Tiba-tiba Hilang Kabar

"Halo Choky, Gue butuh bantuan Loe"

Axel berbicara kepada seseorang bernama Choky di seberang telepon.

"...."

"Gue kirim detailnya lewat email. Gue tunggu hasilnya 1x24 jam"

"...."

"Tenang aja, Loe ngga akan kecewa sama bayarannya. Asal hasilnya sesuai keinginan Gue"

"...."

"Hmn, Thanks"

Axel mematikan teleponnya, pikirannya kembali pada kejadian sore tadi.

Axel melipat kedua tangannya menjadi tumpuan kepalanya. Pria itu tengah berbaring di ranjang king size di kamarnya yang mewah namun sangat maskulin.

Semua perkataan kakeknya terus terngiang di otaknya.

Azizah yang mendonorkan ginjal untuk Mommy-nya?

Yah, Tamara memang mengalami gagal ginjal 1 tahun yang lalu, Sayangnya ginjal Axel tidak cukup baik untuk di donorkan, jadilah Kakek Adhitama berusaha keras mencari pendonor dengan imbalan yang cukup fantastis, 5 milyar rupiah bagi siapapun yang bersedia mendonorkan ginjalnya.

Sampai tiba-tiba, Yang Axel dan Tamara ketahui, Alexa lah yang mendonorkan ginjal pada Mommy-nya tanpa mau menerima imbalan itu. Kenapa sekarang jadi Azizah???

Axel bukannya percaya begitu saja, tapi semua bukti medis menyatakan bahwa memang kekasihnya itu yang menjadi pendonor.

"****!" Umpat Axel. Ia benar-benar dibuat bingung. Makanya, Ia sangat menantikan kabar dari Choky.

Walaupun orang kepercayaannya itu begajulan seperti preman pasar, tapi untuk masalah menggali informasi, Choky sangat bisa diandalkan.

"Bagaimana tentang cicit itu? ****! Aku sampai lupa tanya tentang hal itu sama Kakek. Aku pikirkan itu nanti. Yang penting Aku selesaikan masalah donor dulu"

Axel menghembuskan nafas lelah, Ia hendak menutup matanya, namun tiba-tiba terlintas bayangan Azizah yang tiba-tiba hilang kabar.

Axel bangkit dari pembaringannya, Ia duduk kemudian meraih gawainya dari atas nakas,

Jemarinya yang indah menari diatas layar mencari satu nama.

'Azizah'

Entah mendapat Ilham dari mana, Ia memencet icon 'call'.

"Sial, ngapain juga Aku telepon Dia"

Meski begitu Pria tampan itu tetap meletakkan gawainya di telinga, tanpa menunggu lama nada tidak aktif dari operator yang bersyara lembut terdengar di telinganya,

'Maaf, Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi'

Axel tiba-tiba dilanda rasa kesal. Ia kemudian membuka aplikasi WhatsApp, dan masih sama, Azizah bahkan terakhir membuka aplikasi berwarna hijau itu lebih dari seminggu yang lalu.

"Ini perempuan benar-benar menyebalkan. Kenapa tiba-tiba hilang kabar?"

Gerutu Axel. Namun tetap saja kesombongannya membuatnya seolah tidak perduli.

"Dia pikir Aku peduli? Malah bagus, nggak ada yang berisik lagi"

Axel pun membaringkan tubuhnya, melanjutkan niatnya untuk tidur.

Karena sejujurnya akhir-akhir ini Dia sangat lelah.

****

Ngiuuung ngiuuung ngiuuung...

Suara bel tanda akhir shift yang lebih mirip sirine ambulans itu berbunyi nyaring di semua gedung pabrik garmen yang masuk kategori pabrik terbesar di daerah ini.

"Alhamdulillah, akhirnya jam pulang juga" ucap Azizah yang cukup kelelahan hari ini.

Dia kebetulan di tempatkan pada bagian finishing, tepatnya di bagian folding, jadilah hari ini cukup menguras tenaga karena pabrik ini memiliki target produksi yang tinggi setiap harinya, jadi ada kurang lebih ribuan pakaian yang harus ia kerjakan.

Apalagi pakaian yang di produksi disini adalah khusus produsen produk ekspor, maka dari itu dalam segala hal yang menyangkut kualitas tidak bisa main-main atau akan masuk kategori rejected.

Untungnya, rekan-rekannya sangat baik dan ramah. Tadinya Azizah sedikit ketakutan karena Garmen terkenal dengan senioritas yang ganas.

Alhamdulillah, semua itu tidak ia alami, semua partnernya sangat kooperatif dan informatif. Lagipula Azizah pernah bekerja di garmen meskipun tidak lama, karena harus mengikuti ibundanya bekerja di rumah keluarga Djaja.

Ahh... Jangan ingatkan Azizah akan keluarga itu. Bahkan mendengar namanya saja entah kenapa membuatnya mual. Kecuali tentang kakek Adhitama.

"Ooh iya sampai lupa, pulang kerja nanti Aku mau telepon Kakek, mau tanya kabarnya"

Azizah pun membereskan perlengkapan kerjanya dan bersiap pulang menyusul rekan-rekannya yang sudah berjalan keluar terlebih dahulu.

"Hai.... Kamu anak baru kan?"

Ucap seorang gadis mungil yang cantik, pipinya chubby, Azizah yang seorang perempuan saja gemas melihatnya.

"Iya benar dek..."

"Dek??"

Tanya gadis itu seraya mengernyitkan dahinya.

Azizah tersenyum lalu berkata,

"Iya kamu imut banget soalnya, pantasnya dipanggil adek hehehe"

"Hahaha, bisa aja, Aku udah tua mba, umurku 21 tahun"

"21 tahun masih muda dong... Beda 3 tahun sama aku, Umurku 24"

Ucap Azizah seraya tersenyum ramah.

"Ooh... Ya udah Aku panggil mba aja kalo gitu"

"Boleh, oh ya nama Kamu siapa?"

"Nayla, namaku nayla mba"

"Namanya cantik kaya orangnya, hihi... Aku Azizah"

"Oh mba Azizah, Aku panggil mba zizah aja ya, Azizah kepanjangan"

"Hehehe Boleh boleh"

"Ya udah mba Ayo pulang"

"Oke.. kebetulan Bibi Aku katanya lembur jadi Aku ngga usah nungguin beliau"

"Iya.. Bibinya mba Zizah itu Bu Ani kan?"

"He'eum, kok Kamu tahu"

"Aku kan bagian QC mba.. tadi Bu Ani minta Aku nyamperin sampean, soalnya rumahku kan Deket sama rumah Bu Ani"

"Oh ya? Dimana?"

"Beda 1 gang sama Bu Ani, mba Zizah tinggal sama Bu Ani ya?"

"Iyaa... Pengennya sih ngontrak sendiri biar nggak ngerepotin, tapi Bibi nggak ngizinin"

"Iya lah, jangan! Lagian Bu Ani juga sendirian, itung-itung nemenin Bu Ani mba..."

"Iya, kamu benar Nay"

Karena asyik mengobrol, tanpa sadar mereka sudah sampai di gerbang pabrik. Karena letak rumah mereka tidak terlalu jauh dari pabrik, Nayla dan Azizah memutuskan untuk berjalan kaki saja.

Sekalian melihat-lihat barang kali ada cemilan yang bisa di beli.

Sampai suara seseorang dari kejauhan yang memanggil Azizah, membuat wanita itu menghentikan langkahnya.

"Kenapa mba?"

Tanya Nayla yang melihat Azizah tiba-tiba berhenti.

"Ada yang manggil Aku kayaknya"

Ucap Azizah seraya menengok ke arah belakang.

"Masa sih? Tapi Aku nggak dengar mbak?"

"Apa Aku salah dengar yah?"

"Bisa jadi, lagian di daerah ini yang namanya Azizah banyak, mungkin bukan mbak yang di panggil"

"Hihihi, bisa jadi Nay..."

Azizah terkikik mendengar penuturan Nayla yang menurutnya lucu, tapi benar juga.

Saat Azizah melanjutkan perjalanannya, tiba-tiba...

"Azizah...."

Kali ini tidak hanya Azizah yang menoleh, Nayla pun ikut menoleh...

"Astaghfirullah.... Mas Abimana?"

Azizah terkejut bukan main, melihat Abimana kini berada di depannya dengan menggunakan motor Vespa jadulnya yang bunyinya blekutuk blekutuk lengkap dengan helm bututnya pula.

"Aku dari tadi manggil Kamu, Kamunya jalan terus"

"Ya Allah... Maaf mas Aku dengar tapi Aku nggak lihat Sampean"

"Iya, Aku ganti kendaraan, mobil yang kemarin itu inventaris kantor"

"Oh gitu..."

"Siapa mba? Mba kenal?"

"Oh iya Nay, maaf... Kenalin ini Mas Abimana, kemarin Kita baru ketemu pas Aku nolongin keponakannya"

Ujar Azizah jujur. Sementara Nayla hanya ber 'oh' ria saja.

"Oh ya Mas ini teman kerjaku di Pabrik, namanya Nayla"

"Halo, Saya Abimana Dharmawangsa"

"Abimana Dharmawangsa?"

Nayla sedikit terkejut, karena nama itu benar-benar terkenal bagi penduduk asli daerah ini. Pengusaha muda yang sukses dan kaya raya, yang memiliki perusahaan IT dan property besar bukan hanya di Surabaya melain hampir diseluruh kota-kota besar di Indonesia. Dan lagi setelah di lihat-lihat wajah Abimana ini....

"Pak..."

Baru saja akan membuka mulutnya Abimana mengerlingkan matanya dengan cepat pada Nayla, memberi kode agar tidak mengatakan siapa Dia yang sebenarnya. Melihat gelagat Abimana, Nayla pun langsung paham.

Azizah orang baru di daerah ini, jadi jelas saja Dia tidak mengenal Abimana. lagipula selama ini wanita berhijab itu juga tidak terlalu mengikuti trend dunia bisnis dan media sosial lainnya. Ia fokus berjualan makanan untuk menghidupi dirinya sendiri dan juga mengunjungi kakeknya saja serta suaminya, maksudnya calon mantan suami.

'Ohh, Pak Abimana ini naksir Mba Azizah toh, wah keren banget mba Azizah ini, sampe buat pak Abimana nyamar begini hihihi' batin Nayla.

m

"Mmm Nayla, Saya boleh pinjam Azizahnya? Keponakan Saya pengen ketemu Dia"

Tanya Abimana tersenyum lembut, membuat Nayla dengan spontan mengangguk. Gila! Ganteng banget!

Bathin Nayla menjerit.

"Boleh dong, jangankan dipinjem, mau dinikahin juga Saya setuju pak"

"Nayla...."

"Heheheh canda mbaa..."

Nayla menaik-turunkan alisnya pada Abimana, membuat pria itu terkekeh.

Sementara Azizah menjadi tidak enak hati.

'Nayla ini benar-benar yah...' Pikir Azizah.

"Nggak apa-apa kok, hidup memang tidak harus selalu serius, ya kan Nayla?"

"Betulll..."

"Ya sudah, jadi Azizahnya Saya bawa ya... Kamu nggak apa-apa pulang sendiri? Atau mau Saya..."

"Ngga usah pak, jalan aja... Saya bisa pulang sendiri kok, nggak jauh juga rumahnya"

Potong Nayla cepat. Ia tidak ingin mengganggu rencana Abimana.

"Oke, thanks ya Nayla... Ayok Azizah, Tasya udah nungguin di rumah"

"Mmmm, oke Mas Abi. Tapi Saya harus ngabarin Bibi saya dulu, takut nyariin nanti"

Abimana pun tersenyum dan mengangguk paham.

Azizah pun mengetikkan pesan singkat dan mengirimkannya kepada Bibi Ani.

"Nay, Kamu beneran nggak apa-apa sendiri?"

Tanya Azizah pada Nayla. Sekarang Ia malah berbalik tak enak hati pada Nayla. Nayla sudah berbaik hati menemaninya pulang malah sekarang Azizah yang meninggalkannya.

"Nggak apa-apa lah, udah biasa mba.. udah sana kasian pak Abimana nungguin"

" Ya sudah, mba pergi dulu ya... Assalamualaikum "

"Waalaikumsalam"

Azizah pun membonceng sepeda motor yang di kendarai oleh Abimana. Tak berapa lama, merekapun melaju ke rumah dimana Tasya berada.

"Hati-hati mbak..."

Nayla melambaikan tangannya, dibalas sebaliknya oleh Azizah...

"Gila.... Mba Azizah emang beda sih cakepnya, makanya seorang Abimana Dharmawangsa bisa naksir...keren! Aku kira-kira bisa begitu nggak yah? Wkwkwk... Jangan ngimpiii naylaaa!!! Bangun!!!"

Nayla pun menoyor kepalanya sendiri kemudian melanjutkan langkahnya untuk pulang kerumah.

Bersambung

Axeeel ... Kamu bakalan nyesel 7 turunan kalo ngga segera bertaubat. Ingat kadang seorang istri yang menurutmu tidak istimewa, malah tampak menarik dan cantik dimata pria lain!!!

Aku dukung Abimana! Yeay....

Eh tapi kira-kira Abimana masih mau nggak ya sama Azizah kalau tahu Azizah sedang berbadan dua?? 🥺🥺🥺

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

musuh jd saingan kamu xel 😂😂😂😂

2025-02-13

2

3sna

3sna

ini beneran gk pulng kekontrknny gitu

2025-03-03

0

Note 2

Note 2

jodohmu mungkin 2 temen axel

2025-01-16

1

lihat semua
Episodes
1 ANNIVERSARY
2 SELAMAT TINGGAL LUKA
3 PAMIT
4 Maaf Aku Menyerah
5 Tumben Sekali Dia Tidak Berisik
6 Menghapus Jejak
7 SURAT CERAI
8 Tiba-tiba Galau
9 Jangan Bicara Omong Kosong!
10 Abimana Dharmawangsa
11 Kebohongan Rubah Licik
12 Silahkan Cari Tahu Sendiri
13 Tiba-tiba Hilang Kabar
14 Jebakan Batman Dari Darren
15 Kena Mental
16 Menjadikan Kamu Milikku, Azizah
17 Hari Istimewa untuk Alexa (Part 1)
18 Hari Istimewa untuk Alexa Part 2
19 Motor Butut Kesayangan
20 Surat Dari Azizah
21 Is She Pregnant?
22 TIDAK BISA TIDUR
23 Biarkan Dia Pergi
24 Maafkan Suamimu Ini Zizah
25 Semoga Kamu Sudah Bahagia Mas
26 Bakalan Kangen
27 Diary...
28 Perjodohan (Flashback)
29 Menumpuk Luka Selama 4 Tahun
30 Aku Akan Memohon....
31 Berbahagialah, Lupakan Dia!
32 Om Ku Jomblo Akut Tante!!
33 SAH MENJANDA
34 Loe Bukan Korban, Tapi Tersangka!
35 MUMED (MISI UNTUK MENGEJAR JANDA)
36 Kita Harus Menemukannya
37 Rezeki Anak
38 Pertemuan Dua Rival
39 Playboy Cap Kingkong
40 Sakitnya Masih Terasa
41 Baku Hantam Darren dan Abimana
42 Aku Akan Menunggu
43 Potret Sejuta Kenangan
44 Pendukung atau Penikung
45 Gue Nggak Mungkin Salah Lihat
46 Kemunculan Alexa
47 Berita Mendebarkan!
48 Takut Bertemu
49 Melihatnya Dari Kejauhan
50 Pertemuan
51 Anggap Saja Kita Tidak Pernah Bertemu Tuan
52 Cintaku Sudah Mati
53 Menyusul Papamu Nak
54 SIAPA GADIS ITU?
55 EMOSI DARREN
56 Udah Puas Loe???
57 Aku Tak Akan Kembali Meski Hanya Dalam Mimpi
58 Aku Akan Selalu mendukungmu
59 Alexa Si Ratu Ular
60 Kedatangan Karina
61 Hubungan Kalian Tidak Ada Urusannya Dengan Saya
62 Langsung Jatuh Hati
63 Rencana Busuk!
64 Anda Salah Target
65 Pengakuan
66 Tentang Maya 1
67 Demon Paling Mengerikan
68 Menjadi Rahasia Sementara
69 Hari Sial
70 Jauhi Putriku!
71 Rheimon Hayes Atmaja
72 Akar Permasalahan
73 Kesempatan Emas (Episode 73)
74 Senjata Makan Tuan (Episode 74)
75 Pertemuan Axel dan Rheimon
76 Aku Akan Menghancurkan Keluargamu
77 Musuh Misterius (1)
78 Musuh Misterius 2
79 NOTEBOOK RAHASIA
80 NOTEBOOK RAHASIA 2
81 Titik Terang
82 Bram Tetaplah Bram
83 DARRENKU YANG MANIS
84 RAHASIA KITA
85 SERPIHAN MEMORI
86 AZIZAH HILANG (PART 1)
87 AZIZAH HILANG (PART 2)
88 Azizah Hilang (Part 3)
89 AZIZAH HILANG (PART 4)
90 AZIZAH HILANG (LAST PART)
91 MENGULANG KEMBALI
92 MENGINGAT SEMUANYA
93 AKU BUKAN ANAK-ANAK LAGI
94 PERTARUNGAN SENGIT
95 HANYA KAU YANG AKAN BERAKHIR
96 PUKULAN BERAT
97 Memaafkan Bukan Berarti Kembali
98 TIDAK ADA KESEMPATAN LAGI
99 S2. Shine & Shiena
100 JANGAN TERLALU KHAWATIR
101 KADO TERINDAH
102 PERJODOHAN LAGI
103 PERTEMUAN
104 SEMUANYA SUDAH BERLALU
105 SEBUAH PENDAPAT
106 RUMAH SAKIT JIWA
107 SAKIT TAPI TAK BERDARAH
108 PERJAMUAN BISNIS
109 EMPAT MATA
110 KELIHATANNYA DIA BAIK
111 PERTEMUAN PERTAMA
112 AKU PANTAS MENERIMANYA
113 MATA MATA
114 MUSUH DALAM SELIMUT
115 Episode 115
116 EPISODE 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 EPISODE 119
120 Episode 120
121 EPISODE 121
122 EPISODE 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 EPISODE TERAKHIR
Episodes

Updated 127 Episodes

1
ANNIVERSARY
2
SELAMAT TINGGAL LUKA
3
PAMIT
4
Maaf Aku Menyerah
5
Tumben Sekali Dia Tidak Berisik
6
Menghapus Jejak
7
SURAT CERAI
8
Tiba-tiba Galau
9
Jangan Bicara Omong Kosong!
10
Abimana Dharmawangsa
11
Kebohongan Rubah Licik
12
Silahkan Cari Tahu Sendiri
13
Tiba-tiba Hilang Kabar
14
Jebakan Batman Dari Darren
15
Kena Mental
16
Menjadikan Kamu Milikku, Azizah
17
Hari Istimewa untuk Alexa (Part 1)
18
Hari Istimewa untuk Alexa Part 2
19
Motor Butut Kesayangan
20
Surat Dari Azizah
21
Is She Pregnant?
22
TIDAK BISA TIDUR
23
Biarkan Dia Pergi
24
Maafkan Suamimu Ini Zizah
25
Semoga Kamu Sudah Bahagia Mas
26
Bakalan Kangen
27
Diary...
28
Perjodohan (Flashback)
29
Menumpuk Luka Selama 4 Tahun
30
Aku Akan Memohon....
31
Berbahagialah, Lupakan Dia!
32
Om Ku Jomblo Akut Tante!!
33
SAH MENJANDA
34
Loe Bukan Korban, Tapi Tersangka!
35
MUMED (MISI UNTUK MENGEJAR JANDA)
36
Kita Harus Menemukannya
37
Rezeki Anak
38
Pertemuan Dua Rival
39
Playboy Cap Kingkong
40
Sakitnya Masih Terasa
41
Baku Hantam Darren dan Abimana
42
Aku Akan Menunggu
43
Potret Sejuta Kenangan
44
Pendukung atau Penikung
45
Gue Nggak Mungkin Salah Lihat
46
Kemunculan Alexa
47
Berita Mendebarkan!
48
Takut Bertemu
49
Melihatnya Dari Kejauhan
50
Pertemuan
51
Anggap Saja Kita Tidak Pernah Bertemu Tuan
52
Cintaku Sudah Mati
53
Menyusul Papamu Nak
54
SIAPA GADIS ITU?
55
EMOSI DARREN
56
Udah Puas Loe???
57
Aku Tak Akan Kembali Meski Hanya Dalam Mimpi
58
Aku Akan Selalu mendukungmu
59
Alexa Si Ratu Ular
60
Kedatangan Karina
61
Hubungan Kalian Tidak Ada Urusannya Dengan Saya
62
Langsung Jatuh Hati
63
Rencana Busuk!
64
Anda Salah Target
65
Pengakuan
66
Tentang Maya 1
67
Demon Paling Mengerikan
68
Menjadi Rahasia Sementara
69
Hari Sial
70
Jauhi Putriku!
71
Rheimon Hayes Atmaja
72
Akar Permasalahan
73
Kesempatan Emas (Episode 73)
74
Senjata Makan Tuan (Episode 74)
75
Pertemuan Axel dan Rheimon
76
Aku Akan Menghancurkan Keluargamu
77
Musuh Misterius (1)
78
Musuh Misterius 2
79
NOTEBOOK RAHASIA
80
NOTEBOOK RAHASIA 2
81
Titik Terang
82
Bram Tetaplah Bram
83
DARRENKU YANG MANIS
84
RAHASIA KITA
85
SERPIHAN MEMORI
86
AZIZAH HILANG (PART 1)
87
AZIZAH HILANG (PART 2)
88
Azizah Hilang (Part 3)
89
AZIZAH HILANG (PART 4)
90
AZIZAH HILANG (LAST PART)
91
MENGULANG KEMBALI
92
MENGINGAT SEMUANYA
93
AKU BUKAN ANAK-ANAK LAGI
94
PERTARUNGAN SENGIT
95
HANYA KAU YANG AKAN BERAKHIR
96
PUKULAN BERAT
97
Memaafkan Bukan Berarti Kembali
98
TIDAK ADA KESEMPATAN LAGI
99
S2. Shine & Shiena
100
JANGAN TERLALU KHAWATIR
101
KADO TERINDAH
102
PERJODOHAN LAGI
103
PERTEMUAN
104
SEMUANYA SUDAH BERLALU
105
SEBUAH PENDAPAT
106
RUMAH SAKIT JIWA
107
SAKIT TAPI TAK BERDARAH
108
PERJAMUAN BISNIS
109
EMPAT MATA
110
KELIHATANNYA DIA BAIK
111
PERTEMUAN PERTAMA
112
AKU PANTAS MENERIMANYA
113
MATA MATA
114
MUSUH DALAM SELIMUT
115
Episode 115
116
EPISODE 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
EPISODE 119
120
Episode 120
121
EPISODE 121
122
EPISODE 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
EPISODE TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!