Maaf Aku Menyerah

Azizah POV

Aku baru saja turun dari Grabcar yang Aku tumpangi. Akhirnya Aku kembali lagi kesini, Rumah Sakit.

Tadinya Aku berfikir untuk menyembunyikan kepergianku pada Kakek. Tapi Aku sadar bahwa suatu saat kakek pasti akan kecewa padaku.

Jadi, Aku putuskan untuk memberitahu Kakek semuanya, termasuk kehamilan ini. Beliau berhak tahu, karena Bayi ini adalah cicitnya.

Aku menitipkan barang-barangku di meja resepsionis. Kebetulan Aku sudah cukup akrab dengan para nakes di rumah sakit ini, karena setiap Minggu Aku akan menjenguk kakek bahkan terkadang Aku menginap.

Tak disangka, saat hampir sampai di ruang perawatan Kakek, Aku berpapasan dengan Ibu mertuaku yang.... sangat membenciku.

"Kau lagi, Kau lagi, Kuakui Kau sangat gigih dan tekun dalam mengambil hati Ayahku. Tapi jangan harap Kau akan mendapatkan sepeserpun nanti, Pelacur!'

Deg, Hatiku sakit. Ibu mertuaku memang memiliki julukan khusus untukku, pelacur. Meski sudah sering mendengar kalimat pedih itu hatiku tetap saja merasa sakit. Tapi kali ini mataku tidak memanas. Mungkin karena air mata yang ku keluarkan sudah berada di tahap overdosis, jadi sumbernya bisa jadi sudah mengering hingga Aku tidak bisa lagi menangis.

Aku tetap menatapnya dengan tenang, tapi kali ini rasa hormat dan sayangku sudah menguap. Jadi Aku hanya menyisakan perasaan dingin di hatiku.

"Maaf Nyonya, karena Saya sudah banyak membuat kesulitan untuk Anda dan Putra Anda. Anda tidak perlu khawatir, karena ini terakhir kalinya saya datang kemari. Anda boleh memegang janji Saya. Jadi Saya mohon pada Anda, izinkan saya bertemu dengan Kakek untuk berpamitan"

Aku melihat dahinya berkerut terkejut. Mungkin karena Dia berfikir bahwa aku akan membungkuk dan beramah-tamah seperti biasanya. Tidak. Aku sudah berubah. Aku bukan lagi Azizah yang idiot dan pendek akal seperti dulu.

Setelah terpaku beberapa saat, Ibu mertuaku kemudian berkata dengan sinis,

"Baguslah kalau kamu tahu diri, Aku akan memegang kata-katamu, pergilah dan jangan pernah kembali"

Aku tersenyum dingin dan membalas tatapannya dengan berani,

"Jangan khawatir Nyonya, Aku adalah orang yang tepat janji. Jadi, bisakah Aku menemui kakek Adhitama sekarang?"

Aku berjalan melewatinya dengan kepala tegak. Meskipun Aku miskin dan tidak memiliki garis keturunan darah biru, Aku punya harga diri dan akan aku junjung tinggi harga diriku yang masih tersisa. Tidak akan aku biarkan mereka menginjak-injaknya lagi.

Ceklek...

"Kakek..."

Aku yang tadinya sangat kuat dan yakin bahwa Aku bisa mengatakan semuanya dengan tegar kini mulai goyah saat melihat wajah sepuhnya yang pucat dengan mata terpejam.

Aku menghampirinya, menaikkan selimutnya yang sedikit tersibak hingga menutupi bagian perut pria berusia 75 tahun itu.

"Maaf...."

Hanya itu yang mampu keluar dari bibirku. Aku duduk di samping Kakek seraya menyentuh jemarinya yang sudah sangat keriput. Tubuhnya semakin kurus. Melihat kondisinya Aku merasa semakin terbebani. Apakah Aku sanggup menyampaikan keinginanku untuk pergi?

Tanganku terus bergerak, memberikan pijatan lembut pada lengan kurusnya, Mungkin karena belum terlelap Kakekpun terbangun.

"Azizah..."

"Assalamualaikum Kek..."

Aku mencoba tersenyum. Aku yakin kakek akan menerima keputusanku.

"Waalaikumsalam, Ini sudah malam nak, Kenapa Kamu disini?"

Dia bertanya dengan riang, semburat cahaya kebahagiaan muncul di wajahnya.

"Aku ingin menemani Kakek"

Jawabku, yang sesungguhnya masih terus meyakinkan diri dan mengumpulkan keberanian untuk membahas masalahku itu.

"Azizah..."

Panggil kakek. Matanya menatap sendu ke arahku. Aku merasa Beliau sudah mengetahui jika Aku mempunyai masalah. Aku juga menatapnya, tanpa sadar Aku menangis.

"Maaf Kek, Aku menyerah"

Aku berkata tersendat-sendat diiringi isakan tangisku.

"Menyerah?"

Kakek bertanya, keningnya sedikit berkerut. Aku menelan ludah pelan.

"Aku menyerah dengan pernikahanku kek, Aku sudah berjuang selama 4 tahun untuk mencairkan hati suamiku yang dingin seperti es. Aku berusaha sekuat tenaga sampai tidak pernah merasa lelah, Tapi sekarang Aku sadar jika semuanya... sia-sia Kek, Suamiku tidak akan pernah mencintaiku"

Aku menunduk, sama sekali tidak mampu untuk menatap mata Kakek. Aku sadar bahwa Aku telah menorehkan luka di hatinya.

"Aku mengerti" Ucap Kakek lirih tapi masih bisa ku dengar, membuatku mendongak seketika.

"Kakek?" Bukan kelegaan yang Aku rasakan, melainkan rasa bersalah yang seolah menggerogoti tubuhku hingga habis.

"Aku sudah mengetahui segalanya bahkan sejak awal nak, Aku yang seharusnya minta maaf, telah membuatmu menderita selama menjadi istri cucuku yang biadab itu"

Kakek nampak berkaca-kaca, Beliau lalu tersenyum lembut seraya mengusap rambutku.

"Pergilah Nak, kejarlah kebahagiaanmu sendiri, Aku merestui keputusanmu. Bukan Kamu yang tidak pantas untuk cucuku, tapi Dia yang tidak layak untukmu"

"Kakek... Maaf, maaf sudah mengecewakanmu"

"Tidak Nak, Kamu sudah berkorban banyak. Akulah yang seharusnya meminta ampunanmu, menceburkanmu kedalam neraka yang dibuat oleh Cucuku sendiri. Aku yakin Axel pasti akan menyesalinya seumur hidup karena melepas berlian sepertimu"

Aku melihat sebulir bening membasahi kedua kelopaknya yang keriput, Aku mengusapnya pelan dan berkata,

"Terima kasih Kek, Aku juga memiliki kabar bahagia untukmu"

Aku kemudian menyentuh perutku yang masih rata dan memberitahunya bahwa Aku tengah mengandung.

"Kakek akan segera menjadi buyut. Jadi tetaplah sehat. Aku dan Anakku akan mengunjungimu suatu saat nanti"

Aku menangis saat melihatnya menatapku penuh haru juga bahagia hingga tampak tubuhnya ikut bergetar karena menangis tersedu-sedu.

"Aku akan sehat Nak, Aku akan rajin minum obat dan menuruti semua perintah Dokter, Aku ingin melihat Cicitku dan memanggilku Eyang buyut"

Ucapnya seraya tertawa di sela-sela tangisnya. Aku mengangguk mantap kemudian mengambil janjinya.

"Aku memegang janji Kakek, Aku juga berjanji akan menjaga cicit kakek dengan baik. Tunggulah Kami"

Kakek mengangguk dan tersenyum.

"Kemana Kamu akan pergi?" Tanyanya. Aku tersenyum dan menjawab,

"Ke Tempat yang tidak ada seorangpun mengenalku"

Aku tersenyum pedih begitu juga dengan Kakek, Beliau ikut tersenyum namun sorot kesedihan tidak bisa terelakkan.

Kami adalah Keluarga yang terbentuk atas dasar kasih, Meski tak memiliki hubungan darah, Tapi Kakek Adhitama adalah orang yang sangat berjasa sekaligus berarti dalam hidupku. Kebaikannya tak akan pernah Aku lupakan.

Malam itu, Aku menghabiskan malam terakhirku berada di Kota ini, berbagi cerita dengan kakek untuk kami jadikan kenangan indah dalam memori yang akan melekat di setiap hari-hari kami nanti.

Sampai esok harinya tiba, Aku meninggalkan Rumah Sakit sebelum kakek terbangun. Sungguh Aku mungkin tak akan sanggup bahkan bisa berubah pikiran jika melihatnya nanti saat melepas kepergianku.

Aku memainkan Handphone yang baru Aku beli saat perjalanan pulang kemarin. Handphone yang sebelumnya kupakai adalah pemberian dari Axel. Aku sama sekali tidak ingin berhutang apapun lagi padanya.

Bahkan uang yang pernah Aku pinjam untuk pengobatan Ibuku dikampung sudah aku kembalikan sebagian. Aku sudah meninggalkan sepucuk surat di dalam kotak yang ku titipkan pada Bu Willy yang isinya seputar hutang dan juga jumlah saldo rekening yang berasal dari sisa uang belanja yang Ia berikan setiap bulan.

Selama 2 tahun terakhir, Aku menggunakan uang pribadiku hasil berjualan untuk makan dan membeli kebutuhan. Aku hanya memakai uang yang dikirimkan oleh sekretaris Axel untuk membayar listrik, Air dan keperluan mendesak lainnya. Karena Axel juga tidak mengirim uang tepat waktu jadi Aku memang sudah terbiasa mencari penghasilan sendiri untuk makan.

Sementara Rumah, Aku tidak pernah membayarnya, Rumah itu sepertinya memang sudah di sewa Axel untuk waktu yang lama, atau mungkin selamanya, untuk membuangku dalam hidupnya.

Terpopuler

Comments

Ummu Ikhsan

Ummu Ikhsan

lebih baik pergi cari kebahagiaan sendiri

2025-01-19

0

Nita Kelung

Nita Kelung

lbh baik pergi dari pd menderita

2025-03-13

0

Lala lala

Lala lala

halahh..mewek aku thor :(

2024-11-04

0

lihat semua
Episodes
1 ANNIVERSARY
2 SELAMAT TINGGAL LUKA
3 PAMIT
4 Maaf Aku Menyerah
5 Tumben Sekali Dia Tidak Berisik
6 Menghapus Jejak
7 SURAT CERAI
8 Tiba-tiba Galau
9 Jangan Bicara Omong Kosong!
10 Abimana Dharmawangsa
11 Kebohongan Rubah Licik
12 Silahkan Cari Tahu Sendiri
13 Tiba-tiba Hilang Kabar
14 Jebakan Batman Dari Darren
15 Kena Mental
16 Menjadikan Kamu Milikku, Azizah
17 Hari Istimewa untuk Alexa (Part 1)
18 Hari Istimewa untuk Alexa Part 2
19 Motor Butut Kesayangan
20 Surat Dari Azizah
21 Is She Pregnant?
22 TIDAK BISA TIDUR
23 Biarkan Dia Pergi
24 Maafkan Suamimu Ini Zizah
25 Semoga Kamu Sudah Bahagia Mas
26 Bakalan Kangen
27 Diary...
28 Perjodohan (Flashback)
29 Menumpuk Luka Selama 4 Tahun
30 Aku Akan Memohon....
31 Berbahagialah, Lupakan Dia!
32 Om Ku Jomblo Akut Tante!!
33 SAH MENJANDA
34 Loe Bukan Korban, Tapi Tersangka!
35 MUMED (MISI UNTUK MENGEJAR JANDA)
36 Kita Harus Menemukannya
37 Rezeki Anak
38 Pertemuan Dua Rival
39 Playboy Cap Kingkong
40 Sakitnya Masih Terasa
41 Baku Hantam Darren dan Abimana
42 Aku Akan Menunggu
43 Potret Sejuta Kenangan
44 Pendukung atau Penikung
45 Gue Nggak Mungkin Salah Lihat
46 Kemunculan Alexa
47 Berita Mendebarkan!
48 Takut Bertemu
49 Melihatnya Dari Kejauhan
50 Pertemuan
51 Anggap Saja Kita Tidak Pernah Bertemu Tuan
52 Cintaku Sudah Mati
53 Menyusul Papamu Nak
54 SIAPA GADIS ITU?
55 EMOSI DARREN
56 Udah Puas Loe???
57 Aku Tak Akan Kembali Meski Hanya Dalam Mimpi
58 Aku Akan Selalu mendukungmu
59 Alexa Si Ratu Ular
60 Kedatangan Karina
61 Hubungan Kalian Tidak Ada Urusannya Dengan Saya
62 Langsung Jatuh Hati
63 Rencana Busuk!
64 Anda Salah Target
65 Pengakuan
66 Tentang Maya 1
67 Demon Paling Mengerikan
68 Menjadi Rahasia Sementara
69 Hari Sial
70 Jauhi Putriku!
71 Rheimon Hayes Atmaja
72 Akar Permasalahan
73 Kesempatan Emas (Episode 73)
74 Senjata Makan Tuan (Episode 74)
75 Pertemuan Axel dan Rheimon
76 Aku Akan Menghancurkan Keluargamu
77 Musuh Misterius (1)
78 Musuh Misterius 2
79 NOTEBOOK RAHASIA
80 NOTEBOOK RAHASIA 2
81 Titik Terang
82 Bram Tetaplah Bram
83 DARRENKU YANG MANIS
84 RAHASIA KITA
85 SERPIHAN MEMORI
86 AZIZAH HILANG (PART 1)
87 AZIZAH HILANG (PART 2)
88 Azizah Hilang (Part 3)
89 AZIZAH HILANG (PART 4)
90 AZIZAH HILANG (LAST PART)
91 MENGULANG KEMBALI
92 MENGINGAT SEMUANYA
93 AKU BUKAN ANAK-ANAK LAGI
94 PERTARUNGAN SENGIT
95 HANYA KAU YANG AKAN BERAKHIR
96 PUKULAN BERAT
97 Memaafkan Bukan Berarti Kembali
98 TIDAK ADA KESEMPATAN LAGI
99 S2. Shine & Shiena
100 JANGAN TERLALU KHAWATIR
101 KADO TERINDAH
102 PERJODOHAN LAGI
103 PERTEMUAN
104 SEMUANYA SUDAH BERLALU
105 SEBUAH PENDAPAT
106 RUMAH SAKIT JIWA
107 SAKIT TAPI TAK BERDARAH
108 PERJAMUAN BISNIS
109 EMPAT MATA
110 KELIHATANNYA DIA BAIK
111 PERTEMUAN PERTAMA
112 AKU PANTAS MENERIMANYA
113 MATA MATA
114 MUSUH DALAM SELIMUT
115 Episode 115
116 EPISODE 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 EPISODE 119
120 Episode 120
121 EPISODE 121
122 EPISODE 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 EPISODE TERAKHIR
Episodes

Updated 127 Episodes

1
ANNIVERSARY
2
SELAMAT TINGGAL LUKA
3
PAMIT
4
Maaf Aku Menyerah
5
Tumben Sekali Dia Tidak Berisik
6
Menghapus Jejak
7
SURAT CERAI
8
Tiba-tiba Galau
9
Jangan Bicara Omong Kosong!
10
Abimana Dharmawangsa
11
Kebohongan Rubah Licik
12
Silahkan Cari Tahu Sendiri
13
Tiba-tiba Hilang Kabar
14
Jebakan Batman Dari Darren
15
Kena Mental
16
Menjadikan Kamu Milikku, Azizah
17
Hari Istimewa untuk Alexa (Part 1)
18
Hari Istimewa untuk Alexa Part 2
19
Motor Butut Kesayangan
20
Surat Dari Azizah
21
Is She Pregnant?
22
TIDAK BISA TIDUR
23
Biarkan Dia Pergi
24
Maafkan Suamimu Ini Zizah
25
Semoga Kamu Sudah Bahagia Mas
26
Bakalan Kangen
27
Diary...
28
Perjodohan (Flashback)
29
Menumpuk Luka Selama 4 Tahun
30
Aku Akan Memohon....
31
Berbahagialah, Lupakan Dia!
32
Om Ku Jomblo Akut Tante!!
33
SAH MENJANDA
34
Loe Bukan Korban, Tapi Tersangka!
35
MUMED (MISI UNTUK MENGEJAR JANDA)
36
Kita Harus Menemukannya
37
Rezeki Anak
38
Pertemuan Dua Rival
39
Playboy Cap Kingkong
40
Sakitnya Masih Terasa
41
Baku Hantam Darren dan Abimana
42
Aku Akan Menunggu
43
Potret Sejuta Kenangan
44
Pendukung atau Penikung
45
Gue Nggak Mungkin Salah Lihat
46
Kemunculan Alexa
47
Berita Mendebarkan!
48
Takut Bertemu
49
Melihatnya Dari Kejauhan
50
Pertemuan
51
Anggap Saja Kita Tidak Pernah Bertemu Tuan
52
Cintaku Sudah Mati
53
Menyusul Papamu Nak
54
SIAPA GADIS ITU?
55
EMOSI DARREN
56
Udah Puas Loe???
57
Aku Tak Akan Kembali Meski Hanya Dalam Mimpi
58
Aku Akan Selalu mendukungmu
59
Alexa Si Ratu Ular
60
Kedatangan Karina
61
Hubungan Kalian Tidak Ada Urusannya Dengan Saya
62
Langsung Jatuh Hati
63
Rencana Busuk!
64
Anda Salah Target
65
Pengakuan
66
Tentang Maya 1
67
Demon Paling Mengerikan
68
Menjadi Rahasia Sementara
69
Hari Sial
70
Jauhi Putriku!
71
Rheimon Hayes Atmaja
72
Akar Permasalahan
73
Kesempatan Emas (Episode 73)
74
Senjata Makan Tuan (Episode 74)
75
Pertemuan Axel dan Rheimon
76
Aku Akan Menghancurkan Keluargamu
77
Musuh Misterius (1)
78
Musuh Misterius 2
79
NOTEBOOK RAHASIA
80
NOTEBOOK RAHASIA 2
81
Titik Terang
82
Bram Tetaplah Bram
83
DARRENKU YANG MANIS
84
RAHASIA KITA
85
SERPIHAN MEMORI
86
AZIZAH HILANG (PART 1)
87
AZIZAH HILANG (PART 2)
88
Azizah Hilang (Part 3)
89
AZIZAH HILANG (PART 4)
90
AZIZAH HILANG (LAST PART)
91
MENGULANG KEMBALI
92
MENGINGAT SEMUANYA
93
AKU BUKAN ANAK-ANAK LAGI
94
PERTARUNGAN SENGIT
95
HANYA KAU YANG AKAN BERAKHIR
96
PUKULAN BERAT
97
Memaafkan Bukan Berarti Kembali
98
TIDAK ADA KESEMPATAN LAGI
99
S2. Shine & Shiena
100
JANGAN TERLALU KHAWATIR
101
KADO TERINDAH
102
PERJODOHAN LAGI
103
PERTEMUAN
104
SEMUANYA SUDAH BERLALU
105
SEBUAH PENDAPAT
106
RUMAH SAKIT JIWA
107
SAKIT TAPI TAK BERDARAH
108
PERJAMUAN BISNIS
109
EMPAT MATA
110
KELIHATANNYA DIA BAIK
111
PERTEMUAN PERTAMA
112
AKU PANTAS MENERIMANYA
113
MATA MATA
114
MUSUH DALAM SELIMUT
115
Episode 115
116
EPISODE 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
EPISODE 119
120
Episode 120
121
EPISODE 121
122
EPISODE 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
EPISODE TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!