Yasmin tiba di lantai 25, tempat dimana ruangan CEO. Ia pun langsung menuju ruangan CEO, saat sudah berada di depan pintu ruangannya, Yasmin sedikit gugup dan jantung nya berdetak kencang. Yasmin sempat mondar-mandir di depan pintu, ragu untuk masuk kedalam. Beberapa menit kemudian akhirnya Yasmin memberanikan diri mengetuk pintu ruangan CEO.
Tok tok tok
"Masuk" terdengar jawaban dari dalam.
Yasmin menarik nafasnya lalu membuangnya perlahan, untuk menghilangkan rasa gugupnya dan menetralkan jantungnya yang berdegup kencang. Yasmin merapikan sedikit pakaiannya, lalu membuka pintu ruangan CEO dan masuk kedalam.
Yasmin melihat seorang Gio yang sedang duduk di kursi kebesarannya sedang fokus dengan Laptopnya.
"Permisi tuan." Yasmin memberanikan diri menyapa atasannya itu.
Gio yang masih fokus dengan Laptopnya pun beralih melihat siapa yang masuk keruangan nya dan menyapanya.
"Kamu.. " ucap Gio datar. "O iya saya hampir lupa, kamu yang bernama Yasmin Kiara Prasetyo kan ?!" tanya Gio kemudian ia beralih lagi menatap laptopnya.
"I-iya tuan." jawab Yasmin gugup sembari menundukkan kepalanya.
"Duduklah." ucap Gio datar tanpa melihat Yasmin.
Yasmin berjalan mendekat ke meja Gio, ia pun segera duduk di depan Gio yang terhalang oleh meja nya.
"Kamu pasti sudah tahukan? kenapa kamu saya panggil keruangan saya."
"Iya tuan." balas Yasmin.
"Saya sudah baca CV kamu, sebelumnya kamu sudah pernah bekerja dimana?" tanya Gio yang masih sibuk dengan laptopnya dan tanpa mau menatap ke Yasmin.
"saya sudah pernah bekerja di sebuah butik ternama selama Satu tahun di kota Surabaya, tuan." jawab Yasmin.
"Aku lihat nilai kamu sangat bagus, jadi bisa dong kamu menjadi sekretaris saya.." ucapnya.
"Saya memang belum pernah bekerja sebagai sekretaris, tuan. Tapi saya akan berusaha bekerja sebaik mungkin." Ucap Yasmin meyakinkan.
Tadinya Yasmin bingung dan ragu harus menerima sebagai sekretaris CEO atau tidak. Tapi ia berpikir kembali, apa salahnya mencoba dan menambah pengalaman baru buatnya menjadi sekretaris, apalagi gaji yang di bicarakan oleh pihak HRD tadi lumayan besar.
"Saya suka jawaban kamu. Oke kalau gitu, saya harap kamu bisa bekerja dengan baik. Kamu bisa bekerja mulai besok, untuk sekarang selesaikan pekerjaan kamu dulu sebagai administrasi." ucap Gio sembari menatap Yasmin, bertepatan Yasmin juga menatapnya. Beberapa menit mereka berdua saling bertatapan, kemudian Gio tersadar lalu mengalihkan pandangannya ke arah laptop miliknya. Sedangkan Yasmin langsung menundukkan kepalanya.
"ehmm, sekarang kamu boleh keluar." ucap Gio yang kembali berbicara tanpa menatap orang yang ada di depannya. "ingat ini, besok jangan sampai terlambat, saya paling tidak suka dengan karyawan yang terlambat." tambah Gio lagi dengan datar.
"Baik tuan, kalau gitu saya permisi."
"Hmm."
Yasmin pun beranjak dari kursi, lalu berjalan menuju pintu dan keluar dari ruangan Gio.
Gio sendiri terus mantap tubuh Yasmin dari belakang, sampai pintu tertutup dan Yasmin tak terlihat lagi.
Gio menghela nafasnya panjang, seperti ada perasaan lega. Sebenarnya Gio tidak bermaksud bersikap dingin ataupun datar pada Yasmin, hanya saja ia melakukan itu untuk menutupi rasa gugup dan degup jantung nya yang sangat kencang. Gio juga tidak tahu kenapa dia seperti ini, padahal bersama beberapa kekasihnya tidak pernah merasakan seperti yang ia rasakan sekarang.
Semenjak menatap dalam mata lembut Yasmin waktu itu, jantungnya berdegup begitu kencang. Gio saeakan tak mau melepas pandangannya dari mata Yasmin. Membuat seorang Gio penasaran dengan sosok Yasmin. Apalagi ia sempat membacanya nama tengah Yasmin, yaitu Kiara. Tapi Gio tidak mau langsung menyimpulkan, ia takut salah orang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
Mamath Ziad Malik
kiara itu adiknya apa yg jodohkannya apa lagikecil pernah menolongnyanya
2024-06-08
1
Tiwik Wiyono
Emang ada apa dengan Kiara?,siapa Kiara?
2024-05-22
1
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Siapa Kiara yang dimaksud Gio????
2024-03-19
1