Lin Feili meregangkan tubuhnya setelah mengobati Ye Xuan. Gerakannya begitu anggun, menggoda orang-orang yang ada di sana.
"Anak muda, jika aku boleh tahu, siapakah namamu?" tanya He Liyu lebih sopan setelah mengetahui kemampuan Lin Feili.
"Tuan, namaku adalah Feili," jawab Lin Feili dengan senyuman hangat.
"Jadi, namamu adalah Feili. Apakah kau pendatang baru? Apakah kau tinggal di sekitar pusat kekaisaran?" tanya He Liyu lagi.
"Aku baru saja tiba di sini beberapa hari. Sekarang aku tinggal di Rumah Sakit Dokter Dewata di dekat toko obat kekaisaran," jawab Lin Feili jujur.
Orang-orang yang ada di sana terkejut, termasuk He Liyu. Mereka telah mendengar tentang kabar peresmian rumah sakit baru yang namanya terdengar sangat sombong. Awalnya mereka sangat meremehkan pemilik rumah sakit itu karena umurnya masih 16 tahun.
Namun, sekarang mereka merasa menyesal. Mereka telah melihat sendiri bagaimana kemampuan asli dari pemilik rumah sakit itu.
"Ternyata itu adalah rumah sakitmu. Kau benar-benar berbakat dalam bidang medis," puji Lin Feili.
"Ah, tidak begitu, Tuan. Aku masih memiliki banyak kekurangan. Sepertinya aku akan merepotkan Tuan jika aku kesusahan dalam menangani pasienku," ucap Lin Feili rendah hati.
He Liyu merasa malu. Sebenarnya ia lah yang seharusnya merepotkan Lin Feili karena kemampuannya kalah jauh dengan Lin Feili.
"Baik. Kalau begitu, Tuan Jing tidak mungkin lupa dengan taruhannya, kan?" tanya Lin Feili tidak ingin berlama-lama lagi di sini.
Jing Bin yang sejak tadi sudah memikirkan cara untuk lari, ia langsung tersentak mendengar suara Lin Feili.
"A-aku tidak membawa uang sebanyak itu sekarang," jawab Jing Bin mencoba mencari alasan.
"Masalah uang bisa ditunda. Sekarang Anda bisa meminta maaf di sini. Selagi semua tabib ada di sini. Ini akan lebih memudahkan Anda," ucap Lin Feili tetap tersenyum.
Jing Bin yang sudah berjalan menuju pintu, diblokir oleh para tabib.
"Kami tidak akan membiarkanmu lari!" ucap salah satu tabib.
Wajah Jing Bin semakin suram. Ia menatap para tabib yang sedang melihatnya seolah ingin menerkam. Kali ini ia benar-benar tidak berdaya. Ia tidak bisa melarikan diri lagi.
Jing Bin mencoba memaksakan suaranya keluar dari tenggorokan, "Maafkan aku!"
"Apa? Mengapa suara Anda begitu pelan? Aku tidak bisa mendengar apa yang Anda katakan. Bukankah suara Anda begitu besar saat menghinaku?" Lin Feili terus memojokkan Jing Bin.
"Diam kau! Jangan berlebihan!" bentak Jing Bin tak bisa lagi menahan emosinya.
"Jing Bin, jika kau tak meminta maaf dengan benar, maka jangan harap bisa keluar dari ruangan ini," ucap He Liyu. Para tabib lainnya juga mulai memblokir pintu dan menghadang Jing Bin.
Jing Bin merasa sangat marah hingga wajahnya memerah. Ia mengepalkan tangan hingga urat-uratnya terlihat.
"Kau adalah orang terpandang. Kau mau mencoreng harga dirimu dengan tidak meminta maaf dengan benar?" ucap He Liyu memprovokasi karena Jing Bin tak juga meminta maaf lagi.
Jing Bin tetap diam ditempat. He Liyu yang biasanya tenang juga mulai terpancing. Lagipula ini adalah kesempatan yang untuk membalas dendam. Jadi, ia memutuskan, "Baik. Karena Jing Bin tak ingin meminta maaf dengan tulus, maka masukkan dia ke penjara karena telah melakukan penipuan. Beratkan hukumannya dengan hukuman mati!"
Jing Bin langsung bergerak, "Tunggu! Tunggu! Aku akan meminta maaf dengan tulus kali ini! Tunggu!"
He Liyu mengangkat tangannya dan para penjaga yang akan menangkap Jing Bin langsung berhenti.
Jing Bin menarik napas dalam-dalam, "Aku meminta maaf. Aku meminta maaf dengan tulus."
Jing Bin merendahkan suaranya dan membuat nada yang agak menderita. Kemudian ia menerobos para penjaga dan keluar sambil menahan malu.
He Liyu tak menahannya lagi dan membiarkannya.
"Feili, jangan khawatir dengan 100.000 koin emasnya. Aku yang akan menjamin uang itu sampai ke tanganmu dengan aman," ucap He Liyu.
"Terima kasih, Tuan," Lin Feili sedikit membungkukkan tubuhnya. Kemudian ia pamit dan langsung keluar istana bersama dua penjaga tadi.
Ia segera keluar karena ia tahu para tabib yang ada di sana sangat ingin mengobrol dengannya. Jika mereka akrab dengan Lin Feili, mereka pasti bisa mendapat ilmu yang sangat langka.
Jadi, Lin Feili pun bergegas.
*
"Gila! Tuanku sangat hebat!" puji si emas berteriak-teriak. Ia sangat girang.
"Suatu keberuntungan bertemu Tuan berotak cerdas," puji si hitam terlihat lebih tenang.
"Kalian jangan terlalu memujiku. Jika kalian ingin makan enak katakan saja," ucap Lin Feili sumringah.
"Ayo makan ayam goreng pedas manis!" seru si emas.
"Ah, kalau aku ayam original saja," ucap si hitam.
"Kalau begitu, ayo kita beli!" seru Lin Feili.
Lin Feili merasa sangat bahagia. Bukan hanya karena ia mendapatkan uang dengan mudah, tapi juga karena sisa energi dari Lin Feili.
Sepertinya Lin Feili begitu bahagia karena ia bisa menyembuhkan Ye Xuan. Hal ini juga berdampak positif untuk dirinya.
Namun, Lin Feili masih saja bertanya-tanya, benarkah tokoh Lin Feili telah tiada?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 314 Episodes
Comments
🍃🥀Fatymah🥀🍃
loh kok?
bukannya He liyu nih
2025-03-25
0
Fifid Dwi Ariyani
trussukses
2024-08-10
1
Mbah Wiro
Tancap gas bos q👍👍👍👍
2022-09-05
1