Kekaisaran Aglea.
Di kekaisaran sedang gempar berita tentang kejadian di restoran hari itu. Orang-orang saat ini sedang membicarakan tentang bokong putra mahkota dan pangeran kedua.
Hal ini membuat Ye Xuan dan Ye Guan mengurung diri di istana. Reputasi mereka hancur dan mereka tidak berani keluar sama sekali sejak kejadian itu.
Sedangkan Lin Feili masih berkeliaran dengan bebas. Saat ini, ia sudah menemui Li Yu yang sedang berada di tokonya.
"Kau yakin ingin membuka sebuah rumah sakit?" tanya Li Yu terheran-heran.
"Aku sangat yakin," jawab Lin Feili dengan percaya diri.
Li Yu menatap gadis muda di depannya. Kepercayaan dari gadis itu begitu tinggi. Bahkan tekadnya juga sangat besar.
"Aku juga ingin bekerjasama dengan Paman," ucap Lin Feili lagi.
Sebenarnya, Li Yu ingin menertawakan Lin Feili. Namun, karena melihatnya begitu gigih, ia tidak tega untuk menghancurkan semangatnya.
"Aku punya seorang kenalan yang kebetulan menjual rumah sakit. Aku akan membicarakan ini dengannya," ucap Li Yu.
"Terimakasih, Paman Yu," Lin Feili terlihat bahagia.
"Jika rumah sakit ku sudah buka nanti, aku hanya akan membeli bahan herbal dan ramuan dari toko Paman," ucap Lin Feili tersenyum.
Sebenarnya, Li Yu tidak meragukan kemampuan Lin Feili. Namun, Lin Feili masih sangat muda. Sepertinya akan sulit untuk mendapatkan pasien.
"Baiklah. Kita akan melihat-lihat rumah sakit itu besok," ucap Li Yu.
*
Lin Feili kembali ke kediamannya.
Tempat rumah sakit saat ini sudah beres. Sekarang ia bisa berkultivasi dengan tenang untuk meningkatkan kekuatannya. Ia harus segera melampaui Lin Xue.
Apalagi, akan ada kompetisi panahan di kekaisaran beberapa bulan lagi. Jika ia bisa mencolok dan memenangkan kompetisi, selain reputasi, hadiahnya juga pasti sangat besar.
Namun, baru saja Lin Feili memejamkan matanya untuk berkultivasi, si hitam tiba-tiba berlari ke arahnya, "Tuan, Ye Xuan dan Lin Xue bergerak ke sini!"
Lin Feili langsung membuka matanya. Tanpa pikir panjang, ia segera mengubah penampilannya menjadi wanita yang lemah, kulitnya kusam, dan rambut yang berantakan.
Lin Feili tahu, jika mereka berdua datang, pasti akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
Brak!
Pintu kamar Lin Feili ditendang hingga rusak karena kayunya sudah lapuk. Itu adalah Ye Xuan.
Lin Feili segera berakting. Ia memasang wajah ketakutan dan tubuh yang gemetar, "Si ... siapa itu?"
Dengan wajah sangarnya, Ye Xuan memperhatikan penampilan Lin Feili yang acak-acakan dengan seksama. Ia masih Lin Feili yang sama. Ia adalah Lin Feili yang lemah dan jelek. Kini keraguan di hati Ye Xuan langsung lenyap.
Bagaimana mungkin orang di depannya adalah Feili yang cantik yang ia temui di dekat restoran?
"Yang Mulia Putra Mahkota, ada apa sebenarnya?" tanya Lin Xue panik. Ia takut jika Lin Feili akan merebut Ye Xuan darinya. Ia takut Ye Xuan akan berubah pikiran dan kembali memilih Lin Feili. Ia hanya takut posisinya terancam.
"Tidak ada apa-apa," jawab Ye Xuan.
Tangannya terulur mengambil cangkir teh yang ada di meja. Ia langsung menuangkan isinya ke kepala Lin Feili.
Ia harus benar-benar memastikan jika orang yang membuat pingsan Jun Qiyou dan Ge Pong adalah Feili, bukan orang di depannya. Namun, jika Feili yang membuat mereka pingsan, mengapa ia harus menulis kata-kata ejekan itu?
Kabar itu sudah tersebar dan sampai ke telinga ayahnya. Hal ini membuat ayahnya memberinya peringatan. Sekarang ia juga menjadi bahan tertawaan.
Lin Feili mencoba mempertahankan aktingnya. Ia memaki Ye Xuan dalam hati. Pria ini benar-benar tak memandang bulu. Bahkan ia menggunakan metode ini untuk mengujinya.
Prang!
"Yang Mulia Putra Mahkota!" seru Lin Xue.
Ye Xuan memecahkan cangkir kosong itu ke dahi Lin Feili. Jika saja Lin Feili menghindar, artinya ia berpura-pura.
Namun, Lin Feili tetap bertahan di posisinya. Ia bertekad akan membalas perbuatan keji Ye Xuan ini.
"Ayo pergi," ucap Ye Xuan pada Lin Xue. Sekarang keraguannya benar-benar lenyap. Tak ada yang perlu dikhawatirkan dari orang buta seperti Lin Feili.
"Baik, Yang Mulia," jawab Lin Xue patuh. Ia merasa sangat lega. Berdasarkan sikap Ye Xuan, tak mungkin ia tertarik dengan Lin Feili lagi.
Dua orang itu pun pergi meninggalkan kamar Lin Feili.
Mata dingin Lin Feili menatap tajam kepergian mereka berdua. Ia menjentikkan jari dan dua bola berbulu melompat keluar.
"Aku mengandalkan kalian," ucap Lin Feili.
"Jika yang lalu kalian menjadi bantal, kali ini kalian akan menjadi senjata rahasia," lanjut Lin Feili tersenyum miring.
"Siap, Tuan!" jawab si hitam.
"Jangan meragukan keahlian kami!" jawab si emas.
"Jika kami yang bergerak, pekerjaan akan langsung beres!" si emas kelihatan begitu bersemangat.
Mereka berdua pun berubah menjadi sebuah benda sebelum melompat ke tubuh Lin Xue dan Ye Xuan.
"Ahh, kini aku bisa berkultivasi dengan tenang," ucap Lin Feili meregangkan tubuhnya.
Sebelum itu, ia membersihkan luka di dahinya. Ia juga menyingkirkan pecahan kaca cangkir di kamarnya.
Tak lama, si emas dan si hitam kembali. Mereka tersenyum licik dan langsung memasuki Cincin Horacio. Sedangkan Lin Feili, setelah selesai berberes, ia juga mulai memasuki kondisi kultivasi.
*
Hari di mana Lin Feili akan mengecek rumah sakit bersama Li Yu tiba. Ia sudah bersiap sejak pagi dan berjalan santai ke perkebunan Li Yu.
Ia memakai gaun putih kebanggaannya. Angin semilir meniup rambut panjangnya. Cahaya matahari beradu di wajahnya. Sedangkan mata birunya bersinar secerah langit.
Ia selalu suka aroma herbal yang semerbak dari kebun. Rasanya ia ingin memakan semua tanaman yang ada di sana dan meningkatkan kekuatannya. Sayangnya, akan lebih terasa lagi khasiatnya jika ia mengolahnya terlebih dahulu.
Li Yu berjalan menghampiri Lin Feili. Ia sudah rapi seperti biasanya. Lin Feili pun berjalan di belakang Li Yu untuk menuju rumah sakit.
Namun, baru beberapa langkah berjalan, Li Yu berhenti.
"Ada apa, Paman?" tanya Lin Feili bingung.
"Kita sudah sampai," ucap Li Yu.
Lin Feili mengerutkan kening dan mendongak melihat bangunan di depannya. Ternyata rumah sakit itu berada di belakang toko obat milik Li Yu.
Namun, Lin Feili tidak pernah mengetahui hal ini dari novel. Mungkin karena alur cerita yang dibuat tidak ada yang menyinggung tentang rumah sakit. Selain itu, apa yang ada di novel hanya secuil dari kehidupan nyata di novel.
Lin Feili memang mengetahui alur dengan baik dan beberapa sifat-sifat tokoh. Namun, semakin jauh ia bergerak, semakin banyak ia menemukan hal-hal yang tidak ada di novel.
"Ayo, masuk," ucap Li Yu menyadarkan Lin Feili.
"Baik, Paman," jawab Lin Feili. Ia mengembalikan ekspresi tenangnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 314 Episodes
Comments
Ririn Santi
syukurlah bertemu paman Li yu yg baik hati
2024-11-23
1
Fifid Dwi Ariyani
teusceria
2024-08-10
1
Aryan Mentari
apa saya bisa ber kultivasi juga, biar cantik, sehat dan kuat? /Drool/
2024-01-31
2