga datang, Denisa ada jadwal di klinik milik ayah dokter Ricko pagi ini.

Sembari menunggu kedatangan bu Nani, Denisa memanasi mobilnya dulu. Mobil milik Denisa adalah mobil tua keluaran tahun 90-an. Tapi masih layak pakai.

Denisa tak ingin membeli secara kredit, karena waktu itu uangnya juga untuk membeli rumah. Denisa enggan dipusingkan oleh kreditan.

Saat akan menstarter mobilnya, ternyata mobilnya itu kembali ngadat. Denisa mendesah, sangat tak tepat waktu, mana jarak rumahnya ke klinik lumayan jauh.

Jika harus berangkat sekarang, kasihan Dara harus ditinggal sendiri. Denisa mencoba menghubungi bu Nani, namun panggilan itu tak diangkat.

"Lagi dijalan kali ya?" gumamnya sendiri.

Saat akan melangkah kedalam, sebuah mobil Fortuner warna hitam berhenti didepan pagar rumah Denisa. Ricko keluar dari mobilnya, pemuda itu sangat tampan, dengan outfit andalan, hanya kemeja biru langit dengan cardigan yang melingkar dilehernya.

Denisa sempat dibuat terpesona.

"Assalamualaikum, Nis. Jadwal ke klinik kan pagi ini?"

Denisa cepat tersadar "Waalaikumsalam, iya Dok."

"Udah siang, kok belum jalan?" Ricko melihat pada arloji mahal miliknya.

"Lagi nunggu-" mata Denisa tertuju pada motor yang dikendarai Sisi. "Itu dia, lagi nunggu bu Nani." Denisa tersenyum manis.

"Pagi-pagi udah di bikin diabetes." Ricko menggumam lalu terkekeh sendiri.

"Hayo Dok, jangan ketawa sendiri, nanti dikira orang stress." Sisi menyenggol bahu Ricko. "Stress mikirin senyumnya, eeaaa." Sisi menggoda Ricko. "Pagi Dokter Ricko."

"Pagi Si."

"Maaf ya bu Denisa, saya terlambat, itu si Sisi disuruh nganter kebluknya minta ampun."

"Ye, mama malah nyalain Sisi." Sisi membela diri.

"Nggak papa Bu, saya langsung berangkat ya, bekal dan sarapan untuk Dara udah siap semua " Denisa mengambil tasnya diatas meja tamu.

"Iya Neng, maaf ya sekali lagi Ibu telat datangnya."

"Iya Bu, santai aja." Denisa berjalan menuju pagar.

"Nggak bawa mobil?" Ricko bertanya.

"Nggak Dok, ngadat lagi."

"Bareng aku aja, jangan pesen taksi." Ricko mengambil ponsel Denisa. "Eh maaf, refleks." Ricko mengembalikan pada Denisa, dia tersenyum malu.

"Mode maksa ya Dok?" si usil Sisi kembali menggoda. Dan Ricko melayangkan tinju dari jauh.

"Emang Dokter hari ini mau ke klinik?"

"Enggak sih, tapi apa sih yang enggak buat kamu." Dia mengulum senyum, tapi kemudian Ricko tersenyum senang melihat wajah Denisa yang merona.

"Ya ampun, apes banget deh pagi-pagi udah dikasih lihat yang uwwu-uwwu. Nasib jomblo cuma bisa gigit jari cacing." Sisi mengganggu dua sejoli itu.

Denisa mendelik pada Sisi. "Eh beberan nggak papa nih Dok?"

"Ya ampun Nis, harus aku pasang baliho buat nyakinin kamu?"

"Sekalian baliho buat nulis, Denisa i love you gitu ya Dok?"

"Yuk masuk, jangan dengerin omongan setan." Ricko membukakan pintu untuk Denisa.

"Setan juga bantuin kali Dok, Dokter mah kelamaan." Teriak Sisi saat mobil itu sudah melaju.

Tanpa mereka ketahui, jika tak jauh dari sana, ada sepasang mata yang tak suka dengan pemandangan yang dilihatnya.

"Nis, jangan diambil hati ya omongan si Sisi."

"Enggaklah Dok. Saya kan udah biasa sama suster Sisi."

"Kamu sama semua orang ya menggilnya gitu?"

Denisa mengerutkan keningnya "Maksudnya Dok?"

"Kaya panggil Sisi pake suster. Nggak bisa pake nama aja gitu?"

Denisa terkekeh menutup mulutnya "Usah biasa kali ya Dok?"

Ricko mengangguk-anggun. "Kalo sama aku bisa kaki Nis. Panggil nama aja, atau kalo enggak mas gitu."

"Hah?" Denisa cengok "Saya nggak enak Dok."

"Kalo lagi berdua aja, coba deh panggil mas, nanti juga terbiasa."

"Ya ampun." Denisa tertawa "Mas gitu? Mas Ricko? Ato Ricko aja ya?"

Suara lembut Denisa merambat menghantarkan gelombang tersebut ke telinga dokter Ricko dengan gerakan slowmotion dan terdengar begitu lembut dan merdu, sampai daun telinga Ricko bergerak hingga mengalirkan ke seluruh pembuluh darah dan membuat tubuh Ricko berdesir dan meremang.

'astaga, semesum itu apa aku, cuma denger Denisa sebut mas, si banana langsung bereaksi?'

Ricko menelan salivanya menetralkan degup jantungnya.

"Mas lebih enak Nis." Ricko mengulum senyum, tanganya mencengkram kuat stir mobil, takut dia tak kuat jika Denisa menyebut 'mas lagi'

"Baik Mas-Ricko."

Sepertinya Ricko salah meminta Denisa memanggilnya dengan panggilan itu, rasa-rasanya mobil Ricko ingin berbelok ke penginapan yang ada didepannya.

Ricko mengalihkan pada topik agar pikirannya jernih, ini pertama kali dia berduaan bersama Denisa dalam satu mobil. Melihat senyum dan mendengar suara merdunya yang menceritakan anaknya, Ricko seperti dihipnotis.

"Makasih ya Dok, eh mas Ricko." Ujar Denisa hendak turun dari mobil. Namun cepat Ricko melarangnya, dan dia turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu untuk Denisa.

Sebenarnya Denisa menghindari hal ini. Dia enggan mendapat perhatian dari orang lain yang akan membuatnya bergantung pada orang tersebut, namun mengingat jika ada Daniel disekitarnya, Denisa harus melakukan ini.

Dia tak ingin perjuangannya selama lima tahun melupakan laki-laki tampan itu sia-sia.

Apalagi Daniel sudah bertunangan dengan Amanda, tak ingin kehadiran Daniel yang ingin bertemu Dara membuatnya terbawa perasaan.

Dibelakang mobil Ricko, mobil yang sejak semalam terparkir tak jauh dari depan rumah Denisa mengikutinya. Dia tak suka melihat adegan romantis didepannya.

"Aku pasti bisa buat kamu ke tangan ku lagi, Denisa. Kamu takdir ku, nyatanya walaupun kamu pergi jauh, kita masih dipertemukan dengan status yang masih single." gumamnya tak sadar jika dia sudah memiliki tunangan.

*

*

*

"Mas, kamu kemana aja sih? Nggak ada kabar dari semalam?" Amanda kesal sebab sejak semalam Daniel sangat susah dihubungi, bahkan pesanya pun tak satupun yang dibalas.

"Maaf aku ketiduran, dan sekarang aku kayaknya lagi nggak enak badan." Jawab Daniel.

"Jadi kamu nggak bisa jemput aku?"

"Kamu kan punya sopir, kenapa nggak ama sopir kamu aja sih? Lagian aku lagi nggak enak badan."

"Ya ampun Mas! Aku kesana ya? Apa yang kamu rasain sekarang mas?" Amarah Amanda yang begitu ingin meledak menguap begitu saja mendekat suara serak yang dibuat-buat Daniel.

"Nggak usah, cuma butuh istirahat aja. Kamu kerja aja."

"Yaudah, kamu tunggu nanti aku kesana. Kamu mau aku bawain makanan apa?"

"Nggak perlu, aku bisa take away, kamu nggak perlu repot-repot." Matikan Daniel panggilan Amanda.

Kemudian Daniel menghubungi Wahyu sahabatnya. "Yu, bisa telponin klinik Harapan Pelita nggak, minta buat dokternya datang ke apart, tapi dokter atas nama Denisa, kalo dia bisanya atas dokter lain cancelin aja."

Di seberang Wahyu terkejut "Itu nama mantan istri lo bukan?" Daniel hanya berdehem, "jadi udah ketemu?" Wahyu jadi kepo.

"Gue kirim nomer teleponnya, pesen atas nama lo. Sekarang nggak pake lama-lama." Ujarnya memaksa, Daniel langsung mematikan panggilannya.

"Si an*jay, mau diapain itu mantan bini." Wahyu geleng kepala, kemudian tak lama ponselnya berdering, Daniel mengirimkan nomor klinik yang ditujunya. "Gercep ye kalo mantan. Dimana-mana yang namanya udah jadi mantan emang lebih menantang dan menarik."

Terpopuler

Comments

Alanna Th

Alanna Th

pnjht klmn pula! aaw, waspada!!

2025-03-12

0

Safa Almira

Safa Almira

,suka

2025-03-15

0

Novie Achadini

Novie Achadini

daniel penjahat ya

2024-12-16

1

lihat semua
Episodes
1 Halusinasi
2 Pertemuan Pertama
3 Hari Untuk Dara
4 Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
5 Sapaan Pertama
6 Penyesalan Daniel
7 Mantan (Menantang dan menarik)
8 Maaf
9 Make Her Jealous
10 Dara Sakit
11 My Lup handsome
12 Anak Kita
13 Seperti Senja
14 Mendatangi Rumahnya
15 Penolakan Dara.
16 Beri Aku Kesempatan
17 Membuang Rasa
18 Dua Tato
19 Senam Jantung
20 Status Yang Sesungguhnya
21 Luka Hati Amanda.
22 Wanita Yang Sama
23 Kesempatan Kedua
24 Belajar Dari Kesalahan
25 Rencana Amanda.
26 Mama Dina
27 Aku serius Mas!
28 Om Papi
29 Kedatangan Tamu
30 Hal Yang Ditakuti
31 Dara atau Amanda
32 Kekejaman Abian
33 Keputusan Denisa
34 Sikap Aneh Daniel
35 Doa Denisa
36 S4bu Raijua
37 Sorgum
38 Tak Mengenal
39 Badai Rumah Tangga
40 Selingkuh Itu Menantang
41 Menunggu
42 Kemurkaan Dina
43 Kerokan
44 Permusuhan Dua Keluarga
45 Pesan Ricko
46 Wanita Berhati Malaikat, Menjadi Wanita Menakutkan
47 Pulang
48 Menyembuhkan Amanda
49 Video Call
50 Tidak Ada Yang Sempurna
51 Lupa Mengabari
52 Masalah Gawat
53 Cinta Tak Ada Logika
54 Memberi Hukuman
55 Love is Blind
56 Berjuang Bersama
57 Usaha Daniel dan Ricko
58 Kenakalan Denisa
59 Resepsi
60 Maaf
61 Simulasi Keluarga Bahagia
62 Aa Abian
63 Puasa Dua Hari
64 Time with Sisters
65 Ijab Kabul
66 Akhirnya
67 Obat Sakit Kepala
68 Ada Setan
69 Bulan Madu
70 Hujan Kejutan
71 Permintaan Sisi
72 Dia Yang Sudah Bahagia
73 Gara-gara Buah Aneh
74 Eksekusi
75 Mual
76 Hamil?
77 Cinta Itu Universal
78 Akan Mencari Tahu
79 Mengakui
80 Buah Kesemek
81 Hari Pernikahan
82 Bencana Untuk Daniel
83 Say goodbye Amanda
84 Nikmat Kasih Sayang
85 Danish Reifansyah Danuarta
86 Extra Part
87 Extra Part ( End )
88 Sepasang Sayap Angkasa
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Halusinasi
2
Pertemuan Pertama
3
Hari Untuk Dara
4
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
5
Sapaan Pertama
6
Penyesalan Daniel
7
Mantan (Menantang dan menarik)
8
Maaf
9
Make Her Jealous
10
Dara Sakit
11
My Lup handsome
12
Anak Kita
13
Seperti Senja
14
Mendatangi Rumahnya
15
Penolakan Dara.
16
Beri Aku Kesempatan
17
Membuang Rasa
18
Dua Tato
19
Senam Jantung
20
Status Yang Sesungguhnya
21
Luka Hati Amanda.
22
Wanita Yang Sama
23
Kesempatan Kedua
24
Belajar Dari Kesalahan
25
Rencana Amanda.
26
Mama Dina
27
Aku serius Mas!
28
Om Papi
29
Kedatangan Tamu
30
Hal Yang Ditakuti
31
Dara atau Amanda
32
Kekejaman Abian
33
Keputusan Denisa
34
Sikap Aneh Daniel
35
Doa Denisa
36
S4bu Raijua
37
Sorgum
38
Tak Mengenal
39
Badai Rumah Tangga
40
Selingkuh Itu Menantang
41
Menunggu
42
Kemurkaan Dina
43
Kerokan
44
Permusuhan Dua Keluarga
45
Pesan Ricko
46
Wanita Berhati Malaikat, Menjadi Wanita Menakutkan
47
Pulang
48
Menyembuhkan Amanda
49
Video Call
50
Tidak Ada Yang Sempurna
51
Lupa Mengabari
52
Masalah Gawat
53
Cinta Tak Ada Logika
54
Memberi Hukuman
55
Love is Blind
56
Berjuang Bersama
57
Usaha Daniel dan Ricko
58
Kenakalan Denisa
59
Resepsi
60
Maaf
61
Simulasi Keluarga Bahagia
62
Aa Abian
63
Puasa Dua Hari
64
Time with Sisters
65
Ijab Kabul
66
Akhirnya
67
Obat Sakit Kepala
68
Ada Setan
69
Bulan Madu
70
Hujan Kejutan
71
Permintaan Sisi
72
Dia Yang Sudah Bahagia
73
Gara-gara Buah Aneh
74
Eksekusi
75
Mual
76
Hamil?
77
Cinta Itu Universal
78
Akan Mencari Tahu
79
Mengakui
80
Buah Kesemek
81
Hari Pernikahan
82
Bencana Untuk Daniel
83
Say goodbye Amanda
84
Nikmat Kasih Sayang
85
Danish Reifansyah Danuarta
86
Extra Part
87
Extra Part ( End )
88
Sepasang Sayap Angkasa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!