Lin Feili memeriksa keadaan tubuhnya. Menurut apa yang dia baca di novel, Lin Feili seharusnya hanyalah sampah. Dantiannya hancur dan dia benar-benar tidak bisa melakukan apapun.
Namun, berdasarkan pemeriksaannya kali ini, ternyata tubuhnya telah sembuh total. Dantiannya benar-benar baik-baik saja.
Walau Lin Feili tidak tahu mengapa, tapi ini adalah keajaiban yang sangat menguntungkan. Dengan begini, ia akan bisa menjadi lebih kuat, lalu mudah membalas dendam dan mengubah takdir Lin Feili.
Lin Feili yakin, setelah kejadian ini, Lin Xue dan Ye Xuan tidak akan mengganggunya untuk sementara waktu.
Saat Lin Feili baru akan memulai kultivasinya, suara lembut tiba-tiba terdengar di telinganya, "Ye Xuan benar-benar sangat menjijikkan."
"Lin Xue lebih menjijikkan," terdengar lagi suara lain dengan nada melengking.
Lin Feili langsung membuka matanya. Saat ia mengamati sekitar, tidak ada siapa pun di ruangannya.
Ia mengerutkan kening, "Siapa kalian?"
Lin Feili kembali mengamati sekitarnya, tapi memang tidak ada siapa pun di sana. Lin Feili bagaikan bertanya pada tumbuhan yang tak akan mendapat jawaban. Namun, suara-suara itu masih terus berdebat seolah tidak mendengar pertanyaan Lin Feili.
"Kubilang Ye Xuan sangat menjijikkan!"
"Lin Xue lebih memuakkan!"
"Aku benci Ye Xuan!"
"Aku benci Lin Xue!"
Lin Feili meninggikan suaranya dan menyela dua suara itu, "Kalian berhentilah berdebat! Kalian lebih menyebalkan!"
"Huh!"
"Hm!"
Nada kesal mereka menusuk telinga Lin Feili. Ia pun kembali bergumam, "Siapa kalian? Keluar!"
"Tuan, bagaimana kami bisa keluar?"
"Benar, ayo keluarkan kami!"
Lin Feili mengerutkan kening, "Tuan? Mengeluarkan kalian?"
"Benar!"
"Benar!"
"Kalian ada di mana?" tanya Lin Feili ragu-ragu.
"Kami ada di Cincin Horacio yang ada di jari Tuan!"
Lin Feili langsung menatap cincin di jarinya. Ini adalah cincin yang membawanya melintasi dimensi dan masuk ke dalam novel. Bukankah Horacio artinya waktu? Apakah Lin Feili melintasi dimensi waktu?
"Tuan, jika Anda bisa fokus dan mengumpulkan kekuatan, Anda akan bisa masuk ke dalam cincin itu."
Lin Feili mulai mencoba untuk konsentrasi. Ia mengumpulkan energi dari alam sekitarnya. Dengan lembut, ia menyentuh cincin di jarinya.
Tiba-tiba dunia berguncang hebat. Lin Feili memasuki sebuah ruangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Sebuah istana megah dengan warna emas dan hitam yang berbaur sempurna. Kemegahan, kemuliaan, kebijaksanaan, siapa pun yang melihatnya akan merasakan perasaan terhormat. Pujaan akan terus keluar dalam pikiran mereka.
Istana yang begitu besar itu sangat kontras dengan Lin Feili yang berdiri di sana. Ia terlihat sangat kecil dan lemah.
Mata biru lautnya berbinar saat menatap keindahan istana itu. Bibir merah mudanya bergumam, "Apakah ini benar-benar dunia di dalam Cincin Horacio? Sangat menakjubkan!"
Sebelumnya ia hanya berpikir jika kantong dimensilah yang memiliki ruangan. Ia tak pernah berpikir sebuah cincin juga bisa memuat ruang yang sangat besar.
Tiba-tiba suara gemuruh terdengar.
Gerbang di depannya yang seolah sudah tidak terbuka selama ribuan tahun, kini bergeser mengekspos kemegahan di dalam istana. Lin Feili perlahan masuk untuk menjelajahi istana itu.
Aula istana diukir dengan warna emas dan hitam. Banyak pilar-pilar tinggi yang memberikan kesan mewah. Di dua sisi istana ada lorong panjang yang terpisah.
Kemudian, Lin Feili mendengar suara yang familiar, "Tuan!"
Lin Feili menoleh ke arah sumber suara. Ia melihat dua buntalan bulu yang berguling ke arahnya. Yang satu berwarna emas dan satu lagi berwarna hitam. Ia tak tahu harus menyebut apa dua benda itu.
Dua benda itu benar-benar berguling ke arahnya. Seluruh tubuh mereka dilapisi bulu yang lembut. Lin Feili membelalakkan matanya tak percaya. Jika sebelumnya ia tak mendengar mereka bicara, ia akan berpikir mereka hanyalah hiasan.
Namun jika dilihat lebih dekat, benda itu memiliki dua mata dan hidung. Jelas, itu adalah makhluk hidup!
Mata mereka yang sebesar buah anggur menatapnya penuh kekaguman. Sambil menyandarkan diri ke kaki Lin Feili, ia berkata, "Tuan!"
Si bulu hitam tak ingin kalah dan menyela, "Ini Tuanku!"
"Tuanku!" ucap si bulu emas.
Sebelum perdebatan mereka semakin panjang, Lin Feili menyela, "Jangan berdebat. Apakah ada yang bisa menjelaskan padaku apa itu Cincin Horacio dan fungsinya?"
"Aku bisa!" jawab si emas.
"Cincin Horacio adalah pusaka kuno yang dibuat sejak dinasti ini didirikan. Cincin ini dapat membuat pemiliknya memiliki kekuatan yang tak tertandingi di dunia!" jelas si emas.
"Lalu? Mengapa aku bisa masuk ke novel? Apakah ada hubungannya dengan Cincin Horacio?" tanya Lin Feili lagi.
Kali ini, si hitam tak mau kalah dan menjawab, "Saat tuan mendapatkan cincin ini, darah tuan telah diverifikasi dan diakui menjadi pemilik cincin. Namun, karena cincin ini sudah sangat lama tidak berkepemilikan, mungkin terjadi keretakan antara ruang dan waktu. Dan hanya pemilik yang bisa melewati itu."
Lin Feili mengangguk. Kini ia bisa sedikit demi sedikit mengerti mengapa ia bisa terlempar ke dalam novel ini.
Ia tak menyangka cincin ini akan sangat bermanfaat baginya. Darahnya tak sengaja menetes ke cincin dan dia langsung diakui menjadi pemilik cincin. Namun, secara tidak sengaja juga, dimensi ruang dan waktu retak hingga melemparnya ke dalam novel kuno yang ia baca dan menjadi tokoh pendamping yang buta.
Banyak legenda yang telah ia dengar jika seorang ahli kuat di dunia pasti akan meninggalkan warisan, seperti pusaka. Ia sangat beruntung karena mendapat salah satunya.
"Tuan, ada sebuah teknik kultivasi yang sangat kuat di sini."
"Ayo pergi!"
Si emas dan si hitam memimpin jalan ke sebuah aula di dalam istana. Di aula ini juga didominasi dengan warna hitam dan emas. Lin Feili dapat merasakan energi yang melimpah di sini.
Di tengah aula, pusaran cahaya putih mengelilingi benda di dalamnya. Lin Feili berjalan mendekat untuk melihat lebih jelas benda itu. Semakin dekat, ia merasa energi di sekitarnya semakin kuat.
"Gulungan Kuasa Iblis!" seru Lin Feili berbinar.
Itu adalah salah satu teknik yang pernah ia dengar. Dengan mempelajarinya, pasti akan meningkatkan kekuatannya. Apalagi, gulungan ini berada di Cincin Horacio. Pasti kekuatannya lebih hebat lagi. Lin Feili benar-benar menemukan harta karun!
Lin Feili pun mengulurkan tangannya untuk mengambil gulungan itu. Pusaran cahaya yang mengelilingi gulungan itu perlahan memudar.
Ketika ia membuka gulungan itu, kepalanya tersentak. Otaknya dibanjiri pengetahuan yang tak terkira. Dan sakit kepala seperti sebelumnya kini kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 314 Episodes
Comments
Ririn Santi
jadi Lin feili yg skrg bs melihat atau tidak Thor?
2024-11-23
1
Siti Alimah
jadi ingat baili hongzuang dan ayang beicen
2024-11-24
1
Kelina Marsanda
lin feili jare buta ko bisa deleng thor
2024-08-30
2