Cakupan tokoh di dalam novel yang dibaca Lin Feili tidak begitu luas. Jadi, Lin Feili hanya mengetahui sifat-sifat beberapa tokoh saja yang ia temui secara langsung.
Lin Feili tidak pernah tahu Jing Bin sebelumnya. Walau ia berasal dari Asosiasi Tabib Kekaisaran yang diakui kemampuannya, tapi Lin Feili lebih yakin dengan kemampuannya sendiri dalam membuat salep dan mengembangbiakkan hewan-hewan itu.
Jadi, Lin Feili begitu santai melihat Jing Bin yang mulai memeriksa.
Jing Bin sedikit gentar melihat kepercayaan diri Lin Feili. Namun, lagi-lagi ia meyakinkan dirinya sendiri jika Lin Feili hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa.
Ia mulai memeriksa denyut nadi Ye Xuan.
Wajahnya langsung pucat. Walau Ye Xuan masih bernapas, tapi denyut nadinya sudah samar. Ia merasa hidup Ye Xuan tidak akan lama lagi. Ternyata penyakit ini begitu ganas hingga bisa mengancam nyawanya.
Para tabib yang berada di sana mulai berbisik-bisik.
"Dia begitu sombong. Lihat wajah pucatnya. Pasti ia sudah sadar seberapa parah penyakit Yang Mulia Putra Mahkota."
"Benar. Kita tunggu saja dia kalah."
"Lihatlah kapan ia akan jatuh. Kita tinggal mentertawakannya saja."
Jing Bin semakin gugup mendengar bisikan-bisikan yang ditujukan untuknya. Sebelumnya itu adalah orang-orang yang sering ia hina. Sekarang, ia bak loncat ke jurang hinaannya sendiri.
Jing Bin mulai menenangkan diri, "Jaga mulut kalian. Aku bisa menyembuhkannya. Selain tabib, aku adalah ahli ramuan."
"Yang Mulia Putra Mahkota keracunan. Aku memiliki penawar racun yang sangat manjur. Kalian jangan menyepelekanku," ucap Jing Bin tersenyum angkuh.
Orang-orang di sana mulai terdiam. Mereka lupa satu fakta ini jika Jing Bin adalah salah satu ahli ramuan yang membuat ramuan untuk toko obat.
"Tuan, bagaimana ini? Ia mempunyai penawarnya?" si emas gelisah.
"Kau jangan meragukan tuanmu sendiri," cerca si hitam yang terlihat lebih tenang.
Sedangkan Lin Feili masih tetap tersenyum anggun.
Namun, tiba-tiba seseorang berteriak, "Tuan! Jika yang Anda maksud adalah Cairan Detoks Surgawi, maka itu tidak akan berhasil.
"Apa maksudmu?" tanya Jing Bin marah.
"Cairan itu sangat terkenal dan aku bersusah payah untuk membeli satu. Namun, saat aku memberikannya pada Yang Mulia Putra Mahkota, cairan itu tidak memberi efek apa pun," jawab orang itu menjelaskan.
Kesombongan di wajah Jing Bin lenyap seketika.
Kali ini, Lin Feili maju menghampirinya, "Sepertinya Anda tidak bisa menyembuhkannya. Kalau begitu jangan halangi aku lagi."
"Cih," Jing Bin berdecak.
"Jika aku tidak bisa menyembuhkannya, maka kau juga tidak bisa!" seru Jing Bin. Ia beranjak menjauhi Ye Xuan.
"Jangan terlalu bangga. Jangan samakan kemampuanku dan kemampuanmu," jawab Lin Feili percaya diri.
Ia mulai duduk dan memeriksa denyut nadi Ye Xuan.
He Liyu yang sejak tadi mengawasi Lin Feili, ia sedikit lega melihat Lin Feili memeriksa denyut nadi Ye Xuan. Setidaknya ia memang tahu dasar untuk mengobati.
Orang yang menunggu merasa deg-degan. Walau mereka tidak percaya dengan kemampuan Lin Feili, tapi mereka memiliki sedikit harapan karena melihat kepercayaan dirinya.
"Yang Mulia Putra Mahkota keracunan," ucap Lin Feili setelah memeriksa.
"Semua orang juga tahu hal itu! Hahaha kau pasti tidak bisa menyembuhkannya. Cepat berlutut cium kakiku!" ucap Jing Bin menertawakan Lin Feili.
He Liyu kembali membela Lin Feili, "Jing Bin, jangan kelewatan. Dia hanya anak muda."
"Tuan, aku tidak bilang aku tidak bisa menyembuhkannya. Aku hanya belum memulainya," Lin Feili tersenyum misterius.
Kemudian, ia mengambil kotak jarum dari kotak peralatan medisnya. Lalu, ia mengeluarkan satu set jarum.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya He Liyu.
"Kebetulan aku pernah bertemu dengan kondisi seperti ini. Jadi, sedikit banyak aku tahu bagaimana cara mengobatinya," jawab Lin Feili. Ia mulai menusukkan satu persatu jarum ke titik akupuntur Ye Xuan.
"A-apakah itu seni pengobatan dengan jarum bukanlah mitos?" He Liyu terkejut melihat metode Lin Feili.
Lin Feili tahu jika pada zaman ini belum ditemukan seni akupuntur. Wajar saja mereka menganggapnya mitos. Namun, sebenarnya sudah ada satu dua master yang hampir bisa melakukan akupuntur di zaman ini.
"Kau jangan gila! Itu hanya mitos! Berani sekali kau menusukkan jarum ke tubuh Putra Mahkota!" teriak Jing Bin mengganggu Lin Feili.
Namun, He Liyu lagi-lagi membela Lin Feili, "Diam! Jika tidak, aku tidak akan segan lagi terhadapmu!"
Kali ini He Liyu lebih tegas. Sebelumnya ia masih menghargai Jing Bin karena mereka adalah rekan. Namun, ini menyangkut Putra Mahkota dan ia tak bisa membiarkannya.
He Liyu membela Lin Feili bukan tanpa alasan. Ia telah merawat Ye Xuan sejak awal. Sejak ia masih bisa membuka mata, hingga koma seperti ini.
He Liyu tahu, walaupun Ye Xuan tidak sadarkan diri, ia masih bisa merasakan sakit. Tubuhnya akan merespon jika ia kesakitan. Sekarang saat Lin Feili menusukkan banyak jarum, hampir di seluruh tubuhnya, Ye Xuan tak kelihatan kesakitan. Malahan ia terlihat rileks.
Artinya, metode Lin Feili sepertinya cukup meyakinkan. Karena itu, He Liyu tak membiarkan siapa pun mengganggunya.
Lin Feili hampir selesai menusukkan seluruh jarum. Ternyata luka Ye Xuan tidak separah itu setelah ia tinggalkan beberapa hari. Padahal, Lin Feili ingin membiarkannya selama beberapa hari lagi untuk membalas dendam pada Lin Feili yang membuat hatinya sakit.
Lin Feili diam-diam mengambil parasit yang ada di tubuh Ye Xuan dan memasukkannya ke dalam cincin. Kemudian, ia menusukkan jarum terakhir.
"Sudah selesai," gumam Lin Feili.
"Tuan He, aku akan menuliskan resep," ucap Lin Feili. Ia mengambil pena dan kertas dari kotak medisnya. Ia mulai menuliskan bahan-bahan obat yang dibutuhkan untuk Ye Xuan.
Kemudian, ia menyerahkannya pada He Liyu, "Tuan, aku yakin kalian bisa mendapatkan bahan-bahan ini."
"Tentu saja, tentu saja," He Liyu sangat antusias. Ia segera menyuruh pelayan untuk membawakan bahan-bahan yang telah ditulis Lin Feili.
"Ia harus minum ramuan tiga kali sehari dan tidak boleh banyak gerak terlebih dahulu," ucap Lin Feili tersenyum.
"Baiklah," jawab He Liyu tersenyum sumringah.
Sedangkan Ye Xuan yang masih tertidur, ia merasakan tubuhnya lebih baik. Beberapa hari ini ia begitu tersiksa. Ia tak tahan dengan sakitnya hingga tak sadarkan diri.
Samar-samar ia seperti melihat bidadari cantik yang baru saja mengobati tubuhnya. Ia ingin membuka mata untuk melihat bidadari itu. Namun, tubuhnya sekarang sangat nyaman dan ia tertidur lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 314 Episodes
Comments
Ririn Santi
feili mmg licik , dia yg kasi penyakit dia jg yg mengobatinya, tp gpp lah, namanya jg balas dendam sekalian cari keuntungan hehe...
2024-11-24
1
🍃🥀Fatymah🥀🍃
bukan main /Facepalm/
2025-03-25
0
Fifid Dwi Ariyani
trussehat
2024-08-10
1