Pria tampan memasuki Perusahaan ADIJAYA GRUP dengan diikuti oleh asistennya di belakang. Siapa lagi kalau bukan Gio CEO dari Perusahan ADIJAYA GRUP. Saat sampai di lobby Gio menghentikan langkahnya, matanya langsung mengarah ke beberapa orang yang berada duduk di sofa yang tak jauh dari Resepsionis.
"Leo, apakah mereka yang mau melamar pekerjaan di kantor ini?" tanya Gio pada asistennya
"Iya bos, hari ini jadwalnya mereka interview kerja bos." jawab Leo
Sedangkan para wanita yang ingin interview hari ini, terpesona dengan ketampanan yang di miliki oleh Gio, selaku Pemilik serta CEO Perusahaan di ADIJAYA GRUP. Semenjak Papanya, yaitu Sahreja pensiun dari ADIJAYA GRUP, semua Perusahaan di serahkan oleh Gio, anaknya. Tadinya Gio tidak mau, karena ia juuga membangun perusahaan nya sendiri. Tetapi karena Gio anak satu-satunya dari Sahreja dan Mita, akhirnya dengan terpaksa Gio menerima kemauan Papanya.
Ada sebagian dari mereka yang tahu siapa Gio dan ada juga yang tidak tahu, kalau yang menatap mereka adalah Bos besar di Perusahaan ini.
"Oke. Le apa Lo uda siapin jadwal gue hari ini?" tanya Gio pada Leo asisten dan juga menjabat sebagai sekretaris Gio.
"Uda bos, hari ini jadwal bos sangat padat." jawab Leo.
"Baiklah gue akan selesaikan semuanya." Gio pun langsung berjalan menuju lift untuk keruangan nya dan di ikuti oleh Leo.
Saat akan sampai tiba di depan lift tiba-tiba saja..
Brukk
Seorang wanita telah menabraknya, tetapi Gio langsung merangkul tubuh wanita itu yang hampir saja terjatuh, mungkin sangking kerasnya wanita itu menabraknya. Wanita itu langsung memejamkan matanya, karena takut dirinya beneran akan terjatuh. Berbeda dengan Gio, ia mala terpesona dengan kecantikan yang di miliki oleh wanita tersebut, Gio terus saja menatap dengan jelas wajah cantik yang ada tepat di depan matanya. Perlahan mata wanita itu terbuka, kemudian mata mereka berdua saling pandang satu sama lain. Jantung Gio seketika berdetak sangat kencang dari biasanya, melihat matanya Gio merasa hatinya.. entahlah sulit mengartikan nya.
"Tu.. tuan maaf, boleh lepaskan saya.." ucap wanita itu yang baru tersadar ternyata tubuh nya di peluk oleh Gio.
Gio masih saja tak melepaskan tangannya dari tubuh dari wanita cantik itu dan masih saja menatap matanya, Gio seolah-olah masuk kedalam mata itu.
"Bos.." panggil Leo sembari menepuk pundak bosnya itu.
Seketika Bagas langsung tersadar dan langsung melepaskan tangan nya, membuat wanita itu terjatuh ke lantai.
"aww.. " pekik nya. "Ya ampun, kira-kira dong tuan.. sakit tau!" kesalnya, ia memang meminta laki-laki itu untuk melepaskan tubuhnya dari tangganya tapi bukan langsung di jatuhkan begitu saja.
"Eh, maaf. Kamu gak apa-apa kan?" tanya Gio sembari membantu wanita itu berdiri.
"Terimakasih tuan.." ucapnya sembari tersenyum menatap Gio. "Maaf tuan karena saya tidak lihat jalan, jadi menabrak anda." ucapnya lagi merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, saya juga minta maaf karena menjatuhkan kamu." balas Gio pada wanita itu.
"Kalua gitu saya permisi tuan." Wanita tersebut menundukkan kepalanya lalu berjalan menuju dimana tempat yang lain menunggu untuk interview.
Saat wanita itu pergi meninggalkan nya, Gio terus saja tersenyum sembari menatap wanita itu penuh arti.
"Ya tuhan.. Yasmin Lo dari mana aja?! lama banget ke toiletnya!" tanya Sarah kesal.
Ya, wanita yang tak sengaja menabrak Gio tadi adalah Yasmin. Saat habis keluar dari toilet Yasmin berjalan sembari merapikan pakaiannya, karena tak melihat jalan akhirnya Yasmin menabrak Gio yang akan menuju Lift.
"Iya maaf, tadi ada insiden sedikit." jawabnya.
"Insiden apa maksud lo?" tanyanya
"Gue gak sengaja menabrak seseorang tadi, untung saja laki-laki itu tidak marah." jawabnya jujur.
"emangnya siapa yang Lo tabrak?"
"Mana gue tahu Sarah... gue aja baru pertama masuk kantor ini. Aneh deh pertanyaan Lo."
"Ya kali aja dia langsung ngajak Lo kenalan, apalagi melihat wanita cantik seperti Lo. Uda cantik, kulitnya putih, tinggi lagi. Pasti semua orang bakalan tertarik sama Lo."
"Ck, gak akan ada yang tertarik sama gue, apalagi gue hanya wanita biasa yang tinggal di panti asuhan. Kalau gue emang seperti yang Lo bilang,gak mungkin mas Rangga selingkuhin gue." jelasnya.
"Hahah..itu ma beda, dia selingkuh karena Lo gak mau ngasih tubuh Lo sama dia, makanya dia nyari kepuasan dengan tubuh orang lain. Tapi kalau cinta, pasti dia masih cinta sama Lo." tuturnya.
"Cih! cinta?! kalau dia mencintai gue dan tulus sama gue mas Rangga gak akan berbuat begitu di belakang gue. Dia bakalan rela nunggu sampai kita nikah, tapi apa yang dia lakukan.. mas Rangga malah mencari kepuasan dengan sahabatnya sendiri. Itu yang di namakan cinta?" tanya Yasmin pada sahabatnya dengan raut wajah sendunya. Kalau mengingat itu Yasmin ingin sekali menitihkan air matanya kembali. Sedangkan Sarah langsung memeluk Yasmin yang melihat wajah Sahabatnya itu berkaca-kaca.
"Please jangan nangis Yas, kita disini mau interview kerja dan lupakan semua yang terjadi sama Lo. Gue yakin perlahan lo bisaa melupakan si Rangga brengsek itu!"
"Iya.. gue gak akan nangis." balasnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
Mery Ling
Bagas...Bagas....Bagas...pacarmu Yo min
2024-06-19
0
Mery Ling
Aq jadi bingung,ada Bagas melulu di tiap bab.siapa sib Bagas sebenernya.
2024-06-19
3
Mamath Ziad Malik
wah kayanya yg ditabrak yasmin itu adiknya apa kakaknya sih
2024-06-08
0