Seminggu kemudian.
Langit di Kekaisaran Aglea sangat cerah hari ini. Keadaan jalan masih ramai seperti biasa. Namun, kali ini ada yang sedikit berbeda.
Semarak dan teriakan orang-orang terdengar di dekat toko obat kekaisaran. Ada pesta petasan yang dilakukan di sana dan membuat orang-orang tertarik dengan apa yang terjadi.
Di sana, ada pembukaan dan peresmian pemilik rumah sakit baru. Namun, nama rumah sakit itu membuat orang-orang geger.
"Rumah Sakit Dokter Dewata?" ucap salah satu rakyat yang menghadiri pembukaan rumah sakit itu.
"Memang benar ini adalah rumah sakit yang hebat karena sebelumnya dipimpin oleh Dokter Jun. Namun, bukankah nama yang sekarang terdengar begitu sombong?" tanya rakyat lainnya.
"Benar. Berani sekali Ia memakai nama seperti itu," imbuh orang di sampingnya.
"Sebaiknya kita lihat dulu apakah kemampuan pengobatannya setara dengan nama sombongnya itu," salah satu orang mencoba berpikir positif.
Selain karena acara pembukaan, rumah sakit itu juga ramai karena nama yang dipakai begitu membuat orang-orang penasaran. Jadi, mereka berbondong-bondong ingin menyaksikan pemilik rumah sakit yang baru.
Sedangkan Li Yu yang berada di dalam rumah sakit juga tidak habis pikir dengan nama yang diberikan oleh Lin Feili. Ia memang tidak bertanya-tanya apa nama yang akan diberikan oleh Lin Feili. Karena ia tahu kemampuan pengobatan Lin Feili hebat. Tapi sepertinya dia belum cukup layak untuk menyandang gelar Dokter Dewata.
"Lin Feili, nama ini sepertinya agak ...," ucap Li Yu.
"Jangan khawatir, Paman. Aku bisa bertanggung jawab dengan nama ini. Percayalah dengan kemampuan pengobatanku," jawab Lin Feili tersenyum percaya diri.
Li Yu hanya bisa diam melihat kepercayaan diri Lin Feili. Lagipula, ini adalah rumah sakit miliknya. Ia bebas melakukan apapun, apalagi hanya sekedar memberi nama.
*
Acara awal untuk memeriahkan peresmian pemilik rumah sakit baru itu telah selesai. Orang-orang mulai masuk dan mengamati desain interior rumah sakit.
Rumah sakit itu bernuansa putih dengan banyak tanaman hijau dan taman di sekelilingnya. Orang-orang yang melihat rumah sakit itu merasa lebih segar.
Lin Feili juga mulai berbicara, "Hari ini adalah pembukaan rumah sakit. Tiga pasien pertama yang berobat akan digratiskan! Dan orang-orang yang hadir hari ini akan mendapat setengah harga!"
Orang-orang yang melihat Lin Feili berbicara, mereka semua mengerutkan kening karena bingung. Salah satu dari mereka bertanya, "Apa kau adalah pemilik dan dokter di rumah sakit ini?"
Mereka merasa Lin Feili masih terlalu muda karena umurnya 16 tahun. Jangankan nama yang sombong itu, jika ia benar-benar menjadi dokter di umur itu, orang-orang akan meragukan kemampuannya.
"Benar. Aku adalah dokter di sini. Ada juga Dokter lainnya yang berasal dari keluarga keturunan dokter. Namun, kemampuanku juga bisa diakui. Jadi kalian tenang saja," jawab Lin Feili santai.
Namun, orang-orang itu tetap saja ragu dengan kemampuan Lin Feili yang umurnya masih begitu mudah. Jika mereka berobat di rumah sakit ini, mereka takut bukan yang membaik malah memburuk.
Keadaan yang tadinya ramai sekarang sepi. Memang tidak ada yang pulang, tapi juga tidak ada yang maju dengan penawaran Lin Feili. Satu sama lain dari mereka sama-sama menunggu kelinci percobaan maju.
"Apakah kalian benar-benar menolak penawaran gratis ini?" tanya Lin Feili menatap mereka semua dengan mata cerahnya. Namun, ia sudah memprediksikan keadaan ini sejak ia memilih membuka rumah sakit.
"Dokter di rumah sakit ini hanyalah seorang anak berusia 16 tahun. Siapa yang akan mengawasinya? Bagaimana jika dia salah memberi obat? Siapa yang akan bertanggung jawab?" tanya salah satu orang yang ada di kerumunan.
"Benar. Aku tidak ingin mengorbankan diriku karena itu gratis," yang lainnya mulai menjawab.
"Lebih baik pergi. Di sini hanya membuang-buang waktu saja," ucap orang yang pertama kali bicara tadi.
Yang lainnya juga ikut pergi. Rumah sakit itu yang awalnya sangat ramai berangsur-angsur kosong.
Namun, Lin Feili tetap terlihat santai dan tidak peduli. Lagipula target pasiennya bukanlah rakyat biasa, melainkan para pejabat kekaisaran ataupun orang-orang penting lainnya. Hanya mereka yang bisa memberikannya keuntungan besar.
Lagipula, rumah sakit ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan kultivasinya. Ia pengen membuang waktu dan tenaga jika tidak mendapat keuntungan. Ia lebih memilih masuk dan melanjutkan kultivasi.
Namun, ada satu orang di dalam kerumunan yang menatap Lin Feili dengan dalam. Setelah memastikan identitasnya, orang itu pergi mengikuti kerumunan yang lain.
*
Kediaman Pangeran Wu.
Wu Yanshi mendengarkan dengan seksama laporan Ma Zheng. Ma Zheng bercerita dengan sangat bersemangat.
"Jadi, Lin Feili membuka rumah sakit Dokter Dewata hari ini?" tanya Wu Yanshi pada Ma Zheng yang berada di hadapannya.
Ma Zheng mengangguk, "Benar, Pangeran. Namun, tidak ada orang yang mau melakukan pengobatan di sana. Padahal ia sudah menawarkan pengobatan gratis untuk 3 orang pertama dan setengah harga untuk orang-orang yang hadir. Hal ini dikarenakan orang-orang tidak percaya dengan kemampuannya melihat umurnya yang masih sangat muda."
Wu Yanshi menganggukkan kepala, "Lalu, bagaimana reaksinya? Apakah ia memaksa orang-orang itu atau melakukan hal-hal aneh?"
"Tidak," Ma Zheng menggeleng.
Kemudian, ia melanjutkan, "Ia malah terlihat sangat tenang. Ia setenang pangeran saat menghadapi suatu masalah. Baru kali ini aku melihat orang seperti itu selain pangeran."
Wu Yanshi tidak terkejut mendengar pernyataan Ma Zheng. Ia kembali berkata, "Jika diperhatikan, Lin Feili ini sangat berbeda dengan dirinya yang dulu. Apa kau tahu apa yang menyebabkan perubahannya? Apa sebenarnya yang terjadi padanya?"
"Berdasarkan informasi yang kudapat, perubahan pada dirinya terjadi sejak ia selamat dari tragedi bunuh dirinya. Ini sebulan lalu. Tidak hanya penampilan, tapi sikap dan sifatnya juga berubah, seolah ia ditukar dengan orang lain," jawab Ma Zheng apa adanya.
"Jika ia tidak ditukar oleh orang lain, artinya selama ini ia hanya menyembunyikan kemampuannya. Apa dia melakukan persembunyian ini untuk membatalkan pernikahannya dengan Ye Xuan?" mata Wu Yanshi semakin dalam.
Ini adalah kemungkinan yang paling besar. Karena cukup tidak mungkin jika ia ditukar oleh orang lain. Selain itu, hanya alasan pernikahannya yang masuk akal. Jadi, lebih memungkinkan jika ia menyembunyikan kemampuannya selama ini.
Ma Zheng terkejut dengan pemikiran Wu Yanshi. Jika dilihat, Ye Xuan lah yang membenci Lin Feili sehingga ingin membatalkan pernikahan. Ia tak menyangka jika Lin Feili juga membenci Ye Xuan.
"Kalau begitu, kita harus ke rumah sakit Dokter Dewata. Aku harus menemui calon istriku," ucap Wu Yanshi yang membuat Ma Zheng melotot.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 314 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussukses
2024-08-10
1
Sulati Cus
apa blm2 kata keramat yg klasik keluar
2022-08-29
3
Mbah Wiro
calon istri .... hhhh💪💪💪💪
2022-08-22
1