Gedung rumah sakit itu tidak terlalu besar, tapi keadaan bangunannya masih sangat baik. Gerbangnya diukir dengan ukiran dua naga. Sedangkan interior dalamnya khas zaman kuno.
Seorang dokter sebaya dengan Li Yu muncul. Dari interaksi mereka, sangat terlihat jika Li Yu dan dia sangat akrab. Namun, ia tak begitu memperhatikan Lin Feili yang ada di sana.
"Ini adalah gadis yang ingin membeli rumah sakit ini," ucap Li Yu.
Seketika, sikap dokter itu berubah. Ia langsung tersenyum hangat dan menyambut Lin Feili dengan ramah.
"Baik, ayo melihat-lihat," ucap dokter itu.
Mereka berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Kamar di dalam sana berhadap-hadapan. Terlihat banyak orang-orang lanjut usia keluar masuk rumah sakit.
Sepertinya rumah sakit ini memang sudah lama berdiri dan sudah memiliki banyak pelanggan.
"Lokasi di sini sangat bagus dan strategis," ucap dokter itu pada Lin Feili. Lin Feili pun mengangguk puas melihat rumah sakit itu.
Setelah melalu kesepakatan antara Li Yu dan dokter itu, akhirnya Lin Feili bisa membeli rumah sakit itu dengan harga murah.
"Terima kasih, Paman," ucap Lin Feili.
Ia hanya perlu mengatur beberapa hal lain dan menata ulang beberapa ruangan. Ia juga ingin merombak sedikit desain untuk menyesuaikan dengan dirinya. Lin Feili berencana akan meresmikan pembukaan rumah sakit minggu depan.
"Tuan, di Kediaman Jenderal saat ini sangat ramai!" ucap si hitam.
"Benar! Ayo kita lihat Lin Xue itu menderita!" ucap si emas.
Lin Feili tersenyum miring. Ia memberikan beberapa koin kepada pekerja yang telah ia cari untuk menata rumah sakit.
Kemudian, ia kembali ke kediamannya.
*
Di Kediaman Jenderal.
Lin Xue merasakan gatal yang hebat di kepalanya. Sejak kemarin, ia terus menerus menggaruk kepala sampai-sampai rambutnya rontok dan kulit kepalanya berdarah. Ketika ibunya mengecek, ternyata ada kutu di rambutnya.
"Xue! Darimana kutu-kutu ini? Apa yang kau lakukan?!" ibu Lin Xue membelalak melihat begitu banyak kutu di rambut Lin Xue.
"Ibu, aku tidak tahu ... hiks ... hiks," Lin Xue menjawab sambil menangis dan terus menggaruk.
"Tunggu, Ibu akan memanggilkan dokter," ucap ibu Lin Xue.
Sedangkan Lin Xue masih sibuk menggaruk. Namun, semakin digaruk, semakin gatal yang ia rasa.
Kediaman Jenderal yang biasanya sunyi, sekarang ramai orang-orang yang penasaran dengan apa yang terjadi. Melihat kepala Lin Xue yang berdarah, mereka tahu jika masalah ini tidak sepele.
Lin Feili berdiri santai menonton adegan yang begitu menyenangkan. Jika saja Lin Xue tidak membuat Lin Feili yang asli mencoba untuk bunuh diri dan selalu menjahatinya, Lin Feili yang sekarang tak akan membalas dendam untuknya.
Kutu-kutu itu hanya sebagian kecil dari eksperimen yang dilakukan oleh Lin Feili. Selain kutu, masih ada lagi kejutan yang belum terlihat efeknya dari Lin Feili.
"Tuan, kutu-kutu itu sepertinya bekerja dengan sangat baik!" ucap si hitam.
"Benar! Peliharaan tuan sangat bagus!" imbuh si emas.
"Kutu-kutu itu adalah hewan yang ku kembang biakkan dan mendapat makanan yang tidak biasa. Mereka akan semakin ganas di tempat yang tidak tenang. Jika saja Lin Xue berhenti menggaruk dan tetap diam, kutu-kutu itu tak akan memberi efek apapun. Namun, itu belum seberapa," Lin Feili tersenyum misterius.
"Apa ada lagi?" tanya si emas pada si hitam.
"Ya, Tuan memberiku dua barang," jawab si hitam bangga.
"Tunggu, sepertinya tidak ada yang terjadi pada Ye Xuan. Apa kau tidak melakukan pekerjaanmu dengan benar?" tanya si hitam pada si emas.
"Aku melakukannya dengan benar! Aku tidak mungkin gagal!" protes si emas.
Mereka berdua menatap Lin Feili.
"Aku tidak memberikan kutu pada Ye Xuan," ucap Lin Feili jeda sejenak.
Si emas dan si hitam terdiam menunggu penjelasan Lin Feili. Di dalam cincin, Lin Feili banyak melakukan eksperimen. Di kamar dan di dalam cincin banyak hal-hal aneh yang tidak mereka mengerti. Ada berbagai macam botol, toples, ataupun wadah lainnya. Itu semua adalah maha karya Lin Feili.
"Karena ia memecahkan cangkir di dahiku, aku akan membalas rasa sakit itu ribuan kali lipat. Aku tidak akan semudah itu melepaskannya. Tunggu saja beberapa hari lagi," ucap Lin Feili tertawa kecil. Ia meraba dahi yang memiliki bekas luka yang sudah sembuh.
Setelah itu, ia menyelinap masuk ke kamarnya. Daripada bersantai, ia memutuskan untuk berkultivasi di dalam cincin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 314 Episodes
Comments
azka aldric Pratama
Thor saran aja,klo bisa bhasanya jgn campuran modern,karna latar belakang zaman old kekaisaran 😉😉😉
2023-08-02
7
Sulati Cus
pasti g pernah keramas😂😂😂tp ak curiga sm ...
2022-08-29
1
Mbah Wiro
oke..
2022-08-22
1