Lin Feili dan kedua peliharaannya duduk di dalam kantor rumah sakit. Si emas mulai mengeluh kepada Lin Feili, "Tuan, mengapa tidak ada yang datang ke rumah sakit kita?"
Ia sudah berkhayal akan makan enak karena ia berpikir rumah sakit ini akan berkembang pesat dan sangat terkenal. Namun, sekarang ia bahkan takut tuannya tak mampu memberi makan dirinya sendiri.
"Kau terlalu tidak sabar. Pasti Tuan punya solusi!" ucap si hitam.
"Si hitam memang bijak!" jawab Lin Feili.
"Lalu, apa yang akan Tuan lakukan sekarang?" tanya si emas penasaran.
"Hm, aku tidak akan melakukan apa-apa. Saat ini kita perlu bergantung pada Ye Xuan," jawab Lin Feili menopang dagunya.
"Ye Xuan? Tuan, apa yang bisa dilakukan orang bodoh seperti dia?" tanya si emas sarkas.
"Tunggu saja. Seharusnya berita itu sudah menyebar di istana kekaisaran sekarang," jawab Lin Feili tersenyum tipis.
Si hitam dan si emas tidak mengerti dengan pola pikir Lin Feili. Mereka juga tidak mengerti rencana apa yang sedang dilakukan Lin Feili.
"Halo calon istriku. Sangat sulit untuk bertemu denganmu," suara hangat itu menusuk telinga Lin Feili.
Lin Feili sudah akrab dengan suara itu. Benar saja, saat dia berbalik ada Wu Yanshi yang tersenyum di belakangnya.
"Siapa calon istrimu?" Lin Feili mengangkat alisnya. Orang di depannya ini benar-benar tidak tahu malu. Ia sudah mengingkari hutang dan sekarang mengatakan hal-hal aneh.
"Aku sudah menyerahkan diriku padamu. Bukankah artinya kamu adalah calon istriku? Apa kamu tak ingin bertanggung jawab?" jawab Wu Yanshi santai.
"Sejak kapan kau menyerahkan dirimu padaku?" tanya Lin Feili sinis.
"Saat itu ... saat kau menyelamatkanku yang terjatuh dari lantai dua restoran. Jadi, sejak saat itu aku sudah menyerahkan diriku padamu. Aku bukan orang yang menarik kata-kataku," jawab Wu Yanshi.
Bahkan Ma Zheng tidak habis pikir dengan kata-kata yang keluar dari mulut Wu Yanshi. Biasanya ia adalah pria yang tenang dan mulia. Sekarang, ia menjadi pria yang mengejar-ngejar wanita. Sepertinya Lin Feili ini berbeda di mata pangerannya.
"Jika kau ingin berterimakasih, tak perlu menyerahkan dirimu. Cukup dengan jangan pernah muncul lagi di hadapanku," jawab Lin Feili. Ia benar-benar tak berdaya melawan pria dengan wajah yang begitu tampan. Bahkan saat mereka bertengkar, pesonanya tetap mendebarkan.
Walaupun berdasarkan jalan cerita di novel, Lin Feili dan Wu Yanshi tetap akan menjadi suami istri. Tetapi, Lin Feili tak ingin menganggapnya begitu.
Selain itu, Lin Feili juga tahu jika ia tidak sederhana dan lemah karena lumpuh. Jadi, Lin Feili hanya ingin mengurangi masalah hidupnya.
Namun, berbeda dengan Wu Yanshi. Ia terus berbicara dan mengabaikan ucapan Lin Feili, "Calon istriku, aku baru tahu ternyata kamu memiliki kemampuan pengobatan."
Lin Feili hanya bisa memutar matanya karena merasa kesal dengan Wu Yanshi.
"Namun, sepertinya ada sedikit masalah di sini. Apakah mau kubantu?" tanya Wu Yanshi hangat.
"Apa yang bisa kau lakukan? Bahkan 100 koin emas tidak bisa kau berikan," jawab Lin Feili dengan ketus.
"Calon istriku, jangan terus-terusan membicarakan tentang uang. Lagipula aku sudah menyerahkan diriku. Selain itu, tentu saja aku bisa membantu mendatangkan pasien untukmu," jawab Wu Yanshi dengan tetap tenang.
Lin Feili penasaran dengan pernyataan Wu Yanshi, "Bagaimana kau bisa mendatangkan pasien untukku?"
"Sekarang pasien itu sudah ada di depanmu. Kamu bisa mencoba memeriksa kakiku dan aku akan memberikan apapun sebagai imbalan jika kamu bisa menyembuhkannya," jawab Wu Yanshi.
Lin Feili sedikit terkejut dengan ucapan Wu Yanshi. Namun, memang benar dia cocok untuk menjadi pasiennya.
Ma Zheng juga terkejut dengan ucapan pangerannya. Ia tahu jika Wu Yanshi sudah melakukan pengobatan dengan tabib manapun yang bahkan kelihatannya lebih hebat daripada Lin Feili. Tapi, Wu Yanshi benar-benar ingin diperiksa oleh Lin Feili?
"Baiklah. Karena hanya kau pasien yang datang, maka aku akan memeriksa mu terlebih dahulu," jawab Lin Feili. Wajahnya langsung berubah segar dan tatapan matanya cerah.
Tanpa membuang waktu lagi, Lin Feili mulai memeriksa denyut nadi Wu Yanshi. Baru kali ini dia menyadari jika tangan Wu Yanshi sangat dingin, sedingin es.
Ekspresi Wu Yanshi yang awalnya bercanda dan menggoda Lin Feili, kini berubah serius. Ia mengamati cara Lin Feili memeriksanya. Ia ingin melihat pendapat Lin Feili tentang penyakitnya, karena sejak awal yang menyadari kondisinya bukan karena hal normal.
"Pangeran ... hal ini ...," Ma Zheng menatap sinis tangan Lin Feili yang menyentuh Wu Yanshi.
Wu Yanshi bukan orang biasa yang bisa sembarangan orang memegangnya. Jika saja Lin Feili adalah mata-mata yang dikirim oleh musuh, Wu Yanshi bisa dicelakai dengan mudah.
"Tidak apa. Aku ingin melihat kemampuan pengobatan calon istriku," jawab Wu Yanshi dengan senyum mempesonanya.
Lin Feili dengan jelas menyadari aura membunuh dari Ma Zheng. Di kehidupan nyata, ia sudah banyak melakukan peperangan. Aura pembunuhan di medan perang lebih kental. Namun, ia merasa aura membunuh dari Ma Zheng sekuat aura membunuh di medan peperangan.
Selain itu, jika mengingat jalan cerita novel, Lin Feili menyadari jika identitas Wu Yanshi tidak dijelaskan dengan detail. Kehidupan pernikahannya dengan Wu Yanshi juga tidak terlalu jelas. Namun, yang Lin Feili tahu, pernikahannya dan Wu Yanshi lancar-lancar saja, begitupun dengan pernikahan Ye Xuan dan Lin Xue.
Sekarang, saat menjalankan peran secara langsung sebagai tokoh pendamping, Lin Feili sadar jika identitas Wu Yanshi tidak sesederhana itu. Sayangnya, di novel tidak dijelaskan tentang dirinya, jadi mau tidak mau Lin Feili harus berhati-hati dengan Wu Yanshi.
Apalagi melihat tangan Wu Yanshi yang memiliki banyak kapalan. Jelas terlihat jika ia sudah banyak berlatih pedang. Hal ini membuat Lin Feili semakin harus berhati-hati.
Saat Lin Feili sibuk memeriksa dan menerka-nerka identitas Wu Yanshi, Wu Yanshi pun berusaha meneliti identitas Lin Feili tanpa ia ketahui.
Dulunya Lin Feili hanya orang biasa yang bahkan tidak diketahui keberadaannya oleh Wu Yanshi. Sekarang, ia muncul secara tiba-tiba menjadi wanita yang memiliki keterampilan medis.
Mengapa selama ini ia menyembunyikan keahliannya? Apakah selama ini ia bersembunyi untuk berlatih?
Meski Wu Yanshi tidak tahu jawabannya, ia menebak jika ada master obat di belakang Lin Feili.
Sekarang Lin Feili sudah selesai memeriksa denyut nadi Wu Yanshi. Kini ia sudah bisa mendiagnosis dengan jelas jika keadaan Wu Yanshi bukanlah hal biasa.
Ia mengalami ini karena melanggar hukum alam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 314 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussehst
2024-08-10
1
Mbah Wiro
👍👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹🌹👍👍👍👍👍🙏
2022-08-22
1