Tidak ada pasien lagi hari ini. Jadi, Lin Feili menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan keluar. Ia melihat-lihat kebun obat, kemudian pergi ke pasar untuk mendengar kabar hari ini.
"Apakah kalian sudah mendengar berita dari kekaisaran?"
"Ada apa?"
"Putra Mahkota terkena penyakit aneh. Seluruh wajahnya membengkak hingga tak bisa dikenali lagi."
"Tidak hanya itu. Tubuhnya juga dipenuhi kudis dan menular. Setiap dokter atau tabib yang ingin mengobatinya pasti tertular."
"Ah, sungguh kasihan."
"Sekarang, Kaisar sedang membuat sayembara untuk siapapun yang bisa menyembuhkan Putra Mahkota. Hadiahnya pasti sangat besar."
"Sungguh? Aku akan mencoba kalau begitu!"
Lin Feili berjalan sambil terus tersenyum. Si hitam dan si emas sudah mengerti arti senyum Lin Feili. Mereka juga ikut bahagia.
"Tuan, apakah ini efek dari bahan hari itu?" tanya si emas berbinar.
"Benar," jawab Lin Feili sambil menyilangkan tangan.
"Tuan sangat hebat!" puji si hitam.
"Tapi, mengapa ia baru sakit sekarang, Tuan?" tanya si emas bingung.
"Tentu saja karena aku ingin mendapat keuntungan darinya," jawab Lin Feili santai.
Berdasarkan novel yang ia baca, Kaisar sangat menyayangi Ye Xuan. Jika anaknya itu terluka dan tidak ada seorangpun yang bisa menyembuhkannya, pasti ia akan mengumumkannya pada dunia luar.
"Jika aku mengobatinya, orang-orang pasti akan langsung tahu kemampuan pengobatanku. Dengan begitu, rumah sakit kita bisa berkembang pesat," lanjut Lin Feili menjelaskan.
Hari itu, Lin Feili memberikan salep pembengkak dan parasit pada si emas. Salep pembengkak itu adalah buatannya sendiri. Ia juga tahu efek salep itu akan muncul setelah beberapa hari. Sedangkan parasit itu juga butuh waktu untuk menyebarkan kudis-kudis di tubuh Ye Xuan.
Karena ia yang membuat bahan-bahan itu, maka ia pula yang bisa menyembuhkannya. Dengan begini, ia bisa sekali mendayung dua pulau terlampaui.
"Sakit yang diberikan Ye Xuan pada Lin Feili akan ku balas berkali-kali lipat. Jangan salahkan aku jika terlalu kejam," ucap Lin Feili tersenyum sinis.
Namun, hatinya tiba-tiba merasa sakit lagi.
"Sial! Jangan ganggu aku Lin Feili!" ucap Lin Feili kesal. Sepertinya sisa energi tokoh Lin Feili tertinggal di novel ini yang menyebabkan dirinya tidak nyaman.
Lin Feili di dalam novel begitu mencintai Ye Xuan. Namun, karena ia mendadak buta, pernikahannya dengan Ye Xuan dibatalkan. Hal itu sangat menghancurkan dirinya hingga ia ingin bunuh diri.
Untungnya ia masih bisa selamat. Ia juga menerima pernikahannya dengan Wu Yanshi. Dan sekarang, malah Lin Feili dari dunia nyata masuk ke dalam novel dan menjalani kehidupannya.
Karena mengetahui sifat asli Ye Xuan, tentu saja Lin Feili sangat-sangat membencinya. Namun, mungkin karena ini adalah jalan cerita Lin Feili, bisa jadi ia tidak terima dengan alur cerita yang sudah dihancurkan oleh Lin Feili.
"Bagaimana aku bisa mengurangi rasa sakit ini?" tanya Lin Feili pada dirinya sendiri.
Namun, sakit itu tak kunjung hilang.
*
Dua hari berlalu.
Sakit yang dirasakan Lin Feili sudah menghilang. Selama dua hari itu, ia menghabiskan waktu untuk berkutivasi dan mengabaikan rasa sakit yang dirasakannya.
Ia juga terus bergumam dalam hati, jika sakit yang diberikan Lin Feili tak hilang juga, ia tak akan pernah mengobati sakit Ye Xuan.
Akhirnya, setelah dua hari, sakit yang dialami Lin Feili hilang.
Sekarang, Lin Feili sudah siap untuk menunjukkan cahayanya. Ia tidak tahu sudah separah apa penyakit Ye Xuan karena sudah ia tinggalkan selama dua hari.
Namun, Lin Feili tidak peduli. Rasa sakit itu tidak akan sebanding dengan kekejaman yang selama ini dia lakukan pada orang-orang.
Lin Feili menyelinap keluar dari kediamannya.
Ia bagian depan kediaman Jenderal yang masih ramai. Tentu saja karena orang-orang penasaran dengan apa yang terjadi pada Lin Xue.
Kutu-kutu pada Lin Xue belum juga menghilang sampai hari ini. Lin Feili tidak tahu sudah seberapa parah kepala Lin Xue sekarang. Menurutnya, mungkin semua rambut Lin Xue sudah rontok. Dan mungkin, salep yang dioleskan si hitam juga sudah bereaksi.
Sejak ia sakit, Lin Xue tidak pernah bertemu dengan Ye Xuan lagi. Padahal, dulu mereka sangat lengket bagaikan lem. Hal ini juga yang memicu rasa penasaran orang-orang terhadap penyakit Lin Xue. Apalagi sekarang Ye Xuan juga sakit.
Salep dan hewan yang dibuat Lin Feili memiliki hal-hal yang tidak dimengerti oleh orang-orang zaman kuno. Jadi, ia sangat yakin jika tidak ada satupun yang bisa menyembuhkan mereka berdua, kecuali dia.
*
Pusat Kekaisaran Aglea.
Lin Feili mengamati gerbang kekaisaran yang begitu megah. Gerbang itu biasanya ditutup jika hari-hari biasa. Namun, sekarang tidak ada acara apa-apa tetapi gerbang itu dibuka lebar.
Lin Feili melihat satu persatu dokter dan tabib keluar dari istana kekaisaran. Para dokter dan tabib itu memakai mantel pelindung agar tidak tertular oleh penyakit Ye Xuan. Setiap mereka yang keluar selalu menggeleng dan berwajah lesu.
Sepertinya mereka tidak ada yang bisa menyembuhkan penyakit Ye Xuan. Para rakyat kekaisaran pun bergosip.
"Lihatlah. Semua dokter dan tabib dari luar kekaisaran saja tidak bisa menyembuhkan putra mahkota."
"Ini lebih baik. Untungnya mereka tidak tertular seperti orang-orang yang datang pertama kali."
"Namun, putra mahkota sekarang koma, karena ia tak mampu menahan rasa sakitnya."
"Koma? Sepertinya ia tak akan bisa bertahan lagi."
"Ssstt, jika sampai ada penjaga istana yang mendengar kau bicara seperti itu, kau bisa dihukum mati."
Mereka menjauh dari gerbang istana agar para penjaga itu tidak bisa mendengar. Lin Feili hanya bisa menyilangkan tangan menikmati keadaan ini.
"Sepertinya sudah saatnya aku keluar," Lin Feili mengambil peralatan medis dan obat-obatan herbal yang ia simpan di cincinnya.
Kemudian, ia berjalan ke gerbang istana kekaisaran.
*
Tabib kekaisaran yang sejak awal merawat Ye Xuan mengatakan jika Ye Xuan sudah kritis. Jika ia tak segera disembuhkan, ia bisa mati.
"Halo, aku adalah seorang dokter. Aku di sini untuk mengobati Yang Mulia Putra Mahkota," ucap Lin Feili kepada penjaga saat tiba di gerbang.
"Kau adalah dokter? Jangan membohongiku, anak kecil," jawab penjaga itu meremehkan Lin Feili.
"Pergilah! Di sini bukan tempatnya bermain!" ucap penjaga satu lagi.
"Aku ke sini bukan untuk bermain! Jika kalian melarang seorang dokter untuk mengobati Yang Mulia Putra Mahkota, berhati-hatilah dengan nyawa kalian!" jawab Lin Feili tegas. Ia memancarkan aura kebijaksanaan yang membuat dua penjaga itu tunduk.
Para menjaga itu merasa Lin Feili sangat mengesankan. Bahkan aura Kaisar tak semenakjubkan seperti ini.
Tentu saja seperti ini. Yang tidak diketahui para penjaga itu adalah Lin Feili seorang jenderal dan pemimpin keluarga di dunia nyata. Walau ia berpindah dimensi, aura bawaannya pasti tidak akan menghilang.
Meski Lin Feili masih terlihat sangat muda dan sedikit mustahil jika ia adalah dokter, mereka tetap saja memiliki perintah yang harus dilaksanakan. Jadi, mereka tunduk dan membawa Lin Feili masuk ke istana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 314 Episodes
Comments
🍃🥀Fatymah🥀🍃
Ayo, mulai bermain 😁
2025-03-25
0
Fifid Dwi Ariyani
teyssabae
2024-08-10
1
Mbah Wiro
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
2022-09-05
1